NovelToon NovelToon
SELINGKUH DENGAN SUAMIKU SENDIRI

SELINGKUH DENGAN SUAMIKU SENDIRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Karena suami dari putrinya miskin, seorang ayah rela menjual putrinya kepada pria lain untuk membayar hutang judinya. Tapi ayah brengsek itu tidak tau jika pria yang membeli putrinya adalah putra menantunya sendiri. Semua rasa bersalah dari perbuatan ayahnya itu ia tanggung sendiri kepada sang suami. Tapi herannya, suaminya tidak marah saat mengetahui jika istrinya dijual dan dihamili oleh pria lain. Apakah Gina Penelope akan memaafkan sang suami karena telah mempermainkannya? Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Gina dan suaminya setelah kejadian satu malam dengan pria lain? Baca novel ini dan dukung untuk jadi favorit ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERTEKAD MENJADI ORANG BARU

Gina menangis dalam toilet. Paula khawatir.

Tok..tok..tok..

"Joana? Kamu gapapa? Kenapa kamu?" panggilnya.

"Aku..aku tidak apa apa..cuma merindukan suamiku.." balas Gina.

"Hmmm..yasudah, aku tunggu 5 menit ya di meja kita tadi. Ayo kita kembali ke kantor. Kurang 10 menit lagi sudah jam masuk" sahut Paula memberikan waktu untuk Joana menenangkan diri.

"Ba..baik..Paula, terima kasih" ujar Gina.

Lalu Paula keluar dan Gina berusaha menenangkan diri.

Saat Paula keluar, pria dan wanita yang berpapasan dengan Gina tadi sedang menikmati hidangan dan mengobrol ceria.

"Apakah Joana mengenal pria itu?" batin Paula lalu tidak mau ambil pusing dan pergi ke kasir terlebih dahulu untuk membayar barulah kembali ke meja makannya.

"Apakah benar daddymu melupakan kita? Jika memang seperti itu, kita tidak perlu menunggunya kembali" gumamnya.

"Kak Abram, Kak Jane, dan Kate mengatakan jika Abraham belum ingat kembali memang benar. Mereka tidak berbohong. Setiap kali aku memaksa ingin bertemu Abraham, mereka selalu mengatakan belum waktunya. Ternyata memang dilupakan oleh orang yang kita cintai sangat menyakitkan" lanjutnya.

"Baiklah, Gina. Kamu harus kuat sebagai Joana Kelton. Wanita berkelas dan berhak hidup bahagia. Fasilitas sudah ada dan karirmu pun sudah dijamin disini. Menunggu Abraham kembali ingatannya hanya akan menyakitimu. Anggap saja kamu memang Joana Kelton, bukan Gina Humber" tekad Gina.

Setelah lebih tenang dan sudah menyakinkan diri, ia pun keluar toilet lalu cuci muka dan kembali ke meja makan menyusul Paula tanpa melirik atau mencari keberadaan Abraham.

"Sudah aku bayar" ujar Paula.

"Maafkan aku, aku sampai lupa belum membayar duluan tadi padahal aku yang mengajak senior" balas Gina.

"Gampanglah soal traktir mentraktir, lain kesempatan kamu masih bisa mentraktirku" sahut Paula lalu berdiri.

Gina dan Paula akhirnya keluar restaurant.

Flora mengamati Gina saat akan keluar restauran.

"Apa kamu benar benar tidak mengingat wanita tadi? Sepertinya dia mengingatmu sampai kaget melihatmu" tanya Flora.

"Hmm..aku gak kenal.. tidak ada wanita selain keluargaku yang aku kenal kecuali kamu" jawab asal Abraham sok dingin.

"Wkwkw berarti aku harus merasa spesial gitu?" balas Flora dengan senyuman menyeringai.

"Gak perlu, gak spesial juga. Sekarang pikirin tuh Yohanes, main diem dieman padahal udah ada calon bayi. Mau sampak kapan?" serang Abraham.

"Yohanes itu gak peka banget. Dasar pria cupu" sahut Flora.

"Soalnya dia emanh gak bisa mengekspresikan perasaannya. Mungkin diam diam begitu dia juga cinta kamu" balas Abraham.

"Gak tau ah. Lihat aja nanti kalau perutku udah besar, apa dia masih meragukan anak ini sebagai anaknya. Setelah kejadian 2 bulan lalu, dia benar benar menghindariku karena omonganku" ujar Flora.

"Emang dasar egois! Kamu jadi cewek jangan sok kuat buat ngurus anakmu sendiri. Emang gak susah jadi ortu? Pake ngomong kalau kamu sering gonta ganti cowok lagi" sahut Abraham.

"Emang iya. Kamu tau sendiri mantanku ada berapa, Yohanes juga tau" ucap Flora.

Lalu belum juga Abraham menyahuti, pesanan mereka datang.

Daripada berdebat lebih baik mereka menikmati hidangan, sedangkan Yohanes lagi perang cyber di perusahaan.

Sekembalinya Paula dan Gina ke kantor, Jane langsung memanggil adik iparnya itu.

"Habis makan siang sama Paula ya?" tanya Jane.

"Iya, Kak" jawab Gina dengan nada hormatz

"Jane tersenyum, sampai kapan kamu memanggilku Kak Jane di kantor? Lebih baik biasakan memanggil Jane saja saat kita berads di kantir" sahut Jane.

"Ba..baik.." ujar Gina gugup.

"Sini duduklah bersamaku, aku ingin mengobrol dengan mu sebentar. Sudah aku izinkan ke Paula lewat chat ini tadi" ucap Jane.

Gina menurut dan berjalan menghampiri Jane lalu duduk disamping sang direktur Kelton Mall.

Lalu Jane memegang perut Gina.

"Dia udah nendang kan?" celetuknya.

Gina tersenyum.

"Hmm, ya beberapa kali tapi masih pelan" sahut wanita hamil ini.

"Gimana, ada keluhan kah untuk pekerjaan dan kondisi kehamilanmu? Kinerjamu sungguh baik 4 bulan ini" tanya Jane.

"Tidak ada kok, aku sangat nyaman disini" jawab Gina.

Jane tersenyum lega, tapi memperhatikan wajah Gina dibagian matanya agak sembab.

"Kamu habis nangis?" tanyanya.

"Memang Kak Jane ini sangat peka" batin Gina.

Mau tidak mau Gina akan berterus terang tentang pertemuannya dengan Abraham setelah 4 bulan berpisah.

Gina memberikan anggukan untuk mengiyakan pertanyaan Jane.

"Tadi aku bertemu Abraham di restoran saat makan bersama Paula" ungkapnya.

Ekspresi Jane menjadi serius lalu menghela nafas panjang.

"Bagaimana menurut mu? Apakah dia mengingatmu saat kalian bertemu?" pancing Jane dan Gina menggeleng.

"Ternyata kakak, Kak Abram, dan Kate melarangku bertemu dengannya karena ini. Aku baru tau rasanya dilupakan itu se menyakitkan ini" sahut Gina dengan mata berkaca kaca.

Jane langsung memeluk adik iparnya itu.

"Tenang, kita akan pelan pelan mengingatkan Abraham tentang kehidupannya bersamamu. Jika dia menikahimu maka dia benar benar mencintaimu dan cinta melekat di hati. Buktinya saja saat dia tau kenyataan bahwa Stella sudah menikah, responnya tidak sefrustasi waktu dulu. Mungkin karena dihatinya sudah ada kamu tapi dia belum mengenalinya" jelas istri Abram.

Gina menahan tangis dan berusaha terlihat tegar. Ia lepas pelukan Jane berlahan karena ia ingin mengatakan hal serius tentang keputusannya kedepan.

"Sepertinya aku akan menerima identitas Joana Kelton sepenuhnya, aku tidak ingin menunggu Abraham lagi untuk mengingat ku karena aku juga harus bahagia" ucapnya.

"Jika memang dia mencintaiku, dia akan menemukan ku kembali dalam ingatannya tanpa aku memaksanya" lanjutnya.

Jane tersenyum.

"Aku mendukungmu. Menjadi Joana Kelton tidak seburuk itu kan? Nikmati identitas barumu dan kamu bisa kembali menjadi Gina Penelope Humber saat kamu menginginkannya" sahutnya.

Gina pun tersenyum menyambut respon positif sang kakak ipar.

"Oh ya, Gin..eh Joana, aku ingin memberikan info jika besok perkumpulan sosialita mommy bersama teman temannya akan berbelanja ke mall. Apakah kamu sudah siap menghadapinya?" tanya Jane.

"Apa tugasku ketika mereka datang?" tanya balik Gina.

"Kamu akan diperkenalkan sebagai asisten manager tim Legal mall dan memastikan barang barang yang ada ditoko benar benar asli tidak ada imitasi" jawab Jane.

"Jadi aku nanti menemani mereka keliling?" tanya Gina lagi dan Jane mengangguk mengiyakan.

"Dan nanti ada tim humas legal yang akan menemani, aku sudah meminta Julius menugaskan anak buahnya" jawab Jane.

"Baiklah, aku siap" sahut Gina.

"Oh iya, soal gosip di kantor ini tentangmu dan Julius, apa kamu sudah mendengarnya? Lalu bagaimana pendapat mu?" tanya Jane.

"Aku abaikan saja gosip gosip itu" jawab Gina santai.

"Tapi sepertinya Julius memperhatikan mu" tebak Jane.

"Memperhatikan saja dari satu sisi tidak akan berdampak jika satu sisi yang diperhatikan tidak merespon alias abai saja" sahut Gina.

"Benar, aku suka pikiranmu ini, Joana. Julius adalah seniorku, teman Abram di kampus dulu. Dia sangat disiplin dan tegas, tapi sering bersikap dingin ditambah sangat ambisius dalam karir. Selama 10 tahun lebih dia sudah disini sebelum aku bekerja, dia sangat memahami pekerjaannya. Tidak kukira jika dia akan menyukaimu" jelas Jane.

"Julius sudah kuanggap sebagai atasanku yang cukup untuk kujadikan tempat berbagi pengalaman. Memang wawasannya begitu luas. Kemampuannya dalam mengatur pegawai sangat bagus" ucap Gina.

"Ya begitulah, Julius. Dia memang sangat andal dan misterius. Kuharap dia bisa mendapatkan wanita single yang cocok untuknya karena kamu sudah jdi adik iparku" balas Jane.

Gina terkikih kecil mendengar ucapan Jane.

"Yasudah, Jane, aku akan kembali ke ruanganku untuk melanjutkan pekerjaan" ucapnya kemudian.

"Baiklah, selamat bekerja" ujar Jane.

Gina pun kembali ke ruangan.

Jane juga kembali ke meja kerjanya.

1
Yesi Yesi
ah suka ma cerita nya♥️♥️
lanjut thor
SariRani: Terima kasih banyaaaaak mbak yesi 🥹 agak pesimis karena dikit banget yg suka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!