NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Sang Ibu Tiri

Cinta Terlarang Sang Ibu Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:802
Nilai: 5
Nama Author: Tusya Ryma

Setelah kehilangan ayah dan melihat ibunya terbaring koma, Karissa justru dikhianati oleh Louis, kekasihnya sendiri, yang berselingkuh dengan sahabatnya.

Dalam amarah dan rasa kecewa, Karissa mengambil keputusan nekat—menikahi ayah Louis.

Kini Karissa bukan lagi kekasih Louis, melainkan ibu tirinya.

Namun tinggal serumah dengan pria yang pernah dicintainya ternyata jauh lebih sulit dari yang ia bayangkan. Louis membencinya, tetapi di saat yang sama, ia juga tidak rela kehilangan Karissa.

Karissa ingin membalas dendam. Tapi tanpa sadar, ia justru terjebak dalam permainan cinta yang ia mulai sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tusya Ryma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Ibu Meninggal

Dini hari, Karissa baru kembali ke rumah keluarga Putingga. Ia memegang kedua sepatunya di tangan, melangkah masuk ke dalam rumah dengan kaki yang sangat kotor. Tubuhnya lelah, kakinya terasa sakit, dan tatapannya terlihat kosong.

Antara mengantuk dan kelelahan, ia tidak menyadari keadaan di sekelilingnya.

Ketika Karissa masuk ke dalam rumah, kebetulan Tuan Lee sedang mengambil air di dapur.

Melihat Karissa kembali ke rumah dalam keadaan berantakan, Tuan Lee cukup terkejut.

Ia segera menghampiri Karissa dan bertanya dengan cemas, "Kariss, kenapa? Apa yang terjadi? Apa kau baru saja dirampok?"

Suaranya cukup keras hingga membuat Louis keluar dari kamar. Ia berdiri di lantai dua sambil melihat ke bawah.

"Ternyata, Kariss baru pulang!"

"Apa benar kau dirampok?" Tuan Lee kembali memastikan ketika wanita itu tidak segera menjawab.

Penampilan Karissa memang sangat menyedihkan. Rambut panjangnya berantakan, kakinya kotor, bahkan riasan di wajahnya sudah luntur karena menangis.

"Eh..." Karissa segera tersadar. "Ti-tidak! Aku tidak apa-apa!"

"Apa terjadi sesuatu pada ibumu?" tanya Tuan Lee dengan sedikit khawatir.

"Tidak! Ibuku baik-baik saja!" Karissa menggelengkan kepala.

"Tadi, dari rumah sakit aku pulang dengan berjalan kaki karena tidak ada taksi yang lewat," ucapnya berbohong.

"Hah... jalan kaki? Jarak dari rumah sakit ke sini sangat jauh! Bisa-bisa kau pingsan karena kelelahan," sergah Tuan Lee dengan cemas

Tuan Lee segera mengambil sepatu dari tangan wanita itu. "Kenapa tidak dipakai? Sekarang, kakimu pasti terluka!"

"Kalau dipakai, kakiku semakin sakit," jawab Karissa pelan.

"Apa dengan melepas sepatu, kakimu jadi tidak sakit lagi?"

"Emmmm... tidak juga!" Karissa kembali menggelengkan kepalanya.

"Kenapa tidak meneleponku? Nanti aku atau sopir akan menjemputmu!"

"Ponselku mati!"

"Aish, ya sudah!"

Tuan Lee berbalik badan. Ia berjalan ke dapur, menyimpan sepatu Karissa, lalu mengambil dua handuk kecil dari kamar mandi.

Ia mencari wadah yang cukup besar di dapur. Setelah menemukannya, ia mengisinya dengan air hangat.

Pria berusia empat puluh delapan tahun itu kemudian kembali menghampiri Karissa.

"Duduklah di sini!" Tuan Lee menunjuk sofa panjang. "Aku akan membersihkan wajah dan kakimu!"

Karissa sangat lelah. Dirinya memang sangat ingin duduk atau bahkan merentangkan seluruh tubuhnya di atas sofa atau kasur.

Tanpa rasa malu, ia duduk di sofa yang tadi ditunjuk oleh Tuan Lee.

"Aahhh!"

Rasanya nyaman sekali bisa bersandar di sofa yang empuk. Karissa mulai memejamkan mata, merasakan pegal yang menjalar di seluruh tubuhnya.

Tuan Lee segera berjongkok, lalu membersihkan wajah cantik itu dengan handuk kecil.

Gerakannya begitu telaten saat membersihkan wajah Karissa. Hal tersebut membuat seseorang yang berada di lantai dua merasa tidak nyaman.

Louis segera masuk ke dalam kamar dan membanting pintu.

Karissa merasakan kehangatan di wajahnya, juga gerakan lembut tangan Tuan Lee. Ia segera membuka mata.

Terlihat wajah seorang pria yang begitu lembut sedang menatapnya.

Tidak ada perasaan apa pun ketika mereka bertatapan dari jarak yang sangat dekat.

Yang ada hanya... perasaan nyaman dari kasih sayang seorang ayah terhadap anaknya.

Tiba-tiba, ujung mata Karissa terasa basah. Ia segera menyeka air mata yang hampir menetes.

"Ah, maaf!"

Tuan Lee tersenyum, lalu menjauh.

"Tidak apa-apa! Kalau ingin menangis, menangis saja. Mungkin itu akan membuatmu merasa lega!"

Ia kembali membasahi handuk dengan air hangat yang ada di dalam wadah.

"Kalau lelah, berbaringlah! Aku akan membersihkan kakimu."

Karissa sedikit ragu. Ia terdiam beberapa saat.

Pakaiannya sangat terbuka seperti ini. Rasanya tidak nyaman berbaring di depan seorang pria seperti Tuan Lee. Bisa saja dia...

"Hehe... apa yang kau pikirkan?"

Tuan Lee mencolek hidung wanita itu.

"Kau takut, ya?"

"Aku sudah bilang dari awal, akan menyayangimu seperti anak kandungku sendiri!"

Tuan Lee diam sejenak. Ia menyentuh dahi Karissa dan mengelusnya dengan lembut.

"Aku..." Ia menatap ke kiri dan kanan sebelum melanjutkan, "tidak seperti pria normal pada umumnya! Aku tidak bisa memiliki anak. Dari dulu sampai sekarang aku masih mandul. Itulah mengapa aku sangat mencintai mendiang istriku. Dia tidak pernah menuntut apapun walau aku tidak bisa memuaskannya!"

"Jadi sekarang... kau tidak perlu takut!"

Tuan Lee kembali memegang handuk itu.

"Sekarang, berbaringlah! Aku akan membersihkan kakimu. Lukamu juga harus segera diobati. Kalau tidak, bisa infeksi!"

Karissa ragu sejenak, lalu mulai menggeser tubuhnya dan berbaring di atas sofa dengan perasaan haru.

Kakinya mulai dibersihkan oleh Tuan Lee.

Di dunia ini, ada pasangan suami istri yang bisa hidup bahagia tanpa berhubungan badan. Sang istri menerima semua kekurangan suaminya sampai ajal menjemput. Sang suami sangat kehilangan saat ditinggal istri tercinta. Tidak ada niatan mencari wanita lain untuk mengisi kekosongan di hatinya.

Pria itu bahkan memilih melakukan nikah kontrak demi mendapatkan status seorang istri di mata semua orang.

Semua cerita itu bagaikan sebuah dongeng yang jauh dari kehidupan zaman sekarang. Membuat Karissa terhanyut dan perlahan mulai tertidur.

***

Di pagi hari, Karissa dikagetkan oleh suara ketukan pintu yang cukup keras, diiringi suara seorang pelayan.

"Nona! Apa Anda sudah bangun?"

Karissa mendengarnya. Ia segera bangun dan menjawab, "Iya, aku sudah bangun!"

'Ah, di mana ini? Kakiku masih pegal!'

Ia menggeliat sambil menatap sekeliling ruangan yang terasa tidak asing.

Ternyata, dirinya sudah berada di kamar Tuan Lee. Pakaiannya pun sudah berganti dengan baju tidur.

"Nona! Apa Anda tidak ingin pergi ke rumah sakit?" ucap pelayan itu dengan sedikit khawatir.

"Ke rumah sakit? Memangnya ada apa?"

Karissa merasakan firasat yang tidak enak ketika mendengar pelayan itu berbicara.

Ia segera turun dari tempat tidur, berjalan menuju pintu, lalu membukanya.

Terlihat wajah panik dari pelayan.

"No-nona!"

"Ada apa? Cepat katakan! Jangan membuat aku bingung," tanya Karissa semakin tidak sabar.

"Tuan Besar dan Tuan Muda sudah pergi ke rumah sakit sejak dua jam yang lalu. Tuan Besar tidak ingin membangunkan Nona karena semalam Nona sangat kelelahan. Tapi..."

Pelayan itu ragu sejenak.

"Saya rasa, Anda harus segera pergi ke rumah sakit!"

"Sebenarnya, apa yang terjadi? Cepat katakan!" sergah Karissa. "Kenapa Louis dan suamiku pergi ke rumah sakit? Apa mereka sakit?"

"Bu-bukan, Nona! Tapi... ibu Anda—"

"Ibuku? Kenapa?"

"Tadi pagi, pihak rumah sakit menghubungi Tuan Besar kalau ibu Anda meninggal dunia!"

Akhirnya, pelayan itu mengatakannya.

"Apa?"

Karissa mundur dua langkah ke belakang.

"Ibu meninggal?"

Seolah ingin menghindari kenyataan pahit yang baru saja didengarnya, Karissa menggelengkan kepala.

"Kau jangan berbohong! Tidak mungkin ibuku meninggal!"

"Ponsel Anda tidak aktif, jadi pihak rumah sakit menghubungi Tuan Besar!"

Sebelumnya, Karissa memang mencantumkan nomor ponsel Tuan Lee sebagai anggota keluarga. Tidak heran jika sekarang pihak rumah sakit menghubunginya.

"Cepatlah, Nona! Saya akan meminta sopir untuk mengantar Anda ke rumah sakit," ucap pelayan itu, memahami perasaan Karissa saat ini.

Setelah itu, pelayan segera pergi ke bawah.

Karissa masih terhanyut dalam keterkejutannya mendengar kabar kepergian ibunya.

Antara percaya dan tidak, ia masih mematung di tempat.

Sama sekali tidak mengerti.... Apa yang harus ia lakukan sekarang?

1
Bu Kus
lanjut LG thro makasih
Bu Kus
penuh teka teki siapa dalang di balik itu semua jadi penasanaran
Bu Kus
seru banget kayanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!