Sambil membawa surat hasil pemeriksaan kehamilannya, Kinan berlari menuju ruangan suaminya. Dia tidak sabar menyampaikan pada suaminya kalau dia hamil. Tapi saat akan membuka pintu,
"Bima, istriku mengantarkan istrimu ke rumah sakit. Katanya ke dokter kandungan, mungkin Kinan hamil. Lantas bagaimana dengan Agnes?"
"Bagaimana apanya? tiga tahun ini baik-baik saja kan? tinggal 2 tahun lagi, Agnes tidak perlu lagi sembunyi di luar negeri!"
Deg
Mata Kinan memerah, wanita yang telah menabrak ibunya hingga tewas. Dan mendapatkan hukuman selama lima tahun di penjara, bagaimana bisa berada di luar negeri?
"Kamu keterlaluan, kalau sampai Kinan mengetahuinya. Dia akan sangat marah padamu! jangan bawa-bawa aku ya, Bella itu sahabat baik Kinan. Kalau dia tahu, habislah aku!"
Hati Kinan hancur mendengar suaminya malah tertawa.
"Dia tidak akan tahu, kalaupun tahu dia bisa apa? Kinan sudah tidak punya siapa-siapa selain aku. Satu kata dariku, dia akan patuh!"
'Tega kamu mas' batin Kinan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Kinan baru saja bisa tertidur ketika menjelang pagi. Bahkan saat ini, Kinan masih tampak gelisah dalam tidurnya meski matahari sudah mulai naik dan jendela kacanya mulai terang.
Banyak keringat di kening dan leher Kinan. Padahal kamar hotel itu memiliki pendingin ruangan. Dan alat itu sedang menyala sekarang, dengan suhu yang cukup rendah.
Namun kegelisahan Kinan dalam tidurnya, membuatnya tetap berkeringat.
Di dalam mimpinya, peristiwa tiga tahun yang lalu kembali hadir mengusiknya. Kinan berjalan dengan cepat, setengah berlari melewati koridor rumah sakit dengan lutut yang lecet dan berdarahh. Kinan terjatuh di jalan, ketika dia mendapatkan telepon dari rumah sakit dan menyatakan kalau ibunya mengalami kecelakaan.
Setiap langkah terasa begitu menyakitkan, tapi kekhawatirannya tentang ibunya lebih besar. Air matanya juga sudah tak terbendung, di telepon tadi perawat yang menghubungi Kinan mengatakan kalau kecelakaan itu cukup parah, ibunya bahkan harus segera di operasi. Sang ayah sudah datang, tapi sekarang dalam keadaan tidak sadar karena mengetahui betapa kritisnya kondisi ibu Kinan.
Begitu sampai di depan ruang operasi, Kinan bertanya pada seorang perawat yang kebetulan lewat di dekatnya.
"Suster, sus... ibu saya di operasi. Kecelakaan tadi sore, bagaimana kondisinya sus?" tanya Kinan dengan gelagapan.
Wajahnya pucat, tatapannya tidak fokus. Saat itu Kinan benar-benar merasa seperti tak memiliki sandaran atau pegangan apapun yang bisa membuatnya tetap bisa berdiri.
"Mbak, keluarga pasien atas nama Bu Mela ya?"
Kinan mengangguk dengan cepat.
"Kondisi pasien kritis, sudah kehilangan banyak darahh ketika di bawa ke rumah sakit! sudah hampir satu jam di ruangan operasi..."
Dan entah bagaimana, mimpi itu beralih ke peristiwa lain yang terjadi pada malam hari itu juga. Kinan berada di kantor polisi, dia masih sendirian. Sementara Bella memang belum dia beri tahu. Sahabatnya itu tengah hamil saat ini. Kinan tidak mau membuat Bella khawatir.
"Dari rekaman kamera pengawas di jalan ini, mobil itu memang tidak stabil. Pengemudinya dalam keadaan mabukk, dan dia seorang perempuan. Identitasnya bernama Agnes Rosaline, usianya 23 tahun!"
Kinan melihat sendiri bagaimana rekaman kamera pengawas itu menunjukkan detik-detik ketika ibunya mengalami kecelakaan. Ibunya sengaja di tabrak, padahal sudah berlari menghindar. Bahkan setelah ditabrak, mobil itu mundur dan kembali menabrak ibunya begitu melihat ibu Kinan berusaha untuk bangkit dan kembali menepi untuk menghindar.
Air mata Kinan mengalir begitu deras, setelah ibunya terkapar tidak berdaya. Mobil itu melarikan diri. Jika tidak ada kamera pengawas yang diambil petugas telat waktu. Mungkin saja pelakunya tidak akan tertangkap.
Seluruh tangan dan kaki Kinan gemetaran. Ibunya baru kembali dari minimarket. Ibunya membeli bahan masakan untuk membuatkan sup kesukaan ayahnya yang hari itu sedang ulang tahun. Minimarket itu tidak jauh dari ruang mereka, makanya ibunya berjalan kaki. Tangis Kinan pecah, dia tidak tega melihat apa yang terjadi pada ibunya.
"Kamu bisa menuntutnya, kami akan membantumu!" kata petugas di depan Kinan.
Dan mimpi yang membuat Kinan gelisah itu, kembali mengalihkan dirinya pada peristiwa lain. Sekarang Kinan berada di pengadilan. Di sampingnya sudah ada Bella, sudah ada Zayn dan sudah ada Bima. Putusan hakim mengetuk palu saat itu, memutuskan kalau Agnes bersalah, setelah beberapa lama proses persidangan, mendengarkan tuntutan dan pembelaan, akhirnya pengadilan menjatuhkan hukuman penjara lima tahun pada Agnes.
"Terdakwa dinyatakan bersalah, dan akan menjalani hukuman kurungan penjara selama lima tahun. Denda 750 juta rupiah!"
Tak Tak Tak
Kinan membuka matanya. Dia menatap langit-langit berwarna putih di depan matanya.
Kinan bangkit perlahan, dia menyeka keringatnya. Rasanya dia benar-benar bodohh. Pantas saja, pengacara yang direkomendasikan petugas dan LBH saat itu ditolak oleh Bima. Bima bahkan meminta pengacara perusahaannya untuk menangani kasus ibunya waktu itu. Sekarang dia baru benar-benar tahu alasan sebenarnya. Bukan karena pengacara perusahaannya lebih baik, tapi pengacaranya perusahaan Bima itu akan membantu Agnes untuk mendapatkan hukuman seringan mungkin.
Air mata Kinan kembali menetes begitu saja. Pantas saja, pantas saja tuntutan jaksa yang tadinya 15 tahun penjara. Bisa berkurang begitu banyak hanya karena beberapa kali sidang dan bukti yang tidak sinkron antara jaksa dan pengacara Bima.
"Pantas saja..." lirih Kinan.
Dia sekarang tahu, sebenarnya orang yang telah menusukknya dari belakang itu suaminya sendiri. Orang yang dia pikir pahlawan dalam hidupnya, karena datang-datang membantunya dalam proses persidangan dan kasus ibunya. Ternyata adalah penjahat yang sebenarnya.
Kalau bukan karena campur tangan Bima di persidangan itu. Bagaimana mungkin kasus seberat itu hanya mendapatkan hukuman lima tahun saja.
Kinan sudah berusaha ikhlas, dia sudah berusaha mendengarkan penjelasan Bima dan pengacaranya. Meski saat itu Bella juga tidak terima, tapi karena kondisinya hamil, Zayn juga tidak memperbolehkan Bella terus hadir dalam persidangan.
Ternyata semua sudah direncanakan oleh Bima dan Zayn. Keduanya memang sengaja, supaya hukuman Agnes menjadi ringan.
Kinan merasa sungguh bodohh, dia begitu percaya pada Bima. Tapi bahkan lima tahun penjara itu saja, Agnes tidak benar-benar menjalaninya. Hukuman itu sama sekali tidak pernah Agnes jalani. Bahkan wanita itu bisa enak-enakan tinggal di luar negeri dengan bebas. Bahkan uang sakunya dan yang saku Kinan tidak jauh berbeda.
Kinan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dia sungguh merasa muak pada Bima. Semua perhatian Bima itu palsu. Cintanya juga palsu, pernikahan mereka dan anak dalam kandungan Kinan itu. Semuanya hanya permainan Bima.
"Aku tidak akan memaafkan mu, Bima. Tidak akan pernah!" lirih Kinan yang akhirnya terisak lagi.
Beberapa saat kemudian, Bella datang ke hotel. Membawakan Kinan sarapan dan buah-buahan.
"Aku akan makan nanti..."
"Aku akan menunggumu sampai kamu selesai!" sela Bella yang tidak yakin kalau Kinan akan makan.
Mata Kinan kembali berkaca-kaca, Bella dengan cepat meraih tangan Kinan dan menggenggamnya.
"Kamu bisa mengatakan apapun padaku, Kinan"
"Semalam aku bermimpi tentang ibu dan ayah! peristiwa tiga tahun yang lalu itu..."
Kinan bahkan tidak dapat melanjutkan ucapannya. Air matanya itu kembali mengalir dengan begitu deras. Matanya sudah sangat bengkak, wajahnya juga begitu sembab.
"Aku tidak akan memaafkannya, Bella. Aku tidak akan memaafkan Bima. Aku mau cerai!"
Bella memeluk Kinan. Akhirnya kata itu keluar juga dari mulut Kinan. Kalau Bella jadi Kinan, dia juga akan memilih cerai.
"Iya, aku akan membantumu. Setelah makan siang nanti, kita temui pengacara ayahku!"
***
Bersambung...
😠