Cerita ini mengisahkan tentang dua wanita (GxG, Lesbian ) jangan di baca kalau tidak suka, skip saja... 🥰🥰
Eli Sharafina seorang gadis berusia 18 tahun, dengan sifat rendah hati, ceria dan baik. ia memiliki Sahabat yang sangat baik yaitu Cherly Angeline seusianya dari keluarga orang kaya, Dengan sifat pendiam, baik dan datar.
Saat Eli dengan sahabat baiknya, Cherly. di sekolah yang sama kehidupan mereka berdua terasa baik-baik saja. Tidak ada yang membuat mereka pecah dengan orang ketiga. namun saat kelulusan sekolah sudah selesai. Eli dapat kabar bahwa Cherly akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan sekolahnya masuk kuliah universitas kedokteran. setelah dapat kabar itu, kehidupan Eli terasa kosong, hampa dan kesepian, tidak ada ketawa ceria, bercanda dan kebersamaan.
5 tahun kemudian saat Eli usia 23 tahun di kaget kan berita heboh di televisi, ia terkejut melihat sahabatnya, Cherly. bertunangan dengan seorang pria pilihan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3 Dengarkanlah sayang hidupku hanya kamu
Esta yang mendengar alasan putrinya merasa ada yang aneh tapi ia tidak bisa mengatakan apa pun selain percaya pada anaknya sendiri
"Ya sudah... ganti bajumu, kita makan bersama". Minta esta
" Iya ibu".
Eli bangkit melangkah jalan masuk kamar.
Di dalam kamar, tampak Eli cukup lega membuat ibunya percaya apa yang ia katakan walaupun sebenarnya ini tidak benar tapi mau gimana lagi dari pada di omelin sepanjang jam lebih baik banyak alasan menyelamatkan diri. Eli melangkah mencari baju untuk ia ganti, entah mengapa sejak kejebur dari sungai seluruh badan terasa tidak nyaman dan tidak enak
Di dalam kamar mandi saat hendak ingin mandi, ia melihat di kaca cermin. melihat merah di seluruh lehernya membuat Eli penasaran takut tubuhnya terkena penyakit, karena tidak bergegas menganti pakaian dan mandi lebih dulu sebelum masuk kesekolah membuat tubuhnya berubah merah. melihat itu membuat Eli shock saat buka baju
"Aaarrggghhhh!!! ". Teriak keras Eli
Esta saat lagi menyiapkan makanan di meja langsung kaget mendengar teriakan putrinya di dalam kamar mandi, ia bergegas melangkah menghampiri dengan panik
Di dalam kamar mandi
" Aduh... kenapa begini... kenapa jadi merah". Panik Eli bingung melihat seluruh tubuhnya berubah menjadi merah, seperti kena cacar air
Tok
Tok
Tok
"Eli... kamu kenapa??? " Tanya Esta
Mendengar ibunya mengetok pintu membuat Eli semakin panik
"Tidak apa-apa ibu".
" Tapi kenapa kamu teriak, ada apa! ? ".
" Tadi cuman ada Kecoa merayap ketubuh aku. aku kaget ".
Esta pun menghela nafas lega di kira ada apa, ia pun melangkah pergi meninggalkan pintu kamar mandi
Di dalam kamar mandi
Melihat tubuhnya berubah merah merasa tidak enak badan sepertinya ia kena cacar air.
******
******
******
Paginya Eli terbaring mengigil dengan selimut menutup tubuhnya, tampak wajah Eli berubah merah. esta yang melihat alat suhu panas terkejut ternyata demam tinggi hingga 190 derajat.
"Ternyata demam tinggi. Kenapa bisa iya!? " Guma esta heran. esta melangkah keluar kamar
Tidak lama esta kembali membawa kompres meletakkan di atas meja dekat kasur.
"Hmmm!! ibu... pengen es.. ". Minta Eli melantur.
" Kamu ya... lagi sakit mintanya aneh-aneh. diam!!. "
Esta mengambil kain lap di dalam kompres ia pun perat dengan kencang. ia meletakkan di kening kepala untuk menurunkan panas, setelah ia lakukan beranjak sambil membawa kompres melangkah jalan pergi.
*****
******
******
Tampak Eli sehat kembali berjalan kaki untuk berangkat sekolah seperti biasanya Eli hanya sendirian. Tanpa Eli sadari mobil hitam mewah yang di tumpangi Cherly melintas melewatinya. Sempat Cherly melihat Eli berjalan kaki di pinggir jalan dengan datar ia hanya duduk di jok belakang yang menyetirkan mobilnya ada di depan sopir pribadinya yang hanya fokus depan jalan
Tampak Eli terus berjalan kaki untuk sampai sekolah, bisa saja naik taksi tapi terlalu mahal pasti 100 rb sedang kan bekal untuk jajan di sekolah saja hanya 30rb itu tidak mungkin ia naik mobil taksi itulah kenapa dirinya memilih berjalan kaki ketimbang naik mobil taksi.
Tidak lama kemudian Eli baru sampai di kelas sambil menghela nafas karena capek harus berjalan kaki dari rumah hingga sekolah. ia melangkah jalan menghampiri kursi, duduk meletakkan tas di atas mejanya yang ia gendong.
"Pagi.. ". Sapa Becky senyum
"huffttt pagi juga" jawabnya sambil mengeluarkan alat tulis dari dalam tasnya.
Setelah ia keluar kan tas gedong di letak di bawah lantai, ia pun melihat kedepan. Eli terkejut melihat wanita yang terjun ke bawah sungai tidak lain dia adalah Cherly melangkah masuk duduk di tengah di sana. jujur saja Eli sangat penasaran ingin sekali kenalan dan ingin jadi temannya. Tidak lama ibu guru pun datang masuk.
Kemudian jam istirahat pun tiba kini Eli mengikuti Cherly dari belakang seperti biasa ia penasaran dengan Cherly. saat mengintip ternyata masuk ke ruang perpustakaan, Eli pun mengikuti masuk ke pintu perpustakaan.
Di dalam perpustakaan Eli melihat Cherly sedang duduk di sana sambil membaca buku tampak tidak ada siapapun hanya dirinya dan Cherly apa kah semua murid tidak suka membaca buku? tentu saja tidak, bagi mereka membaca buku adalah hal paling membosankan salah satunya dirinya juga tidak menyukai buku. saat Eli memperhatikan Cherly dari jauh ia berpura-pura melihat buku-buku dan memilih-milih di rak agar tidak di curigai bahwa ia memperhatikannya.
Eli terus melihat buku-buku sambil melirik Cherly sesekali.
"Kalau kamu terus seperti itu, lebih baik duduk di hadapan ku". Minta Cherly hanya mantap buku tidak melihat Eli.
Sontak Eli terkejut gegep hingga menjatuhkan buku kebawah lantai, entah bagaimana bisa dia menyadari itu. Eli membungkuk mengambil buku yang jatuh berdiri berlahan mendekat dengan heran. Ia pun duduk di bangku berhadapan dengan Cherly yang dari tadi hanya membaca buku tidak menoleh kedepan pada dirinya.
"Bagaimana kamu tahu!? ". Tanya Eli heran
" Dari kemarin dan sekarang terus mengikuti saya. dan memperhatikan saya... apa kamu tertarik pada saya!?? " Tanya Cherly datar sambil membuka lembaran buku yang ia baca
"Hah?? Jangan geer iya... siapa juga suka dengan orang kayak kamu... aku hanya penasaran".
" ouhhh gitu ya.. "
"iya... kenapa kamu suka sekali sendirian padahal di luar sana banyak anak-anak lain bermain apa kamu tidak suka mereka!? ".
" Apa itu penting!? lebih baik urus saja diri kamu sendiri ".
Eli pun mengerutkan wajah bete ternyata wanita di hadapannya ini benar-benar sombong
" Hey... aku hanya bertanya. kenapa jawabanmu sinis banget. nama mu Cherly kan?? namaku Eli ". Eli pun menyodorkan telapak tangan tersenyum manis
Cherly melirik dengan tatapan datar terdiam sejenak
Eli terus tersenyum manis dengan tangan masih di depan Cherly
" Kamu sangat mengganggu ku". Ujarnya bangkit melangkah jalan pergi
Melihat hal itu membuat Eli heran tidak menerima jabatan tangannya ia tidak masalah di tolak, Eli tidak menyerah ia bangkit melangkah mengikuti Cherly
Di lorong kelas, tampak Cherly melangkah jalan di belakangnya di ikuti Eli, Ia hanya menghela nafas kesal masih saja di ikuti oleh Eli. Cherly tiba-tiba berhenti saat hendak berbalik
"Aaarrggghhhh!! ".
Bung
langkah kaki Eli tidak bisa ia rem kehilangan kontrol mendadak Cherly berhenti melangkah hingga jatuh di atas tubuhnya, ia tidak sengaja kecup bibir Cherly dengan mata terbuka lebar kaget.
" Aaarrggghhhh!! ". Seketika Eli berteriak jijik bangkit berdiri sambil mengusap bibirnya.
Tampak Cherly dengan bersikap tenang bangun dengan tenang.
"Iya ampun bibir ku". Ucap Eli tidak ia sangka
" Segitunya bibir ku seperti kuman bagimu!? ". Tanya Cherly datar
Eli menoleh berhenti mengusap bibirnya.
" Tidak, lembut ko dan manis ". Jawabnya polos tersenyum.
Cherly hanya menghela nafas heran, melangkah jalan pergi begitu saja.
Eli yang melihat itu pun mengikutinnya.
hai kak, mampir juga di novelku ya,😊