NovelToon NovelToon
Dinikahi Jenderal PTSD

Dinikahi Jenderal PTSD

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syfaanca

Su Wanqing selalu hidup sebagai orang asing di rumahnya sendiri. Namun, di tengah hujan deras yang mengguyur sore itu, ia dikejutkan oleh satu kenyataan pahit—tanpa sepengetahuannya, keluarganya telah menjodohkannya dengan seorang pria yang paling ditakuti di seluruh negeri, Jenderal Lu Jingyuan.

Dikenal sebagai pahlawan revolusi sekaligus monster di medan perang, Lu Jingyuan adalah sosok dingin yang namanya mampu membuat musuh gemetar. Di balik reputasinya yang kejam, tersembunyi luka masa lalu dan trauma perang yang mengubahnya menjadi pria yang sulit didekati dan tak pernah mengenal kebahagiaan.

Terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah ia pilih, Su Wanqing hanya bisa pasrah menghadapi takdirnya. Namun, ketika dua jiwa yang sama-sama terluka dipersatukan oleh keadaan, akankah mereka saling menyembuhkan... atau justru semakin menghancurkan satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syfaanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 - Wanita Asing?

Di dalam mobil itu, lagi-lagi Wanqing tidak habis pikir dengan isi dompetnya yang saat ini terus menerus ia genggam. "Bagaimana mungkin Jenderal bisa meninggalkan istrinya tanpa sepeserpun uang Wan-Wan." Kata-kata Ibu Mei itu terus melekat dalam pikirannya. Wanqing tidak tahu apakah emas ini nantinya ditukarkan dengan uang dan dompetnya akan muat atau tidak, yang jelas saat ini ia dan Ibu Mei sudah berada di dalam mobil menuju salah satu toko emas ternama di kota.

Ibu Mei turun lebih dulu, Wanqing yang sudah dibukakan pintu oleh sang supir masih terdiam di dalam mobil. "Nyonya? Nyonya Muda?"

Wanqing akhirnya bangkit dan mengekori Ibu Mei memasuki toko emas itu. Seorang pelayan segera menyambut Ibu Mei dan Wanqing yang baru saja memasuki toko. Ibu Mei yang terlihat sudah akrab dengan pelayan itu segera diarahkan menuju ruangan di dalam toko.

Sambil menunggu, Ibu Mei dan Wanqing disuguhkan teh yang terasa sangat nikmat dan khas, aromanya yang sangat kuat dan kepekatan teh yang sangat pas itu mengingatkan Wanqing pada kualitas teh yang sempat Wanqing cicipi sebelum akhirnya disuguhkan untuk tamu-tamu sang Ayah.

Seorang wanita seumuran Ibu Mei datang menyambut mereka berdua. Wanita itu lalu memperkenalkan dirinya sebagai kepala cabang daerah itu dan bernama Ibu Tian. Ibu Tian langsung melirik Wanqing yang masih tersenyum polos di samping Ibu Mei.

"Inilah wanita cantik yang berhasil menaklukan hati anakmu ya Mei-Mei!" Ujarnya penuh senyum. Ibu Mei mengangguk cepat, "Benar! Wanita manis ini adalah anak sulung dari Su."

Ibu Tian menoleh cepat dan menatap Wanqing dari atas ke bawah. "Su? Su Gongqi?!" Tanyanya lagi.

"Iya!"

Ibu Tian tertawa kencang, "Pantas saja anak ini manis dan cantik sekali, siapa yang tidak tahu kecantikan dan kegagahan Nyonya dan Tuan Su lama."

"Nah, Tian, hari ini Wanqing berniat menjual emas pemberian Suaminya untuk berbelanja beberapa kain, Kau pasti bisa membantunya ya kan?"

Ibu Tian mengangguk cepat, "Ah!! Tentu saja tentu saja, siapa yang tidak bisa membantu istri sang Jenderal."

Ibu Mei tertawa puas, "Wanqing, ikuti saja instruksi darinya ya, Dia yang paling pintar dalam urusan ini, Ibu ingin melihat beberapa perhiasan cantik dulu."

Wanqing mengangguk. Setelah kepergian Ibu Mei, Wanqing yang hanya tinggal berdua dengan Ibu Tian seketika berubah tegang. Ia tidak pernah paham dan mengerti perihal emas, atau pun transaksi, selama ini ia tidak pernah mendapatkan pendidikan apa pun dari ayahnya. Bagaimana kalau ia ditipu? Sepertinya Wanqing harus memainkan peran yang baik dengan mengingat-ingat beberapa peran dan pengetahuan dari novel-novelnya.

Wanqing tersenyum tipis, ia berusaha meningkatkan kepercayaan dirinya dengan membenarkan posisi duduknya dan meneguk sedikit teh di dalam cangkir indah itu. "Cangkir ini kualitas porselen yang sangat baik, tapi bukan cangkir dengan kualitas grade AA yang biasa disuguhkan pada para pelanggan loyal bukan?" Ujar Wanqing memulai perannya.

Ibu Tian seketika terkejut, tak lama ia tersenyum lebar. "Ah, Anak keluarga Su memang selalu tajam penglihatannya."

"Benar, cangkir porselen ini hanya cangkir biasa yang kubeli langsung dari Jepang beberapa tahun lalu. Kualitasnya bukan kualitas super, tapi cukup baik."

Wanqing tersenyum, "Rasa tehnya sangat unik dan berkualitas baik, bukankah sangat sayang jika disajikan dalam cangkir ini?"

Ibu Tian mengangguk, "Yah, Aku sudah berpikir demikian beberapa kali, tapi ternyata akhirnya ada wanita muda pintar yang bisa meyakinkan dan memperkuat pikiranku, hahaha sangat pintar sangat pintar."

Wanqing tersenyum lagi, ia lalu menyodorkan dompetnya. "Aku ingin menukarkan emas ini." Ibu Tian mengangguk, "Apakah ini gelang giok atau?"

Wanqing menggeleng. "Bukalah." Ujarnya, masih dengan perannya yang ia coba tekankan untuk lebih percaya diri agar tidak terkena tipu daya.

Mata Ibu Tian membelalak kaget melihat isinya. "Batangan Emas?!" Gumamnya. Wanqing mengangguk. Ibu Tian segera berdiri dan berkata, "Tunggu sebentar, Saya akan panggilkan rekan Saya dari salah satu bank ternama di sini."

Wanqing mengangguk. "Bawakan timbangannya juga." Tambahnya. Di beberapa buku yang ia baca, emas yang dibeli dan dijual harus ditimbang di depan pembelinya, itu adalah hukum transparansi yang wajib diberikan sebagai pelayanan. Ibu Tian mengangguk, ada sedikit kekaguman dan rasa hormat dari pandangannya.

"Tunggu sebentar Nyonya Muda Lu."

Setelah berhasil bernegosiasi dan menimbang emas itu, salah seorang pria bernama Tuan Chen yang merupakan manager bank memberikan instruksi singkat mengenai pembukaan buku rekening dan sistem pembayaran ayang akan berlaku. Wanqing mengamati dan mengikuti semua instruksinya dengan cermat.

"Nah, jadi Nyonya Muda Lu, uang yang masuk sudah dicatat di dalam buku rekening ini, nantinya jika Nyonya Muda ingin berbelanja, hanya perlu menarik sedikit uang dari bank kami yang beberapa pelayannya tersebar hampir di seluruh toko dan restoran daerah kota ini. Jadi Nyonya tidak perlu mendatangi Bank kami setiap saat."

Wanqing tersenyum puas.

Ibu Mei yang kembali pun ikut puas mendengar transaksinya berjalan lancar. Wanqing dan Ibu Mei segera menaiki mobil itu lagi menuju toko butik yang dimaksud.

Wanqing masih tidak bisa membayangkan banyaknya angka di dalam catatan tabungan itu. 10.000.000 Bianbi.

Wanqing akhirnya tiba di depan butik megah yang sangat indah dan dipenuhi beberapa mobil yang sudah terparkir. Ibu Mei turun dari mobil diikuti Wanqing. Baru saja masuk dan berbincang dengan salah satu pelayan, seorang wanita muda menegur Ibu Mei.

Ibu Mei menatapnya kaget. Wanita itu sangat cantik, hidungnya mancung dan kulitnya putih seputih tahu susu, kakinya sangat jenjang dengan tubuh yang proporsional. Rambutnya dipotong pendek seperti potongan tentara wanita namun kecantikannya dan auranya masih sangat mendominasi.

Menjawab sapaan wanita itu, Ibu Mei langsung beranjak dan menarik tangan Wanqing untuk mengikutinya pergi ke sisi dalam yang agak jauh dari wanita itu.

"Ada apa Ibu? Kenapa Ibu terlihat seolah menjauhi wanita itu?" Tanya Wanqing bingung.

Ibu Mei menggeleng kuat. "Sudah lupakan saja Wanita itu, ayo ke kita pilih beberapa kain Wanqing."

"Siapa sebenarnya wanita itu? Kenapa Ibu Mei sangat menghindarinya" Gumam Wanqing dalam hati.

*BERSAMBUNG*

Hi Semua, seperti biasa ingin minta Like, Komen, Subscribe, dan Votenya, terimaacihhh!!

1
arya
modus
Lamycut
Suka geremm banget baca si Bai Bai itu ish sebalnya, buang ajah dia 🤭
Syfaansa: harusss🤣🤣🤣
total 1 replies
Lamycut
keren kakak, itu si dingin jendral malu-malu yah, lanjut dan semangat ya kak
arya
ini terbaik sih, author bisa buat karya se megah ini, mau dong tips nya.. hehe
Syfaansa: menghayal dan menonton drachin lah tipsnya KWKWKW
total 1 replies
Syfaook
Lanjut Thor!! jangan lupa update banyak banyak yan
Xxzyeyi
WOII KEREN BANGET MBA AKUNTAN HAHAHA, diem diem idenya nulis beginian, bagus lanjutkan saudarakuh!! semangatt /Curse/
Eat Reactwithmee
Slow burn ya ini Thor hahaha, temen kerjaku karyanya bagus banget, bikin greget banget sama perilaku saling malunya mereka berdua, si Jingyuan juga sok bener nahan nahan padahal mah udh demen kan, ngaku hayu /Scream/
Fei Lord
Ceritanya sangat unik dan menarik sekali yaa, jadi penasaran kelanjutan hubungan kaku bgtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!