Shen Dazhi, seorang pengembara yang berhasil mengumpulkan 10 pusaka legendaris yang diturunkan oleh Dewa. Bukan hanya itu, dirinya juga berhasil mengalahkan pemimpin sekte aliran hitam terbesar dan menjadi salah satu orang terkuat di dunia.
Namun rasanya semua itu tidak sepadan karena banyak sekali rekan-rekan serta orang tersayangnya yang mati dimasa lalu karena ulah sekte hitam tersebut.
Sampai akhirnya, dirinya diberikan kesempatan kedua oleh Dewa untuk kembali ke masa lalu dan menyelamatkan orang-orang berharganya.
Inilah cerita sang Pengembara dari masa depan yang kembali ke masa lalu untuk menulis ulang takdirnya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dazhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 : 10 Ranah Kultivasi
"Satu, dua, tiga..."
Di beranda halaman depan rumah mereka, terlihat seorang anak kecil yang sedang melakukan push up. Meskipun matahari bersinar terik, itu tidak membuat sang anak menghentikan kegiatannya. Sebaliknya, matahari malah membakar semangatnya hingga berkobar.
"Kak Zhi... Sedang apa sih? Apa kakak tidak mu main bersamaku?"
Yunhe yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Dazhi merasa bosan sendiri. Kakaknya itu hanya melakukan latihan fisik yang membosankan dan tidak mau bermain dengannya.
"Nanti aku akan main denganmu, Yunyun." Balas Dazhi.
Yunhe memutar bola matanya malas. Beberapa menit lalu kakaknya juga bilang begitu, tapi ketika ditanya kapan akan bermain? Dia selalu bilang nanti dan nanti. Jadi, nantinya itu kapan?
Akhirnya Yunhe menyerah. Ia masuk kedalam rumah karena yakin kalau Dazhi tak mau bermain bersamanya. Disisi lain, Dazhi tidak peduli dengan adiknya itu, ia sedang fokus melatih fisiknya terlebih dahulu.
Jika ingin mengalahkan beruang, setidaknya Dazhi harus mencapai ranah Kultivasi ke-2. Sebenarnya beruang bisa saja dikalahkan oleh pria degan ranah Kultivasi ke-1, tapi itu untuk orang dewasa. Dazhi sekarang masih terlalu kecil, kekuatannya akan kalah dengan beruang meskipun sudah mencapai ranah Kultivasi ke-1.
Andaikan kekuatan Dazhi dari kehidupannya dahulu bisa dibawa. Jangankan seekor beruang, siluman yang sudah mencapai umur 1000 tahun pun bisa dengan mudah ia basmi.
Namun dirinya tak bisa melakukan itu, ia harus merelakan kekuatan yang sebelumnya sudah mencapai ranah Kultivasi ke-10 dan merintis dari awal.
Dazhi sudah membulatkan tekadnya. Dalam lima bulan ini, dirinya harus sudah mencapai ranah Kultivasi ke-2. Walau idealnya untuk mencapai ranah Kultivasi ke-2 itu membutuhkan waktu minimal 3 tahun. Tapi dia mempunyai cara untuk mengakali hal itu.
"Huft... push up 50 kali selesai." Dazhi berbaring di rerumputan dengan nafas terengah-engah.
Baru push up tetapi tubuh kecilnya sudah kelelahan. Ini cukup wajar karena tubuhnya masih kanak-kanak dan tidak terbiasa melakukan hal berat.
Dazhi menatap kearah langit biru diatasnya. Dahulu dirinya mencapai ranah Kultivasi ke-2 pada umur 14 tahun. Sekarang dirinya akan mencapainya diumur 9 tahun. Dia jadi berpikir, kira-kira bisa tidak yah mencapai ranah Kultivasi ke-10 dibawah umur 50 tahun?
Di dunia ini terdapat 10 ranah Kultivasi. Masing-masing ranah kultivasi menunjukkan seberapa berkembangnya seorang Kultivator.
Ranah Kultivasi ke-1: Penempaan Tubuh
Ranah Penempaan Tubuh merupakan gerbang awal bagi setiap kultivator. Pada ranah ini, seorang kultivator harus memperkuat tubuhnya agar bisa membuka dantian dan siap menerima Qi.
Ranah Kultivasi Ke-2: Pembukaan Dantian
Pada Ranah ini, tubuh seorang kultivator harus cukup kuat untuk bisa membuka minimal 3 Dantian. Pada ranah ini, seorang kultivator bisa menyerap dan menggunakan Qi walau jumlahnya sedikit.
Ranah Kultivasi ke-3: Pengumpulan Qi
Kultivator harus mempunyai minimal 25 titik Dantian ditubuhnya. Lalu, pada ranah ini berfokus pada pengumupulan Qi didalam Dantian.
Ranah Kultivasi ke-4: Pemadatan Qi
Kultivator bisa memadatkan Qi didalam tubuhnya dan mengalirkannya menjadi kekuatan elemen kepada senjatanya agar lebih mematikan. Ia juga bisa menggunakan beberapa teknik tingkat menengah.
Ranah Kultivasi ke-5: Sang Pendekar Sejati
Kultivator bisa menggunakan teknik tingkat menengah keatas yang dipadukan dengan aliran Qi. Ia juga mendapat julukan 'Pendekar Sejati' karena kekuatannya setidaknya menyamai 10 pendekar dari ranah Kultivasi ke-4.
Ranah Kultivasi ke-6: Grandmaster
Pada ranah ini, kekuatan spiritual meningkat pesat sehingga kultivator dapat melindungi tubuh menggunakan Qi, melayang dalam waktu singkat, dan mempertahankan teknik kuat lebih lama.
Ranah Kultivasi ke-7: Raja Agung
Dantian mengalami evolusi pada ranah ini sehingga kapasitasnya meningkat berkali-kali lipat. Cadangan Qi lumayan melimpah sehingga bisa menerapkan teknik tingkat atas.
Ranah Kultivasi ke-8: Kaisar Agung
Qi, Dantian, dan jiwa hampir benar-benar sempurna. Tubuh menjadi jauh lebih kuat dan mampu pulih dari luka ringan dengan bantuan Qi. Cadangan Qi didalam tubuh juga sangat melimpah sehingga mampu menerapkan teknik tingkat atas tanpa takut kekurangan Qi.
Ranah Kultivasi ke-9: Kultivator Agung
Dantian mencapai bentuk yang sempurna. Qi mengalir tanpa henti di dalam tubuh sehingga kultivator dapat bertarung dengan teknik tingkat tinggi dalam waktu yang sangat lama tanpa kehilangan banyak energi.
Ranah Kultivasi ke-10: Yang Mulia Agung
Ranah ini adalah puncak dari kekuatan manusia, konon katanya hanya ada satu orang dalam 1000 tahun yang bisa mencapainya. Tubuh, Jiwa, Dantian, dan Qi telah mencapai kesempurnaan. Setiap teknik yang dikeluarkan adalah teknik tingkat tinggi keatas. Orang yang mencapai ranah ini juga telah diakui dewa secara langsung.
Dazhi tersenyum tipis, "Hm... Dulu aku sudah menjadi orang terkuat di dunia. Maka sekarang, aku juga bisa melakukannya lagi. Apalagi diriku mempunyai informasi berharga mengenai dunia per-kultivasian."
Benar apa kata Dazhi. Dirinya mengetahui seluk beluk Dantian, Qi, tenaga dalam, dan berbagai macam hal mengenai Kultivasi. Bahkan beberapa informasi ini bisa membuatnya naik ranah lebih cepat dari orang biasa.
"Nah, selanjutnya aku harus sit up 50 kali!!" Dazhi segera melakukan sit up setelah dirasa nafasnya sudah tidak tersengal-sengal lagi.
Ketika dirinya sedang melatih tubuhnya. Didalam rumah, Xiao Xinyue menatap dari jendela sembari geleng-geleng kepala dengan tangan mengaduk adonan roti.
"Ibu, apa menurutmu kak Zhi bisa mengalahkan beruang?" Tanya Yunhe yang ikut membantu ibunya.
Yunhe sebenarnya mendengar semua percakapan mengenai Dazhi yang ingin pergi bersama pamannya. Ia ingin sekali mengomentari hal itu ketika diruang makan, tetapi atmosfer ruangan yang tegang membuatnya mengurungkan niatnya.
"Entahlah, palingan Minggu depan Zhizhi akan berhenti berlatih karena kecapekan." Balas Xiao Xinyue.
Xiao Xinyue tak percaya kalau anaknya bisa mengalahkan beruang. Ia menganggap kalau itu hanya ucapan anak kecil yang suatu saat pasti akan dilupakan dan tak akan menjadi nyata.
Andaikan dirinya tahu kalau yang berada di tubuh anaknya itu adalah seorang pria dewasa yang umurnya bahkan lebih tua darinya.