NovelToon NovelToon
Mekanik Rongsokan Menaklukkan Galaksi

Mekanik Rongsokan Menaklukkan Galaksi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Ketika langit malam berkedip dan suara mekanis yang dingin bergema di benak miliaran manusia, Bumi tidak lagi sama. Kiamat tidak datang membawa api dari neraka atau wabah mematikan, melainkan sebuah layar biru transparan yang melayang di udara.
​Era damai telah dihancurkan oleh "Sistem". Manusia secara paksa ditarik ke dalam arena kelangsungan hidup semesta, di mana monster bermunculan dari bayang-bayang dan hukum rimba menjadi satu-satunya aturan. Beradaptasi, berevolusi, atau mati.
​Yudha, seorang mekanik penyendiri yang lebih nyaman berbicara dengan mesin daripada manusia, secara tidak sengaja meretas anomali sesaat sebelum kiamat dimulai. Berkat sebuah kubus hitam misterius yang ia temukan di pasar loak, Sistem salah mengidentifikasinya dan memberikannya kelas yang belum pernah tercatat dalam sejarah integrasi: Mekanik Kosmik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Malam Pembantaian dan Senjata Pertama

​Jalan raya yang tadinya merupakan urat nadi kota kini berubah menjadi ladang pembantaian. Di bawah guyuran hujan badai, api berkobar dari bangkai-bangkai kendaraan yang saling bertabrakan, menciptakan siluet mengerikan dari makhluk-makhluk yang merayap di baliknya.

​Yudha menekan tubuhnya ke dinding bata sebuah minimarket yang kacanya telah pecah berantakan. Napasnya ditahan. Sekitar lima puluh meter di depannya, seekor makhluk bertubuh bungkuk dengan enam lengan berotot sedang mencabik-cabik atap sebuah mobil SUV seolah itu hanya kaleng kerupuk. Jeritan dari dalam mobil itu terputus seketika saat makhluk tersebut menarik penumpangnya keluar.

​[Mutan Laba-laba Besi - Level 5]

​Angka merah di atas kepala makhluk itu membuat darah Yudha berdesir. Jika Anjing Neraka Level 2 saja nyaris merobek kakinya, makhluk Level 5 ini bisa membunuhnya hanya dengan satu jentikan jari. Ia harus cerdas. Kekuatan otot tidak akan membantunya bertahan hidup malam ini.

​Yudha menarik pandangannya dan membuka panel status sistemnya. Ia masih memiliki 5 Poin Atribut Bebas dari kenaikan level sebelumnya. Luka di pahanya masih berdenyut nyeri, memperlambat gerakannya.

​"Sistem, alokasikan 3 poin ke Agilitas dan 2 poin ke Ketahanan," bisik Yudha pelan.

​[Distribusi poin dikonfirmasi.]

[Agilitas: 9 -> 12]

[Ketahanan: 8 -> 10]

​Sensasi hangat seketika menjalar ke seluruh tubuhnya, berpusat di otot-otot kaki dan dadanya. Rasa nyeri di pahanya mereda secara signifikan, dan pendarahannya berhenti sepenuhnya. Napasnya terasa lebih panjang dan ringan. Dengan Agilitas yang kini melampaui rata-rata manusia biasa, ia merasa bisa berlari jauh lebih cepat dan lincah dari sebelumnya.

​Mata Yudha menyapu sekeliling, mencari jalan keluar dari zona pertempuran utama. Pandangannya tertuju pada sebuah gang gelap yang mengarah ke area pertokoan elektronik. Itu adalah tempat yang sempurna. Ia butuh material untuk merakit Pisau Kejut Elektromagnetik, dan toko elektronik adalah tambang emas baginya.

​Dengan langkah seringan kucing, Yudha bergerak menyusuri bayang-bayang. Ia menghindari jalan raya, melompati kap mobil yang terbakar, dan menyelinap masuk ke dalam gang. Kecepatannya yang baru terbukti berguna; ia berhasil melewati dua ekor Anjing Neraka yang sedang sibuk memangsa mayat tanpa terdeteksi.

​Sepuluh menit kemudian, Yudha menyelinap ke dalam sebuah bengkel servis alat elektronik yang pintunya telah hancur didobrak massa yang panik. Bagian dalam toko itu berantakan, TV tabung, kulkas, dan komputer berserakan di lantai.

​Yudha menyalakan senter kecil dari ranselnya, menutupinya dengan sebelah tangan agar cahayanya tidak terlalu terang memancar ke luar.

​"Bilah baja, kapasitor, dan kabel tembaga," gumam Yudha, mengingat syarat cetak biru dari kelas Mekanik Anomali miliknya.

​Ia bergerak cepat. Dari rak perkakas milik pemilik toko yang tertinggal, ia menemukan sebuah golok tebas tebal bermata baja. Ia lalu membongkar paksa mesin luar AC yang tergeletak di lantai, memotong kabel tembaganya, dan mencabut sebuah kapasitor tegangan tinggi (baterai penyimpan arus) yang kondisinya masih utuh.

​[Material terkumpul. Apakah Anda ingin mengaktifkan Cetak Biru: Pisau Kejut Elektromagnetik?]

[Biaya: 50 Daya Komputasi]

​"Ya," jawab Yudha tanpa ragu.

​Detik berikutnya, sesuatu yang ajaib—atau lebih tepatnya, teknologi yang melampaui nalar manusia—terjadi.

​Layar holografik biru memancar dari mata Yudha, memproyeksikan garis-garis pemindai ke atas golok, kapasitor, dan kabel di depannya. Yudha tidak perlu merakitnya secara manual menggunakan obeng dan solder. Kelas Mekanik Anomali memungkinkan Sistem untuk menjadi perpanjangan tangannya.

​Sebuah energi biru berpendar membungkus material-material tersebut. Tangan Yudha bergerak seolah dikendalikan oleh insting mesin tingkat tinggi. Ia melilitkan kabel tembaga di sepanjang bilah tumpul golok, memasang kapasitor di bagian gagang, dan menyatukannya dalam hitungan detik.

​Besi berpadu dengan komponen elektronik tanpa pelumas atau perekat, menyatu dengan presisi molekuler di bawah cahaya biru tersebut.

​WUNGGG...

​Cahaya itu meredup. Di tangan Yudha kini tidak ada lagi golok usang. Sebagai gantinya, sebuah pedang pendek dengan gagang berdesain futuristik dan bilah yang dialiri jaringan tembaga tipis tergeletak di telapak tangannya. Tombol pemicu kecil terletak tepat di bawah ibu jarinya.

​[Perakitan Selesai!]

[Item Dibuat: Pisau Kejut Elektromagnetik (Prototipe) - Peringkat: Biasa]

​Ketajaman Fisik: Sedang

​Efek Pasif: Tidak ada.

​Efek Aktif (Kejut): Mengeluarkan tegangan listrik 5.000 volt saat tombol ditekan. Menyebabkan kelumpuhan sesaat pada target dengan Ketahanan di bawah 15.

​Kapasitas Baterai: 5/5 Penggunaan (Dapat diisi ulang dengan sumber listrik).

​Yudha tersenyum tipis, memutar senjata barunya dengan nyaman. Beratnya sangat seimbang. Mengorbankan 50 Daya Komputasi (setengah dari batas maksimalnya) sangat sepadan. Kini ia tidak perlu lagi bertarung murni mengandalkan otot.

​KRATAK...

​Suara pecahan kaca yang terinjak memecah keheningan toko tersebut. Senyum Yudha lenyap.

​Ia mematikan senternya seketika. Ruangan itu kembali ditelan kegelapan, hanya tersisa kilatan petir dari luar yang sesekali menerangi ruangan.

​Di ambang pintu toko yang hancur, sebuah bayangan panjang dan ramping merayap masuk. Bentuknya tidak menyerupai hewan apapun yang Yudha kenal. Ia merangkak dengan empat kaki tipis yang ujungnya runcing seperti pisau, sementara tubuhnya seukuran manusia dewasa, dilapisi sisik sekeras aspal.

​[Pengintai Kulit Besi - Level 3]

​Makhluk itu mendengus, kepalanya yang tanpa mata mengendus udara. Ia mencium bau darah dari luka di paha Yudha yang merembes di perban daruratnya. Monster itu memutar kepalanya ke arah sudut tempat Yudha bersembunyi dan mendesis panjang, memperlihatkan deretan taring yang meneteskan racun kehijauan.

​Yudha melangkah keluar dari bayang-bayang, tidak lagi mencoba bersembunyi. Tangannya menggenggam erat gagang senjatanya, ibu jarinya bersandar tepat di atas tombol pemicu.

​Atribut Kecerdasannya yang tinggi memproses informasi dengan cepat: Sisik tebal, pertahanan fisik pasti tinggi. Kunci inggris baja tidak akan menembusnya dengan kekuatanku yang sekarang.

​"Mari kita lihat," ujar Yudha dingin, matanya menatap tajam monster di depannya, "apakah sisik tebalmu bisa menahan sengatan listrik."

1
REY ASMODEUS
lanjut thor
Aisyah Suyuti
good
REY ASMODEUS
karya ini menarik untuk dinanti kelanjutannya. petualangan di dunia apocalipse sungguh membawa aroma baru untuk kalian yang haus ketegangan dan pertempuran epik. 10 Jempol untuk karya terbarumu othor badhot
REY ASMODEUS: othornya salh 🤣🤣🤣. othor bhodat
total 1 replies
REY ASMODEUS
i like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!