NovelToon NovelToon
SEBATAS KONTRAK DI ATAS RANJANG

SEBATAS KONTRAK DI ATAS RANJANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Orang Disabilitas / Nikah Kontrak
Popularitas:53.1k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Ares Sudibyo, pewaris keluarga kaya, tidak pernah percaya pada perempuan. Sejak ibunya meninggalkan ayahnya demi pria yang lebih kaya, ditambah pengkhianatan yang dialami pamannya dan dirinya sendiri, Ares memilih menjauh dari pernikahan.

Namun, pertemuannya dengan Alisha Prameswari secara tidak sengaja mengubah sesuatu dalam dirinya. Aroma tubuh Alisha justru membuatnya penasaran karena tubuhnya sama sekali tidak menunjukkan penolakan, sensasi yang tak pernah ia rasakan dari perempuan lain.

Ketika mengetahui Alisha membutuhkan biaya pengobatan untuk adiknya, Ares menawarkan sebuah kontrak: menanggung seluruh biaya pengobatan, dengan syarat Alisha bersedia memenuhi kebutuhan biologisnya. Setiap kali bersama Ares, Alisha harus menutup mata, sebuah aturan yang tak pernah dijelaskan.

Ares yakin hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan. Namun ketika ketergantungan mulai tumbuh, sanggupkah ia melepaskan Alisha yang memilih mengakhiri kontrak dan mencari pendamping baru dalam hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Pernikahan Tanpa Tatapan

Ares meraih ponselnya yang berbunyi di atas meja. Pesan Alisha tadi diteruskan Reki padanya dan kini terpampang di layar.

Tatapannya perlahan menyusuri setiap kalimat yang ditulis perempuan itu.

> Saya hanya ingin menjalaninya tanpa melanggar keyakinan saya.

Ares membacanya sekali lagi. Ia semula mengira perempuan itu akan menjadi pihak yang paling mudah dibujuk oleh uang. Ternyata, Alisha justru memiliki batas yang tidak bisa dibeli. Dan anehnya, hal itu membuat Ares semakin penasaran.

Beberapa saat ia masih terpaku pada layar ponselnya. Kemudian, seolah sudah mengambil keputusan, Ares menekan tombol interkom.

“Reki, ke ruanganku. Sekarang.” Tanpa mengatakan apa-apa lagi, ia mengakhiri sambungan.

Tak lama kemudian, Reki kembali masuk ke ruangan. “Ada apa, Tuan?”

“Hubungi orang yang nanganin komunikasi dengan Nona Alisha. Sampaikan keputusanku.”

“Nyampein keputusan Tuan?” Reki memastikan.

“Ya,” jawab Ares mantap.

Reki menunggu.

Ares memandangnya sejenak sebelum berkata, “Aku setuju.”

Reki sempat terdiam. “Maksud Tuan... soal permintaannya?”

Ares mengangguk. “Pernikahan itu tetap dilakukan. Tapi aku gak mau ada pesta atau banyak orang. Cukup orang-orang yang memang diperlukan untuk akad.”

“Penghulu, wali, dua saksi?” tanya Reki.

“Dan pihak yang memang harus hadir sesuai prosedur.” Ares berhenti sejenak. “Semua diatur secara resmi. Gak perlu ada keluarga besar, teman, atau siapa pun yang gak punya kepentingan.”

Reki mengangguk. “Baik. Akan saya sampaikan.”

“Dan ada satu syarat lagi,” tambah Ares.

Reki kembali menoleh. “Apa?”

“Tiap bersamaku, dia harus menutup matanya.”

Reki mengernyit. “Setiap kali?”

“Ya.” Ares menjawab tanpa sedikit pun keraguan.

“Termasuk saat akad?”

Ares menatap Reki datar. “Termasuk.”

Beberapa saat Reki masih berdiri di tempatnya tanpa mengatakan apapun sebelum akhirnya mengangguk. Ia tidak lagi bertanya alasan di balik syarat aneh tersebut. Jika Ares sudah membuat keputusan, tugasnya adalah memastikan semuanya tersampaikan dengan jelas.

“Baik. Akan saya sampaikan.”

Ares kembali mengambil dokumen di hadapannya. “Pastikan dia tau semuanya sebelum ngasih persetujuan akhir. Kalau dia nolak, batalin.”

Reki mengangguk. “Saya mengerti.”

Ia kemudian menghubungi bawahannya yang sejak awal berkomunikasi langsung dengan Alisha.

“Hubungi Nona Alisha,” katanya begitu panggilan tersambung. “Sampaikan kalo Tuan Ares setuju sama permintaannya.”

Reki menyampaikan seluruh keputusan Ares, termasuk mengenai pelaksanaan pernikahan dan ketentuan bahwa Alisha harus menutup mata setiap kali berada bersama Ares, termasuk saat akad.

Bawahannya terdiam sebentar di ujung telepon. “Baik, Pak. Akan saya sampaikan.”

“Pastikan dia paham ketentuan itu sebelum semua disiapkan,” tegas Reki.

Setelah panggilan berakhir, Reki memasukkan kembali ponselnya ke saku.

Reki masih merasa syarat itu aneh. Namun ia memilih tidak bertanya lebih jauh. Kalau Ares sudah memutuskan, tugasnya hanya memastikan semuanya tersampaikan.

Reki akhirnya menoleh kepada Ares. “Sudah, Tuan.”

Ares hanya mengangguk. “Lanjutkan kerjaanmu.”

“Baik.” Reki menunduk sopan, lalu berbalik dan melangkah keluar dari ruangan Ares.

Namun, setelah Reki kembali meninggalkan ruangan, pandangan Ares jatuh pada pesan Alisha sekali lagi.

Perempuan itu sudah memberinya satu batas. Dan kali ini, Ares memilih untuk memenuhi batas tersebut tanpa membiarkan satu langkah pun membawa mereka lebih dekat dari yang ia inginkan.

-

Sementara itu, bawahan Reki masih menatap layar ponselnya yang sudah kembali gelap.

Ia menghela napas pelan. “Aneh banget. Aturan macam apa itu?”

Namun, ia segera mengabaikan pikirannya sendiri. Ia hanya bertugas menyampaikan keputusan atasannya.

Pria itu membuka percakapan dengan Alisha, lalu mengetik pesan sesuai instruksi Reki.

> Tuan Ares menyetujui permintaan Nona. Akadnya akan dibuat sederhana saja, hanya dihadiri pihak yang memang perlu untuk prosesnya. Tapi ada satu syarat tambahan dari Tuan Ares. Nona harus tutup mata setiap kali bersama Tuan Ares, termasuk saat akad nanti.

Pesan itu terkirim.

Di rumah sakit, Alisha baru saja selesai membaca beberapa catatan pengobatan Raka ketika notifikasi di ponselnya berbunyi. Ia membuka pesan tersebut.

Alisha langsung terdiam setelah membacanya. Matanya kembali menyusuri kalimat terakhir.

“Menutup mata setiap kali bersama Tuan Ares? Bahkan saat akad?”

Alisha mengernyit. Ia tidak memahami maksudnya.

“Kenapa Ares minta hal semacam itu?”

Bukankah mereka akan menikah? Setidaknya, ia ingin tahu seperti apa wajah laki-laki yang akan menjadi suaminya, meskipun pernikahan itu hanya bagian dari kesepakatan. Namun, Ares justru tidak mengizinkannya melihat.

Ada sesuatu yang terasa janggal dari permintaan itu. Seolah-olah Ares sengaja membuat jarak sedemikian rupa agar dirinya tidak pernah benar-benar mengenal laki-laki tersebut.

Alisha menggigit bibir bawahnya. Untuk sesaat, ia merasa tersinggung. Tetapi kemudian ia mengingat kesepakatan mereka.

Ares tidak pernah menjanjikan hubungan seperti pasangan pada umumnya. Tidak ada cinta, tidak ada kehidupan bersama, dan tidak ada tuntutan setelah perjanjian berakhir.

Mungkin bagi Ares, wajah dan tatapan tidak diperlukan dalam hubungan seperti itu.

Alisha mengembuskan napas perlahan. Ia sendiri sudah menetapkan batas yang tidak ingin dilanggarnya. Ares pun memiliki batasnya sendiri.

Dan kalau itu yang diminta, ia akan memenuhinya, sama seperti Ares sudah memenuhi permintaannya.

Alisha kemudian mengetik pesan.

> Apa benar itu syarat dari Tuan Ares?

Balasan masuk beberapa saat kemudian.

> Benar, Nona. Jika Anda gak bisa menerima ketentuan tersebut, kami anggap Anda gak bersedia melanjutkan kesepakatan.

Alisha kembali membaca pesan itu. Ada rasa asing yang mengganjal di dadanya. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya disembunyikan Ares darinya.

Namun, pada akhirnya ia mengetik satu kalimat.

> Baik. Saya bersedia.

. 

...✨“Setiap orang memiliki batas yang ingin dipertahankan. Namun ketika dua kepentingan bertemu dalam sebuah kesepakatan, yang diuji bukan hanya keberanian untuk menerima, tetapi juga kemampuan untuk menghormati batas satu sama lain.”✨...

.

To be continued

1
Cicih Sophiana
ahkir nya aq iket Lega Al... semoga gak ada gangguan lagi... ayo langsung ke dokter lg periksa baby nya😄
anonim
Alisha tidak mau menerima panggilan telepon dari Ares. Pesannya juga tidak dibalas. Salahmu sendiri Ares. Nikmati saja kegelisahanmu sekarang.

Panggilan telepon dari pak Darto juga tidak diangkat.

Ares semakin tidak tenang, tidak tahu di mana Alisha sekarang.

Ares tidak ingin kehilangan Alisha. Alisha mengerti kalau kehidupan bersamanya dipenuhi rahasia, aturan, dan penantian tanpa kepastian.

Namun permasalahannya malam ini Alisha sangat kecewa dengan Ares.
anonim
Masih saja di suruh menutup mata. Alisha bukannya menutup matanya, tapi kini menutup hatinya untuk mengabaikan pesan-pesan dari Ares.

Begitu kecewanya Alisha, sampai tidak mau mengangkat panggilan telepon dari Ares.

Ares bingung sendiri. Dadanya sesak memikirkan bakal ditinggalkan Alisha.
anonim
Alisha hanya membaca pesan dari Ares. Tidak membalas pesan itu.

Terlambat. Ares datang, Alisha sudah pergi naik taksi.

Reki selalu menyadarkan Ares dengan kata-kata yang masuk akal.

Reki sampai berani berkata kepada Ares - Malam ini, anda melakukan kesalahan besar, Tuan.

Ares tidak bisa menghampiri Alisha karena tubuhnya tidak sanggup. Ares bisa memanggil Alisha, untuk datang. Masalahnya Ares masih belum mau wajahnya dilihat Alisha, Reki.

Reki terus mengucapkan kata-kata tentang kemungkinan-kemungkinan buruk.

Alisha berhenti berharap, dan memilih pergi dari Ares.
anonim
Reki saja panggil Alisha nyonya. Pria itu belum tahu siapa suami Alisha. Reki memberi ancaman pada pria itu.

Pria itu menganggap gurauan. Padahal dia jelas menghina Alisha.

Arga ini apa urusannya kalau Alisha istri Ares.

Alisha tidak menuruti kata Reki untuk tetap menunggu di mobil.
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Barunya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana.. Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Barunya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Yaaa, kalau kamu nggk mau kecewa sendirian, maka aja saja Ares, Alisha... 😂😂😂 Dengan begitu kan, kami kecewanya nggk sendirian Alisah... 😂😂😂 Ada yang menemani Ke Kecewaanmu... 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Iyaaa maka dari itulah Alisha... Kalau Raka tidak mengerti maka, kamu harus menjelaskan kepada Raka, sampai Rala mengerti Alisha... 😂😂😂 Kamu saja belum pernah menjelaskan kepada Raka, Alisha... Yaaa manalah Raka bisa mengerti Alisha... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Apa yang di kstakan Adikmu Raka itu ada benarnya Alisha... Kamu jangan keras kepala dong Alisha... 😁😁😁 Mau sampai kapan kamu terus menyiksa dirimu Alisha? ha? 😂😂😂
anonim
Ares yang tak berdaya dengan tubuh mulai kehilangan keseimbangan, hanya bisa menahan amarahnya.

Ares tidak kuat melangkah, pandangannya berkunang-kunang. Keinginannya menghajar pria itu tak kesampaian.

Reki menolong Alisha dengan mengambil taplak meja di dekatnya. Tidak peduli apa yang ada di atas meja itu berjatuhan. Berantakan.

Reki segera membentangkan taplak untuk menutupi tubuh Alisha. Reki berusaha menyelamatkan Alisha dari tatapan orang-orang.

Amarah Alisha sedikit mereda saat menyadari Reki sedang berusaha melindunginya dari tatapan orang-orang.

Reki berbalik menghadap pria yang menghina Alisha dan menatap tajam, pria itu keder tentunya.
anonim
Ini ada pria hidung belang melecehkan Alisha dengan kata-kata yang tak pantas didengar. Mata jalangnya tanpa sungkan mengamati tubuh Alisha.

Masih juga mengeluarkan kata-kata yang sangat menghina Alisha.

Kapuoook kau pria hidung belang, tamparan dari tangan Alisha mendarat dengan keras di pipinya.

Malu juga tuh pria, dilihat para tamu yang berada di sekitar mereka.

Alisha tidak terima dihina sedemikian rupa. Pria itu pun nggak terima ditampar pipinya, padahal jelas kalimatnya penuh hinaan, pelecehan juga tuh.

Alisha nggak takut sedikitpun sama pria yang nggak tahu diri itu. Dia lawan pria itu .
anonim
Alisha memandang Ares yang juga sedang memandangnya. Alisha tahu Ares sedang tidak baik-baik saja kondisinya. Ares tampak menahan sakit, bahkan kesulitan bernapas.

Alisha dan Ares sama-sama saling mengkhawatirkan kondisi mereka.

Alisha mengkuatirkan Ares yang terlihat sakit, Ares juga mengkuatirkan keadaan Alisha yang pasti malu dengan gaun basah tampak garis tubuhnya.
anonim
Dalam kondisi tubuhnya yang kian memburuk Ares tak berdaya menghampiri Alisha untuk menolongnya.

Reki berjalan menuju Alisha. Ares hanya bisa memandang Alisha.

Arga kecewa tidak sesuai yang diharapkan. Ares tidak menghampiri Alisha sendiri, tapi menyuruh Reki untuk melindungi.

Arga melihat kondisi Ares yang tampak buruk, namun perhatiannya tetap tertuju kepada Alisha.
Oma Gavin
nah kan kalau saling jujur dan terbuka kan lebih enak sekarang baik" kalian berdua turunin ego masing" saling melengkapi saling percaya dan Inga musuh terbesar kalian arga yg pasti tidak akan menyerah setelah tau hubungan kalian berdua
Sri Kadek
lanjut
Septi Wijaya
bapak Ares, bagaimana tanggapan anda? atas kehamilan istri anda
Eka Burjo
terimakasih update nya, oke lanjut 👍👍
+1
noted🌚
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Barunya ya, Kak... Ceritanya makin seru Kak 😁😁😁🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!