NovelToon NovelToon
Transmigrasi Cewek Red Flag: Dari Figuran Jadi Ratu Sekolah

Transmigrasi Cewek Red Flag: Dari Figuran Jadi Ratu Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Idola sekolah
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: IRISVEL

SINOPSIS Gara-gara kesetrum kabel charger HP yang ngelupas pas lagi marathon baca novel roman picisan jam 3 pagi, Aira (18 tahun)—cewek slakan, blak-blakan, dan hobi tawuran—terlempar masuk ke dalam dunia novel "Cinta Di Balik Seragam". Aira nggak bertransmigrasi jadi tokoh utama cewek yang polos dan teraniaya, melainkan jadi Aira Shena, tokoh figuran yang nasibnya tragis: mati dikeroyok geng motor di bab 20 karena dijebak sama antagonis utama. Ogah pasrah sama takdir, Aira bertekad acak-acak alur cerita asli. Dia yang tadinya pemalas dan tukang resek, mendadak berubah jadi cewek paling red flag, jago berantem, tapi cerdasnya ngga ngotak. Namun, aksinya malah bikin Langit, male lead dingin dan physco-lite yang harusnya benci setengah mati sama Aira, malah ketagihan ngejar-ngejar dia. Konflik makin rumit saat rahasia kelam keluarga besar mereka, perebutan tahta bisnis raksasa, tuduhan pembunuhan palsu, hingga pengkhianatan sahabat terdekat menghancurkan kehidupan sekolah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IRISVEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Meledak di?

BAB 10: "MELEDAK DI PELABUHAN & SELAMATNYA SANG RATU"

Malam semakin larut dan hawa dingin Teluk Jakarta makin menusuk tulang. Namun, di dermaga tiga Pelabuhan Tua, udara mendadak berubah panas membara.

VROOOMMM!

Motor sport yang dikendarai Aira melesat gila-gilaan menembus barikade kayu di gerbang pelabuhan. Ban belakangnya melilit aspal, menimbulkan bau karet terbakar yang menyengat. Pandangan Aira terkunci lurus pada sebuah gudang tua berkonstruksi seng di ujung dermaga. Di atas pintunya, terdapat plang pudar bertuliskan Bahan Bakar & Pelumas Organik.

Asap hitam tebal sudah membumbung tinggi dari celah-celah atap seng gudang tersebut. Sirene merah dari alat penghitung mundur yang terpasang di dinding luar gudang berkedip-kedip histeris: 01:45... 01:44... 01:43...

Kurang dari dua menit sebelum seluruh area gudang meledup jadi abu!

Di luar gudang, belasan anggota geng Krava yang terluka parah merayap ketakutan, sementara beberapa sisanya sibuk melarikan diri menggunakan motor. Di tanah, tergeletak puluhan balok kayu dan rantai besi yang sudah patah—bukti betapa sadisnya pembantaian yang sempat dilakukan Langit sebelum pintu besi gudang dikunci paksa dari luar menggunakan rantai tebal berkarat.

Aira mengerem mendadak, membuat motornya meluncur miring (drifting) tepat di depan pintu gudang. Dia melepas helmnya kasar, melemparkannya ke tanah, lalu berlari menuju pintu besi gembok tebal itu.

"LANGIT!" teriak Aira kencang, suaranya menggelegar mengalahkan suara deburan ombak dan gemuruh api di dalam. "LANGIT, LU MASIH HIDUP GAK, BANGSAT?!"

BANG! BANG! BANG!

Dari dalam gudang yang mulai dilalap api, terdengar suara pukulan keras menghantam pintu besi. Suara batuk berat Langit terdengar

menyela di antara gemertak kayu terbakar.

"Shena...?!" suara Langit terdengar agak serak gara-gara menghirup asap tebal. "Ngapain... lu ke sini?! PERGI, SHENA! GUDANG INI MAU MELEDAK!"

m"DIEM LU, KANEBO KERING!" bentak Aira emosi. "Gue gak sudi datang jauh-jaju cuma buat liat lu jadi ayam geprek di dalam!"

Aira mengedarkan pandangan dengan cepat. Matanya yang tajam menangkap sebuah forklift tua yang kuncinya masih menggantung di dekat tumpukan kayu pallet. Tanpa pikir panjang, Aira berlari ke arah forklift, melompat naik ke kursi kemudi, dan memutar kuncinya.

BZZT... VROOOOMMM!

Mesin forklift tua itu menggerung keras. Aira menginjak pedal gas dalam-dalam, mengarahkan dua garpu besi tebal di depan forklift lurus ke arah pintu besi gudang yang terkunci rantai.

Timer di dinding berkedip makin cepat: 00:42... 00:41... 00:40...

"LANGIT! MUNDUR DARI PINTU!" teriak Aira seraya menekan klakson.

BRASHHHH!

Forklift yang dikendarai Aira menghantam pintu besi tua itu dengan kecepatan penuh. Garpu besinya menembus celah pintu, menghancurkan engsel dan rantai tebal yang mengunci dari luar hingga putus terlempar! Pintu besi itu roboh terhempas ke dalam, menimbulkan cipratan api dan debu panas.

Aira langsung melompat turun dari forklift, menerobos masuk ke dalam ruangan gudang yang sudah dipenuhi kobaran api merah membara.

Di tengah kepungan api, Langit berdiri menyandarkan tubuhnya di sebuah pilar besi. Bajunya agak terkoyak, wajah tampannya ternoda jelaga hitam, dan ada bekas luka goresan membiru di pelipisnya. Tapi begitu matanya menangkap sosok Aira yang menerobos api demi dirinya, tatapan matanya yang dingin mendadak melunak penuh keharuan yang mendalam.

"Lu gila..." gumam Langit pelan sambil terbatuk. "Lu bener-bener cewek gila, Aira Shena."

"Iya, gue gila gara-gara mikirin utang ciuman lu!" cerocos Aira asal-asalan buat menutupi rasa cemasnya. Aira menyampirkan lengan kanan Langit ke bahunya, menopang tubuh cowok tinggi itu dengan seluruh tenaganya. "Ayo jalan! Timer-nya tinggal 20 detik!"

"Gue bisa jalan sendiri—"

"Gak usah sok kuat, Anjir! Penampilan lu udah kayak kompor mleduk gini!" potong Aira tajam.

Mereka berdua berjalan setengah berlari keluar dari dalam gudang yang kian membara. Setiap detik terasa sangat berharga. Suara ledakan-ledakan kecil dari drum minyak di dalam gudang mulai menyambar dinding-dinding kayu.

Timer di luar berbunyi histeris: 00:05... 00:04... 00:03...

Aira dan Langit berhasil keluar dari pintu gudang, melompati puing-puing pintu yang hancur.

"LOMPAT!" teriak Langit tiba-tiba.

Langit membalikkan posisinya, melingkarkan kedua tangan kekarnya di sekeliling pinggang Aira, melindunginya dengan seluruh tubuhnya sendiri, lalu membawa Aira melompat jatuh ke balik tumpukan kontainer besi beberapa meter dari gudang.

BOOOMMMMMMMM!

Gudang bahan bakar itu meledak hebat! Gelombang panas dan dentuman dahsyat menggetarkan tanah pelabuhan. Percikan api dan puing-puing bangunan terpental ke udara bagaikan kembang api raksasa di tengah kegelapan malam.

Udara panas berhembus kencang di atas mereka. Langit menahan semua hempasan angin panas dan debu puing dengan punggungnya, memastikan Aira yang berada di dalam pelukannya tidak tersentuh bahaya sedikit pun.

Selama beberapa menit, hanya ada suara gemuruh api yang melahap sisa-sisa bangunan dan detak jantung Langit yang berdegup kencang di telinga Aira.

Aira perlahan membuka matanya. Wajahnya tenggelam di dada bidang Langit. Dia bisa merasakan napas Langit yang berat memburu di atas kepalanya.

"Hei..." Aira menepuk dada Langit pelan. "Lu masih napas, kan?"

Langit menundukkan kepalanya, menatap Aira di dalam pelukannya. Walaupun mukanya belepotan debu dan luka, ada ukiran senyum tipis—senyuman paling tulus dan hangat yang pernah ditunjukkan cowok itu seumur hidupnya.

"Gue masih napas," bisik Langit, suaranya dalam dan bergetar. Tangannya masih mengunci pinggang Aira rapat-rapat, seolah takut cewek itu bakal hilang kalau dilepas sebentar saja. "Gue gak bakal mati sebelum ngebikin lu jadi milik gue sepenuhnya."

Aira menyipitkan matanya, berusaha menyembunyikan rona merah di pipinya yang mendadak muncul lagi. "Dih, ngaco. Lepasin gak! Berat tahu!"

Bukannya melepas, Langit justru makin erat memeluknya, lalu mengecup dahi Aira lembut di tengah kepulan asap ledakan yang membumbung tinggi ke langit malam.

"Makasih udah datang, Ratu gue," bisik Langit tulus.

Aira tertegun, menghentikan usaha dorongannya. Untuk pertama kalinya sejak terlempar ke dunia novel ini, Aira merasa kalau hidup di tubuh ini... mungkin gak seburuk yang dia bayangkan.

Tak lama kemudian, suara deru puluhan motor Averus yang dipimpin Kenzo dan Galang terdengar mendekat ke area pelabuhan, disusul oleh raungan sirene mobil polisi dan ambulans dari kejauhan.

Aira menatap ledakan api di belakang mereka, lalu menyeringai tipis.

Jebakan bab 20 yang harusnya ngebunuh Aira Shena... resmi hancur total, batin Aira puas. Valerie... siap-siap aja lu terima balasan yang sepuluh kali lipat lebih menyakitkan dari ini!

see uykw

1
PengGeng EN SifHa
kenapa si shamena shena nanana di juluki CEWEK TRANSMIGRAN thoor ?

dr deoaj baca agak bingung..
bukannya yang tau dia trans hanya si lajgit..kenzo & 1 nya lupan tadi namanya ?
PengGeng EN SifHa
alur cerita yg sulit dijabarkan,akan tetapi sangat seru dimana jiwa muda yg penuh tantangan...dimana dunia nyata saja sudah seru & ini dunia fana + seru lagi dengan logika yg begitu badas.
PengGeng EN SifHa
gedebak gedebig dar der dor kembang api to raa ??🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!