NovelToon NovelToon
The System'S Guide To Ruining The Villainess

The System'S Guide To Ruining The Villainess

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / CEO
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: DinaRyu

Up setiap hari

Stella Odette Rosewood terbangun dengan reputasi hancur, dikelilingi teman toxic, dan adik tiri bermuka dua yang ingin merebut segalanya termasuk Neo Hayes Blake, CEO dingin incaran banyak orang.

Satu-satunya jalan keluar adalah "Vix", sistem berwujud rubah ekor sembilan cerewet yang memaksanya menjalankan berbagai misi demi bertahan hidup. Stella pun mengubah taktik: membuang orang-orang toxic, merombak penampilannya, dan sengaja mendekati Neo untuk menghancurkan rencana adik tirinya.

Awalnya, interaksi mereka canggung dan Neo terlihat tak peduli. Namun, di balik kelakuan absurd dan omelan Stella pada sesuatu yang tak kasatmata, Neo melihat sosok wanita cerdas yang mati-matian berjuang sendirian.

Saat bahaya sesungguhnya dari intrik keluarga mulai mengancam nyawa Stella, sang CEO mengambil langkah.

Pria dingin itu kini menjadi pelindung posesif yang tak segan menghancurkan siapa pun yang berani mengusik miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DinaRyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 25: Perangkap Siber

System Glitch

Waktu: 08:45 AM

Lantai 15 gedung Blake Group terasa sangat berbeda dengan kantor Rosewood Media yang cenderung kaku dan kuno.

Di sini, semuanya serba modern dengan dinding kaca kedap suara, pencahayaan otomatis yang menyesuaikan dengan suhu ruangan, dan teknologi nirkabel di setiap sudut.

Namun, bagi Stella, keindahan interior ini hanyalah gangguan visual.

Pikirannya terfokus sepenuhnya pada layar biru yang masih mengambang di depan matanya.

[ Sisa waktu: 55 Menit 12 Detik. ]

Stella melangkah masuk ke ruangan kerja timnya yang baru. Ruangan itu cukup luas dengan satu meja panjang besar di tengah dan beberapa monitor melengkung beresolusi tinggi.

Keempat stafnya Leo, Sarah, Maya, dan David langsung menempati posisi mereka dengan wajah antusias.

Mereka tidak tahu bahwa di dalam salah satu perangkat yang mereka bawa, ada bom waktu digital yang siap menghancurkan karier mereka dan reputasi Stella.

"Dengar semuanya," suara Stella memecah keheningan, terdengar sangat jernih dan berwibawa. Ia meletakkan tas kerjanya di meja utama.

"Sebelum kita menghubungkan satu pun perangkat ke jaringan internal Blake Group, aku mau kalian melakukan pemindaian mandiri pada semua drive dan laptop yang kalian bawa. Aku tidak mau ada satu pun bug atau virus sampah yang merusak reputasi kita di gedung ini."

"Tapi Nona Rosewood, kami sudah memeriksa semuanya sebelum berangkat tadi," Sarah, staf kreatif paling senior, mencoba menyela dengan sopan.

Stella memberikan senyum miring yang sangat tengil, tipe senyum yang membuat lawan bicaranya langsung terdiam. "Di duniaku, 'sudah diperiksa' tidak sama dengan 'bersih'. Lakukan saja. Sekarang."

Para staf itu langsung menunduk dan mulai bekerja. Stella sendiri duduk di kursi utama, membuka laptop pribadinya.

Ia merasakan tatapan Vix yang melayang di dekat kepalanya.

"Kau curiga pada siapa, Host?" tanya Vix pelan.

"Semuanya," batin Stella sambil jemarinya mulai menari di atas keyboard.

"Chloe bukan orang bodoh. Dia pasti memilih orang yang paling tidak mencurigakan untuk menanamkan malware itu. Atau mungkin, dia memanfaatkan kecerobohan salah satu dari mereka."

Sambil memantau aktivitas jaringan di sekitarnya, sebuah suara ding kembali terdengar.

[ Misi Harian Diaktifkan! ]

[ Misi: Karena atmosfer ruangan ini terlalu tegang, lakukan peregangan tubuh 'Kucing Menggeliat' (Stretching dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi dan sedikit melengkungkan punggung) sambil menguap keras di depan timmu. ]

[ Hadiah: 10 Poin Karma & Camilan Cokelat Hitam (Penambah Fokus). ]

[ Hukuman Gagal: Host akan mengalami rasa gatal yang tidak bisa digaruk di bagian punggung selama 2 jam. ]

Stella nyaris membenturkan kepalanya ke meja. Vix, kau benar-benar tidak punya rasa kasihan, ya? Aku sedang mencari pengkhianat!

"Hukuman gatal itu sangat menyiksa, Host. Percayalah padaku," Vix terkikik geli.

Stella menarik napas panjang. Ia melirik ke arah empat stafnya yang sedang serius menatap layar masing-masing. Ah, sudahlah. Mereka sudah menganggap ku aneh sejak kejadian yang lalu.

Tanpa aba-aba, Stella berdiri dari kursinya. Ia mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi ke udara, menyatukan jemarinya, lalu melengkungkan punggungnya ke belakang dengan gerakan yang sangat berlebihan persis seperti kucing yang baru bangun tidur.

"Uaaaaaaahhhhh!"

Stella menguap dengan suara yang sangat keras dan disengaja, membuat keempat stafnya serentak mendongak dan menatapnya dengan tatapan kosong.

Hening sejenak.

"Maaf, udara di gedung ini terlalu nyaman sampai aku mengantuk," ucap Stella dengan wajah datar tanpa dosa, lalu kembali duduk seolah tidak terjadi apa-apa.

Sarah dan Leo saling berpandangan, lalu kembali menunduk.

Mereka sudah mulai terbiasa dengan "keajaiban" bos baru mereka.

[ Misi Selesai! ]

[ Hadiah ditambahkan. ]

Tiba-tiba, sebuah batang cokelat hitam kecil muncul di dalam saku jas putih Stella. Ia mengambilnya, memakannya dalam satu gigitan, dan seketika itu juga, fokusnya meningkat tajam.

Matanya yang monolid menyipit, menangkap sebuah anomali di layar laptop David, staf paling muda di timnya.

Ada sebuah pertukaran data yang tidak terlihat, sebuah background process yang mencoba mengirimkan paket data terenkripsi melalui port yang seharusnya tertutup.

"David," panggil Stella dingin.

David tersentak, wajahnya yang polos menatap Stella. "Ya, Nona?"

"Bawa laptop mu kemari. Sekarang."

David terlihat bingung namun segera menurut. Begitu laptop itu berada di tangan Stella, ia langsung masuk ke dalam command prompt tingkat dalam.

Ia menggunakan Skill Peretasan Level 2 yang diberikan sistem dari hadiah misi sebelumnya.

"Vix, bantu aku melacak sumber aslinya," perintah Stella di dalam hatinya.

"Sedang berjalan, Host. Ini bukan malware biasa. Ini Spyware tingkat militer yang dirancang untuk aktif begitu mendeteksi alamat IP server Blake Group. Chloe benar-benar mengeluarkan uang banyak untuk ini," sahut Vix, matanya yang biru berkilat saat ia memindai kode-kode di layar.

Stella menemukan sumbernya. Sebuah flashdisk kecil yang terlihat seperti gantungan kunci terpasang di salah satu port belakang laptop David.

"David, dari mana kau mendapatkan gantungan kunci ini?" tanya Stella, suaranya sangat rendah, membuat seluruh ruangan mendadak dingin.

David menatap benda itu dengan mata membelalak. "I-itu... itu hadiah dari Nona Chloe kemarin sore, Nona. Beliau bilang itu adalah jimat keberuntungan agar proyek kita lancar karena aku staf paling baru. Beliau meminta saya untuk selalu memasangnya agar data saya tidak hilang."

Stella tertawa. Tawa yang sangat pahit dan tajam. "Jimat keberuntungan? Ini adalah pisau yang disiapkan untuk menggorok leher kita semua, David."

"A-apa maksud Anda?" David mulai berkeringat dingin.

"Flashdisk ini berisi malware pencuri data. Begitu kau masuk ke jaringan gedung ini, semua data rahasia kita termasuk draf anggaran yang belum disetujui akan terkirim ke server luar. Dan tebak siapa yang akan dituduh melakukan kebocoran data?"

Stella menatap David tajam. "Kau, dan aku."

David nyaris jatuh terduduk. "Nona, aku bersumpah aku tidak tahu! Aku benar-benar tidak bermaksud"

"Aku tahu," Stella memotong kalimatnya.

"Chloe memang ular yang ahli memanfaatkan orang polos sepertimu."

To be Continued

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!