NovelToon NovelToon
Secon Chance

Secon Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Austrea

Bagaimana jadinya jika kamu mengakhiri sebuah hubungan tanpa sebab lalu meninggalkan kekasihmu begitu saja karena suatu alasan?

Begitu pula dengan Serena, ia meninggalkan kekasih nya begitu saja hanya karena suatu alasan yang kurang jelas. Hingga suatu saat ia melamar pekerjaan disebuah perusahaan ternama milik mantannya dan bahkan saat ini seorang president.

apakah yang akan terjadi pada kehidupan Serena selanjutnya?

guyss mampir yuk, istirahat sebentar dinovel aku❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Austrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

My Ex¹³

Dirga menatap Serena dengan sorot mata tajam. Ia melangkah mendekat, lalu merebut berkas dari tangan wanita itu tanpa peringatan.

Dalam sekejap, lembaran-lembaran laporan tersebut ia robek hingga berkeping-keping.

Sobekan kertas berjatuhan ke lantai. Sebagiannya bahkan beterbangan ke berbagai sudut ruangan ketika Dirga melemparkannya sembarangan.

"Hanya membuat laporan saja kau tidak becus. Bagaimana mungkin wanita bodoh sepertimu bisa menjadi sekretaris pribadiku?" sindirnya dingin.

Serena menundukkan kepala. Bahunya sedikit bergetar.

"M-maafkan saya, Tuan. S-saya akan membuat laporan yang lebih baik lagi."

"Tch." Dirga mendecih pelan.

"Aku tidak punya waktu untuk menunggumu belajar dari kesalahan yang sama. Sekarang keluar dari ruanganku, dan jangan tampakkan wajahmu di hadapanku lagi."

Wajah Serena semakin pucat.

"T-Tuan, saya mohon... jangan pecat saya."

Dirga menyeringai tipis.

"Kenapa?" tanyanya sinis.

"Kau takut tidak bisa melunasi hutang rumah sakit itu?"

Serena terdiam.

Jemarinya perlahan mengepal di sisi tubuh. Bibirnya bergetar seolah ingin mengatakan sesuatu, tetapi tak satu kata pun berhasil keluar.

Keheningan yang tercipta justru membuat senyum Dirga semakin lebar.

"Aku benar, rupanya."

Pria itu melangkah mendekat hingga hanya tersisa beberapa langkah di antara mereka.

"Berapa tagihannya sekarang? Ratusan juta?" tanyanya sambil menatap Serena dari atas ke bawah.

"Atau sudah cukup besar sampai membuatmu rela mempertahankan pekerjaan ini dengan cara memohon seperti itu?"

Dirga melirik ke arah Asisten Zayn dengan tatapan penuh arti. Pria itu segera memahami maksud atasannya.

"Tuan, seluruh biaya pengobatan ibunya sudah saya selesaikan. Tagihan rumah sakitnya juga telah lunas."

Serena membelalak. Kepalanya menoleh cepat ke arah Dirga.

Dirga menatapnya datar.

"Masih kurang?" tanyanya sinis.

Serena terdiam. Bibirnya bergerak, tetapi tak satu pun kata berhasil keluar.

"Aku sudah melunasi hutang-hutangmu." Dirga menyandarkan tubuhnya pada meja kerja.

"Dan sekarang, kau bahkan tidak becus bekerja di perusahaanku."

Setiap kata yang keluar dari mulut pria itu terasa seperti tamparan.

"Atau mungkin..." Dirga menyipitkan matanya. "Kau ingin angkat kaki dari sini dan mengembalikan seluruh biaya pengobatan itu?"

Wajah Serena semakin pucat.

"T-Tuan, saya..."

"Apa?" potong Dirga.

"Jangan bilang kau tidak sanggup."

Serena menundukkan kepala. Jemarinya bergetar hebat di sisi tubuhnya.

"Saya akan bekerja lebih keras."

Dirga terkekeh pelan, seolah baru saja mendengar lelucon yang buruk.

"Bekerja lebih keras?"

Ia melangkah mendekat hingga Serena dapat merasakan tekanan dari keberadaannya.

"Kau selalu mengatakan hal yang sama." Sorot mata Dirga mengeras.

"Sama seperti dulu."

Tubuh Serena membeku, untuk sesaat ia lupa cara bernapas.

Dirga menatap wajah wanita itu lekat-lekat, seakan mencari sesuatu yang selama bertahun-tahun tidak pernah berhasil ia temukan.

"Sekarang katakan padaku, Serena." Suaranya lebih rendah dari sebelumnya.

"Apa kau memang selalu pandai memberi harapan kosong kepada orang lain?"

Serena mengepalkan kedua tangannya, ia tahu Dirga tidak sedang membicarakan pekerjaan.

Serena teringat pada masa lalu.

Tanpa sadar, kepalanya semakin tertunduk.

*"Jauhi Dirga, atau kau akan kehilangan segalanya."*

Kalimat itu kembali terngiang di benaknya. Kata-kata yang selama bertahun-tahun terus menghantui setiap malamnya.

Dadanya terasa sesak.

Berada terlalu lama di hadapan Dirga membuat luka lama yang berusaha ia kubur kembali terbuka.

"S-sa... saya akan membuat laporan yang lebih baik lagi, Tuan."

Dengan susah payah, Serena memaksa suaranya tetap terdengar tenang.

Dirga tidak menjawab.

Tatapan pria itu justru membuat Serena semakin sulit bernapas.

"Saya permisi."

Tanpa menunggu balasan, Serena segera membungkukkan badan lalu berbalik meninggalkan ruangan tersebut.

Pintu ruang CEO tertutup pelan di belakangnya.

Begitu berada di luar, Serena menghentikan langkahnya.

Air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya jatuh membasahi pipinya.

Dengan tergesa-gesa ia mengusapnya menggunakan punggung tangan.

Ia tidak boleh menangis.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

Bersambung.....

Hai para readers kesayangan Author, terimakasih sudah menjadi para pembaca yang setia dan selalu menemani hari² author💞🌹 Love You buat kalian semua yang selalu tinggalkan jejak sehat dan bahagia selalu ya🍃

1
Lenny Utami
semangat Thor...
Lenny Utami
preeeettt masih ada rasa itu..
Lenny Utami
tahan tahan tahan
Lenny Utami
terkejut kan itu Serena..
Lenny Utami
ikut deh degan ini
Lenny Utami
semangat serena🔥
falea sezi
ini presiden direktur apa presiden negara
Lenny Utami
kannnnn kannnnn kannn bener....🤭 sok galak
Lenny Utami
ahhh masih cinta itu mah.😌
Lenny Utami
ohhh karena patah hati rupanya...
Lenny Utami
dirga...😬
Lenny Utami
sabar Serena. galaknya Abang satu nii...
Lenny Utami
balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah 🤭
Lenny Utami
Serena mau kerja di kebon sawit, dr pada GK dapet² kan..
Lenny Utami
serena😭
Lenny Utami
semangat kaka
Lenny Utami
cantiknya serena
Lenny Utami
dih Dirga emosian🤭
Lenny Utami
sabar dirga sabar, Serena punya alasan tersendiri...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!