Kisah seorang Istri yang baik dengan suami yang tidak tahu diri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riando simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10
Uang yang di pinjam Bu Mekar akhirnya telah diberikan kepadanya,Pak Jarwo pun bertanya kepada Bu mekar tersebut "Ibu kenapa buru-buru minta pinjaman ini padahal kan Ibu baru kerja di kantor ini,maaf sebelumnya nya Bu saya hanya bertanya saja tidak lebih dari itu Bu.
Bu Mekar pun menjelaskan kepada Pak Jarwo "maaf pak bukan nya aku butuh sekali uang ini, tetapi karena suamiku yang selalu marah kepadaku,untuk segera kaki nya di operasi,aku takut dia menjadi nekat mengakhiri hidupnya,karena dia telah mengatakan kepadaku jika aku tidak meminjam uang untuk biaya operasinya dia akan mengakhiri hidupnya"Ujar Bu Mekar.
Pak Jarwo pun menanyakan kenapa kaki suami nya bisa lumpuh,"suami saya sewaktu dia bekerja,dia terkena musibah kakinya tertimpa timpa besi beton, sehingga dia mengalami kaki lumpuh"Ujar Bu Mekar.
Semuanya telah beres,Bu Mekar telah mendapatkan uang untuk biaya operasi suaminya tersebut.
Sesampai nya dirumah Bu Mekar berbicara kepada anaknya tersebut,"nak kamu jadi anak yang baik ya, sekolah yang benar biar anak yang sukses nantinya,kamu tidak boleh berputus asa ya nak kamu harus sabar dalam hal apapun yang terjadi nanti nya,ibu dan ayah kamu akan selalu menjaga kamu,besok kita akan pergi ke rumah sakit untuk operasi kaki ayah agar dia nanti bisa bekerja lagi, Kamu berdoa biar besok operasi ayah lancar".
Si Toni sangat gembira mendengar ayahnya akan di operasi,mereka pun berkumpul mendekati ayah nya"ayah semoga besok operasinya lancar dan kaki ayah sembuh"Ujar toni.
Si Toni yang teringat pas dia dan ayahnya menjual kalung tersebut dia merasa kasihan terhadap ibunya apa lagi dia tau uang tersebut adalah pinjaman dari bos tempat ibunya bekerja.
Merasa bersalah Toni membicarakan kepada ayahnya"Ayah uang alangkah lebih baik nya ayah bantu ibu untuk biaya operasi kakinya ayah, ayah kan masih punya simpanan dari penjualan kalung kemarin,jadi uang itu kasih aja buat ibu semuanya kasihan ibu,ibu telah meminjam uang demi operasi kaki ayah,jadi kasih aja ke ibu uang yang ayah simpan itu".
Akan tetapi malah sebaliknya ayah tersebut malah memarahi nya dan sampai-sampai dia menampar anaknya tersebut"Kamu tidak usah ngatur kamu itu tidak tau apa-apa,kamu diam saja tidak usah menggangu rencana ayah"ujar Ayahnya itu dengan wajah yang marah.
Si Toni pun menangis akibat dia merasa sedih di tampar ayahnya itu akhir nya dia memberitahu kepada Ibunya harga yang sebenarnya dari kalung yang dijual ayahnya tersebut "sebenarnya waktu kami menjual kalung itu harganya 20 juta dan ayah berbohong sama ibu, dan begitu juga aku, aku minta maaf Bu karena telah berbohong pada ibu, sebenarnya uang nya masih ada sama ayah,aku tadi meminta sama ayah uang tersebut diberikan kepada ibu akan tetapi ayah malah memarahi dan menamparku"Ujar si toni sambil menangis dan memeluk ibunya.
Dan mendengar perkataan anaknya tersebut dia pun merasa sedih karena anaknya telah berbohong kepada nya begitu juga dengan suami nya, tetapi dia berpikir tidak ada gunanya buat menyesalinya, dia pun memaafkan mereka.
Bu Mekar kemudian mencoba meminta uangnya kepada suaminya sisa dari menjual kalung tersebut akan tetapi suaminya tersebut tidak memberikan uang tersebut kepada istrinya.
Bersambung....