NovelToon NovelToon
Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Nikah Kontrak
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rani Ramadhani

Terbangun di masa lalu, tepat sebelum jerat takdir Daniel menjebaknya, Erica menolak menjadi korban untuk kedua kalinya.

Mengubah alur permainan adalah satu-satunya pilihan. Jika Daniel menggunakan nama besar Megantara untuk menghancurkannya, maka Erica akan menduduki takhta tertinggi di keluarga itu.

Ketika bidak catur mulai digerakkan dan rahasia satu per satu terkelupas, siapakah yang sebenarnya memegang kendali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia yang Membekas dalam Ingatan

Udara malam di perbatasan utara berganti menjadi senyap yang mencekam setelah menerima laporan dari Axelo.

Setelah asisten humoris itu pamit keluar untuk memperketat barikade luar, suasana sunyi kembali menguasai kamar perawatan darurat.

Erica Fiorenza berdiri di dekat meja medis, dengan telaten menyiapkan gulungan perban kain kasa baru, salep antibiotik, dan sebotol cairan antiseptik.

Meskipun gejolak intim beberapa saat lalu masih menyisakan rona merah tipis di pipinya, tapi Erica masih mampu menguasai diri dengan cepat. Dia melangkah kembali ke tepi ranjang besi, tempat Jenderal Eshar Megantara duduk bersandar dengan rahang yang mengeras tegang.

"Eshar, aku harus mengganti perban di pundakmu," ujar Erica lembut, suaranya terdengar menenangkan.

Eshar tidak membantah. Pria itu membiarkan luka jahitan di pundak kanannya yang kokoh terekspos. Erica bergerak dengan sangat telaten. Dengan kesabaran yang tinggi, jemari lentiknya membersihkan sisa salep lama menggunakan kapas baru, lalu mengoleskan obat baru dengan sentuhan yang teramat ringan agar tidak menimbulkan rasa nyeri.

Saat Erica sedang melilitkan kain kasa putih memutari bidang dada dan bahu kekarnya, ia merasakan tubuh tegap suaminya itu mendadak menegang.

Bukan karena sakit fisik, melainkan seperti ada beban tak kasatmata yang sedang menghantam pikiran sang Jenderal.

Mata coklat Eshar yang biasanya sedingin es kini menatap lurus ke arah kegelapan di luar jendela, terlihat binar kelam yang belum pernah Erica lihat sebelumnya.

"Erica," suara Eshar keluar, terdengar sangat berat, rendah, dan serak, bergema di antara desing angin malam.

"Kau tahu kenapa aku begitu terobsesi dengan kekuasaan militer?"

Erica pun menghentikan gerakannya sejenak, menatap paras tampan nan misterius suaminya dari jarak dekat.

"Kenapa, Eshar?"

Eshar menarik napas pendek, sebuah helaan napas yang menyimpulkan akan kepedihan masa lalu yang terkunci rapat selama puluhan tahun.

"Saat itu... aku baru saja berusia tujuh tahun. Usia yang di mana anak-anak lain sedang sibuk bermain layangan di tanah lapang Jakarta yang masih hijau."

Sambil mendnegarkan, tangan Erica kembali bergerak teratur, melanjutkan lilitan perbannya dengan perlahan, memberikan ruang bagi Eshar untuk melepaskan beban batinnya. Erica berusaha menjadi pendengar yang sangat baik.

"Aku memiliki seorang kakak perempuan," lanjut Eshar, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman pahit yang menyayat hati.

"Namanya Viona. Dia adalah wanita yang teramat lembut, cerdas, dan penuh kasih sayang. Bagiku yang kehilangan orang tua sejak kecil, Viona adalah segalanya. Dia adalah duniaku."

Eshar mengepalkan tangan kirinya di atas seprei kasur hingga buku-buku jarinya memutih.

Ingatannya mendadak terlempar kembali ke sebuah malam kelam puluhan tahun silam, di sebuah paviliun megah yang berbau maut.

Pria itu tidak menceritakan rahasia besar keluarga yang belum saatnya diungkap, tapi kepedihan di suaranya sudah cukup menjelaskan betapa hancurnya dia saat itu.

"Malam itu, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana tubuh kakakku mendadak kejang-kejang di atas ranjangnya," bisik Eshar, suaranya bergetar menahan amarah lama yang selalu membakar dadanya.

"Wajahnya yang cantik memucat, dan dari sudut bibirnya keluar darah hitam. Seseorang... seseorang yang berkuasa di dalam lingkaran elit itu telah menaruh racun arsenik di dalam minumannya."

Erica menahan napasnya, tangannya tanpa sadar berhenti tepat di atas dada kiri Eshar. Diaa bisa merasakan detak jantung suaminya yang mendadak berpacu cepat dan tidak teratur.

Pengalaman pahit dikhianati di kehidupan lalu membuat Erica bisa merasakan dengan jelas rasa sakit dan ketidakberdayaan yang dirasakan Eshar kecil saat itu.

"Aku menangis, menjerit meminta tolong pada para pelayan dan orang-orang besar di rumah itu, tapi tidak ada satu pun yang bergerak. Mereka semua menutup mata dan telinga karena takut pada sang penguasa," kata Eshar, mata coklatnya berkilat penuh dendam yang dingin.

"Sebelum napas terakhirnya terhenti, Viona menggenggam tanganku yang kecil dengan sisa kekuatannya yang hampir hilang." Eshar menoleh, menatap lekat-lekat ke dalam manik mata Erica. Tatapannya begitu intens, seolah ingin membagi seluruh hitam masa lalunya pada wanita itu.

"Dia berbisik padaku, 'Eshar, adikku sayang... kau harus belajar dengan baik. Kau harus masuk ke dalam dunia tentara. Kau harus menjadi seorang jenderal yang sangat kuat, jenderal yang berdiri di puncak tertinggi, sehingga tidak akan ada satu pun manusia di negeri ini yang bisa merendahkanmu, menginjak-injakmu, atau merenggut orang yang kau sayangi lagi.' Setelah itu, tangannya menjadi dingin."

Heningnya malam mendadak terasa begitu mencekam. Erica menatap wajah suaminya yang tertutup bayang-bayang lampu petromak.

Dia kini memahami sepenuhnya mengapa iman dan prinsip pria ini setebal beton perbatasan mengapa Eshar bertransformasi menjadi mesin militer yang dingin tanpa celah. Semua itu adalah perisai yang dia bangun demi menepati janji kecil pada mendiang sang kakak.

Erica menyelesaikan ikatan terakhir pada perban di pundak Eshar dengan gerakan yang sangat lembut. Setelah selesai, bukannya menjauh, Erica justru membiarkan kedua telapak tangannya tetap menempel di dada bidang Eshar.

Erica kemudian menampakkan senyum manisnya kepada suaminya, dia tatap mata coklat itu dengan hangat.

"Kamu sudah menepati janjimu pada Kak Viona, Eshar," bisik Erica lembut, telapak tangannya mengusap pelan kulit dada Eshar, menyalurkan kekuatan yang perlahan-lahan meruntuhkan dinding pertahanan sang Jenderal.

"Kau adalah Jenderal Eshar Megantara yang ditakuti dan dihormati. Dan di kehidupan ini... di tempat ini, tidak akan ada lagi yang bisa merenggut apa pun darimu. Aku bersamamu, suamiku."

Mendengar kata-kata yang menguatkan dari Erica, pertahanan ego dingin Eshar runtuh seluruhnya.

Tangan kirinya yang besar bergerak cepat, menggenggam kedua tangan Erica yang berada di dadanya, lalu menarik tubuh langsing istrinya itu masuk ke dalam pelukannya.

Eshar mendekap Erica dengan erat menggunakan satu tangannya yang sehat, menyembunyikan wajah tampannya di ceruk leher Erica yang harum parfum melati.

Sentuhan intim yang begitu dalam ini membuat jantung keduanya berdentang keras selaras di tengah sunyinya barak perbatasan.

Di dalam pelukan hangat itu, iman Eshar mungkin telah terkikis habis oleh pesona Erica, tapi jiwanya yang selama puluhan tahun kelam kini akhirnya menemukan tempat untuk pulang dan bersandar.

1
Siti Sarfiah
bisa " terjadi perang batin🤣🤣
Siti Sarfiah
wah, dh positif, nyonya Megantara, semangat👍💪
Siti Sarfiah
siap" saja nanti erica jadi tantenya kuda nil😄😄
Muft Smoker
satu pengkhianat udh di Brantas ,,
semoga msalaah yg ad bisa selesai satu persatu termasuk kematian viona
Muft Smoker: yx kak ,, dan jgn lupa di amin kan 😁😁
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
apakah ini takdir apa jodoh?
Siti Sarfiah
wahh seru sekali semangat erica 💪 mudahan berhasil , lanjuuuttt
Siti Sarfiah
saya baru masuk baca ceritanya , kasian ceritanya di tikung dan di hianati, semangat dan lanjut lagi bacanya👍💪
Muft Smoker
pengkhianat sudah beranak Pinak eshar ,, tp melihat ketangguhan kalian ,, pasti bisa membabat habis para pengkhianat itu ,, 😁😁😁😁
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 🥰
Elisabeth Ratna Susanti
baca surat auto nyanyi surat cintaku yang pertama, eh....../Facepalm/
Muft Smoker
waah ad yg main2 dg singa perbatasan ,,
sperti ny mereka terlalu meremehkan sang jendral dan istrinya ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
berasa jd reporter dadakan yx kak ,,
😂😂😂😂
Muft Smoker: 👍👍👍👍👍👍😁😁😁😁😁
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
pak jendral cemburu juga ya😄
Muft Smoker
si hilya dan axelo di satukan ,, pasangan yg cocok buat bikin huru hara ,, 😂😂😂 ,,



lanjut kak ,,
Muft Smoker: nah betul kak ,, makin pusing deh si eshar ma erica 🤣🤣🤣
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Muft Smoker
kalo liat cara viona menyembunyikan sesuatu yg penting ,, berarti viona di masa lalu bukan org biasa yx ,,
Muft Smoker: maksud ny bukan hanya seorang pendiri megantara ,, tp punya sisi yg lain gtu kak ,, soalny keliatan cerdas , hati2 tp punya cara melindungi hal2 penting dg cara gx terduga ,,
total 3 replies
Muft Smoker
msh byk Teka teki dcerita ini ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
Elisabeth Ratna Susanti
sang jenderal memang selalu awur2an auranya 🥰
Muft Smoker
si Benny mau main kucing2an krn tkut ketahuan ,, tp di balas permainan p*nas dua singa perbatasan ,,
syok gx tuh mata2ny ,, 😂😂😂😂
Muft Smoker: nah bnr kak ,, panas dingin gx tuh 😂😂😂
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
makin seru 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!