NovelToon NovelToon
SELIR BODOH YANG MENAKJUBKAN

SELIR BODOH YANG MENAKJUBKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Xiao Yu dipaksa ikut pemilihan selir oleh orangtuanya demi mengangkat derajat keluarga. Padahal gadis ini ingin masuk militer.

Akhirnya ia ikut pemilihan selir dengan berpura-pura bodoh. Tapi sungguh suatu hal ajaib. Dia justru terpilih.

Ternyata pangeran Zhang Li sengaja memilih selir bodoh untuk protes pada raja bahwa ia lelah terus disuruh mencari seorang pendamping.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 10

Xiao Yu menarik turun kain penutup wajahnya, mengembuskan napas panjang seraya duduk di kursi kayu. Ia menuang cangkir teh dingin dan meminumnya hingga kandas.

"Tenanglah, Bao'er. Rute patroli pengawal di Istana Barat ini sangat longgar di area belakang," ujar Xiao Yu santai.

Bao'er menarik kursi dan duduk di dekatnya, matanya menatap Xiao Yu penuh cemas. "Kau pergi kemana?"

"Sebuah arena latihan."

"Kau mau jadikan itu tempat latihanmu? Ingat ini kediaman selir. Di luar sana adalah bangunan milik raja," pesan Bao'er.

"Santailah. Aku hanya memastikan kondisi ototku tidak kaku," jawab Xiao Yu seraya meluruskan jemarinya. "Arena latihan di dekat taman bambu itu sangat sepi. Lagipula, tadi malam aku sempat menancapkan satu panah di sana untuk menguji papan sasarannya. Malam ini aku cuma ingin mengecek area sekitarnya lagi."

Bao'er memegang dadanya yang berdebar kencang. "Tetap saja ini terlalu berisiko, Yu'er."

Xiao Yu tersenyum tipis, menepuk-nepuk pelan tangan pelayannya agar lebih tenang.

"Aku tahu. Tenang saja," ucap Xiao Yu pelan.

Bao'er menghela napas lega dan mengangguk pelan.

*

*

*

Keesokan Harinya di pagi hari.

Fajar baru saja menyingsing ketika Pangeran Zhang Li melangkah dari kediaman utamanya menuju arena latihan. Embun pagi masih membasahi rumput dan udara dingin menusuk tulang. Seperti biasa, ia bertelanjang dada dengan membawa busur kayu hitam berat miliknya. Feng Chuan berjalan mengekor di belakangnya.

Namun, begitu Zhang Li mengarahkan pandangannya ke sudut lapangan, langkah kakinya mendadak terhenti.

Mata tajam Zhang Li mengunci satu objek di papan sasaran kayu tebal. Di sana, tepat di titik merah tengah, terdapat sebatang anak panah properti yang menancap sangat dalam-begitu dalam hingga bulu penyeimbang di pangkalnya masih bergetar pelan disapu angin pagi.

Feng Chuan yang melihat hal itu seketika membelalakkan mata. Wajahnya mengeras seraya tangannya refleks mencengkeram gagang pedang.

"Siapa yang berani..." desis Feng Chuan seraya melangkah cepat mendekati papan sasaran.

"Tahan, Feng Chuan," potong Zhang Li dingin.

Zhang Li melangkah mendekat dengan tenang. Ia mengamati posisi anak panah tersebut. Itu adalah anak panah standar milik arenanya, tetapi tancapannya menembus kayu tebal dengan sudut yang sangat lurus dan presisi luar biasa.

Zhang Li memegang pangkal anak panah itu, lalu menariknya keluar dengan sedikit mengerahkan tenaga dalam. Ia memperhatikan serat kayu yang koyak rapi.

"Anak panah ini ditembakkan dari jarak seratus langkah, tepat di tengah, dan ditarik oleh seseorang dengan teknik tenaga dalam yang sangat padat," gumam Zhang Li, binar matanya menyipit penuh selidik dan rasa penasaran.

Feng Chuan menunduk dalam dengan rahang terkunci. "Hamba mengaku salah, Yang Mulia! Semalam ada penyusup yang berhasil menembus pengawasan arena tanpa terdeteksi!"

Feng Chuan berdiri membungkuk dengan wajah tegang.

"Bangunlah. Dia tidak menyusup untuk menyerang," ucap Zhang Li seraya memutar-mutar anak panah di jemarinya. Senyum tipis yang dingin dan sarat intrik terukir di bibirnya. "Dia menyelinap ke sini hanya untuk latihan... dan terburu-buru kabur saat patroli malam mendekat hingga tak sempat mencabut panah ini."

Feng Chuan bangun. Ia melihat ke arah papan panah.

Zhang Li menatap ke arah dinding arena yang berbatasan dengan taman bambu menuju kompleks selir. Hatinya yang biasa dingin kini merasa tertantang oleh keberadaan 'tamu misterius' yang berani menggunakan arenanya secara diam-diam

"Yang Mulia... apakah kita harus melaporkan insiden penyusup di arena latihan ini kepada Komandan Pengawal Kerajaan agar seluruh istana diperketat?" tanya Feng Chuan pelan.

"Tidak perlu," jawab Zhang Li datar. "Jika kita memperketat penjagaan, tikus itu tidak akan berani menampakkan hidungnya lagi."

Zhang Li berbalik, menatap anak panah yang telah dicabut dari papan sasaran dan kini tergeletak di atas mejanya.

"Pemanah ini tahu persis cara menghindari rute patroli pengawal. Merahasiakan hal ini adalah cara terbaik untuk melihat seberapa jauh dia berani melangkah," lanjut Zhang Li dingin. "Biarkan dia mengira arenaku aman untuk dikunjungi kembali. Kita yang akan menunggu di balik bayangan."

"Akan akan memancingnya, Tuan?"

"Mungkin. Jangan ubah pola penjagaan malam," perintah Zhang Li tegas pada Feng Chuan. "Biarkan dia berpikir tempat ini tetap aman untuknya. Aku sendiri yang akan menyambut 'tamu misterius' ini nanti."

"Baik."

***

Siang harinya, matahari memancar terik di atas Istana Barat. Matahari memantul di atas atap genteng emas dan danau teratai yang membentang di pelataran utama. Hari ini, suasana Istana Barat jauh lebih riuh dari biasanya. Ratu mengadakan Jamuan Teh Musim Panas di Paviliun Teratai Emas.

Seluruh selir pangeran diwajibkan hadir untuk menunjukkan etika, kepatuhan, dan keanggunan mereka di hadapan sang Penguasa Harem.

Di dalam Paviliun Anggrek, Bao'er menyisir rambut Xiao Yu dengan tangan gemetar. "Yu'er, kau yakin tidak ingin memakai gaun sutra sulam benang emas hadiah dari keluargamu? Selir Huo Yan dan Selir Kui pasti akan memakai perhiasan mewah mereka hari ini. Jika kau tampil terlalu sederhana, kau akan dicemooh Ratu."

Xiao Yu menatap pantulan dirinya di cermin tembaga. Ia mengenakan gaun berwarna hijau lumut teduh tanpa sulaman mewah. Tatanan rambutnya ringkas berlapis tusuk konde kayu cendana biasa.

"Justru itu tujuannya, Bao'er," sahut Xiao Yu tenang seraya mengoleskan tipis bedak di wajahnya agar tampak sedikit pucat dan lugu. "Di hadapan Ratu, jangan terlalu terlihat menarik perhatian. Biarkan Huo Yan dan Kui bertarung merebut perhatian. Aku hanya perlu menjadi bodoh agar di pulangkan."

"Jadi kamu tidak apa-apa kalau dicemooh mereka di depan ratu?" Bao'er cemas.

"Tidak masalah. Aku tidak peduli. Yang penting adalah aku terhindar dari kedekatan dengan pangeran," kata Xiao Yu tidak terlalu memikirkan hal itu.

"Padahal banyak nona dari keluarga di kerajaan ini yang ingin jadi selir pangeran Zhang Li," kata Bao'er menyayangkan.

"Aku bukan salah satu dari banyaknya nona yang ingin jadi selir," sahut Xiao Yu santai.

"Tapi orangtuamu ingin kamu jadi selir," pesan Bao'er.

"Terserah. Aku hanya mau masuk militer, bukan drama macam begini. Apa ini?" cibir Xiao Yu melihat gaun selirnya. "Aku ingin pakai baju zirah. Menghunus pedang dan membawa panah." Wajah Xiao Yu terlihat bersemangat ketika membicarakan impiannya. Bao'er akhirnya diam sambil menatap teman dan

"Aku ingin kamu dapat apa yang kamu impikan, Yu'er. Tapi sekarang kamu sudah resmi jadi Selir pangeran Zhang Li. Itu juga impian keluargamu. Ibu dan ayahmu" kata Bao'er.

Bibir Xiao Yu menipis. Jika membahas keluarga, sebenarnya dia tidak tahan untuk memberontak. Meski ia sedikit pemberontak, ia sayang ayah ibunya.

1
Nia mie
lanjuuttt. semangadd thorrr💪💪
Fauziah Rahma
masih menunggu ketahuan selir xiao
Nia mie
suka ceritanya❤️semangat kk othor🔥💪
Nia mie
menurut saya karya ini luar biasa. . .dengan alur cerita yang runtut dan tidak bertele tele. ceritanya menarik. pemilihan kata dalam kalimatnya jelas dan tepat sasaran.
Pa Muhsid
selir lan kekasih tabib mo mungkin
Nia mie
up 🙏💪
Fauziah Rahma
ini lebih bahaya, diam nusuk dari belakang
Inah Ilham
tak kirain Pangeran milih Xiao Yu karena sudah tau rahasianya eh ternyata gegara dia gadis bodoh🤣🤣🤣🤣
paijo londo: 🤦🤦q juga jadi ikutan salfok dgn pilihan pangeran yg keliru🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!