cewek kere, apes, mulut pedas ketiban rejeki nomplok karena ketabrak CEO ganteng
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Lmj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Satu waktu, Dua duka
Hari ini Azizah telah resmi meninggalkan rumah sakit, atas bantuan Tante Casandra tentunya, kini mereka semua telah berada di dalam mobil mama Casandra yang terasa begitu sesak karena telah memuat puluhan paperbag yang berisi beberapa macam jenis pakaian.
" Aduh gimana cara duduknya ini aku kak?" ucap Arofik sambil melihat ke dalam mobil yang sudah terlihat penuh
" Kamu duduk di depan saja sama kak zizah, biar kak zizah pangku" ucap Azizah sambil membuka pintu mobil bagian depan
" Lagian ngapain sih Dimas kutukupret itu beli baju segini banyak, mau buka butik apa gimana?" gerutu mama Casandra yang tidak habis pikir dengan kelakuan anaknya
" Ya emang mas Dimas itu nurun dari Tante yang kelakuannya suka ajaib dan di luar nalar" celetuk Azizah sambil menundukkan kepala
" Apa kamu bilang?" ucap mama Casandra sambil melotot ke arah Azizah
" Mas Dimas ganteng Tante nurun dari Tante Casandra yang cantik dan manis"ucap Azizah sambil nyengir
" Ya emang saya ini adalah bibit unggul mangkanya anak saya cakepnya gak ketulungan" ucap mama Casandra dengan senyum merekah yang tak pernah luntur dari wajahnya
" Iya percaya, kecantikan Tante Casandra memang tidak ada duanya" ucap Azizah
Tante Casandra yang di puji seperti itu, kini tak kuasa menahan senyum jumawa, bahkan kini mama Casandra mengambil beberapa lembar uang dari tas mahalnya dan membagikannya kepada Azizah.
" Wah ada angin apa ini Tante kok sawer aku, padahal aku belum perform" ucap Azizah sambil tersenyum menatap wajah mama Casandra yang terlihat sangat bahagia
" Ini saya kasih karena kamu telah membuat hati saya bahagia" ucap mama Casandra
" Wah Tante Casandra memang tidak ada duanya, selain cantik dan manis Tante juga dermawan orangnya" ucap Azizah dan segera mengambil uang yang berada di depan mata
" Lumayan buat modal jualan cilok lagi" gumam Azizah dalam hati
" Yuk kita berangkat ke apartemen Tante" ucap mama Casandra
Setelah menghidupkan mesin mobilnya, kini mama Casandra mengarahkan mobilnya menuju apartemennya yang tempatnya tidak jauh dari kantor Aditama Group tempat Dimas Anggara bekerja.
Setelah beberapa menit kemudian kini mobil yang mereka tumpangi telah tiba di parkiran depan apartemen.
" Yuk kita turun, biarkan para petugas yang membawa barang bawaan kamu" ucap mama Casandra
Azizah dan Arofik tak bisa menahan diri untuk tidak mengagumi betapa Mega dan tingginya bangunan di depannya saat ini.
" Wah kak tinggi banget ya tempatnya waahh" ucap Arofik sambil memandang bangunan apartemen di hadapannya
" He.em dek, baru kali ini kakak menginjakkan kaki di parkiran tempat orang berada seperti ini" ucap Azizah
" Sudah yuk kita masuk" ucap mama Casandra sambil menggandeng tangan Azizah.
Saat sampai di depan lobby apartemen, para petugas keamanan langsung menghampiri mereka.
" Selamat malam nyonya Casandra" ucap beberapa petugas keamanan
" Ya selamat malam pak Deri dan pak Joni, tolong bawakan barang bawaan kami ke apartemen saya" ucap mama Casandra sambil memberikan kunci mobilnya kepada pak Joni
" Baik nyonya, silahkan tunggu sebentar permisi" ucap pak Deri
Setelah kepergian pak Deri dan pak Joni, kini Tante Casandra,Azizah dan Arofik melangkah menuju lift yang akan mengantarkan mereka sampai di lantai 20 tempat apartemen mama Casandra berada.
" Kak apa kita akan masuk kedalam kotak raksasa itu? Apa nanti kita tidak pengap di dalamnya?" tanya Arofik sambil menggenggam tangan Azizah dengan erat
" Iya Arofik sayang, kita akan masuk ke dalam situ, itu namanya lift dan lift itu yang akan mengantarkan kita ke tempat tinggal kamu yang baru" ucap mama Casandra dengan senyum
" Tapi di dalam sana ada lampunya kan? gak gelap kan?" ucap Arofik memastikan
" Tenang saja sayang kamu gak usah takut di dalam sana ada lampunya kok yuk kamu pegang tangan mama Casandra dan Kakak Azizah saja biar kamu gak takut" ucap mama Casandra sambil menggenggam tangan Arofik
Karena Arofik percaya sama mama Casandra yang berbicara dengan lembut Arofik jadi bisa merasakan kembali bagaimana rasa di perlakukan dengan penuh kasih sayang seorang ibu, yang sudah hampir 3 tahun lamanya sesosok ibu yang telah melahirkan dia pergi untuk selamanya.
* Flashback 3 tahun silam*
Waktu itu orang tua Arofik dan Azizah yaitu ibu Linda dan pak Hasbi meninggal dunia ketika Arofik duduk di bangku sekolah TK, hari itu mereka berniat ingin menghadiri acara di sekolahan Arofik yang mengadakan acara pelepasan murid B yang akan masuk sekolah SD, dalam acara tersebut Arofik akan menampilkan tari tradisional bersama teman-temannya.
Arofik masa itu telah berangkat ke sekolah terlebih dahulu di antarkan oleh Azizah yang pada waktu itu Azizah tengah duduk di bangku SMP kelas IX, sebenar waktu itu di sekolah Azizah pun sedang ada acara pelepasan siswa siswi kelas IX.
Yang itu tandanya hari itu juga hari dimana Azizah telah dinyatakan resmi lulus SMP Negeri, bahkan Azizah meraih juara 2 umum di sekolahnya.
Tapi mungkin Azizah yang telah memiliki firasat yang tidak enak tentang hari bahagia tersebut, maka Azizah memutuskan untuk tidak menghadiri acara pelepasan siswa siswi SMP di sekolahnya, dia lebih memilih menemani Arofik yang akan tampil di atas panggung untuk yang pertama kalinya.
Saat semua siswa-siswi TK Nusa Indah telah banyak yang menampilkan persembahan, kini tiba saatnya Arofik dan kawan-kawan yang mendapatkan giliran untuk menampilkan persembahan tari tradisional, tapi pak Hasbi dan Bu Linda tak kunjung datang.
Sampai tiba di penghujung acara datanglah seorang polisi yang mencari keberadaan Azizah dan Arofik dan mengabarkan bahwa orang tua mereka mengalami kecelakaan dan kondisinya sudah di nyatakan meninggal di tempat.
DUAAARRR..
Bagai di sambar petir di siang hari, Azizah yang mendengar berita duka tersebut, seketika tak berdaya bahkan kakinya terasa begitu lemas sampai tak sanggup untuk menopang tubuhnya.
BRUUKK....
Azizah yang syok berat kini terkapar di atas lantai Gedung Aula sekolah, Arofik yang sebenarnya tidak mengerti apa yang di katakan oleh pak polisi tersebut, Langsung menangis histeris ketika melihat kakaknya terkapar begitu saja dan di bopong oleh pak polisi ke ruang kesehatan yang berada di sekolah tersebut.
" Huwaaaa kakak bangun kakak huwaaaaa" tangis histeris Arofik terdengar di penjuru UKS
Semua guru yang sudah mendengar kabar duka yang menimpa orang tua Arofik pun tak kuasa menahan air mata tatkala mereka mendengar tangisan pilu dari seorang anak kecil yang bahkan belum puas merasakan bagaimana kasih sayang orang tua.
Sampai beberapa menit kemudian Azizah siuman dari pingsannya dan mencari keberadaan Arofik adik sekaligus keluarga satu-satunya yang dia miliki di dunia ini.
" Arofik! Adikku huwaaaa" teriakan dan tangisan histeris dari mulut Azizah yang menjadi tanda seberapa luka dan duka dalam hatinya.
Hari yang seharusnya di sambut suka cita kini telah sirna dan di ganti tangis pilu sebuah duka.