NovelToon NovelToon
Ketika Keberuntungan Memilihku

Ketika Keberuntungan Memilihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Not men

Seorang pemuda bernama Devan dia adalah seorang kurir paket yang hidup sederhana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah menemukan sebuah gelang giok misterius.

Sejak saat itu, keberuntungan mulai menghampirinya dan satu per satu wanita cantik memasuki kehidupannya.

Namun, siapa sebenarnya mereka dan mengapa semuanya terhubung dengan Devan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12 : Saat Takdir Memilihku

Hari dimana Devan menuju kota pun tiba, dia tidak memberi kabar kepada kekasih nya, agar memberikan kejutan pikirnya

"Semoga saja dia senang melihat perubahan ku" gumam Devan,

Devan menuju kota seorang diri, yaitu menuju tempat dimana dia mengantar Hilma kekasih nya dulu. Di jalan dia beristirahat beberapa kali hinga dia sampai di kota tujuan dimana tempat Hilma berada. Devan menggunakan mobil gagah nya itu yaitu rubicon gladiator, Devan sejenak memperhatikan di parkiran berharap dia melihat Hilma kekasih nya, Orang yang dia cari pun kini terlihat namun saat dia hendak turun dari mobil, seorang pria merangkul nya dan terlihat mesra.

"Siapa dia?" batin Devan lalu, Devan segera mengikuti mereka yang masuk ke sebuah mobil suv hitam Devan mengekor di belakang mobil itu memberi sedikit jarak, agar tak di curigai Mobil suv hitam itu berbelok ke sebuah hotel, dan memarkirkan mobil nya begitupun Devan, ikut memarkirkan mobil nya.

Namun dia mengawasi nya menunggu beberapa saat hingga kekasih nya itu keluar mobil itu bersama si pria. Hati Devan merasakan panas yang membakar hati, seakan mencabik diri nya kepercayaan yang dia yakini ternyata seperti ini pada kenyataan nya, namun Devan mencoba meyakin kan diri agar lebih positive.

"Mungkin mereka hanya ada pekerjaan,yaa mungkin saja" gumam Devan mengikuti mereka Namun sebuah suara membuat Devan menghentikan langkah nya sejenak

"Langsung masuk saja tuan jangan bertanya, mereka berada dikamar no 356"

"Deug!! Kamar" Batin Devan "Ok baiklah!" Devan terus melangkah menuju ke arah lift yang ada disana menuju kamar 356 berada

Hingga Devan pun tiba di kamar pintu 356 yang di maksud suara Malea "Baiklah mari kita lihat apa yang kau lakukan!" batin Devan

Tok! Tok! Tok!

Terdengar ketukan pintu Yang membuat si pria yang bersama Hilma sedikit marah, baru saja dia sedikit mencumbu kekasih nya itu "Sial mengganggu saja!" gumam si Pria namun Hilma hanya tertawa kecil bahagia lah sesaat karena Petaka besar akan menghampiri nya

Si pria mendekati pintu dan lalu melihat kearah view finder "Siapa itu?" batin si pria

Klek!

Brugghhh!!

Tendangan Devan ke arah si pria saat membuka pintu, membuat si pria terdorong jauh, bahkan Devan sendiri pun terkejut Hilma yang melihat itu pucat pasi! Saat wajah Devan mulai terlihat, Devan melirik ke arah Hilma

"Ternyata ini perbuatan mu selama ini!," ucap Devan

"Aku bisa jelaskan van! kamu salah paham!"

"Salah paham! Kau bilang? Hahahaha" ucap Devan lalu menatap ke arah si Pria tadi "Sampah!" ucap Devan memutar badan nya berlalu pergi, Hilma segera menyusul Devan, Devan pergi dengan segala pikiran nya yang begitu membuat nya frustasi.

"Ternyata begini selama kau jauh dari ku Hilma!" batin Devan seraya berjalan menuju ke parkiran.

Hilma berlari menuju ke arah Devan, sungguh kini dia di dera rasa sesal, namun percuma itu semua sudah terlambat. Saat dia hampir sampai kepada Devan dia di kejutkan saat melihat Devan, menaiki sebuah mobil mahal yang begitu mewah dan membuat Devan terlihat semakin gagah.

"Benarkah yang ku lihat" batin Hilma, masih berlari ke arah Devan

Devan melihat itu namun sayang kini hati nya seakan mati, Devan mendengar panggilan dari Hilma namun tak dia dengar sama sekali, Devan menutup pintu mobil nya.

Tok! Tok! Tok!

Hilma menggedor mobil Devan, dengan wajah yang penuh sesal telah mengkhianati kekasih nya itu "Van aku bisa jelasin! Tolong maafin aku! Van!! Van! Buka!" Teriak Hilma namun percuma saja

Devan berlali pergi memacu mobil nya perlahan meninggalkan Hilma yang terduduk di sana menyesali perbuatan nya, Devan terus memacu mobil nya untuk kembali menuju desa dimana dia tinggal. Hilma masih terduduk, dia memesan taxi dan menuju tempat tinggal nya.

"Aku harus menyusul nya", gumam Hilma meninggalkan si pria di hotel begitu saja

Singkat cerita Devan sudah berada di kediaman nya di desa dia menuju lantai dua dimana Malea dan lain nya berada ketika sedang berada di luar, Tak ada yang berani membuka kamar di lantai dua itu termasuk ibu dari Devan karena Devan melarang nya, beralasan itu ruangan pribadi nya.

Devan lekas membuka baju dan membersihkan diri untuk berendam di air hangat dan menenangkan pikiran nya, Namun saat Devan asik berendam, suara langkah kaki terdengar mendekati Devan yang sedang berendam, Hingga Devan pun di buat terkejut oleh kedua wanita di hadapan nya yang hanya menggunakan kain tipis, yang terlihat bagian tubuh dalam nya.

Gleug!

Devan menelan ludah melihat Malea dan syafir yang menghampiri Devan dan duduk di sisi bathtub, Devan seakan terhipnotis oleh kedua wanita itu.

"Tuan kau perlu relaksasi!" ucap Syafir membisikan nya di telinga Devan

Jantung Devan terasa seperti akan copot mendengar suara lirih dari syafir "Ke-kenapa kalian berpakaian seperti itu!", ucap Devan menutupi senjata nya itu

Malea terkekeh geli menutup mulut nya dan tertawa kecil, "Sungguh tuan begitu polos", ucap Malea

Malea mulai masuk kedalam bathtub yang besar itu begitupun Syafir, tubuh kedua gadis itu mulai basah dan mulai terlihat dengan jelas bagian dada nya serta area goa nya itu, Jantung Devan terasa sesak panas menjalari tubuh nya.

Namun berkat sentuhan lembut dari Malea serta syafir, Devan mulai merasakan relaks. Malea mulai mencium leher Devan serta menjilati nya, sementara Syafir memainkan senjata dari Devan, yang membuat Devan semakin larut dan tenggelam dalam buaian Malea serta Syafir.

Tanpa sadar kedua tangan Devan mulai menggerayangi kedua gadis itu, tangan kiri nya menyentuh lembut dada ranum milik Malea, sementara tangan kanan nya menyentuh area goa milik syafir yang membuat kedua wanita itu mendesah pelan.

"Ahhh..tuan muda!" gumam Syafir dan Malea

Malea mulai menyentuh bibir Devan dengan bibir nya dengan lembut. Devan mulai menikmati permainan itu, dia menumpahkan rasa marah dan kesal nya tadi. Syafir mulai berganti posisi dia memposisikan diri nya duduk di pangkuan Devan, dan menghadap ke arah Devan di dalam bathtub syafir mengarahkan senjata nya Devan agar masuk ke dalam area intim nya..

Bleesshh!

JLEBB!

"Ahhh..." gumam Devan tanpa sadar

Syafir membenamkan senjata Devan kedalam area goa nya itu, dia terdiam sejenak hingga dia mulai menggerakan pinggul nya maju mundur, Sehingga gemercik suara air dari pergumulan itu terdengar erangan desahan dari Syafir seakan menggema,

Sementara Malea masih menikmati aktivitas nya bercumbu dengan bibir Devan, dan tangan kiri Devan mulai meremas dada milik Malea, sementara tangan kanan nya mulai memainkan kerang nya milik Malea, Syafir dan Malea menikmati itu, begitupun juga dengan Devan

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!