NovelToon NovelToon
Ketika Mantan Napi Jadi Istri CEO (Maaf Untuk Mama)

Ketika Mantan Napi Jadi Istri CEO (Maaf Untuk Mama)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Penyelamat
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

Tiga tahun mendekam di penjara, Annabella tak menyangka kebebasannya justru menjadi awal penderitaan baru.


Lucian Winston, CEO Wins IT yang menyimpan dendam atas penculikan adiknya, membebaskan Annabella demi satu tujuan: menjadikannya istri dan menghukumnya dengan caranya sendiri.


Annabella menolak, hingga Lucian mengancam keselamatan Aditya, pamannya yang sedang koma dan terancam kehilangan perawatan akibat kebangkrutan.


Demi menyelamatkan satu-satunya keluarga yang tersisa, Annabella terpaksa menerima pernikahan tanpa cinta dengan pria yang membencinya.


Namun, sampai kapan Annabella mampu bertahan di tengah dendam Lucian? Dan bagaimana jika di balik kebencian itu, ada rahasia yang mampu mengubah segalanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Demi Mama

Pukul dua dini hari. Rumah sakit jiwa itu tampak sunyi. Tampak petugas keamanan berjaga di berbagai sudut. Kamera pengawas terpasang di hampir setiap lorong.

Maya menyusup dengan seragam suster, masker, dan topi perawat. Ia mendorong meja berisi perlengkapan medis, sementara Yumna bersembunyi di bawahnya.

“Inget, jangan bersuara sebelum Onty menyuruhmu keluar.”

Yumna mengangguk kecil. “Yumna mau ketemu Mama."

Maya tersenyum tipis di balik masker. "Sebentar lagi kalian akan bertemu.”

Saat melewati pos pemeriksaan, seorang petugas menghentikannya.

“Berhenti. Mau ke mana malam-malam begini?”

Maya berhenti dan memasang wajah lelah. “Saya diminta mengantarkan perlengkapan ke ruang isolasi. Ada pasien yang kondisinya memburuk.”

Petugas itu memandangnya curiga.

“Kenapa saya tidak mendapat laporan?”

“Mungkin laporan dari ruang medis belum sampai ke pos keamanan. Kalau Bapak ingin memastikan, silakan hubungi ruang perawat. Tapi jika pasien itu mengalami sesuatu, saya harap Bapak bersedia menjelaskan pada dokter mengapa saya tertahan di sini.”

“Cepat selesaikan tugasmu," titah petugas menyingkir.

“Baik.”

Maya kembali mendorong meja. Setelah melewati pemeriksaan, ia mengembuskan napas lega.

Dahulu, ia pernah menyusup ke sebuah bank, tetapi kesalahan kecil membuatnya tertangkap dan dipenjara. Pengalaman itu mengajarinya untuk lebih berhati-hati.

Kali ini, ia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Ia datang untuk menyelamatkan sahabatnya.

Maya menyusuri lorong sambil memeriksa papan petunjuk. Ia sudah mempelajari denah bangunan, tetapi masih ada beberapa bagian yang tidak sesuai dengan informasi yang diperolehnya.

Ia berhenti di persimpangan dengan tiga lorong menuju area perawatan tertutup.

“Di mana, ya?” gumamnya.

Dari bawah meja, Yumna mengangkat wajah.

“Onty.”

Maya menunduk sedikit. “Kenapa?”

"Lewat cana.” Tunjuk Yumna ke sebelah kiri.

Maya mengerutkan kening. "Kamu yakin?”

Yumna mengangguk mantap.

“Yumna tahu. Mama ada di cana.”

Maya sempat ragu, tapi ia mengikuti petunjuk anak itu.

Semakin jauh mereka melangkah, semakin terdengar suara-suara aneh dari balik pintu. Yumna mulai gelisah.

Maya berbisik, “Takut?”

Yumna menggeleng meski tangannya mencengkeram ujung baju. “Yumna halus belani demi Mama.”

Maya terdiam sejenak. Anak sekecil itu berusaha mengalahkan ketakutannya demi seseorang yang dicintainya.

“Baiklah, kita jemput Mamamu.”

Mereka pun tiba di sebuah pintu besi yang dijaga petugas. Maya mengamati keadaan sekitar, lalu menghampiri seorang perawat yang baru keluar dari ruang pemeriksaan.

“Maaf, apakah dokter jaga meminta saya memeriksa pasien di ruang isolasi nomor tujuh?”

Perawat itu tampak bingung.

“Ruang tujuh? Saya tidak tahu. Coba tanyakan kepada petugas di sana.”

Maya mengangguk dan berpura-pura memeriksa berkasnya. Setelah perawat itu pergi, ia menggunakan kartu akses yang diperolehnya dari seorang petugas yang bersedia membantu dengan imbalan uang.

Kini, ia hanya perlu menemukan Annabella.

“Onty, kanan,” bisik Yumna dari bawah meja.

Maya mengikuti arah yang ditunjuknya. Beberapa meter kemudian, mereka tiba di sel yang sebagian tertutup bayangan.

Yumna mengangkat kedua tangannya.

“Mama!”

Maya menghentikan meja dorong.

Di balik jeruji, seorang perempuan terbaring lemah di lantai. Rambutnya berantakan, wajahnya pucat, dan bibirnya kering. Maya memeriksa keadaan sekitar sebelum menggunakan alat kecil untuk membuka pengunci pintu.

Klik!

Pintu sel terbuka. Maya berlutut di samping Annabella.

“Bella, bangun. Ini aku.”

Annabella tidak bergerak. Maya mengguncang bahunya perlahan.

“Annabella, dengar suaraku. Aku datang untuk membawamu pulang.”

Perlahan, kelopak mata Annabella terbuka.

“Siapa ...?”

“Ini aku, Maya.”

Annabella menatapnya dengan pandangan kabur sebelum akhirnya mengenali wajah itu.

“Maya?”

Maya mengangguk. “Iya, ini aku. Aku datang menjemputmu.”

Air mata mengalir dari sudut mata Annabella.

“Maya ... bagaimana kau bisa ...?”

“Jangan banyak bicara dulu. Kita harus keluar dari sini.”

Namun, sebelum Maya membantunya berdiri, terdengar suara kecil dari belakang.

“Mama!”

Annabella shock. Ia mengenali suara itu. Tetapi kenapa ia dipanggil Mama? Itulah yang membuatnya heran.

Seorang anak kecil berlari menghampirinya dengan mata sembap dan pipi basah oleh air mata.

“Yumna?”

Anak itu sontak memeluk leher Annabella.

“Mama! Yumna datang! Yumna cali Mamaaa!”

Annabella mengangkat kedua tangannya dan memeluk Yumna erat-erat.

Annabella menciumi wajah kecil itu berkali-kali, seolah ingin memastikan Yumna benar-benar berada dalam pelukannya.

“Kamu tidak apa-apa, Sayang? Ada yang menyakitimu?"

Yumna menggeleng sambil menangis.

“Yumna takut, Mama. Mama dibawa olang jahat. Yumna takut Mama ndak pulang lagi.”

Annabella mengusap rambutnya dengan tangan gemetar. “Maafkan Onty, Sayang. Maaf karena Onty membuatmu ketakutan," ucapnya dan membiarkan Yumna memanggilnya seperti itu agar anak itu tidak ketakutan.

“Yumna mau cama Mama. Jangan tinggalin Yumna lagi.”

Annabella kembali memeluknya.

“Iya. Onty janji akan berusaha tetap bersamamu.”

Yumna menyembunyikan wajah di dada Annabella.

“Mama cakit?”

“Sedikit, Sayang.”

“Yumna tiup bial cembuh. Fuhh... Fuhhh!”

Yumna meniup pelan tangan Annabella yang penuh luka. Air mata Annabella kembali mengalir. Ia mencium kening anak itu.

“Terima kasih, Sayang. Kamu sudah datang menjemput Onty.”

Maya ikut terharu, tetapi mereka tidak punya banyak waktu.

“Bella, aku senang kalian bisa bertemu. Tapi kita harus segera pergi sebelum petugas menyadari ada yang tidak beres.”

Annabella mengangguk. Saat Maya membantunya berdiri, ia menatap perempuan itu dengan mata berkaca-kaca.

“Maya, kenapa kau menolongku? Kau kan baru saja bebas.”

Maya mendengus kecil.

“Memangnya aku harus menunggu kau mati di sini dulu baru boleh menolongmu?”

Annabella terdiam. Maya memegang kedua bahunya.

“Dengar, Bella. Kita pernah melewati hari-hari buruk bersama di penjara. Aku tahu kau punya banyak kesalahan, tetapi aku juga tahu kau sedang berusaha memperbaiki hidupmu.”

“Ketika aku mendengar namamu dari anak ini, aku tidak bisa berpura-pura tidak mengenalmu. Aku mungkin bukan orang baik, Bella. Aku bahkan pernah masuk penjara karena kesalahanku sendiri. Tapi aku tidak akan membiarkan temanku mati sendirian di tempat seperti ini.”

Annabella menutup mulutnya, menahan tangis.

“Maya ... terima kasih.”

Maya merangkulnya.

“Sudah. Jangan menangis lagi. Kalau kau ingin berterima kasih, bertahanlah hidup. Itu saja.”

Annabella mengangguk, ia merasa senang masih ada seseorang yang menganggapnya sebagai teman, bukan penjahat.

Maya menyamarkan penampilan Annabella dengan jas medis dan menutupi tubuhnya menggunakan kain. Yumna kembali bersembunyi di bawah meja dorong.

“Pegang pinggiran meja, ya,” bisik Maya kepada anak itu. “Jangan sampai tanganmu keluar.”

“Iya, Onty.”

Maya mempercepat langkah menuju pintu keluar yang sudah ditandainya. Beberapa menit kemudian, mereka berhasil keluar dari gedung.

Udara malam menyentuh wajah Annabella. Ia menghirup napas panjang, nyaris tak percaya dirinya telah meninggalkan tempat itu.

Maya membantunya masuk ke mobil yang sudah dipersiapkan di dekat gang. Yumna segera naik dan memeluknya.

“Mama ... eh, Onty Bella!”

Annabella tersenyum lemah.

“Tidak apa-apa. Panggil Mama juga boleh.”

Yumna mengangguk dan menyandarkan kepala di dadanya. Maya kemudian menyalakan mesin.

“Kita harus pergi sebelum mereka sadar kau sudah tidak ada.”

Brummm...

_

1
Wawa sakura Lavender
jika masa depan crystal jadi istri kedua Lucian entah entah crystal itu jadi ibu tiri yang jahat bagi Yumna crystal bukan orang baik tujuannya kahwin dengan Lucian bukan cinta melainkan harta kekayaan keluarga winston.harapnya Yumna bisa ubah masa depan ibu kandungnya masih hidup beserta saudara kembarnya sampai tamat cerita ini Lucian dan Annabella happy ending semua keluarga Winston memaafkan kesalahan Annabella dimasa lalu, crystal tidak menjadi istri kedua Lucian
Wawa sakura Lavender
cerita Lucian dan Annabella masih berlanjutan cerita Rakanza dan Luviana sudah ada masuk season 2 tapi masih berlanjutan cerita lucky ada tak author
Wawa sakura Lavender
istri buruk rupa kesayangan mafia Hero Rakanza Heroin Luviana
ketika mantan napi menjadi istri CEO Hero Lucian Heroin Annabella.
Adinda
maya bawa anabelle pergi jauh sekalian luar kota sampai anabelle melahirkan
Wawa sakura Lavender
nama anak Bella dan Lucian Yumna adik/kakak lelaki Yumna berilah nama Lucas Radhuan ertinya cahaya yang hidup dalam keberkatan dan keredhaan Allah atau insan yang menjadi cahaya, sentiasa reda dan mendapat keredaan Allah.ni nama cadangan saya kalau author ada nama lain untuk adik atau kakak lelaki Yumna bagi lah nams yang sedap disebut dan unik juga moden.
Wawa sakura Lavender
nama anak Bella dan Lucian Yumna adik/kakak lelaki Yumna berilah nama Lucas Radhuan ertinya cahaya yang hidup dalam keberkatan dan keredhaan Allah atau insan yang menjadi cahaya, sentiasa reda dan mendapat keredaan Allah.ni nama cadangan saya kalau author ada nama lain untuk adik atau kakak lelaki Yumna bagi lah nams yang sedap disebut dan unik juga moden.
Muft Smoker
mom ,, sungguh cerita mu kali ni ,, gx bisa ketebak ma aq ,, Yumna yg dtg dr masa depan bnr2 gx expect di aq ,, keren mom ,,


dtggu kelanjutan ny mom ,,
dn apa bnr Erwin tu kk ny anabella???
Wiwin Rindyani
bagus
Muft Smoker
jgn sampai meninggal donk mom ,, kali ini biar anabella hidup bahagia ma lucian dan ank2 mereka ,,
Wiwin Winarsih
kasian donk klau Annabella meninggal setelah melahirkan,
Mom Ilaa: bukan karena melahirkan, ada penyebab lain
total 1 replies
Muft Smoker
waah Maya lgi interogasi narasumber dr masa depan🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
lanjuuut mom ,, makin penasaran tiap bab ny
Adinda
berarti anabella meninggal karena melahirkan yumna ya thor
Mom Ilaa: iya tpi bukan itu penyebabnya /Sob/
total 1 replies
Wawa sakura Lavender
cerita Lucian dan Annabella paling sedih baca aje keluar air mata 😭
Wawa sakura Lavender
Yumna kata dia dari masa depan dibab keberapa ya Yumna lahir.
Wawa sakura Lavender
endingnya bagaimana ya!Bella meninggal atau tetap hidup tapi bahagia kerana Yumna ubah takdir masa lalu sebelum terjadi sesuatu pada Bella dimasa depan, adakah Yumna akan buat Lucian jatuh cinta kepada Annabella.
Adinda
kasihan anabella
Wawa sakura Lavender
keturunan gembroot dari Adrian,Arsen,Luviana,Lucian sekarang Yumna 🤣🤣🤣
Muft Smoker
semangat mom ,,
doa yg terbaik buat mom semoga. cepat sampai retensi ny ,,
🤗
Wiwin Rindyani
💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!