NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN MAFIA

MENIKAH DENGAN MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Anak Genius / Romansa Fantasi
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Untuk keluar dari penjara keluarga, Charoen Torrer harus menerima pinangan dari seorang mafia ternama. Walau hanya jadi istri sementara, tetapi demi kebebasannya. Char menerima tawaran itu tanpa berpikir dua kali.

Tanpa ia tahu ke depannya, hidupnya jauh lebih rumit di banding rumah yang rasanya seperti penjara itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 10

Selesai mengantar sang kakek ke kamarnya. Alexander membawa Char ke lantai atas. Tadinya, Char sedikit ragu, tetapi ia juga tidak tahu apa yang mesti ia lakukan seorang diri di lantai bawah.

"Ini kamarku di rumah ini. Istirahatlah," ujar Alexander membuka pintu kamarnya.

"Kamarmu ... Tuan?" Char menatap ruangan yang bernuansa kayu.

"Ya, kenapa?"

"Apa tidak lebih baik di kamar tamu?" tanya Char hati-hati.

"Kamu pikir pria tua di bawah sana akan tidak kenapa-kenapa?" tanya Alexander.

"Tapi aku kan belum ...."

"Ya memang, tapi sejak kau diajak catur olehnya. Kelasmu di matanya sudah naik," jawab Alexander sedikit kesal saat mengatakannya.

"Kalau aku di kamarmu ... Kamu di mana?" tanya Char bodoh.

Alexander menghadap sang gadis yang tingginya hanya seadanya. Ia mendekatkan wajahnya perlahan, Char sedikit menjauhkan wajahnya. Napas Alexander menerpa pipinya, panas dan membuatnya merinding.

"Apa kau mau aku temani?" tanyanya berbisik. Mata Char membola.

Dengan gerakan cepat, lutut Char terangkat mengarah ke tubuh Alexander.

Namun sebelum mengenai sasaran, telapak tangan pria itu sudah menahannya.

“Kau cepat.”

Char tidak menjawab. Siku dan tangannya bergerak bergantian, mencoba mencari celah. Alexander menghindari setiap serangan dengan tenang, sampai akhirnya ia mengunci pergerakan Char tanpa menyakitinya.

Tap! Srek! Tubuh Char malah dalam dekapan sang mafia. Char dengan sigap melayangkan gerakan uper cut ke arah dagu, Alexander kembali mampu menahan serangan itu, pelukan itu makin erat.

"Apa kau ingin menantangku, thai-boxer?" tanyanya menatap Char tanpa berkedip sedikitpun.

Tentu saja, Char tak bisa melawan tubuh besar Alexander. Ia juga sudah lama tidak bertarung tinju akibat kekurangan asupan makanan. Tetapi ...

'Dia tahu aku bisa thai-boxer? Bagaimana bisa?' tanyanya dalam hati.

Napas Charoen berburu di dalam dekapan erat Alexander. Jarak di antara mereka terkikis habis hingga ia bisa merasakan detak jantung pria itu yang stabil dan kuat. Tatapan mata kelabu Alexander menguncinya tanpa celah, menyimpan binar intrik dan dominasi yang begitu pekat.

"Bagaimana... bagaimana kau bisa tahu?" bisik Charoen dengan suara terengah, mata jernihnya menatap Alexander penuh selidik.

Refleks Thai Boxing yang ia pelajari secara tersembunyi di masa lalu—satu-satunya pelarian mental saat ia diabaikan di loteng rumah keluarga Torrer—seharusnya tidak diketahui oleh siapa pun.

Alexander menyunggingkan senyum tipis yang amat memikat. Tanpa melepaskan kuncian pada lengan Charoen, ia memajukan wajahnya hingga bibirnya hampir menyentuh daun telinga gadis itu.

"Kau pikir aku akan membawa seorang wanita masuk ke dalam kehidupanku dan lingkaran klan Romanov tanpa memeriksa setiap detail kecil tentang dirinya, Miss Torrer?" suara berat Alexander bergema rendah, mengirimkan desir hangat di sepanjang tengkuk Charoen.

O"Aku tahu setiap bekas luka, setiap kebiasaanmu, dan setiap kemampuan tersembunyi yang kau sembunyikan dari keluarga sampahmu itu."

Charoen mencoba menarik tangannya, namun cengkeraman Alexander bagaikan borgol besi yang dilapisi beludru halus—kokoh, tapi tidak menyakiti.

"Kau memata-mataiku," desis Charoen, matanya menyipit tajam menantang sang Count Dracula.

"Aku mempelajari asetku," koreksi Alexander tenang. Pria itu perlahan melonggarkan pelukannya, lalu mengusap ibu jarinya di garis rahang Charoen sebelum melangkah mundur satu tapak.

"Dan kemampuan Thai Boxing-mu cukup mengesankan untuk seseorang yang kekurangan nutrisi selama belasan tahun."

Charoen dengan cepat mengambil jarak dua langkah ke belakang, membenahi gaun hitamnya dan menegakkan tubuhnya kembali. Meski jantungnya berdegup kencang akibat jarak yang terlalu intim tadi, gengsi dan ketajaman otaknya tak membiarkan dirinya terlihat lemah.

"Jika kau sudah tahu sebanyak itu, berarti kau juga tahu kalau aku tidak pernah ragu untuk meretakkan rahang seseorang yang mencoba memanfaatkan situasi," balas Charoen halus namun penuh ancaman.

Alexander terkekeh rendah—suara tawa yang begitu hangat dan pekat, sangat kontras dengan gambaran mafia dingin yang ditakuti seluruh Kota Seradam.

"Pintu balkon terkunci dari dalam, kamar mandi ada di sebelah kanan, dan lemari pakaian sudah diisi gaun malam ukuranmu," ujar Alexander santai, menunjuk ke dalam kamar berornamen kayu yang luas itu. Pria itu kemudian berbalik menuju pintu penghubung ke ruang kerja pribadinya. "Tidur dan istirahatlah, Charoen. Aku ada pekerjaan di ruang sebelah. Tapi jika kau berniat melatih pukulan upper cut-mu lagi... kau tahu di mana harus menemukanku."

Ceklek.

Pintu penghubung itu tertutup pelan, menyisakan Charoen yang berdiri sendirian di tengah kamar bernuansa kayu yang hangat, menatap pintu tempat sang mafia baru saja menghilang.

Deg! Deg! Deg!

Char mengelus dadanya, sungguh berbahaya berdekatan dengan Alexander. Perlahan, ia berjalan menuju lemari besar dari kayu berukir. Ia membuka salah satu pintu, lalu menemukan piyama sutra berwarna pink. Sungguh pikiran buruknya pada Alexander runtuh saat melihat piyama itu.

"Dia nggak ngasih lingeri?" Char lega saat mengatakan itu dengan nada aneh.

Dengan cepat ia sudah berganti baju. Lalu perlahan naik ke atas ranjang. Tanpa beban ia meraih bantal dan memeluknya erat. Perlahan, matanya terpejam dan ia tertidur begitu nyenyak.

Char terbangun dengan begitu nikmat. Baru kali ini ia mendapat tidur berkualitas. Matanya mengerjap, wangi ruangan dan warna yang gelap seakan menyadarkannya satu hal.

"Astaga ... Aku ada di kamar Alexander!" serunya lalu buru-buru bangun.

Ketika hendak membersihkan tempat tidur, Alex keluar dari pintu penghubung. Char menoleh, dua pasang mata saling menatap dan mengunci.

"Kau sudah bangun?" tanya Alexander datar.

Char menatapnya polos dan mengangguk.

Alexander berjalan menuju lemari. Sebuah gaun hitam model lain ia keluarkan dan ia letakkan di tempat tidur.

"Mandi dan kenakan ini. Kita sudah ditunggu di ruang keluarga!" ujar Alex lalu meninggalkan Char sendirian di kamar.

Char menghela napas panjang, ia juga suka warna hitam. Tetapi membayangkan seumur hidupnya memakai warna itu setiap hari. Pasti akan membuatnya mati rasa ....

"Apa tadi? Seumur hidup kataku?" Char menggeleng cepat.

"Satu tahun Char ... Hanya satu tahun!" gumamnya lagi lalu gegas ke kamar mandi.

Setengah jam berlalu, baik Char, Alexander dan Rudolph duduk di ruangan yang sama dalam keheningan, sementara Raph juga berdiri tak jauh dari mereka. Mereka duduk tegak, hanya bunyi ketukan tongkat kayu milik Rudolph terdengar.

Tok! Tok! Tok! Suara ketukan pintu terdengar.

"Masuklah!"

Seorang pria masuk dengan membawa satu tas kertas dan meletakkannya di meja.

"Kalian menikah lusa!"

"Apa!" Char kaget sampai berdiri dari sofa. Sementara Alexander menutup matanya, ia sungguh tak menyangka akan hal ini.

"Duduklah, Char!" suruh Rudolph dan Char menurut, ia menurunkan bokongnya kembali duduk.

"Tapi kami belum saling mengenal ...," cicit Char.

"Kau tentu tahu siapa pacarmu itu! Alexander Romanov. Pengusaha kaya raya dan pewaris satu-satunya klan terkuat di Negara Montana, Ibukota Seradam!" ujar Rudolph angkuh.

"Untuk kamu, aku sudah menyelidiki semuanya!" lanjutnya lagi.

Char menelan ludah.

"Hutang seratus juta dolar itu sudah dilunasi ... oleh ku ...."

"Grandpa, you're too meddling ...," desis Alexander tak suka.

"Aku akan selalu ikut campur selama aku hidup dan kau masih butuh warisanku, Alex!" seru Rudolph membungkam cucunya.

"Kami belum menyiapkan semuanya ...."

"Ini adalah dua ratus undangan pernikahan lusa di Katedral Montenare, kota Nopalen. Pernikahan kalian akan diberkati oleh Paus Fransiskus!"

"Tapi Ayah ...."

"Aku sudah menghubungi Ayahmu, Char. Dia tak keberatan sama sekali. Sepertinya dia sudah ingin melemparmu jauh-jauh dari kehidupannya ...."

Jleb! Kata-kata Rudolph menusuk jantung Char. Tak terasa, air matanya menetes.

"Baiklah Tuan ... lusa ... Aku akan menikahi cucu anda ... Alexander!"

Bersambung.

Huhuhu!

Next?

1
Anita Barus
se tolol2nya manusia maka gorgio ini adalah se orang ayah dan manusia Ter tolol di muka bumi kerna dia masih melindungi org yg sudah memfitnah putri kandung nya sendiri sebenar nya putri kandung nya siapa sih segitu gigih nya dia melindungi si tukang fitnah itu
Eni Istiarsi
heran dengan orang tua modelan kayak gitu. anak sendiri dinistakan dan ditindas
Anita Barus
makin seru lanjut
Deyuni12
Waaah
semakin seru nh,gak sabar nunggu reaksi keluar char terutama ayahnya n si grace
Anita Barus
Grace KLO caper jgn menjatuh kan char lu kira omongan Lo digubris kagak lagi
Deyuni12
idikh
si Grace carmuk.banget
Anita Barus
🤣🤣🤣🤣
Deyuni12
lanjut
Anita Barus
Alex malu kalau berita tentang dirinya yg pingsan di depan pabrik roti tersebar di seantero kota bahkan dunia mungkin
Eni Istiarsi
Pak Palace mengingatkanku pada Mama Iya
Deyuni12
haha
gengsi Segede gunung
Deyuni12
bucin akut nh sang mafia
S.R ciplux
🤣🤣🤣🤣 udah kecintaan
Anita Barus
lanjut
Anita Barus
keluarga adik gorgio mulai dari bapak nya ibunya sampai kedua anak2 nya stres alias SGM sinting gila dan miring 🤣🤣🤣🤣🤣
S.R ciplux
orang tuamu jg terlalu percaya sama hasutannya grace char.
Deyuni12
next
Anita Barus
sang mafia sekarang rindu rumah teros nih ya
S.R ciplux
siapakah ibu raphael
Anita Barus
wah beneran jatuh cinta ni si Alexander
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!