NovelToon NovelToon
CINTA YANG JATUH LEBIH DULU

CINTA YANG JATUH LEBIH DULU

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jivana

Kirana, mantan putri sultan yang kini harus bekerja demi bertahan hidup, selalu bentrok dengan Rangga, CEO dingin dan galak yang tak pernah menemukan karyawan seberani dirinya.

Tanpa Kirana sadari, Rangga justru jatuh cinta lebih dulu. Di balik sikap kerasnya, ia diam-diam selalu melindungi dan memperhatikan Kirana. Sementara Kirana perlahan melihat sisi lembut pria yang selama ini dianggapnya sebagai bos toxic.

Namun cinta mereka diuji oleh kesalahpahaman, mantan kekasih, konflik keluarga, serta perjuangan Kirana membangun kembali hidupnya tanpa kemewahan. Dari pertengkaran dan cinta yang awalnya bertepuk sebelah tangan, keduanya akhirnya menyadari bahwa mereka adalah tempat pulang satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jivana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 — Bayangan dari Masa Lalu

Beberapa hari setelah kunjungan Bu Ratna, Kirana masih berusaha menata kembali perasaannya yang sempat porak-poranda mendengar percakapan di ruang rapat itu. Ia memutuskan untuk sedikit menjaga jarak dari Rangga, membalas pesan-pesannya lebih singkat dari biasanya, menghindari momen-momen berdua yang biasa mereka nikmati.

Namun di tengah kegalauan itu, sebuah kejutan lain datang dari arah yang sama sekali tidak ia duga.

Sore itu, sepulang kerja, Kirana baru saja keluar dari gedung Arka Corporation, berjalan menuju halte seperti biasa, ketika sebuah suara familiar memanggil namanya dari kejauhan.

"Kirana?"

Kirana menoleh, dan seketika tubuhnya membeku mengenali sosok pria yang berdiri beberapa meter darinya—rapi, tampan seperti biasa, dengan senyum yang dulu pernah membuat hatinya berdebar, namun kini hanya menimbulkan rasa pahit yang sulit dijelaskan.

"Alex?" Kirana bertanya, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Alex, mantan tunangannya yang menghilang begitu saja tepat setelah kebangkrutan keluarga Wibowo terungkap, kini berdiri di hadapannya dengan penampilan yang jauh lebih rapi dan percaya diri dibanding terakhir kali mereka bertemu.

"Lama nggak ketemu," Alex tersenyum, mendekat dengan langkah santai, seolah tidak ada yang salah dengan kemunculannya yang begitu tiba-tiba. "Kamu keliatan... beda. Tapi tetap cantik."

Kirana menatap pria itu dengan campuran emosi yang rumit—marah, terluka, namun juga sedikit penasaran kenapa ia tiba-tiba muncul lagi setelah menghilang selama berbulan-bulan tanpa kabar, tepat setelah keluarganya jatuh miskin.

"Ngapain kamu di sini?" tanya Kirana, nadanya lebih dingin dari yang ia rencanakan.

"Aku kebetulan ada urusan bisnis sama Arka Corporation," jawab Alex, matanya melirik ke arah gedung tinggi di belakang mereka. "Terus aku denger dari beberapa kenalan, katanya kamu kerja di sini sekarang. Aku penasaran, jadi aku tunggu kamu keluar."

"Buat apa?" Kirana bertanya tajam, mengingat kembali betapa sakitnya ditinggalkan begitu saja saat ia paling membutuhkan dukungan.

Alex terdiam sejenak, tampak sedikit gugup dengan nada dingin Kirana. "Aku... aku pengen minta maaf, Kirana. Soal waktu itu, aku tahu aku salah udah ninggalin kamu pas kamu lagi susah-susahnya."

"Kamu ninggalin aku dua hari setelah tahu keluargaku bangkrut," Kirana berkata tegas, suaranya bergetar menahan emosi yang sudah lama terpendam. "Kamu bilang butuh 'waktu buat mikir', terus nggak pernah balik lagi. Nggak ada kabar, nggak ada penjelasan. Aku harus tahu dari media sosial kalau kamu udah pindah ke Singapura buat kerja di sana."

"Aku tahu itu salah, Kirana. Aku panik waktu itu, aku masih muda, belum siap ngadepin masalah sebesar itu," Alex mencoba menjelaskan, suaranya penuh penyesalan yang terdengar tulus namun terlambat. "Tapi sekarang aku udah balik ke Jakarta, dan aku denger kamu udah bangkit lagi, kerja di perusahaan besar kayak gini. Aku bangga banget sama kamu, Kirana."

Kirana menatap Alex lama, mencoba mencerna semua kata-kata itu. Dulu, mendengar pengakuan semacam ini mungkin akan membuatnya luluh seketika, mengingat betapa dalamnya cinta yang pernah ia rasakan pada pria di hadapannya ini. Namun sekarang, entah kenapa, hatinya terasa begitu tenang, tidak lagi tergoyahkan seperti dulu.

"Makasih udah minta maaf," Kirana akhirnya berkata, nadanya lebih tenang. "Tapi Alex, aku udah move on dari semua itu. Aku belajar bertahan sendirian, tanpa kamu, tanpa siapa pun. Dan aku baik-baik aja sekarang."

"Kirana, aku tahu ini terdengar lancang, tapi... aku pengen kita coba lagi," Alex berkata tiba-tiba, membuat Kirana terkejut dengan keberanian mendadak itu. "Aku udah berubah, aku udah punya karir yang lebih stabil sekarang. Aku yakin kita bisa mulai dari awal lagi."

Kirana menatap Alex dengan tatapan yang sulit diartikan, mencoba mencari sisa-sisa perasaan lama yang mungkin masih tersembunyi di suatu sudut hatinya. Namun yang ia temukan hanyalah kekosongan—bukan kebencian, tapi juga bukan cinta, hanya ketidakpedulian yang jujur.

"Alex," Kirana berkata pelan namun tegas, "aku menghargai keberanian kamu buat minta maaf. Tapi aku nggak bisa balik lagi sama kamu. Bukan karena aku masih marah, tapi karena aku udah jadi orang yang berbeda sekarang. Dan orang yang berbeda ini... nggak lagi butuh kamu buat bahagia."

Wajah Alex terlihat kecewa mendengar penolakan itu, namun ia mencoba tersenyum menerima kenyataan. "Aku ngerti. Tapi kalau kamu berubah pikiran, aku masih di Jakarta. Nomor teleponku masih sama."

Kirana hanya mengangguk singkat, tidak berniat memberikan harapan palsu, sebelum akhirnya berpamitan dan melanjutkan langkahnya menuju halte, meninggalkan Alex yang masih berdiri termenung di tempatnya.

Yang tidak Kirana sadari, pertemuan singkat itu diam-diam disaksikan dari kejauhan oleh Rangga, yang kebetulan baru saja keluar dari gedung untuk pergi ke pertemuan bisnis sore itu. Ia melihat sosok pria asing berdiri cukup dekat dengan Kirana, melihat ekspresi wajah keduanya yang serius, dan rahangnya mengeras tanpa sadar—sebuah reaksi yang sudah mulai familiar setiap kali ia melihat pria lain mendekati gadis yang diam-diam telah mencuri hatinya.

Rangga tidak mendekat, tidak ingin terlihat seperti mengintervensi urusan pribadi Kirana, meski dadanya dipenuhi rasa cemas dan sesuatu yang lebih tajam—kecemburuan yang semakin sulit ia sangkal setiap harinya.

Ia memutuskan untuk mencari tahu lebih lanjut siapa pria itu, meski di lubuk hatinya ia tahu, apa pun jawabannya nanti, ia tidak akan bisa lagi menyembunyikan perasaannya pada Kirana lebih lama lagi.

Aku harus bicara jujur sama dia, pikir Rangga, menatap kepergian Kirana dari kejauhan dengan pandangan yang penuh tekad. Sebelum orang lain mendahului aku mengambil kesempatan yang seharusnya aku ambil sejak dulu.

1
Rian Moontero
mampiiirr👍
moana family: terima kasih kk🥰
total 1 replies
moana family
hiii readers mohon dukungan yaa...🥰🥰
ini novel saya pertama🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!