NovelToon NovelToon
CINTA KEDUA DI BALIK HIJAB.

CINTA KEDUA DI BALIK HIJAB.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Komedi / Romantis
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Setelah lima tahun berjuang tanpa hasil, Ardiah akhirnya menyerah pada desakan keluarga suaminya. Ia meminta Ferdi menceraikannya demi memenuhi keinginan ibunya untuk menikah lagi.

Dengan hati hancur, mereka pun berpisah. Namun dari rasa sakit itu, Ardiah bangkit dengan penampilan baru, memakai hijab dan kembali bekerja sebagai desainer interior di sebuah perusahaan besar.

Di sana, ia bertemu Haikal Akram, CEO muda yang dulu sering mengganggunya saat kuliah. Awalnya Ardiah tak suka padanya, tapi seiring waktu, sikap Haikal berubah menjadi lebih dewasa dan penuh perhatian.

Sementara itu, Ferdi mulai menyadari kesalahannya setelah melihat Ardiah tumbuh menjadi wanita kuat dan mandiri.

Apakah cinta pertama bisa kembali? Atau justru Ardiah akan menemukan kebahagiaan sejati bersama Haikal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TAWARAN MANIS YANG BERDURI.

Lima puluh miliar rupiah.

Angka itu berputar-putar di kepala Ardiah seperti gasing yang tak kunjung berhenti. Di dalam mobil Haikal yang mewah dan hening, perang batin terjadi dengan dahsyat. Ardiah menatap tangannya yang gemetar. Ia ingat tumpukan tagihan hutang yang ia kumpulkan setelah perceraian. Ia ingat malam-malam di mana ia harus memilih antara makan atau membayar listrik. Ia ingat rasa malu saat meminjam uang dari teman lama karena tidak punya apa-apa. Dengan lima puluh miliar, semua masalah itu lenyap seketika. Ia bisa bebas. Ia bisa hidup layak. Dan masa depan yang cerah.

Namun, bayangan Ferdi muncul di benaknya. Rasa sakit diceraikan karena dianggap mandul masih terlalu segar. Trauma itu seperti luka yang belum kering, siap berdarah lagi jika disentuh. Menikah lagi? Dengan Haikal? Pria yang ia kenal sebagai bos yang tengil dan kekanak-kanakan? Itu bukan pernikahan. Itu adalah jebakan. Dan jika ibu Haikal tahu kebenarannya nanti, sejarah akan terulang. Ardiah tidak sanggup mengalami penghinaan itu untuk kedua kalinya.

“Saya menolak,” ucap Ardiah tiba-tiba. Suaranya bergetar, namun tegas.

Haikal menoleh, matanya melebar. “Apa?”

“Saya menolak tawaran Anda, Pak Haikal,” ulang Ardiah lebih keras. Ia membuka pintu mobil, udara malam yang dingin menerpa wajahnya. “Saya bukan barang dagangan yang bisa dibeli dengan harga berapa pun. Maaf.”

Ardiah turun dari mobil tanpa menoleh lagi. Ia berjalan cepat menuju gerbang, memanggil taksi online dengan tangan yang masih gemetar. Haikal duduk terpaku di dalam mobilnya, menatap punggung Ardiah yang menjauh. Wajahnya datar, namun ada kekecewaan mendalam yang tersirat di matanya. Ia mengepalkan tangan di atas setir. Bagaimana cara mendekati wanita yang begitu keras kepala? Bagaimana cara membuatnya percaya bahwa ini bukan sekadar transaksi?

Keesokan harinya, suasana di kantor Artha Design terasa berbeda. Ardiah datang dengan wajah pucat namun penuh tekad. Ia membawa sebuah amplop cokelat. Tanpa basa-basi, ia mengetuk pintu ruang CEO dan masuk.

Haikal sedang menandatangani dokumen. langsung mendongak, alisnya terangkat saat melihat Ardiah meletakkan amplop itu di atas mejanya.

“Apa ini?” tanya Haikal dingin.

“Surat pengunduran diri saya,” jawab Ardiah singkat. “Efektif mulai hari ini.”

Haikal tertawa kecil, suara yang tidak mencapai matanya. Ia menekan tombol interkom. “Roni, masuk. Bawa dokumen kontrak kerja Nona Ardiah.”

Beberapa menit kemudian, Rian masuk dengan sebuah folder tebal. Haikal mendorong folder itu ke arah Ardiah. “Baca pasal 12, ayat 3.”

Ardiah mengerutkan kening, mengambil folder itu, dan membalik halamannya. Matanya membelalak saat membaca kalimat yang dicetak tebal. Apabila karyawan mengundurkan diri sebelum masa kontrak tiga tahun habis, maka wajib membayar denda sebesar seratus juta rupiah.

“Ini... ini akal-akalan!” seru Ardiah, suaranya naik. “Anda sengaja memasukkannya untuk menjebak saya!”

Roni, yang berdiri di samping, menjawab dengan tenang. “Maaf, Nona Ardiah. Itu adalah prosedur standar perusahaan untuk posisi strategis sejak lima tahun lalu. Semua karyawan menandatanganinya saat pertama kali diterima.”

Ardiah menatap Haikal ngeri. Seratus juta. Uang yang tidak ia miliki. Ia terjebak. Lagi. Kemarahan membuncah di dadanya, namun ia tahu ia kalah langkah. Dengan kesal, ia menyentak kakinya ke lantai, membuat suara dentuman kecil di ruangan hening itu.

“Baik!” geram Ardiah. “Saya akan tetap bekerja. Tapi tolong, jangan libatkan saya lagi dengan urusan pribadi Anda! Itu perintah saya sebagai karyawan, bukan permintaan!”

Ardiah berbalik dan keluar dari ruangan dengan langkah marah. Haikal menatap pintu yang tertutup, lalu senyuman tipis terbentuk di bibirnya. Ia berdiri, berjalan menuju kaca satu arah yang membatasi ruangannya dengan area kerja staf. Dari sana, ia bisa melihat Ardiah dengan jelas. Wanita itu sedang duduk di mejanya, menghela napas panjang dengan wajah kesal yang lucu.

“Kau tidak pernah pergi dariku lagi, Kak,” gumam Haikal pelan, matanya berbinar possessif. “Aku pernah kehilangan dirimu selama lima tahun. Kali ini, tak akan aku biarkan kau pergi lagi.”

Sore harinya, Ardiah bergegas pulang ke apartemen barunya yang disediakan Haikal. Ia ingin menghindari pria itu sebisa mungkin. Namun, saat ia melewati lobi gedung, sebuah mobil hitam mewah sudah menunggu di depan pintu masuk. Seorang pria paruh baya dengan setelan jas rapi membukakan pintu belakang.

“Nona Ardiah? Silakan masuk. Nyonya Astuti menunggu,” kata pria itu sopan namun tegas.

Ardiah ingin menolak, tapi dua pengawal berdiri di sisi pintu, menghalangi jalannya. Dengan berat hati, ia masuk. Di dalam mobil, Astuti duduk dengan wajah serius. Sepanjang perjalanan, suasana mencekam. Tidak ada obrolan ringan. Hanya suara mesin mobil yang berdengung halus.

Mereka turun di depan sebuah restoran mewah. Astuti mengajak Ardiah masuk ke ruang VIP yang privat. Setelah pelayan meninggalkan mereka, Astuti membuka suara.

“Ardiah, Ibu tahu kamu keberatan. Tapi kondisi Kakek Haikal sudah sangat parah. Dokter bilang stres bisa memperburuk jantungnya. Satu-satunya obat baginya adalah melihat Haikal menikah,” kata Astuti, matanya menatap Ardiah penuh harap. “Tolonglah kami. Menikahlah dengan Haikal.”

Ardiah mengaduk kopinya dengan sendok kecil, bunyi logam berdenting pelan di keheningan. Ia menarik napas dalam, menyiapkan dirinya untuk kejujuran yang pahit.

“Bu, saya harus jujur,” ucap Ardiah lirih. “Saya dan Haikal tidak memiliki hubungan apapun. Itu hanya sandiwara. Dan... saya juga ingin Ibu tahu siapa saya sebenarnya. Saya seorang janda. Dan saya mandul. Saya tidak bisa memberikan cucu untuk Ibu dan Kakek. Jadi, saya tidak pantas menjadi istri Haikal.”

Hening menyelimuti meja. Ardiah menunduk, menunggu ledakan kemarahan atau hinaan yang biasa ia terima dari mertua sebelumnya.

Namun, Astuti justru tersenyum lembut. Dia meraih tangan Ardiah. “Pantas atau tidaknya, hanya Haikal yang tahu. Dan Ibu tahu, anak Ibu itu sangat menyukaimu. Sejak dulu, dia selalu bercerita tentang gadis bernama Ardiah di kampusnya. Ibu tidak peduli kamu janda. Ibu tidak peduli kamu belum punya anak. Yang Ibu pedulikan adalah kebahagiaan Haikal dan kesehatan Kakek.”

Ardiah mendongak, matanya berkaca-kaca. “Tapi Bu... saya mandul. Apa Ibu tidak marah?”

“Ibu sudah tua, Nak. Ibu butuh ketenangan, bukan drama,” jawab Astuli tegas. “Demi Kakek, tolong. Ibu menjamin kehidupanmu. Kamu tidak perlu bekerja lagi jika kamu mau. Tinggal bersama Haikal, jagalah dia.”

Tawaran itu menggoda. Jaminan keamanan. Penerimaan tanpa syarat. Hal yang tidak pernah Ardiah dapatkan dari keluarga Ferdi. Namun, Ardiah masih ragu. Trauma itu masih ada.

“Akan... akan saya pikirkan dulu, Bu,” kata Ardiah akhirnya, suaranya lemah. Ia berdiri, membungkuk sopan, dan meninggalkan ruangan itu dengan pikiran yang jauh lebih kacau daripada sebelumnya. Apakah ia harus menerima tawaran yang terdengar manis, namun penuh duri ini? Ataukah ia harus lari sejauh-jauhnya dari keluarga Haikal yang ternyata jauh lebih rumit dari yang ia bayangkan?

1
Pujiastuti
semangat Haikal semoga kamu bisa meluluhkan hati Ardiah dan kalian cepat bersama lagi
Lia siti marlia
nah kan kelimpungan jadinya 🤭maka kalau mau apa apa di obrolin dulu ...ngasih kejutan yang mengancan kesejahteraan rumah tangga kamu kal kal🤭🤭🤭
Eliermswati
smngat kal smga bs mndpt maaf dr istri mu dan bs segera d bwa plng😂😂smngt thor up nya
Nana Biella
semangat kal
Wardah Saiful
baguus critanya
Lia siti marlia
benar kamu mamah mu ikal kamu terlalu terburu buru 🥺🥺🥺ternyata aku swlah menilaimu kamu terlalu gegabah ikal ...sekara terima akibat nya diah petgi kamu harus bertanggung jawab atas kecerobohan mu 🥺🥺😭😭
Suren
ini mantap Diah suami mu ini
Alim
mantap
Jaya Fandi
suami yg luar biasa,,jgn disia" kn Diah,,
Mira Hastati
bagus
Lia siti marlia
nah itu baru suami bijak 😍😍mantap kal kamu hebat menerima kekurangan dengan cara memperbaiki💪💪💪
Rima R P
aku baru nemu novel mu ka selama ini penggemar noveltoon langsung suka sama karya yg ceo bujang lapuk.. kenapa ga di lanjutin ka padahal cerita nya bagus banget please ka lanjutin aja aku yakin banyak yg suka ko kalo udah tau dan baca🥺
Hikari_민윤기
di tunggu crezy upnya..
udah tak kasih kopi buat temen begadang...
sunaryati jarum
Nah,kan hati Diah mulai leleh,jadi perjanjian kontrak nanti dijadikan abu saja,Nak Ikal
sunaryati jarum
Buat Diah lupa niatnya untuk pisah darimu.Buat Diah terikat kuat di dalam hatinya hanya kamu.
Lia siti marlia
pandangan tentang suami mulai berubah entar entar mulai ada benih beni cinta dong diah😍😍😍😍
Suren
gercep Haikal..jgn biar kan Diah sampai minta cerai. buat dia hanyut dlm keromantisan yg kamu buat..good jobb👍
Lia siti marlia
sedikit sedikit yah ikal menggoda perasaan ardiah terus dikit dikit kecup kening entar kecup yang lainnn🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Jaya Fandi
ya ampuunn biang kerok ,,
Lia siti marlia
kalau orang kaya beneran sayang nya sayang bangetttttt cintanya cinta bangettttt gak kaya OKB 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!