NovelToon NovelToon
PUTRIKU DITUKAR, KINI AKU MENGGUNCANG DUNIA

PUTRIKU DITUKAR, KINI AKU MENGGUNCANG DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Nabila tidak pernah menyangka jika putri yang selama enam tahun ia besarkan dengan kemewahan ternyata adalah anak palsu. Darah dagingnya yang asli, Luna Wegan, diam-diam ditukar saat lahir oleh keluarga suaminya sendiri dan terpaksa hidup menderita sebagai pengemis jalanan. Takdir akhirnya mempertemukan Nabila dengan seorang gadis kecil penuh luka memar di depan mall, di mana sebuah tahi lalat di balik telinga membongkar pengkhianatan keji masa lalu. Bersama suaminya, sang CEO kejam Leon Wegan, Nabila kini siap menghancurkan siapa pun yang telah berani menyiksa putri kandung mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Tamparan keras itu menggema di seluruh ruang perjamuan yang mendadak hening tanpa suara.

Sinta terhuyung mundur sambil memegangi pipinya yang langsung memerah dan terasa sangat kebas.

Mata wanita norak itu membelalak lebar menatap kakak kandungnya dengan pandangan tidak percaya.

"Kakak menamparku?! Di depan semua orang ini?!" jerit Sinta dengan nada cemprengnya yang menyakitkan telinga.

"Iya, aku menamparmu! Dan aku akan menamparmu lagi kalau kau berani membuka mulut kotormu itu sekali lagi!" bentak Nabila dengan mata menyala.

Nabila melangkah maju satu langkah, membuat Sinta refleks mundur ketakutan melihat kemarahan kakaknya yang biasanya selalu sabar itu.

"Apa salahku?! Aku cuma minta uang sedikit dan menyapa keponakanku yang jelek itu!" protes Sinta masih tidak menyadari kesalahannya yang fatal.

"Jelek?! Kau berani memanggil darah dagingku dengan sebutan gembel dan jelek di rumahku sendiri?!" murka Nabila mengangkat tangannya bersiap menampar lagi.

Tapi sebelum tangan Nabila mendarat di pipi Sinta untuk kedua kalinya, sebuah tangan besar menahan pergelangan tangan Nabila.

Leon menarik lembut tangan istrinya dan menempatkan Nabila di belakang punggungnya yang bidang.

"Jangan kotori tanganmu untuk menampar sampah, Sayang. Biar aku yang mengurus parasit ini," ucap Leon dengan nada sedingin es di kutub utara.

Leon maju satu langkah dan menatap Sinta dari atas ke bawah dengan pandangan sangat merendahkan, seolah sedang melihat kotoran anjing di sepatunya.

Sinta menelan ludah dengan susah payah melihat wajah tampan namun sangat mematikan dari kakak iparnya itu.

"Kak Leon... aku minta maaf, aku kan cuma bercanda tadi," cicit Sinta mencoba tersenyum manis namun terlihat sangat menyedihkan.

"Siapa yang mengizinkanmu memanggilku dengan sebutan Kakak?" desis Leon dengan rahang mengeras.

"Kau hanyalah lintah darat pemalas yang selalu memeras uang istriku sejak kami menikah enam tahun lalu," lanjut Leon membongkar aib Sinta di depan umum.

Para tamu undangan yang mendengar fakta itu langsung berbisik-bisik mencemooh kelakuan Sinta yang tidak tahu malu.

"Pantas saja penampilannya norak, ternyata dia cuma parasit yang menempel pada Nyonya Wegan," bisik seorang wanita sosialita di barisan depan.

Sinta merasa wajahnya sangat panas mendengar cibiran dari orang-orang kaya yang selalu dia impikan untuk menjadi bagian dari mereka.

"Kak Nabila selalu memberiku uang karena dia sayang padaku! Aku ini adik kandungnya!" bantah Sinta mencoba membela diri.

Nabila yang berdiri di belakang punggung Leon menggelengkan kepalanya dengan perasaan sangat kecewa.

"Aku selalu memberimu uang karena aku berharap kau akan berubah dan mencari pekerjaan yang halal, Sinta," ucap Nabila dengan suara bergetar.

"Tapi kau malah semakin malas dan memakai uangku untuk berjudi serta membeli barang-barang palsu agar terlihat kaya," bongkar Nabila mengakhiri kebohongan adiknya.

Mata Sinta membelalak lebar mendengar rahasianya dibongkar habis-habisan oleh kakak kandungnya sendiri.

"Kau jahat sekali Kak! Kau sengaja mau mempermalukanku di depan teman-teman kayamu ini kan?!" jerit Sinta menunjuk wajah Nabila.

"Aku akan adukan pada Ibu di kampung kalau kau sudah jadi sombong dan melupakan keluarga miskinmu!" ancam Sinta mengeluarkan senjata andalannya.

Leon tertawa pelan mendengar ancaman murahan yang sudah sangat basi itu.

Hahaha.

"Silakan kau adukan pada ibumu. Sekalian beritahu dia bahwa mulai detik ini, aliran dana bulanan dari Wegan Group untuk keluarga kalian resmi dihentikan," putus Leon dengan sangat kejam namun adil.

"Apa?! Kau tidak bisa memutus uang belanja Ibu! Ibu bisa mati kelaparan!" teriak Sinta panik memikirkan sumber penghasilannya yang hilang.

"Kalau kalian takut kelaparan, maka bekerjalah seperti manusia normal lainnya," jawab Leon sangat santai.

"Dan pastikan kau tidak pernah menginjakkan kaki busukmu ini di wilayah ibu kota lagi," ancam Leon melangkah maju mengintimidasi Sinta.

"Asisten Budi," panggil Leon tanpa menoleh ke belakang.

"Iya, Tuan Besar," jawab Asisten Budi langsung berlari mendekat.

"Ambil foto wajah wanita gila ini dan sebarkan ke seluruh jaringan keamanan perusahaanku," perintah Leon dengan suara lantang.

"Kalau ada yang melihatnya berada dalam radius sepuluh kilometer dari rumahku, kantorku, atau sekolah putriku nanti, patahkan kedua kakinya dan buang ke sungai," lanjut Leon memberikan instruksi brutal di depan ratusan saksi mata.

Sinta jatuh terduduk di lantai pualam mendengar ancaman mengerikan dari mulut sang CEO kejam itu.

Dia tahu betul bahwa Leon Wegan tidak pernah bercanda dengan kata-katanya, pria ini bisa melakukan apa saja dengan kekuasaannya.

"Tidak... ampun Tuan Leon, ampun Kak Nabila. Aku janji tidak akan mengganggu kalian lagi," isak Sinta menangis tersedu-sedu meratapi kebodohannya.

Tapi tidak ada satu pun orang di ruangan itu yang merasa kasihan pada wanita norak pembuat onar tersebut.

"Seret dia keluar sekarang juga dan bersihkan lantai yang baru saja dia injak," perintah Leon mengibas-ngibaskan tangannya mengusir.

Dua orang satpam bertubuh besar kembali maju dan menyeret paksa tubuh Sinta yang terus menangis meraung-raung.

"Lepaskan aku! Aku mau pulang sendiri! Tolong jangan patahkan kakiku Tuan Leon!" jerit Sinta sampai suaranya menghilang di balik pintu utama yang tertutup rapat.

Brak!

Suasana ruang perjamuan kembali hening setelah parasit pengganggu itu berhasil dibersihkan dari pesta.

Leon menghela nafas pelan lalu berbalik menatap wajah istrinya yang terlihat sedikit sedih dan bersalah.

"Maafkan aku, Leon. Gara-gara adikku yang tidak tahu malu itu, pestamu jadi sedikit kacau," ucap Nabila menundukkan kepalanya.

Leon tersenyum lembut dan mengangkat dagu istrinya dengan jari telunjuknya.

"Kamu tidak perlu minta maaf sayang. Kamu sudah melakukan hal yang sangat hebat dengan menampar pipinya tadi," puji Leon mengecup kening Nabila.

"Aku sangat bangga padamu karena kamu berani membela putri kita di depan umum," tambah Leon membuat Nabila kembali tersenyum lega.

Luna yang sejak tadi bersembunyi di balik jas Leon akhirnya memberanikan diri mengintip keluar.

"Tante cempreng itu sudah pergi, Papa?" tanya Luna mendongak menatap ayahnya.

"Sudah sayang, Tante cemprengnya sudah Papa usir jauh-jauh. Dia tidak akan pernah berani mengganggumu lagi," jawab Leon menggendong putrinya kembali.

"Syukurlah, kuping Luna sampai sakit dengar suaranya," celoteh Luna menutup kedua telinganya dengan telapak tangannya yang mungil.

Celotehan polos dari anak berumur enam tahun itu langsung memecah ketegangan di seluruh penjuru ruang perjamuan.

Hahaha!

Semua tamu undangan ikut tertawa mendengarkan ucapan lucu dari sang pewaris asli keluarga Wegan tersebut.

"Nah, karena hama pengganggunya sudah dibersihkan, mari kita lanjutkan pesta kita malam ini," ucap Leon kembali memegang mikrofonnya.

"Silakan nikmati hidangan dan minuman terbaik yang sudah kusiapkan, anggap saja seperti rumah sendiri," lanjut Leon mempersilakan tamunya untuk kembali bersantai.

Alunan musik klasik kembali dimainkan oleh grup orkestra di sudut ruangan, menghidupkan kembali suasana pesta yang elegan.

Beberapa kerabat keluarga Wegan mulai mendekati Leon dan Nabila untuk menyapa Luna secara langsung.

"Halo gadis manis, kenalkan ini Tante Rina, sepupu Papamu," sapa seorang wanita cantik dan anggun mengulurkan tangannya.

Luna menatap wanita itu ragu-ragu, lalu menoleh ke arah Nabila untuk meminta persetujuan.

1
Thewie
lanjuuuttt💪💪💪
kiyoe: hehehe siap kaka
total 1 replies
Meee
,KLO bisa jangn ada yng mau adopsi sibianca.biar hidupnya. menderita itu karma atas perbuatan biadad orang tuanya😬😬
kiyoe: hehehe iyaa kak bener biar menyesal si Bianca 🤭
total 1 replies
Astiana 💕
kenzo memang teman terbaik🫰🏻
kiyoe: hehehe Kenzo besti nya Luna kak 🤭
total 1 replies
Astiana 💕
cerita nya makin bagus thor, gak sabar nunggu luna gede🤭
kiyoe: heheh makasih kak Astiana
total 1 replies
Astiana 💕
seharusnya hallo princess papa🤭
kiyoe: hehehe makasih kak pokok semangat terus 🤗🥰
total 3 replies
Meee
Luna harusnya di bekali ilmu bela diri,agar bisa melindungin diri sendiri.meski bnyak pengawal jaga" dari bahaya ke DPN ya sebagai seorang pewaris,dan jangn terlalu percaya dngn orang terdekat,musuh yng g bisa terbaca terjadi karena orang terdekat.😬😬
kiyoe: heheh terimakasih atas masukannya kak boleh di coba itu Luna di bekalin PSHT
total 1 replies
Adinda
pasti nanti bianca di adopsi sama orang kaya dan balas dendam sama leon takutnya nanti luna jadi sasarannya
kiyoe: heheh di tunggu update bab selanjutnya aja yaa kak 🤭
total 1 replies
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjut
kiyoe: terimakasih Kaka Fauziah Daud ☺️
total 1 replies
Astiana 💕
apakah nanti gede nya tidak menaruh dendam thor pada Luna.🤔
Astiana 💕: haduh jadi penasaran 🤭
total 2 replies
Thewie
bawa ke psikiater anakmu wegan. kasihan traumanya blom hilang
ceuceu
ikutan nangis terharu/Sob/
kiyoe: hehehe baca novel nya sambil ngupas bawang merah yaa kak makanya sampai nangis 🤭😄
total 1 replies
ceuceu
Ya Allah kasihan banget luna/Sob/
Dewiendahsetiowati
Rosalina siap2 aja dirimu dapat kado istimewa dari ponakanmu, sudah tua tetep aja jahat
kiyoe: hehehe
total 1 replies
ceuceu
Hadir thor.
baru mulai baca
kiyoe: Terimakasih Kaka ceuceu semoga suka yaa sama ceritanya ☺️
total 1 replies
Thewie
akhirnya kebohongan itu terungkap juga. othor luar biasa memainkan emosi akuuuuu
kiyoe: wah Terimakasih kak Bintang Lima sehat selalu kak Thewie ☺️🙏
total 1 replies
Thewie
seru thor👍👍😍
kiyoe: Heheh terimakasih kak Thewie
total 1 replies
Astiana 💕
Semangat 💪🏻
Cerita nya bagus banget
Astiana 💕: oke sama-sama ya☺️
total 2 replies
Astiana 💕
cerita nya bagus banget thor, gak bertele-tele
kiyoe: Terimakasih kak Astiana 🙏
total 1 replies
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
kiyoe: Terimakasih kak atas dukungan nya
total 1 replies
Fauziah Daud
kesian Luna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!