NovelToon NovelToon
PENGANTINKU DIREBUT DIHARI PERNIKAHANKU

PENGANTINKU DIREBUT DIHARI PERNIKAHANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Identitas Tersembunyi / Evolusi dan Mutasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Tiga tahun aku merawat cinta dan membesarkan anak seorang diri di balik bayang-bayang kesibukan perusahaan, sementara tunanganku, Rian, bersiap menyambut hari pernikahan kami. Namun, tepat di altar suci di mana harusnya aku bersumpah setia, ia justru mempermalukanku di hadapan ratusan tamu undangan demi bersanding dengan wanita lain yang dihamirinya.
​Mereka mengira aku akan hancur lebur dan memohon iba. Mereka salah besar. Aku tidak datang ke altar untuk menangis, melainkan untuk mengambil alih seluruh imperium bisnis keluarganya dan membuat pria itu berlutut di lantai kotor tanpa sisa.
​Apakah Rian benar-benar mengira air mataku adalah kelemahan, sebelum aku mencabut seluruh kekuasaannya dalam satu malam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: FOTO RANJANG YANG BOCOR

Pukul 05.12 pagi.

Alesha kebangun bukan karena alarm, bukan juga karena matahari yang nembus dinding kaca raksasa di lantai sembilan puluh sembilan.

Tapi karena ponselnya di atas nakas getar tanpa henti. Getarnya kencang sampai vas kristal di sebelahnya ikut berdengung.

Trtttt... Trtttt... Trtttt...

Alesha mengerjap pelan, kepala masih sedikit pening karena malam pertama yang nyaris kebablasan. Ia meraih ponsel dengan mata setengah tertutup.

Layar nyala terang.

1000+ notifikasi Instagram. 847 pesan WhatsApp belum dibaca. 212 panggilan tak terjawab dari nomor tidak dikenal.

Jantung Alesha langsung berdegup kencang. Ia terduduk di atas ranjang king size. Selimut hitam yang tadi malam melapisinya merosot sampai pinggang, mengekspos gaun tidurnya yang sedikit berantakan.

Ia buka Instagram.

Darahnya mendadak beku.

Di akun gosip terbesar dengan dua belas juta followers, terpampang sebuah foto.

Foto itu agak buram, diambil dari jauh pakai drone di tengah gelap malam, tapi sosok di dalamnya jelas banget.

Seorang pria bertelanjang dada dengan punggung bidang, dan seorang wanita rambut panjang tergerai terlelap di ranjang yang sama. Di penthouse yang semua orang tahu milik Vion. Wanita itu merem di atas dada bidang sang pria, cuma berselimut kain putih tipis. Di jari manisnya, cincin berlian biru lima karat berkilau tajam.

Captionnya ditulis huruf kapital:

[BREAKING] CEO TERKAYA VION & ISTRI KONTRAKNYA SUDAH TIDUR BARENG? FOTO RANJANG PENTHOUSE BOCOR! APAKAH PERNIKAHAN KONTRAK INI SUDAH JADI CINTA BENERAN? GIMANA TANGGAPAN MANTAN SUAMI YANG KEMARIN NINGGALIN DI ALTAR?

Kolom komentar sudah tembus empat puluh ribu dalam dua jam.

@bunda_nyinyir: Ya ampun, Alesha menang banyak! Dari dibuang di altar langsung bobo di dada Vion!

@clarissalovers: Pasti settingan! Alesha kan kegatelan!

@saham_hunter: Saham Vion Group bakal melonjak nih, CEO akhirnya punya ratu.

Jari Alesha gemetar hebat. Foto itu diambil semalam. Tepat saat Vion bawa dia ke ranjang dan hampir cium dia. Drone pemburu berita yang mereka cemaskan semalam ternyata beneran berhasil bidik momen itu.

"VION! VION, BANGUN!"

Alesha mengguncang-guncang tubuh Vion yang masih terlelap di sisi kirinya. Pria itu tidur tengkurap, punggung bidang dengan beberapa bekas luka tipis terekspos jelas, cuma pakai celana tidur hitam. Rambutnya berantakan bikin wajahnya yang biasanya kejam kini terlihat tenang dan tampan.

Vion buka sebelah mata dengan malas. Suaranya serak khas bangun tidur.

"Hmm? Ada apa, Ratuku? Masih terlalu pagi..."

"Foto! Foto kita bocor! Lihat ini!"

Alesha menyodorkan layar ponsel tepat di depan wajah Vion dengan panik.

Vion ambil ponsel itu, mengamati foto buram tersebut selama tiga detik tanpa ekspresi. Alesha kira pria itu bakal ngamuk, panik, atau nyuruh sekretaris hapus unggahan itu pakai uang banyak.

Tapi reaksinya justru di luar dugaan.

Sudut bibir Vion terangkat, membentuk senyum sinis yang memancarkan kepuasan sekaligus rasa memiliki yang absolut.

"Bagus," ucap Vion santai.

"Bagus? Kamu bilang bagus?! Ini foto ranjang kita, Vion! Semua orang lihat aku tidur di dada kamu! Gimana reputasi aku?!"

"Reputasimu adalah reputasiku," jawab Vion tanpa beban. Ia justru tarik pergelangan tangan Alesha sampai wanita itu jatuh menubruk dadanya. Posisi mereka kini kembali mirip foto yang bocor di internet. Alesha di atas dada Vion, dengan selimut putih yang nutup setengah tubuh mereka.

Alesha membelalak, wajahnya merah padam.

"Vion! Apa yang kamu lakuin! Lepas!"

"Diam. Biarin mereka lihat," bisik Vion. Tatapannya lurus ke arah jendela kaca tempat drone sembunyi semalam, seolah ia sadar di luar sana masih ada mata lain yang merekam. "Biar Rian lihat. Biar Clarissa lihat. Biar seluruh negeri tahu kamu sudah sepenuhnya jadi milikku. Bahkan untuk sekadar sentuh kamu pun, mereka tidak punya hak."

Vion meraih ponselnya sendiri di nakas pakai satu tangan, sementara tangan lain dekap pinggang Alesha erat biar tidak kabur.

Ia tekan panggilan cepat ke sekretaris pribadinya.

"Hendra. Foto yang bocor di akun gosip itu... hapus yang kualitasnya jelek. Ganti dengan foto yang jauh lebih jelas."

Alesha terkesiap. "VION! KAMU SUDAH GILA?!"

"Belum," balas Vion singkat ke Alesha, sebelum balik ngomong ke telepon. "Suruh tim fotografer profesional naik ke ruangan saya sekarang. Saya mau sesi foto resmi. Saya dan istri saya di atas ranjang, pakai selimut putih yang sama. Sebar ke seluruh media. Kasih judul: Malam Pertama Nyonya Vion."

Klik. Sambungan dimatikan sepihak.

Alesha menatap Vion dengan mulut ternganga, tidak percaya dengan perintah yang baru ia dengar.

"Kamu... kamu beneran mau sebar foto yang lebih jelas? Kamu sudah hilang akal?!"

Vion menatap Alesha dengan sorot mata begitu dalam dan gelap. Ia meraih tangan Alesha yang pakai cincin berlian biru, lalu kecup lembut punggung tangan wanita itu cukup lama.

"Kewarasan ku hilang sejak hari di mana aku lihat kamu nangis di atas altar nikahmu sama Rian, Alesha. Sejak itu, aku tidak lagi waras kalau sudah menyangkut kamu."

Deg.

Jantung Alesha seolah berhenti sesaat.

Kalimat itu kejujuran paling mutlak yang pernah diucap Vion. Bukan dari bibir seorang CEO berdarah dingin, tapi dari seorang pria yang mencintai wanitanya.

Sementara itu, jauh di belahan kota yang berbeda, di dalam kontrakan petak sempit di kawasan Tanjung Priok yang bau got, Rian kebangun karena dering ponsel murahan yang ia beli dari uang hasil ngojek semalam.

Teman seprofesinya ngirim tautan Instagram dari akun gosip itu.

"Rian! Cepat buka ini! Mantan istri lo!"

Rian klik tautan itu.

Foto itu. Foto Alesha yang terlelap di dada Vion.

Tangan Rian yang pegang ponsel gemetar hebat. Matanya merah pekat, rahang mengeras nahan amarah. Rasa cemburu, benci, dan sesal bergemuruh di dadanya.

"ALESHA...!" jerit Rian histeris di dalam kamar petak sempit itu.

Ia banting ponsel murahan itu ke lantai semen sampai hancur berkeping. Ia hantam dinding kontrakan dengan tinju sampai buku jarinya berdarah.

Wanita yang dulu ia buang di altar karena dianggap miskin dan tidak berguna kini terlelap di dada pria terkaya di negeri ini, pakai cincin berlian lima karat di penthouse lantai sembilan puluh sembilan.

Sementara dirinya, Rian, harus tidur di lantai kontrakan beralas tikar ditemani tikus got.

Di atas penthouse, Vion masih mendekap Alesha di atas tempat tidur, menanti kedatangan tim fotografer profesional.

"Kita mulai, Ratuku?" bisik Vion tepat di telinga Alesha diiringi senyum posesif.

Alesha menelan ludah kelat. Wajahnya merah padam. Ia tahu persis, begitu foto baru yang lebih jelas itu disebar ke publik, tidak akan ada lagi jalan untuk kembali.

Ia kini resmi jadi Nyonya Vion seutuhnya.

Di hadapan seluruh negeri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!