Setelah akhirnya memasuki masa pensiun, Raya memutusakan menghabiskan hari tuanya seorang diri di sebuah vila mewah yang telah ia beli dengan hasil kerja keras selama puluhan tahun.
Namun, nasib seolah mempermainkannya. Baru sehari menikmati kehidupan sebagai pensiunan kaya, keesokan paginya ia terbangun di dunia yang sama sekali asing.
Bukan hanya itu, ia kini menghuni tubuh seorang wanita berusia tiga puluhan yang terkenal genit dan mesum.
Beruntung, ia mengetahui satu rahasia besar.
Halaman belakang rumah reyot yang tak diinginkan siapa pun itu ternyata terhubung dengan zaman lain.
Dalam ruangan penghubung dimensi, ternyata menyimpan kekuatan yang mengubah nya selangkah demi selangkah menjadi abadi.
2 Agustus 2026
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 Teori Kultivasi Berhasil!
Semakin lama ia berlatih, semakin jelas perubahan yang dirasakan Su Wanwan. Setiap kali menarik napas, udara di sekitarnya terasa berbeda. Seolah-olah ada sesuatu yang sangat tipis masuk melalui pori-porinya, kemudian mengalir perlahan ke seluruh tubuh.
Awalnya Su Wanwan mengira itu hanya sugesti. Namun setelah hampir satu jam, ia berhenti bergerak.
"Hah..." Ia mengepalkan tangannya.
Tenaganya memang tidak tiba-tiba menjadi luar biasa, tetapi tubuhnya terasa jauh lebih ringan. Su Wanwan menatap kedua tangannya dengan takjub.
"Jangan-jangan benar... teori kultivasi di buku itu benar-benar bisa bekerja di sini?"
Ia segera mengambil handphone nya yang berisi beberapa materi teori kultivasi yang ia cari di beberapa sumber.
Menurut teori itu, tahap pertama adalah merasakan dan menarik energi dari lingkungan. Namun di teori cerita kultivasi tahap pertama adalah tahap pembersihan, harus menggunakan pil obat untuk membersihkan kotoran di tubuh.
"Teori-teori ini belum terbukti sepenuhnya, mungkin aku harus terus mempraktikkan nya untuk mengetahui mana teori yang benar." Su Wanwan tersenyum, namun ia tidak tidak melakukan wushu lagi.
Dia duduk bersila dan mengikuti metode pernapasan yang tertulis dalam teori kultivasi, karena rasanya setiap selsai kegiatan di ruang ini. Keringat nya akan tercium lebih menyengat.
Tarik napas, tahan...Buang perlahan.
Pada awalnya tidak terjadi apa-apa, namun lima menit,, sepuluh menit hingga tiga jam berlalu. Hembusan napas Su Wanwan tiba-tiba menjadi lebih panjang tubuhnya terasa hangat, nyaman seperti di sauna.
Matanya yang terpejam entah kenapa melihat kabut tebal berwarna hijau yang masuk ke dalam tubuhnya. Kabut itu mengikuti setiap tarikan napas, masuk melalui hidung, melewati tenggorokan, lalu perlahan turun menuju dada.
Su Wanwan tidak tahu apakah semua itu hanya bayangan dalam pikirannya atau benar-benar terjadi.
Namun, ia memilih untuk tidak menghentikannya. Tarik napas... Kabut hijau kembali mengalir.
Kali ini, alirannya terasa lebih jelas. Dari dada, kabut itu perlahan turun melewati perut, seolah mengikuti sebuah jalur yang sebelumnya tidak pernah ia sadari keberadaannya.
Semakin dalam ia menarik napas, semakin kuat pula sensasi hangat yang muncul.
Turun... Terus turun...
Hingga akhirnya kabut tersebut berhenti di bagian tengah perutnya. Su Wanwan merasa seperti ada sesuatu yang menghalangi aliran itu.
"Ini..." Meskipun rasanya sulit, ia tetap mempertahankan pernapasannya.
Kabut hijau yang terkumpul semakin tebal, berputar perlahan di dalam perutnya. Sedikit demi sedikit, tekanan mulai terbentuk.
Kemudian-- Duk!
Krak!!
Seolah menembus sebuah penghalang tak kasatmata. Tubuh Su Wanwan bergetar kecil, penghalang itu akhirnya pecah.
Dalam sekejap, kabut hijau yang sejak tadi mengalir melalui tubuhnya seperti menemukan tempat untuk berkumpul. Energi tersebut berputar membentuk pusaran kecil di bagian tengah perutnya.
Pusaran itu semakin padat.
Kabut yang semula tidak beraturan perlahan menyatu, mengembun, lalu membentuk sesuatu yang menyerupai inti kecil berwarna hijau.
Su Wanwan dapat merasakan keberadaannya dengan sangat jelas. 'Apa ini... inti kekuatan ku?"
Untuk pertama kalinya, ia benar-benar merasakan sesuatu yang tidak dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan biasa.
Energi dari sekeliling terus mengalir masuk melalui setiap tarikan napas, kemudian mengikuti jalur yang sama menuju pusat perutnya. Sebagian menyatu dengan inti tersebut, sementara sisanya berputar mengelilinginya.
Rasanya semakin mengalir, perasaan yang di berikan kepada tubuh pun makin nyaman. Su Wanwan tanpa sadar tak ingin berhenti hingga tiga jam berlalu, ia membuka matanya.
"Umpph, ueekk!!"
"Bau sekali, aaa!!!"
Tubuhnya saat ini seperti mochi bulat yang di tutupi lelehan coklat. Bulat dan hitam, bau nya aduhai seperti tai tingkat tinggi.
Su Wanwan segera berlari masuk ke dalam kamar mandi villa nya, dia menyalakan shower dan menggunakan semua sabun yang ada. Aliran hitam mengalir di lantai kamar mandi, mengalir menuju lubang pembuangan. Meskipun begitu bau nya tak langsung menghilang begitu saja.
Ia terus menyalakan air sampai berjam-jam lamanya, tubuhnya terus ia gosok hingga beberapa putaran gosokan akhirnya bau menyengat itu menghilang.
Di depan cermin, Su Wanwan kembali menatap penampilan nya yang jauh lebih memuaskan.
"Astaga... Kulit putih ini tidak keterlaluan kan? Bahkan Lisa Blackpink pun akan menangis melihat kulit putih sehat hasil instan ini."
"Hmm... Benar saja, hal ini hanya menghilangkan racun. Bukan berat badan. Aku masih harus berolahraga untuk menurunkan berat badan ku, tapi tidak apa-apa. Hasil seperti ini sudah jauh di atas KPI-ku."
Setelah mandi, Su Wanwan baru menyadari jika pakaian nya sudah jauh lebih longgar bahkan pakaian kuno nya terlihat cukup kebesaran. Hal ini menunjukkan seberapa drastis berat badannya turun sekarang, membeli pakaian yang pas mungkin nanti saja jika berat badan nya sudah turun sesuai KPI nya.
Namun yang paling penting sekarang adalah bagaimana cara agar perubahan dirinya yang drastis ini tidak di curigai. Ini baru tiga hari, orang-orang akan mempertanyakan nya. Terutama karena kulitnya yang putih ini terlalu mencolok.
Su Wanwan tidak ingin menutupi wajah ataupun tubuhnya dengan sesuatu karena itu cukup ribet. Jadi dia mencari beberapa tontonan kultivasi untuk meningkatkan pemahaman dan kreativitas nya.
Some time later.
"Ah begitu, kultivator level tinggi bisa menguba penampilan secara keseluruhan. Aku saat ini baru awal, namun mengubah warna kulit sepertinya tidak sulit."
Su Wanwan memejamkan matanya, dan secara ajaib kulitnya tiba-tiba berubah menjadi sawo matang. "Bagus, dengan begini aku bisa mengubah ke putih kembali secara perlahan-lahan tanpa di curigai orang lain."
...
Satu minggu berlalu, di sarapan pagi rumah tua Su Wanwan.
"Nyonya... Beras di rumah sudah habis." ucap Bai Rongxin dengan ragu-ragu, juga perasaan sedikit takut.
Dulu nyonya nya bilang jika persediaan habis bisa di laporkan padanya, namun meskipun sudah memiliki izin itu perasaan nya tetap saja was-was karena masalalu.
"Nyonya, maaf. Kami makan terlalu banyak, sampai beras sebanyak itu... Habis." Hu Zheng juga ikut bicara. Kemarin-kemarin dia sangat terbawa napsu, memasak nasi putih setiap hari dan memakan hampir tiga mangkuk di setiap makan nya.
Hingga saat beras habis, pikirannya mulai jernih dan dia berpikir tidak seharusnya seboros itu. Bahkan makanan orang kota saja tidak seenak dirinya, tapi mereka malah memasak tiga kati setiap harinya.
Bai Rongxin dan Hu Zheng menunduk merasa bersalah, sambil diam-diam melirik bagaimana sikap nyonya mereka. Sementara Shen Yuzhi tetap tenang, seperti tidak mendengar apapun, dia tetap makan seperti biasa.
Su Wanwan mengangguk. "Baik, hari ini Hu Zheng ikut denganku untuk berbelanja ke ke pasar kota. Yang lainnya tetap di rumah."
"Baik nyonya."