NovelToon NovelToon
THE TAURUS

THE TAURUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Misteri
Popularitas:267
Nilai: 5
Nama Author: DOLPIN

Arka Khontacron adalah pemilik perkebunan anggur terbesar di Buleleng tepatnya di Bali. Arka memiliki saudara kembar laki-laki yaitu Phat Shrabeus kakak nya. Mereka tinggal di Seririt, Nama desanya, Desa Sagara. Desa mereka dalam beberapa bulan ini selalu banyak kasus orang-orang desa yang hilang, terutama wanita. Banyak masyarakat yang komplen ke polisi, tapi hasilnya juga sama. Tapi kasus itu mulai terbuka kembali pada malam itu akibat Arka menemukan mayat Pak Braun Ghum di dalam perkebunan miliknya. Pak Braun ialah pemilik peternakan domba di sebelah perkebunan anggur milik keluarga Khontacron dan juga Arka sering bermain bersama anaknya Sara Mhiomorin waktu kecil. Arka memanggil polisi untuk menyelediki kejadian tersebut, tapi bukannya mencari bukti. Polisi menyeret Arka sebagai tersangka, apakah bisa arka menemukan pelaku yang sebenarnya?
Ini ialah kisah cinta ringan dari Zodiak Taurus, bisakah dia bersabar menghadapi kejadian tersebut atau malah menjadi keras kepala.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DOLPIN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10. RAHASIA YANG TERKUBUR

Arka tidak sanggup lagi berada di dalam ruangan itu.

Kepalanya terasa penuh.

Sara.

Pak Braun.

Pak Thom.

Polisi.

Dan keluarganya sendiri.

Semuanya seakan saling berhubungan, tetapi tidak ada satu pun bagian yang bisa ia susun dengan benar.

“Aku ingin keluar sebentar,” ucap Arka akhirnya.

Ayahnya menatapnya.

“Ke mana?”

“Tidak jauh. Aku ingin mencari udara segar.”

Tanpa menunggu jawaban, Arka berbalik dan meninggalkan ruang makan.

Pintu tertutup di belakangnya.

Langkah Arka semakin menjauh hingga akhirnya suara sepatunya tidak terdengar lagi.

Ruang makan menjadi sunyi.

Ayahnya masih berdiri di dekat meja.

Phat menatap pintu yang baru saja dilewati Arka.

“Dia mulai curiga,” bisiknya.

Ayahnya menghela napas.

“Turunkan suaramu.”

“Bagaimana aku bisa tenang, ayah!?”

Phat berjalan mondar-mandir.

“Pak Thom sudah ditangkap.”

“Aku tahu.”

“Kalau dia bicara—”

“Dia tidak akan bicara.”

Phat berhenti.

“Ayah yakin?”

Ayahnya menatapnya tajam.

“Pak Thom tahu apa yang akan terjadi jika dia membuka mulutnya.”

Phat menelan ludah.

Namun wajahnya tetap menunjukkan ketakutan.

“Bagaimana kalau polisi menemukan sekopnya?”

Ayahnya tidak langsung menjawab.

“Sekopnya?”

Phat mengangguk.

“Polisi sudah menemukannya dan bekas darah di sana.”

Ayahnya mengusap pelipisnya.

“Sudah kubilang, jangan panik.”

“Tapi kita yang menyuruhnya!”

Suara Phat meninggi.

Ayahnya langsung menatapnya tajam.

“Diam!”

Phat membeku.

Beberapa detik mereka hanya saling memandang.

Kemudian Phat menurunkan suaranya.

“Pak Thom melakukan persis seperti yang kita perintahkan.”

Ia menarik napas berat.

“Dia memukul Pak Braun dengan sekop itu sampai dia tidak bergerak lagi.”

Ayahnya mengepalkan tangannya di atas meja.

“Jangan ulangi ceritanya.”

“Kenapa? Kita berdua tahu apa yang terjadi malam itu.”

Phat mendekat.

“Kalau polisi menemukan hubungan kita dengan Pak Thom, semuanya selesai, ayah."

Ayahnya menatapnya dingin.

“Bukan hanya masalah kematian Pak Braun.”

Phat terdiam.

“Kau tahu apa yang lebih berbahaya?”

Wajah Phat berubah pucat.

“Bisnis kita...”

Ayahnya mengangguk perlahan.

“Selama bertahun-tahun kita membangun jaringan itu. Orang-orang yang hilang dari desa ini bukan kebetulan.”

Phat menundukkan kepala.

“Mereka sudah dibawa keluar desa.”

“Dan dikirim ke orang-orang yang membayar paling mahal.”

Phat mengepalkan tangannya.

“Pasar gelap, yang menjadi bisnis kita.”

Ayahnya tidak menjawab.

Keheningan kembali memenuhi ruangan.

Bisnis yang selama ini mereka sembunyikan ternyata jauh lebih besar daripada yang pernah dibayangkan siapa pun.

Mereka menculik orang-orang,lalu..."

Kemudian dijual kepada jaringan perdagangan organ ilegal.

Dan selama ini, keluarga Khontacron mendapatkan keuntungan dari bisnis tersebut.

Phat memandang ayahnya.

“Kalau polisi menemukan kita—”

“Mereka akan menangkap kita, ayah!"

Phat menatapnya.

“Ayah...”

“Tenang.”

“Tapi Arka sudah mulai mencurigai kita, ayah!”

Ayahnya terdiam.

Phat menatap pintu.

“Bagaimana kalau Arka mengetahui semuanya?”

Ayahnya tidak segera menjawab.

Tatapannya menjadi dingin.

“Arka tidak boleh tahu.”

Phat terlihat semakin gelisah.

Di luar ruangan—

tanpa mereka sadari—

Arka sebenarnya belum pergi terlalu jauh.

Ia berdiri di ujung lorong, beberapa meter dari ruang makan.

Tangannya berada di saku celana.

Ia memang tidak mendengar percakapan mereka.

Namun ketika hendak menuju halaman belakang, langkahnya terhenti.

Dari dalam ruang makan terdengar suara benda jatuh.

Arka menoleh.

Alisnya berkerut.

“Suara apa itu?”

Ia memandang pintu ruang makan beberapa detik.

Kemudian ia menggeleng.

“Mungkin aku hanya terlalu banyak berpikir.”

Arka melanjutkan langkahnya.

Ia tidak tahu bahwa beberapa meter di belakangnya, ayah dan saudara kembarnya baru saja membicarakan sebuah rahasia yang selama bertahun-tahun mereka sembunyikan.

Rahasia yang jika terbongkar—

bukan hanya akan menghancurkan keluarga Khontacron.

Tetapi juga akan mengubah seluruh pandangan Arka terhadap keluarganya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!