NovelToon NovelToon
Siasat Cantik Istri Bercadar

Siasat Cantik Istri Bercadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lia Lby

Fatimah mengira pernikahan paksa dengan Rayhan Khalif adalah akhir dari impiannya.

Namun, saat ia mulai mencintai sang suami yang selalu memanjakannya, sebuah rahasia kelam terbongkar: Rayhan Khalif telah dijebak dan menikah siri dengan wanita dari masa lalunya.

​Alih-alih mengamuk, Fatimah menghadapi pengkhianatan ini dengan cara yang elegan.

Menggunakan strategi psikologis dan ketenangan yang mematikan, sang istri bercadar siap merebut kembali kebahagiaannya. Air mata berbalut iman, siasat paling mematikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia Lby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehangatan yang Mulai Tumbuh

Sisa-sisa kesejukan sepertiga malam masih terasa di dalam kamar utama saat azan Subuh berkumandang dari masjid terdekat.

Setelah melaksanakan salat Subuh berjamaah, Rayhan dan Fatimah tidak langsung beranjak.

Mereka duduk bersila di atas sajadah, saling berhadapan dengan posisi yang sangat dekat.

Rasa canggung yang dulu membentang kini telah meleleh sepenuhnya, digantikan oleh kehangatan yang kian tumbuh subur di antara mereka.

Rayhan meraih jemari tangan Fatimah, mengusapnya perlahan dengan ibu jarinya. "Ima, setelah ini kamu mau istirahat lagi atau ada rencana lain?"

Fatimah menggeleng pelan, sepasang matanya menatap Rayhan dengan binar yang jauh lebih hidup.

"Ima tidak mengantuk, Mas Ray. Ima mau ke dapur, menyiapkan sarapan untuk Mas Ray. Hari ini Mas berangkat ke kantor jam berapa?"

"Mas sengaja mengosongkan jadwal sampai siang nanti," jawab Rayhan dengan senyuman misterius yang membuat ketampanan dewasanya kian memikat.

"Mas mau menghabiskan waktu pagi ini bersamamu di rumah. Hanya berdua."

Pipi Fatimah seketika merona merah. Ia menundukkan wajahnya yang polos tanpa riasan.

 "Mas Ray selalu saja begini. Apa pekerjaan di kantor benar-benar bisa ditinggal?"

Rayhan tertawa renyah, sebuah tawa yang selalu berhasil membuat dada Fatimah berdesir hebat.

Pria itu memajukan tubuhnya sedikit, memangkas jarak di antara mereka hingga Fatimah bisa mencium aroma parfum gaharu yang menenangkan dari tubuh suaminya.

"Kantor itu punya Mas, Sayang. Mereka bisa menunggu."

"Tapi kalau ratu di rumah ini yang diabaikan, Mas tidak akan tenang bekerja di sana."

Goda Rayhan, tangan kanannya terangkat untuk merapikan sedikit helai rambut di wajah Fatimah.

"Mas Ray..."

Bisik Fatimah lirih, suaranya terdengar sangat manja.

"Jangan terus-terusan menggoda Ima. Ima nanti jadi besar kepala."

"Tidak apa-apa besar kepala, asal hatimu tetap penuh dengan nama Mas," sahut Rayhan dengan nada suara yang melembut, penuh dengan penegasan rasa cinta.

Ia menangkup dagu Fatimah, membuat istrinya mau tidak mau harus menatap langsung ke dalam manik mata indahnya.

"Mas serius, Ima. Setiap hari melihatmu tersenyum seperti ini, rasa lelah Mas setelah belasan tahun bergelut di dunia bisnis rasanya hilang begitu saja."

Fatimah membiarkan suaminya menatapnya sedalam itu. Kehangatan yang menjalar di hatinya membuat ia memberanikan diri untuk menggenggam balik pergelangan tangan Rayhan.

"Mas Ray, boleh Ima jujur?" tanya Fatimah dengan nada yang sangat tulus.

"Tentu saja, Ima. Mas akan selalu mendengarkan apa pun yang ingin kamu katakan," jawab Rayhan, menatap lekat-lekat bibir istrinya yang bergerak lembut.

"Dulu... saat Ayah pertama kali menjodohkan kita, Ima sangat takut. Ima berpikir Mas Ray adalah pria yang kaku, galak, dan menakutkan karena status Mas sebagai pengusaha sukses."

Fatimah jujur, matanya tampak sedikit berkaca-kaca mengingat masa-masa penuh keraguan itu.

"Tapi sekarang, Ima sadar pilihan Ayah tidak pernah salah. Mas Ray adalah pria paling lembut yang pernah Ima kenal."

Rayhan tertegun mendengar pengakuan tulus dari istri kecilnya.

Dadanya bergemuruh oleh rasa haru yang luar biasa.

Ia menarik tubuh Fatimah ke dalam pelukannya, mendekapnya dengan sangat erat namun penuh kehati-hatian, seolah sedang mendekap permata yang paling berharga di dunia.

"Terima kasih, Ima."

"Terima kasih karena sudah mau membuka hati untuk Mas,"

Bisik Rayhan tepat di dekat telinga Fatimah, mengecup puncak kepala istrinya dengan penuh takzim.

"Mas berjanji akan terus menjaga kehangatan ini, menjaga senyumanmu, sampai kapan pun."

Fatimah menyandarkan dagunya di bahu tegap Rayhan, tangannya melingkar erat di pinggang suaminya.

"Ima juga berjanji, Mas Ray. Kita jaga kehangatan rumah ini bersama-sama, karena Allah."

1
Enz99
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!