Sinopsis: Mati konyol akibat tersedak tutup pulpen saat mencoba pamer trik sulap di depan kucingnya, Raditya dilempar oleh Dewa Administrasi yang burnout ke Aethelgard—dunia fantasi purba yang super kejam dan mematikan.
Bukannya dibekali pedang suci atau sihir penghancur masal, Raditya hanya diberi sebuah Sistem Survival yang hobi menghujat, bermulut sarkas, dan gemar memberikan hadiah absurd seperti panci aluminium. Tanpa kemampuan bertarung, Raditya terpaksa mengandalkan logika Bumi yang pas-pasan, keberuntungan yang aneh, dan adu bacot dengan sistemnya sendiri demi tidak mati untuk kedua kalinya di dasar rantai makanan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10: Reruntuhan Menara Aethel dan Fasilitas Mandi yang Mewah
Satu kilometer terakhir terasa seperti jalan santai di atas bara api. Efek instan dari "Soto Aether" milik Raditya sudah lama menguap, meninggalkan otot-otot paha dan betisnya yang protes keras karena dipaksa olahraga ekstrem. Ditambah lagi, lapisan kotoran Ogre yang mengering di kaus oblongnya kini mulai mengeras, membuatnya merasa seolah-olah sedang mengenakan zirah lempeng berbahan limbah organik.
Namun, semua penderitaan itu terbayar saat Raditya akhirnya melewati pembatas batu terakhir.
Di hadapannya, berdiri dengan megah sekaligus mengenaskan: Pos Pengawas Menara Aethel.
Menara itu terbuat dari susunan balok batu hitam legam yang dipahat dengan rapi, menjulang sekitar tiga puluh meter ke langit. Sayangnya, separuh dari bagian atas menara tersebut sudah hancur runtuh—mungkin akibat hantaman sihir purba atau serangan monster raksasa di masa lalu. Akar-akar pohon ungu menjalar liar menembus celah-celah dinding batu, memberikan kesan mistis sekaligus terbengkalai. Di sekeliling menara, terdapat sisa-sisa benteng pelindung yang sudah roboh rata dengan tanah.
Ding!
[Misi Utama: Menuju Tempat Perlindungan Pertama — SELESAI!]
Evaluasi: Anda berhasil mencapai tujuan tepat sebelum matahari tenggelam tanpa kehilangan satu pun anggota tubuh. Prestasi yang luar biasa untuk ukuran manusia selemah Anda.
Hadiah Dikirim ke Inventaris:
+200 Poin Survival (Saldo Saat Ini: 380 Poin).
1x Sabun Mandi Anti-Sihir 'Bumi Murni'.
Kategori [Pakaian Pelindung Pemula] kini terbuka di Toko Sistem.
"YES! SABUN! AKHIRNYA!" Raditya berteriak histeris hingga suaranya bergema di antara reruntuhan batu kosong.
Tanpa membuang waktu satu detik pun, Raditya langsung masuk menerobos gerbang kayu menara yang sudah lapuk dan engselnya lepas. Bagian dalam lantai dasar menara itu ternyata cukup luas dan untungnya bersih dari monster. Di tengah ruangan, terdapat sebuah kolam batu melingkar yang dialiri oleh air jernih dari pipa tembaga kuno yang menembus dinding batu. Air itu bersumber dari mata air pegunungan yang tercatat di dalam Jurnal Kapten Alden.
Raditya mendekati kolam itu, lalu menggunakan fungsi analisis Sistem v2.0 untuk memastikan keamanan airnya.
Ding!
[Analisis Air Kolam]:
Kandungan: H2O murni (99.8%), Partikel Aether Terfilter (0.2%).
Tingkat Bahaya: 0% (Sangat Aman).
Catatan Sistem: Air ini aman digunakan untuk mandi, mencuci baju, atau tempat merendam tubuh Anda yang sudah menyerupai bangkai berjalan itu.
"Sistem, keluarkan Sabun Mandi Anti-Sihir hadiahku!"
Plop!
Sebongkah sabun batangan berwarna hijau muda dengan aroma maskulin yang sangat kuat—gabungan antara wangi daun mint dan kayu pinus Bumi—jatuh langsung ke genggaman tangannya. Sabun ini tidak memiliki merek, tetapi aromanya langsung membuat hidung Raditya yang sudah tersiksa seharian merasa berada di surga.
Raditya langsung menanggalkan seluruh pakaiannya yang sudah tidak berbentuk itu. Kaus oblong hitamnya yang robek-robek dan penuh noda hijau dia lemparkan ke sudut lantai dengan ekspresi jijik yang mendalam. Tersisa celana jinsnya yang untungnya masih agak tebal meski berbau tidak sedap.
Dengan lincah, dia melompat masuk ke dalam kolam batu tersebut.
"BYUUUR!"
"Waaaaah! Dingin tapi segaaaar!" Raditya berseru bahagia, menggosok sekujur tubuhnya menggunakan sabun batangan tersebut dengan brutal.
Keajaiban dari Sabun Anti-Sihir pemberian sistem langsung terlihat. Begitu busa sabun yang melimpah bersentuhan dengan kulitnya, seluruh noda kotoran Ogre, lendir tanaman neon, dan sisa bau busuk yang mengkristal langsung luntur seketika tanpa sisa. Kulit Raditya yang tadinya kusam kembali bersih, bahkan luka lecet di dadanya akibat memeluk pohon raksasa kemarin mendadak menutup dan sembuh dengan cepat.
Ding!
[Pemberitahuan Kondisi Fisik]:
Efek Sabun Aktif: Membersihkan 100% debu sihir negatif, memulihkan luka luar minor, dan memberikan buff [Aroma Pria Bumi] selama 24 jam ke depan (Daya pikat terhadap manusia naik 5%, daya pikat terhadap monster pemakan bangkai turun 80%).
Setelah puas berendam dan mencuci celana jinsnya hingga bersih, Raditya keluar dari kolam dengan hanya mengenakan celana jins yang masih basah kuyup. Dia menggigil kedinginan karena malam di Aethelgard kembali jatuh, membawa embusan angin gunung yang menusuk tulang.
"Sistem, buka Toko! Kategori Pakaian Pelindung Pemula! Aku butuh baju ganti, kalau tidak aku bisa mati konyol karena hipotermia di bab ini!"
Ding!
[Membuka Toko Survival v2.0 - Kategori Pakaian Pelindung]:
Kemeja Flanel Penjelajah Amatir – Harga: 50 Poin (Deskripsi: Hangat, tebal, memberikan kesan seperti penebang pohon profesional dari Kanada).
Jaket Hoodie Taktis 'Anti-Angin Aether' – Harga: 120 Poin (Deskripsi: Memiliki tudung kepala yang tebal, tahan air, dan kantong tersembunyi untuk menyimpan proyektil ketapel).
Celana Kargo Survival Serbaguna – Harga: 100 Poin (Deskripsi: Dilengkapi dengan 12 kantong fungsional. Sangat cocok untuk menimbun cabai, jamur, dan batu peluru).
"Beli Kemeja Flanel dan Celana Kargo! Total seratus lima puluh poin!" seru Raditya tanpa ragu. Saldo 380 poinnya masih menyisakan sisa yang cukup banyak.
Ding!
[Transaksi Berhasil! Sisa Saldo: 230 Poin]
Pakaian langsung dikenakan ke tubuh Anda secara otomatis (Fitur kenyamanan instan).
Sebuah kilatan cahaya biru menyelimuti tubuh Raditya. Detik berikutnya, dia sudah mengenakan kemeja flanel bermotif kotak-kotak merah-hitam yang sangat tebal dan hangat, dipadukan dengan celana kargo berwarna hijau tua militer yang memiliki banyak kantong di bagian sampingnya. Sepatu kets murahnya yang sudah rusak juga otomatis digantikan oleh sepasang sepatu bot kulit berburu yang kokoh.
Raditya bercermin di permukaan air kolam yang jernih. Dia menepuk dadanya dengan bangga. "Nah, begini dong! Sekarang penampilanku sudah mirip karakter utama game survival kelas atas, bukan lagi gembel isekai tersedak pulpen."
Setelah urusan pakaian selesai, Raditya berjalan menuju ke sudut ruangan di mana terdapat sebuah pintu besi tebal yang terkunci rapat. Di tengah pintu tersebut, terdapat sebuah lubang kunci berbentuk melingkar dengan ukiran simbol geometris kuno yang rumit.
Raditya meraba kantong celana kargo barunya, mengeluarkan sebuah objek yang dia dapatkan dari hadiah Ratu Ogre di goa sebelumnya: Kunci Perak Kuno Menara Aethel.
Dia mencocokkan bentuk kunci tersebut dengan lubang di pintu besi. Pas sekali.
"Oke, Sistem. Mari kita lihat apa yang disembunyikan oleh peradaban kuno dunia ini di balik pintu ini," bisik Raditya, menyisipkan kunci perak itu ke dalam lubang, lalu memutarnya perlahan.
KLIK... KREEEEEEK...
Suara mesin roda gigi kuno yang berkarat mulai berputar di dalam dinding batu. Pintu besi tebal itu perlahan-lahan bergeser terbuka ke samping, mengeluarkan kepulan debu tipis yang sudah tertahan selama ratusan tahun. Dari balik kegelapan ruangan raksasa di dalam pintu tersebut, sepasang lampu obor sihir otomatis menyala satu per satu, menerangi isi ruangan raksasa tersebut.
Raditya melangkah masuk dengan ketapalnya yang sudah siap siaga di tangan kanan. Namun, begitu matanya melihat apa yang ada di tengah ruangan tersembunyi itu, mulutnya langsung terbuka lebar, matanya melotot tidak percaya.
Di tengah ruangan tersebut, tidak ada peti harta karun penuh emas atau tumpukan senjata magis. Yang ada hanyalah sebuah meja marmer besar, dan di atas meja tersebut terdapat sebuah mesin mekanik kuno berbahan tembaga yang bentuknya... sangat familiar di mata seorang manusia modern.
Bentuknya kotak, memiliki tuas pemutar di sampingnya, sebuah mangkuk besi di bagian bawah, dan sebuah corong besar di atasnya.
Ding!
[Deteksi Penemuan Artefak Kuno Legendaris]:
Nama Objek: Mesin Giling Kopi Mekanik Generasi Pertama Kerajaan Aethelgard.
Catatan Sistem: Tampaknya penjelajah masa lalu yang membangun menara ini juga merupakan seorang pecandu kafein akut dari Bumi yang terdampar ratusan tahun sebelum Anda.
Misi Sampingan Terbuka: [Mencari Biji Kopi Aether].
Raditya melongo menetap mesin giling kopi itu, lalu menepuk jidatnya sendiri dengan frustrasi. "Dunia ini bener-bener gak ada serius-seriusnya! Di atas ada monster babi-serigala sama ogre pemakan manusia, di bawah jurang ada kadal mercon, tapi di dalam menara rahasia purba... malah ada mesin giling kopi?!"