NovelToon NovelToon
Salah Balas Dendam

Salah Balas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti
Popularitas:23.8k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Dea, alias Althea Twina Darmawan, tumbuh sebagai anak angkat yang kehilangan kasih sayang setelah ibu angkatnya melahirkan anak kandung. Terbiasa disalahkan, ia memilih mengabdikan hidupnya sebagai dokter.

Namun, hidupnya berubah ketika Linjaryani, calon istri Elden Zarreti, seorang tuan tanah kaya raya yang dingin dan berkuasa, meninggal secara misterius. Dea dijadikan kambing hitam, sementara Elden, dibutakan dendam, menghukumnya tanpa mencari kebenaran.

Pernikahan paksa dan perlakuan kejam Elden meninggalkan luka mendalam dalam diri Dea. Ketika bukti baru mengungkap pengkhianatan di balik kematian Linjaryani, Elden menyadari kesalahannya.

Mampukah ia menebus kehancuran yang diciptakannya, atau kebencian Dea telah menutup pintu maaf selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 1. Harga Sebuah Kehilangan

Ruang Direktur RSUD Kota Dingin

Suasana di Ruang Direktur RSUD Kota Dingin mendadak berubah menjadi sunyi. Lampu gantung bergoyang pelan, seolah ikut menyaksikan drama yang baru saja dimulai.

Di ujung meja oval dari kayu jati itu, duduk Elden Zarreti dengan setelan hitam rapi. Jam tangan mahal melingkar di pergelangan tangannya, berdetak teratur di tengah ketegangan yang menyelimuti ruangan.

Sebagai tuan tanah muda yang menguasai hamparan perkebunan luas beserta sejumlah properti bernilai tinggi, Elden terbiasa membuat orang menunduk hanya dengan satu tatapan.

Kekayaan dan kedudukannya menjadikan namanya disegani, sementara sifatnya yang dingin membuat tak banyak orang berani menentangnya.

Namun, hari itu, ada sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada kemarahannya.

Kehilangan.

Tatapan matanya yang tajam dan dingin, menusuk siapa pun yang mencoba menjelaskan apa yang baru saja terjadi.

Di seberangnya, Direktur Rumah Sakit meneguk air putih karena ia begitu gugup. Wajahnya pucat pasi, tak mampu menyembunyikan kecemasannya.

“Pak Elden,” ucapnya pelan, “Kami menyampaikan duka yang begitu mendalam atas meninggalnya calon istri Anda. Tim kami juga sangat terpukul, terutama dokter muda yang bertugas saat kejadian....”

“Jangan bicara basa-basi,” potong Elden tanpa emosi. “Saya sengaja datang ke sini bukan untuk mendengar belasungkawa dari kalian!”

Dea duduk setegak mungkin, tetapi kedua tangannya yang bertaut di pangkuan bergetar hebat. Matanya sembap, sementara wajahnya tampak pucat setelah berhari-hari dihantui kejadian yang tak pernah ia bayangkan akan mempersulit hidupnya yang telah kelam.

Ia hanyalah seorang dokter muda yang masih berjuang membangun masa depan. Akan tetapi, di ruangan itu, ia merasa tak lebih dari seorang terdakwa yang sedang menunggu vonis.

Keringat dingin merembes di pelipisnya.

Namanya Althea Twina Darmawan. Sejak kecil, ia dibesarkan oleh keluarga petani yang mengangkatnya sebagai anak. Ia tumbuh dalam kehidupan sederhana, terbiasa bekerja keras, dan belajar menerima perlakuan yang tak selalu adil dari orang-orang yang seharusnya menjadi keluarganya.

Dea tidak pernah mengetahui siapa orang tua kandungnya. Ia hanya mengenal kisah tentang dirinya yang ditemukan setelah terlempar ke sungai dan hanyut entah sejauh apa sebelum akhirnya diselamatkan.

Selebihnya, masa lalunya hanyalah ruang kosong yang tak pernah berhasil ia isi karena ingatan masa lalu itu benar-benar hilang dengan sempurna.

Namun, ada satu hal yang tidak diketahui siapa pun.

Di balik penampilannya yang sederhana dan sikapnya yang cenderung mengalah, Dea memiliki kecerdasan luar biasa. Kemampuannya membaca situasi, mengingat detail, dan menghubungkan berbagai informasi sering kali melampaui dugaan orang-orang di sekitarnya.

Ia sendiri menganggap semua itu sebagai hasil belajar dan kebiasaan mengamati.

Dea tidak tahu bahwa kecerdasan tersebut merupakan salah satu warisan paling berharga yang langsung turun dari ayah kandungnya. Namun, ia tak tahu ... Siapa mereka? Apakah mereka tak pernah mencarinya?

Namun pada hari itu, kecerdasan dan ketelitiannya tak banyak berarti karena semua bukti seolah menunjuk ke arahnya dengan kejam.

Profesor Adam, yang duduk di sebelah Dea, mencoba mengambil alih suasana.

“Pak Elden, kami sudah menelusuri ulang prosedurnya. Ada dugaan kesalahan prosedur, tetapi juga ada kemungkinan sabotase. Kami mohon waktu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut—”

“Waktu?” Elden menyeringai tipis. “Linjaryani meninggal tiga hari sebelum pernikahan kami. Waktu kalian tak akan bisa membuatnya hidupkan kembali.”

Ia mencondongkan tubuh, lalu menatap langsung ke arah Dea.

“Dan kau...” Suaranya serak, rendah, dan dipenuhi kebencian. “...harus bertanggung jawab.”

Jantung Dea seolah berhenti berdetak. Napasnya mendadak terasa begitu sesak.

“A-apa maksud Anda?” tanya direktur dengan suara gugup.

Elden menyandarkan punggung ke kursi. Wajahnya tetap terlihat tenang, seolah keputusan yang hendak ia sampaikan hanya sebuah urusan sepele.

“Pilihanmu ada tiga.”

Ia mengangkat satu jari.

“Pertama, saya serahkan kasus ini kepada polisi. Dengan bukti yang ada, saya akan pastikan kasus ini diselidiki hingga tuntas. Jika kau terbukti lalai, kau harus mempertanggungjawabkannya di pengadilan.”

Direktur dan Profesor Adam saling berpandangan dengan wajah tegang.

Elden mengangkat jari kedua. “Kedua, saya anggap nyawa harus dibayar dengan nyawa. Kau bisa melakukan suntik mati sendiri hingga kematianmu bisa dilakukan dengan tenang. Setelah itu, saya anggap semuanya lunas.”

Dea mengatupkan mulutnya dengan kuat. Matanya melebar. Ia menoleh kepada Profesor Adam, berharap pria itu akan membelanya, tetapi tak ada perlindungan yang datang.

“Dan ketiga....”

Elden tersenyum lebar. Senyum yang sama sekali tak memberikan kehangatan.

“Kau menggantikan posisi Linjaryani sebagai pengantin. Menikahlah dengan saya tiga hari dari sekarang. Persis pada tanggal yang sudah kami rencanakan.”

Dea terisak. Tubuh tegangnya mendadak lemas, sementara pikirannya berusaha mencerna kegilaan yang baru saja didengarnya.

“Me-menikah ... dengan Anda?”

Suaranya nyaris tak terdengar.

“Itu tidak manusiawi,” desis Profesor Adam. “Pak Elden, ini bukan solusi. Ini tindakan yang tidak bisa dibenarkan!”

“Ini bukan tawar-menawar,” potong Elden. “Ini keputusan yang sudah saya buat.”

Direktur rumah sakit mengusap wajahnya yang basah oleh keringat. Ia berusaha memahami alasan di balik permintaan yang tak masuk akal itu.

“Kenapa harus Dea?” tanyanya pelan. “Jika Anda begitu membencinya, mengapa justru menjadikannya istri Anda?”

*bersambung*

1
Mia Camelia
lanjut thor😁
MomyWa
udah aku kasih thor ttp smngay
Safira Aurora
ellea ttp lah membuat elden pusing 😂
Aku Rajin Membaca: karena kepusingan elden adalah hiburan buat kita 🤭
total 1 replies
Safira Aurora
oke, nanti aku tontonin
Safira Aurora
dipikir2 dulu yah
MomyWa
pusing kan elden, mau bersama dia aja terasa sulit
Aku Rajin Membaca
walah, syukurlaaah
Aku Rajin Membaca
hmmmm gimana ni aksi anak buah alvara
Sri Widiyarti
dah dkasih vote semangat up-nya...
Aku Rajin Membaca
nah loh, gak bisa mereka
Dini Anggraini
Kakak tolong jangan buat pembaca bingung dea bilang dea bila alvara bilang alvara jadi bisa di bedakan kenapa dea gak langsung di ajak alvara kembali ke rumahnya ya takutnya Stella nanti operasi plastik wajahnya semirip mungkin dea dan ngaku2 anak orang kaya kembaran alvara q gak suka kak kasihan dari kecil dea sudah menderita sejak ortu angkatnya punya anak kandung dea di telantarkan. 😡
SoVay: maksudnya kak? 🤣
total 1 replies
Esther
Ayo Elden selamatkan Dea.
Ingat Dea sedang mengandung anakmu
mery harwati
Alvara tidak menyediakan bodyguard bayangan bwt saudara kembarnya kah?
Aneh klo tidak dipantau & dilindungi bodyguard bayangan keluarga, ceroboh !!
Aku Rajin Membaca: harusnya biarin authornya dulu, kan suka2 author mau nulis
total 1 replies
Esther
Ternyata Stella keponakan Josep.
Dan Josep berusaha melindungi Stella.
Yang pasti...kali ini Dea tidak akan tinggal diam.
Esther
lho lho....mencurigakan nih direktur Josep.
Jangan2 ada main dia dengan Stella
MomyWa
kalau bagian ini kangen sama naga dan bonar eta teh 🤣
Safira Aurora
buruan up lg
Safira Aurora
berhasil marathon aku thor
Aidil Kenzie Zie
nggak sadar juga si jalang 😡😡😡😡
Haryanti10
dikit amat sih thor KLO up,☹️☹️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!