NovelToon NovelToon
Di Cerai Suami, Di Nikahi Tuan Muda

Di Cerai Suami, Di Nikahi Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:183.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Dilara di cerai oleh Kevin karena wanita yang di cintai Kevin kembali.

Setelahnya Dilara melamar menjadi seorang baby sitter, dan di terima pada salah satu keluarga kaya. Dilara memang seorang sarjana, namun dia butuh pergi cepat dari rumah Kevin dan juga butuh tempat tinggal baru. intinya dia ingin lepas dari Kevin dan memulai hidup barunya.

namun, ternyata di rumah itu ada seorang tuan muda bernama Elian yang selalu membuat Dilara kesal dengan sikap dinginnya. lalu apakah pada akhirnya mereka akan saling suka? apa keluarganya akan setuju dengan hubungan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilara 5

Keheningan yang ditinggalkan Asha mendadak terasa jauh lebih mencekik dari benturan pintu tadi. Kevin melangkah masuk ke dalam kamar, langkah kakinya seberat timah.

Di depan lemari, Dilara tetap bergeming. Jemarinya yang cekatan terus melipat gamis dan pakaian sederhananya, menumpuknya dengan sangat rapi ke dalam koper besar yang terbuka di atas ranjang. Tidak ada gerakan ragu, tidak ada napas yang tertahan.

"Dilara..." Panggil Kevin dengan suara parau sambil mendekat ke arah Dilara dengan berbagai perasaan yang berkecamuk di dalam dadanya.

"Iya, Mas? Sebaiknya kamu temani dulu Asha... Nanti dia marah kamu tinggalkan sendiri di dapur..." jawab Dilara menoleh dengan sorot mata dingin, jantung Kevin terasa di remas saat melihat tak ada lagi tatapan penuh cinta di kedua mata istrinya.

"Asha sudah pulang... Maaf aku tadi..."

"Tidak apa-apa, Mas. Toh sebentar lagi Asha akan menjadi istrimu. Dan kalian sudah mulai terbiasa bersama di dapur. Dengan begitu, rumah tangga kalian nantinya akan hangat dan penuh cinta tak akan terasa dingin dan hambar. Ternyata seperti itu melihat pernikahan penuh cinta. Akan selalu ada tawa dan kebahagiaan..." jawab Asha sambil tersenyum.

DEGH

"Maaf... Aku tak bermaksud..."

"Jangan minta maaf terus, Mas. Kamu tidak salah kok. Namanya perasaan kan memang tidak bisa di paksakan. Maaf Mas, apa ada yang mau di bicarakan lagi? Saya mau membereskan sisa pakaian dan barang-barang saya di rumah ini. Saya juga minta izin untuk sebagian barang akan saya berikan kepada orang yang membutuhkan. Dari pada nanti kamu dan Asha buang... Barang-barang yang ada hubungannya dengan saya. Kalau di berikan kepada yang membutuhkan akan jauh lebih bermanfaat..."

"Dilara, tolong dengarkan aku sebentar," suara Kevin memecah udara, gemetar dan dipenuhi keputusasaan. Ia mendekat, mencoba meraih pergelangan tangan Dilara.

"Sumpah demi Tuhan, aku tidak pernah menyuruh Asha datang. Dia menemuiku di kantor dan mengikutiku sampai ke sini. Aku sudah menolaknya, Dilara!"

Dilara menghentikan gerak tangannya yang sedang memegang sebuah gamis. Ia melirik pergelangan tangannya yang berada dalam genggaman Kevin, lalu pelan-pelan menepisnya, bukan dengan sentakan emosi, melainkan sebuah dorongan halus yang begitu asing bagi Kevin. Padahal berbeda dengan hati Kevin, dari semalam, pelukan pertamanya untuk Delara membuat hatinya berdesir, perasaan asing yang dia rasakan.

"Lalu?" tanya Dilara pendek. Suaranya sedatar garis lurus.

"Aku cuma mau kamu tahu kalau aku tidak mengkhianatimu di dapur tadi! Aku masih menghormatimu sebagai istriku sampai ketukan palu pengadilan nanti!" Kevin menaikkan intonasinya, setengah frustrasi karena respons Dilara yang terlalu tenang.

Dilara terkekeh pelan. Sebuah tawa tanpa nada, yang sanggup membuat bulu kuduk Kevin berdiri.

"Menghormatiku sebagai istri?" Dilara berbalik badan sepenuhnya, menatap lurus ke dalam manik mata Kevin.

"Mas, di mana rasa hormat itu saat kamu membiarkan mantan pacarmu mengirimkan foto-foto mesra kalian selama dua minggu terakhir ke ponselku? Di mana rasa hormat itu saat kamu datang padaku tadi malam, lalu meminta bercerai seolah pernikahan kita ini cuma urusan administrasi kantor yang bisa kamu batalkan kapan saja?"

"Aku... aku bingung saat itu, Ra! Asha datang dengan fakta kalau dia sakit keras di luar negeri, dan aku..."

"Dan kamu merasa bersalah? Kamu terharu?" potong Dilara tajam, melangkah satu tapak lebih dekat.

"Lalu bagaimana denganku? Satu tahun, Mas. Satu tahun aku berdiri di rumah ini, memasakkan makanan kesukaanmu, menyiapkan kemejamu, menunggu giliran untuk dicintai. Tapi kamu cuma memberi dingin. Begitu Asha melambaikan tangan, kamu langsung berlutut meminta maaf pada masa lalumu dan mengorbankan masa depanmu denganku."

"Aku tidak bermaksud mengorbankanmu!" teriak Kevin, matanya memerah. "Aku menawarkan rumah ini untukmu! Aku menawarkan pesangon yang lebih dari cukup agar kamu tidak perlu kesusahan! Tapi kamu menolaknya dan memilih pergi seolah aku ini monster, Dilara!"

"Karena aku tidak bisa dibeli dengan uangmu!"

Suara Dilara akhirnya naik satu oktav. Mata yang tadinya berkaca-kaca kini memancarkan keberanian yang membakar. Kevin terkejut, melangkah mundur setengah tapak. Sepanjang satu tahun menikah, ia tidak pernah mendengar Dilara meninggikan suara.

"Uangmu tidak bisa membayar rasa sakit hati saat aku sadar aku cuma tameng formalitas keluarga buat kamu, Mas!" sambung Dilara dengan napas terengah.

"Aku tidak butuh rumah mewah yang tiap sudutnya bikin aku ingat betapa kasihannya aku di mata kamu. Ambil rumah ini. Berikan pada Asha. Masaklah bersamanya tiap malam sampai kamu puas!"

Kevin membisu. Tenggorokannya terasa tersumbat batu besar. Ia berniat maju untuk merengkuh bahu Dilara, namun pintu kamar yang tiba-tiba diketuk keras menghentikan niatnya.

Cklek.

Di ambang pintu, Asha berdiri dengan napas terengah-engah dan wajah memerah. Ia ternyata belum benar-benar pergi;, taksi yang dipesankan Kevin belum datang, dan ia memutuskan kembali masuk untuk mengambil tas kosmetiknya yang tertinggal di area dapur. Namun mendengar pertengkaran hebat di kamar utama, kakinya melangkah kemari.

"Kev, kamu tidak perlu merendahkan dirimu sendiri demi wanita yang bahkan tidak menghargai tawaran rumah mewahmu!" seru Asha provokatif, melangkah masuk tanpa rasa canggung.

Kevin menoleh kaget, amarahnya membumbung tinggi. "Asha! Aku bilang tunggu di luar atau pulang! Kenapa kamu malah masuk ke kamar pribadi kami?!"

"Kenapa? Aku cuma mau meluruskan!" Asha menunjuk Dilara dengan telunjuk bermani-kur merah menyala.

"Kamu dengar sendiri kan, Kev? Dia tidak butuh kamu! Dia tidak butuh uangmu! Jangan merasa bersalah lagi pada wanita melarat yang sengaja berakting jadi korban ini!"

"Asha! Tolong kamu keluar... Biarkan aku bicara dengan Dilara...!" pinta Kevin dengan suara lembut dan memohon.

"Kenapa aku harus keluar, Kev?!" Asha memotong dengan suara melengking, menyilangkan tangan di dada seraya menatap Dilara sinis.

"Wanita ini sudah jelas menolak rumah ini, menolak semua kebaikan yang kamu tawarkan sebagai kompensasi atas semua yang dia lakukan selama satu tahun ini merawat kamu! Untuk apa kamu memohon-mohon padanya? Biarkan saja dia pergi membawa koper-koper kumalnya itu!"

"Cukup, Asha!" bentak Kevin. Suaranya bergema memenuhi ruangan, matanya menyalang penuh amarah.

"Keluar sekarang atau aku sendiri yang akan menyeretmu keluar dari rumah ini!"

Asha terperanjat. Ia menyentakkan kakinya ke lantai, melempar tatapan benci ke arah Dilara sebelum akhirnya berbalik dan melangkah lebar meninggalkan kamar, membiarkan bunyi heels-nya mengetuk lantai dengan keras hingga menghilang di ujung lorong.

Keheningan kembali menyergap. Kevin membasahi bibirnya yang kering, berbalik menatap Dilara yang masih berdiri mematung di samping ranjang. Penyesalan merayapi relung hatinya. Perasaan asing yang berkecamuk sejak pelukan pertamanya pada Dilara semalam kini makin mencekik. Ia sadar, ikatan yang selama ini ia abaikan justru baru terasa menghimpit saat akan terputus. Namun, pengakuan dan kejujuran Asha meningalkannya tanpa kabar karena penyakitnya membuat dia akhirnya kembali memaafkan dan ingin memulai hidup bersama Asha. Dan jelas yang harus dia korbankan adalah Dilara.

Seorang wanita yang juga terpaksa masuk ke dalam kehidupannya tanpa dia mau. Namun selama satu tahun ini, Dilara adalah wanita dan istri yang tek memiliki kekurangan apapun di matanya. Hanya saja, hatinya... Hati Kevin masih tersesat di masa lalu. Keputusan cepat dengan mengajukan perceraiannya adalah memang desakan dari Asha dan juga kedua orang tuanya.

"Dilara... tolong," lirih Kevin, mencoba melangkah mendekat. Suaranya serak. "

"Aku akui aku salah. Aku buta oleh rasa bersalah pada Asha hingga tak sadar betapa dalamnya luka yang kubuat untukmu. Dan betapa egoisnya keputusanku ini, tapi demi Tuhan aku tak ingin menyakiti kamu lebih jauh lagi, Ra. Maafkan aku... Kamu adalah wanita sempurna dan juga istri yang baik, kamu pantas mendapatkan kebahagiaan di luar sana... Maafkan aku sekali lagi, sudah memberikan luka selama pernikahan kita..."

1
nely_48
sungguh menegangkan baca nya ge ahhh
nely_48
msh kecolongan kneh,,, orgil bebas dr penjara sungguh berbahaya s melly
nely_48
shaka sll yg terasbun 😂😂
nely_48
jangan ² pake Szuitsal baby Cologne
nely_48
robot Wijaya cnah shaka mh ngasih nama buat adik nya 😆😆😆
nely_48
borong semua az dilara
Lia Rahmawati
Alhamdulillah selamat dilara,udah tegang banget😔
Iffanaya 😽
lanjut Thor, bikin deg²an wey pls tu Rani langsung dobrak pintu nya gk usah manggil petugas keamanan kelamaan wey
Rohmi Yatun
haduuhh bikin deg2an aja ni... lanjut thor
nely_48
Selamat ya dilara,, atas kehamilan mya
nely_48
bucin² d rmh,, ai d luaran mh dilara ga ada pengawalan
Ambu Rinddiany Thea
dilara ambu pilihin atu aja baju busui nya 🤭
nely_48: mau nyusuin elian ath 🤭
total 1 replies
Nur Bani
pak andrian itu..twrnyata bpknya eelan..di kira asistenye
Ambu Rinddiany Thea
dilara boleh gantian ga sejenak posisinya sm Ambu gt .. 🤭😩
Ambu Rinddiany Thea: sujud sukur ambu mah lmn s abah ampe ka langsing 🤣🤣🤣
total 2 replies
Lim Kursini
dunia halu emang mudah hamil kembar aku jadi iri pingin punya bayi kembar
Yam_zhie: aku juga pengen punya anak kembar. tapi inget ada bocah di rumah yang bikin emosi tiap hari. othor mengurungkan niat punya anak lagi dan tutup pabrik 🤣
total 1 replies
nely_48
ko bisa d Terima jd asisten sekretaris sih org tdk ber adab n nol etitude kya s mely
nely_48
elian kata nya kau cinta mati pd istri mu,, Knp istri tercinta mu ga ada pengawalan ketat n pengawal bayangan yg melindungi nya saat istri mu sedang tdk bersama mu ❓
mana bukti keposesifan cinta mu elian, mana ❓❓ lihat istri mu d serang, d hina staf bawahan mu loh
gemes pd elian ih😤😤
nely_48
itu peringatan buat mu ya elian n dilara,, sesuaikan standar penampilan org kaya itu hrs elegan n berkelas,,, jgn bilang sederhana. big no ya,,, semurah² nya standar gamis org kaya pst kelihatan elegan mahal biarpun tdk glamor
nely_48
gagal ngadon kn elian,, gmn mau jd baby triplets ath dilara
Ambu Rinddiany Thea
aslina hyg nyered awakna make kuda talian hela beheng na 🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Good/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!