NovelToon NovelToon
Sebelum Mereka Menemukanku

Sebelum Mereka Menemukanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:399
Nilai: 5
Nama Author: sansan ryn

Ariana merasakan bahwa dirinya tengah dalam bahaya,keluarga nya yang dibantai namun sang ayah tidak ditemukan,lalu ariana bertemu dengan 3 pria tampan Siapakah mereka? baca kisahnya ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sansan ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Alasan

Saat kegaduhan di caffe itu,semua orang menyaksikan alveric dan aru yang semakin berselisih,alveric yang terus menekan aru dan aru yang merasa kesal menghadapi alveric memutuskan untuk pergi dari sana.

"Aku sudah mengatakan bahwa tidak tahu apa apa",jelas aru lalu pergi meninggalkan caffe.

Alveric terduduk dan memesan satu kopi untuk menetralkan beban pikirannya.

Namun bukannya reda justru malah jadi ancaman besar,sepertinya alveric salah memilih caffe untuk santai sebentar.

Dia melihat bella bersama dengan seorang lelaki parubaya yang merupakan ayah sekaligus pemilik caffe tersebut.

Mata bella berbinar kala melihat alveric terduduk seorang diri,lalu bella menghampiri nya,"Jodoh memang tidak kemana ya".

Alveric sangat muak melihat bella yang dinilainya sangat jauh dari tipenya,terlebih bella sangat centil dan sikapnya selalu membuat alveric jijik.

Namun alveric berusaha sekeras mungkin tidak menunjukan rasa tidak sukanya pada bella karna menghormati ayahnya sekaligus bosnya ariana.

Ayah bella mengulurkan tangan kanannya dan diterima uluran tangan itu oleh alveric,"Oh jadi anda yang bernama alveric,putri saya selalu membicarakan anda".

"Saya alveric atasan nya bella putri anda tidak lebih hanya sebatas atasan dan bawahan",tegas alveric.

"Saya bima,pemilik caffe ini sekaligus ayah kandung bella,ngomong ngomong sepertinya kamu sangat tidak ingin ada status lebih bersama putri saya",ucap bima lalu melepaskan salam perkenalan itu.

Bima menatap alveric dengan tajam,mungkin yang ada dalam pikiran bima,'Mengapa ada manusia yang tidak suka pada putri cantik nya,bella memiliki body seperti model,kulit putih terawat bahkan dari kalangan berada',

"Sudah ayah jangan ditekan terus kasihan pak alveric",ucap bella dengan nada manja.

Alveric merinding mendengar suara bella yang seperti disengaja supaya terdengar imut itu,"Pak saya permisi ada yang harus saya urus".

"Mau kemana buru buru sekali tuan alveric?bukankah anda sedang menikmati secangkir kopi disini?",ucap bima berusaha menghentikan alveric pergi.

Belum sempat menjawab ariana yang datang terlambat itu masuk kedalam caffe,bima yang melihat ariana terlambat langsung diberi sanksi.

"Ariana sudah jam berapa ini?",ucap bima sedikit menaikan nada bicaranya.

"Maaf pak saya terlambat,tadi di jalan susah sekali mendapatkan taxi karna hujan sangat deras",jelas ariana.

Ariana yang tidak menyadari ada alveric disitu justru menjadi boomerang untuk caffe milik ayah bella.

Alveric menyaksikan bagaimana seorang bos menyelesaikan masalah yang menurutnya spele itu.

"Kamu jika tidak berniat untuk bekerja lebih baik cari tempat lain,masih banyak diluaran sana yang ingin mendapatkan pekerjaan!",ucap bima.

Bella ikut memojokan ariana didepan alveric,"Benar ayah lebih baik dia dipecat saja,berasa caffe milik nenek moyangmu saja".

Ariana memohon pada bima dan bella,"Tolong jangan pecat saya,hanya ini satu satunya sumber penghasilan bagi saya".

"Perduli apa kami?",ucap bella.

Alveric beranjak dari duduk nya dan menghampiri ariana,"Berapa kali dia terlambat?".

"Baru kali ini,ini yang pertama",ucap bima.

Ariana kaget melihat alveric ternyata ada di caffe tempat dia bekerja,alveric menarik tangan ariana,"Beraninya anda menindas adiku!".

Bima dan bella terkejut mendengar pernyataan alveric,bagaimana bisa keluarga willy mempunyai anak perempuan.

"Tapi setahuku keluargamu hanya memiliki anak tunggal yaitu kamu pak alveric",jelas bella.

"Memang dia bukan darah daging keluarga willy,lantas apa urusan mu?",ucapan alveric sedikit menekan bella.

"Aku tidak suka ada wanita yang berada di sisimu, selain aku.. "

Bella mulai berakting seperti akan menangis,"Kamu tahu kan aku sangat menyukaimu alveric".

Ariana berbisik pada alveric,"Kakak seleramu seperti ini ya?".

"Tidak",tegas alveric

"Ariana setelah ini aku ingin mengobrol serius denganmu,hanya kamu dan aku",bisiknya pada ariana.

Bella yang melihat kedekatan alveric dan ariana merasa muak,diambilnya satu gelas jus yang ada disana dan dia tumpahkan airnya hingga membasahi baju ariana.

Ariana menarik tangan alveric,"Kakak sudah biarkan saja".

"Lepaskan tanganmu darinya",titah bella pada ariana.

Bukan nya melepaskan tapi justru alveric semakin mendekat dengan ariana,"Apa urusanmu?lagipula mau aku sedekat apapun ya terserah,apa perdulimu?".

Bella semakin kesal,dia akhirnya memohon pada ayahnya,"Ayah aku ingin dia dipecat saja".

Ariana memohon pada bima agar diberi kesempatan kedua,"Pak tolong beri saya kesempatan,bukankah pak bima tadi ingin memberi kesempatan kedua pada saya?".

Alveric yang melihat ariana sebegitunya pada bima merasa muak,"Ariana kamu bisa bekerja padaku,di kantor mungkin kamu akan menjadi asisten pribadiku atau langsung jadi manager juga tidak apa apa jika kamu mau".

"Justru itu kak,ariana tidak mau memanfaatkan jabatan kak alveric sebagai tameng.Aku merasa itu tidak adil untuk pegawai lain,jadi izinkan aku berdiri dengan kakiku sendiri",jelasnya pada alveric.

Bima merasa malu karna perkataan ariana,bagaimana tidak anak kandung nya justru malah dia didik menjadi pribadi yang seenaknya pada orang dan selalu memakai kekuasaan sebagai tameng untuk perlindungan diri.

Lain halnya dengan alveric yang tahu bahwa ariana keras kepala dan susah untuk diajak berdiskusi dengan serius,"Kamu lihat bella?dia tidak pernah menyalahgunakan kekuasaan seseorang untuk berlindung".

"Baiklah aku akan memberimu kesempatan kedua,tapi jangan sampai diulangi lagi",ucap bima.

Bella semakin kesal,dia marah dan pergi begitu saja.Sementara bima seperti biasa dia masuk ke ruang pribadi miliknya.

"Aku belum selesai denganmu ariana,kamu harus menjelaskan semuanya padaku nanti",jelas alveric.

Ariana gelagapan,dirinya sudah tahu bahwa alveric pasti akan mencecarnya dengan banyak sekali pertanyaan.

Ariana takut jika alveric menanyakan hal yang tidak tidak,"Baiklah kakak,kenapa tidak ke kantor saja?".

"Kenapa panik?aku hanya ingin tahu sebenarnya kamu tinggal dimana sekarang dan kenapa harus kabur segala dari rumah?ayah dan ibu sangat khwatir padamu!",jelas alveric.

Dugaan ariana tidak meleset,alveric memang sangat khwatir padanya setiap marah memang seperti ibu ibu yang sedang mengikuti arisan.

Ariana menghela nafas panjang,"Baiklah kakak,nanti setelah pulang dari sini aku akan mengajakmu melihat tempat tinggal baruku".

Alveric mencari tempat duduk yang kosong dan menunggu ariana sampai jam pulang tiba.

"Wah ganteng banget ya.."

"Lihatlah rambutnya aku sangat ingin menyentuh nya"

"Andai saja aku memiliki kekasih sepertinya,tidak akan aku lepaskan"

Itulah obrolan para wanita yang alveric dengar,alveric lalu memasang earphones di telinga nya dan memutar musik di ponselnya dengan volume yang sedikit tinggi.

Sekitar menjelang malam barulah ariana selesai,dia melihat alveric yang ketiduran di meja paling pojok.

Ariana memperhatikan alveric,rambutnya,hidung nya dan juga ketampanan yang selalu para wanita inginkan.

"Pantas saja banyak yang menyukaimu,dilihat dari dekat memang tampan walaupun jika marah memang seperti ibu ibu arisan",ucap ariana pelan.

Alveric mendengar semua perkataan ariana,rupanya dia memang tidak tidur terlalu lelap.

Ariana mencoba membangunkan alveric dengan hati hati,"Kak ayo ini sudah mulai malam".

Alveric perlahan membuka matanya dan kaget melihat wajah ariana yang begitu dekat.

"Ayo kak,lihat ini sudah larut malam aku capek sekali",ucap ariana sambil memegang tangan alveric.

Ariana mencoba menarik tangan nya supaya bisa segera pergi,"Kak alveric ayo".

Alveric beranjak dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan caffe itu,disepanjang jalan hanya keheningan yang terjadi.

Tidak ada yang memulai percakapan atau sekadar basa basi,ariana sudah memberikan sharelock pada alveric jadi mereka bisa langsung sampai di rumah sewa bu tiwi.

Setalah sampai disana alveric kaget melihat kamar yang ditempati ariana ternyata sangat sempit.

Alveric memandang ariana heran,"Apa tidurmu nyenyak dikamar sempit ini?".

Alveric yang melihat perlakuan bella terhadap ariana menjadi emosi,"Bella kamu ini apa apaan sih!".

Ariana mengangguk,"Selagi masih ada tempat untuk berteduh bagaiamanapun tempatnya aku menyukainya".

"Ariana ariana... ",alveric menggelengkan kepalanya heran dan memasang raut wajah masam.

Ariana menatap alveric heran,"Wajahmu itu kenapa sampai begitu kak".

"Tingkahmu itu selalu ada saja gebrakannya",ucap alveric.

Alveric terduduk di tepi jendela sambil memandang sunyinya malam hari yang disertai hujan rintik rintik.

"Kakak aku masak dulu ramen ya,apa kamu mau yang pedas apa yang biasa saja?",ariana memperlihatkan dua bungkus ramen yang dibelinya kemarin.

Alveric menunjuk ramen yang tidak pedas,"Ini saja,jika ada tolong tambahkan beberapa sayuran".

Ariana menatap alveric,"Kak,aku tidak punya kulkas disini bagaimana bisa aku menyimpan sayuran,yang ada nanti pasti akan membusuk",jelas ariana.

"Tambahkan telur juga tidak apa apa,tidak baik untuk kesehatan jika terus memakan mie.. "

Alveric mendekatkan wajahnya pada ariana,mata itu bertemu hanya beberapa inci saja,"Kurangi membeli ramen!".

Ariana cemberut bibirnya menjadi sedikit maju,itu membuat alveric menjadi gemas.

Dicubit nya pipi ariana hingga merah,"Argh kak alveric".

"Hehe yasudah cepat masak,ramen cocok dinikmati saat cuaca hujan seperti ini",titah alveric.

Ariana dengan cepat menjawab,"Siap bos!".

Ariana pergi meninggalkan alveric untuk memasak dua porsi ramen untuk mereka nikmati bersama.

Alveric melihat ke sekitar pekarangan rumah sewa bu tiwi,kamar ariana berada di lantai dua jadi siapapun yang ada di lantai dasar memang terlihat agak jelas.

Alveric memperhatikan dua orang yang baru saja turun dari mobil mewah hitam.

Rupanya memang tidak asing bagi alveric,seperti pernah melihatnya namun entah dimana.

Mata alveric masih tertuju pada dua orang laki laki itu,bahkan saat ariana selesai memasak ramen nya saja alveric tidak menyadarinya.

"Kakak lihat apasih sampai serius begitu?",tanya ariana.

Ariana yang penasaran ikut mengintip lewat celah jendela lain gordeng nya memang sudah tertutup namun dibukakan nya sedikit karna penasaran.

"Itu siapa kak,kenapa aku seperti tidak asing ya",ucap ariana pelan.

Salah satu dari laki laki itu menyadari bahwa dirinya sedang diawasi oleh seseorang.Benar orang itu adalah daren dan adi.

Daren memandang ke arah alveric,"Gawat,ariana jangan dilihat".

Ariana reflek menutup kembali gorden nya,"Itu siapa kak?kakak mengenalnya?".

Alveric sangat ingin mengatakan bahwa yang dilihat nya itu adalah orang yang sempat ingin menculik ariana dulu.

Namun alveric belum cukup yakin akan hal itu,jika benar mungkin saja ariana sekarang dalam bahaya.

"Kakak ayo makan",titah ariana.

Lamunan alveric buyar karena mendengar suara ariana,"Terimakasih,hm ngomong ngomong boleh tidak aku menginap disini sehari saja".

Mata ariana terbelalak kaget,"Apa tiba tiba saja ingin menginap tadi kakak bilang kamarku sempit,hm".

Alveric tidak menjawab dia memakan ramen nya yang mulai dingin.Tak lama kemudian ramen itu habis dalam sekejap.

"Tak apa aku tidur dibawah saja",ucapnya lagi.

Ariana langsung tidak mengizinkan alveric menginap,ariana tidak mau sekamar dengan laki laki bahkan jika itu alveric sekalipun.

"Kakak lupa kita itu bukan saudara kandung,aku takut terjadi hal yang aneh aneh",ucap ariana.

"Aku tidak akan melakukan apapun ariana,lihat hujan mulai turun aku malas pulang menyetir dibawah hujan deras seperti itu",mohon alveric pada ariana.

"Yasudah kakak izin dulu pada om dan tante,nanti mereka khawatir padamu",ucap ariana.

"Mereka juga mengkhawatirkan mu dasar bocah",ledek alveric.

Ariana tak terima disebut bocah oleh alveric mengingat dirinya kini sudah beranjak dewasa,"Aku bukan bocah lagi,aku sudah dewasa".

"Tapi tinggi aku daripada kamu ariana raspberry",ledek alveric lagi.

Telpon alveric berdering,"Sebentar ayah menelponku".

"Baiklah aku akan membereskan ini dulu ya kak",ucap ariana sambil membawa mangkok ramen itu.

Alveric mengangkat telpon dari ayahnya,"Hallo ayah?".

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!