NovelToon NovelToon
Bukan Yang Pertama

Bukan Yang Pertama

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Balas Dendam / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:73.7k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Bagi Alma, Nova adalah segalanya. Pria romantis yang menjadi pusat dunianya, sehingga dirinya mencintai pria itu dengan ugal-ugalan.

Namun, semuanya tak lagi sama, ketika tak sengaja ia mendengar dan melihat sendiri sang suami menyebut istri pada wanita lain. Dan lebih mirisnya lagi dirinya bukan yang pertama.

Danish, sosok pemuda yang hangat pada keluarga, tetapi sangat dingin dan cuek pada wanita setelah cintanya kandas. Akan tetapi, sejak pertemuannya kembali dengan Alma, perlahan sikapnya mulai berubah.

Bagaimana kisah selanjutnya? Mengalami pengalaman pahit yang hampir sama, akankah mereka bersatu?

Yuk, ikuti perjalanan mereka, hanya di sini; "Bukan Yang Pertama" karya Moms TZ. Bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gagal total

Nova menggeleng cepat, wajahnya berubah pucat pasi. Dia menolak menerima koper tersebut.

"Bercerai? Nggak, Sayang! Mas nggak akan pernah menceraikanmu! Mas...mas cinta sama kamu dan membutuhkanmu, mas nggak bisa hidup tanpamu!" serunya panik, suaranya meninggi penuh keputusasaan.

Nova berusaha meraih tangan Alma, tetapi tepisan kasar wanita itu dengan cepat menghantam lengannya.

"Kalau kamu nggak pergi, aku yang akan pergi. Dan ingat, aku nggak main‑main!" jawab Alma dingin, netranya menatap tajam tanpa belas kasih.

"Semua bukti kebohongan dan perbuatan kotor kalian sudah ada di tanganku. Sekali kamu berani menggangguku lagi, aku pastikan nama baikmu, karirmu, juga hidupmu akan hancur!"

Nova tertegun, kakinya terasa lemas mendengar ancaman itu. Dia sadar, Alma bukan lagi wanita lemah yang dulu dikenalnya. Wanita di hadapannya kini sudah berubah menjadi sosok yang berani dan siap menghancurkannya kapan saja.

"Ambil barangmu dan pergi, sebelum aku memanggil orang lain untuk mengusirmu!" tegas Alma sambil menunjuk pintu utama.

Nova terpaksa mengambil koper itu dengan tangan gemetar. Pria itu menatap Alma penuh penyesalan, tetapi wanita itu sudah memunggunginya dan masuk kembali ke dalam kamar, lalu membanting pintu hingga tertutup rapat lalu menguncinya.

Pria itu hanya bisa menatap pintu kamar dengan pandangan nanar, kemudian berjalan dengan langkah gontai menuruni anak tangga dengan kesusahan sambil menyeret dua koper besar di tangannya. Dia lantas membuka bagasi mobilnya dan melempar koper tersebut dengan kasar. Kemudian segera masuk ke dalam mobilnya dan duduk di balik kemudi.

Di dalam mobilnya, Nova menggedor setir dengan kesal karena gagal meluluhkan hati Alma.

"Aaargh... sialan! Benar-benar sial..!" Dia mencengkeram rambutnya lalu menyandarkan kepalanya pada kursi.

"Keras kepala sekali wanita itu? Percuma aku keluarkan airmata, bahkan aku sampai merendahkan diri bersimpuh di depannya, tetap saja nggak mempan. Kalau begini semua rencanaku bisa kacau!"

"Harus bagaimana lagi cara supaya hatinya luluh?"

Nova kembali memukul kemudi dengan keras, sambil mengerang frustasi.

Sementara itu, dari balik tirai jendela kamarnya, semua tingkah Nova tak luput dari pengamatan Alma yang menatapnya dingin sambil tersenyum miring.

"Dasar sampah tetap saja sampah. Dia pikir aku akan terkecoh dengan semua trik liciknya? Nggak akan pernah lagi! Mulai sekarang, aku yang akan membalik keadaan!"

.

Nova kembali ke rumah sakit setelah gagal menjalankan misinya. Ia masuk ke ruang rawat Marsha dengan wajah kusut masai, lalu duduk di sofa dengan lesu seakan tak memiliki tenaga.

Marsha mengernyit heran melihat kondisi suaminya yang begitu kacau. Ia pun bertanya meski ragu, "Mas... gimana hasilnya? Kamu nggak berhasil merayu Alma, ya?"

Nova menghela napas panjang nan kasar, lalu mengusap wajahnya dengan kedua tangan. "Gagal total. Wanita itu berubah seratus delapan puluh derajat. Dia bahkan mengusirku, melempar semua barangku keluar, dan dengan tegas bilang mau cerai."

Marsha menutup mulutnya kaget, wajahnya seketika pucat. "Apa? Mau cerai? Serius dia bilang begitu, Mas?"

"Iya, begitulah. Aku bahkan sudah merendahkan diriku bersimpuh memohon, tapi dia sama sekali nggak berubah pikiran. Wanita itu tetap dingin, keras kepala, dan seolah tekadnya sudah bulat untuk menjauh dariku," jawab Nova geram, rahangnya mengeras.

"Dia bilang sudah muak dengan semua ini, dan nggak mau lagi berurusan sama kita," tambahnya lagi, sengaja melebih-lebihkan cerita supaya Marsha percaya kalau Alma terlalu berlebihan, dan manipulatif.

Marsha mulai gemetar, rasa panik mulai menjalar di sekujur tubuhnya. "Terus kita harus gimana, Mas? Kalau dia sampai nekat minta cerai, karir Mas juga bakal hancur..."

Nova kembali menghela napas panjang dengan berat hati, benar-benar tak tahu lagi apa yang harus diperbuatnya. Selama ini dia menjalani hidupnya dengan begitu mudah sesuai apa yang direncanakan. Memiliki dua istri -- Marsha, yang melahirkan anak-anak dan menjadi pelengkap rumah tangga. Sedangkan Alma, sebagai penopang utama karirnya agar terus meroket tinggi. Sebab, hampir semua proposal hingga materi presentasi yang membuatnya dipuji dan dihargai di kantor, adalah hasil kerja Alma.

Pria itu bangkit berdiri, lalu berjalan mondar‑mandir dengan napas memburu.

"Kita nggak boleh diam saja, Sha! Beberapa bulan lagi akan ada rotasi jabatan, dan aku punya peluang besar untuk menduduki posisi Direktur Utama di perusahaan itu. Aku nggak mau semua usahaku bertahun‑tahun ini gagal begitu saja. Aku harus berhasil membawa Alma kembali ke pelukanku, apa pun caranya!" ujarnya penuh tekad.

...

Di sisi lain, malam itu Alma membongkar isi lemarinya. Ia sudah bertekad untuk pergi dari rumah itu. Tempat yang dulu penuh kenangan indah bersama Nova, tetapi ternyata hanya lah kepalsuan belaka. Ia ingin mengubur dalam-dalam kepahitan yang menimpanya, dan menata kembali masa depannya sendiri.

Selesai memasukkan semua barang-barang yang sekiranya penting, ke dalam koper dan beberapa kardus, Alma lantas menghubungi Danish.

"Halo, Nish. Sepertinya aku perlu tempat tinggal baru. Aku nggak mau Nova akan terus datang dan menerorku dengan drama murahannya itu," ucap Alma saat panggilan tersambung.

Ia pun menceritakan secara rinci semua kejadian yang baru saja dialaminya dengan Nova pada Danish.

Di seberang telepon, Danish mendengarkan dengan saksama, raut wajahnya semakin menegang seiring berjalannya cerita. Dia mengembuskan napas panjang begitu Alma selesai bercerita, rasa marah bercampur iba kembali menyelimuti hatinya.

"Pria itu benar-benar sudah nggak punya urat malu lagi," gumamnya dengan nada dingin. "Tapi kamu tenang aja, Al. Biar aku yang urus tempat tinggalmu besok pagi. Ada satu apartemen milik perusahaan yang lokasinya strategis dan sangat tertutup. Nggak sembarangan orang bisa masuk ke sana, jadi kamu pasti aman."

Alma tersenyum tipis, merasa sedikit lega mendengar tawaran itu. "Terima kasih, Nish. Kamu selalu ada di saat aku dalam kesulitan. Aku janji, ini cuma sementara. Nanti kalau keadaan sudah benar-benar aman dan selesai, aku akan cari tempat sendiri."

"Kamu ngomong apa sih, Al? Kita kan, sahabat," potong Danish cepat. "Anggap saja ini bantuan, jadi jangan dipikirkan hal lain. Yang terpenting sekarang keselamatan dan ketenanganmu. Besok pagi aku kirim orang untuk memindahkan semua barangmu ke sana. Kamu tinggal terima beres."

"Baiklah. Sekali lagi terima kasih," jawab Alma pelan.

Panggilan pun terputus.

Kemudian Alma pergi ke bawah untuk membuat minuman yang bisa menyegarkan hati dan pikirannya.

Sesampainya di dapur, ia membuka lemari kabinet mencari teh, kopi, atau minuman lainnya. Hingga netranya menangkap sebuah bungkusan kecil dalam plastik seperti serbuk teh.

"Apa ini...?" tanyanya pada diri sendiri seraya memperhatikan benda itu

"Perasaan aku nggak pernah beli barang kayak gini? Atau mungkin, ini punya si mbak?" pikirnya mencoba menebak lalu mengembalikannya ke tempat semula.

Pagi harinya, ketika si mbak yang bersih-bersih rumahnya datang, Alma langsung bertanya tentang benda yang ditemukannya semalam.

"Mbak, ini punyamu, ya?" tanyanya sembari menyodorkan benda tersebut ke arah si mbak.

"Bukan itu, Bu," jawab si mbak dengan cepat.

Namun, sejenak ia tampak berpikir. "Kalau nggak salah, sepertinya punya bapak, Bu. Waktu itu beliau meminta saya menyeduhnya buat, Ibu. Pas saya tanya minuman apa itu katanya ramuan penyubur kandungan."

Deggg!!!

Otak pintar Alma bergerak cepat mencoba menggali kepingan ingatannya, kapan ia pernah meminum ramuan itu. Dan ia pun langsung membekam mulutnya, netranya membulat sempurna disertai airmata yang menetes di pipinya.

1
bibuk Hannan & Afnan
keren
bibuk Hannan & Afnan: sama² mom, mau kasih kata² nya apa bingung mom udh gt td bocil riweh
total 2 replies
bibuk Hannan & Afnan
hadeuh hatinya penuh dgn penyakit hati yaa gt jadinya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
brti si apin tuh yg bungsu ya, Danish dilangkahi dong dulu sama si apin
bibuk Hannan & Afnan: iya betul mom
total 2 replies
bibuk Hannan & Afnan
kenerjanya=kinerjanya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tengkyu
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
karma dibalas tunai dan buah jatuh sepohon pohonnya yaa pak Ilham jd nikmati saja buah yg kau tanam
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hummm
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
wkwkwk si papi paling takut klo mami Mia sudah keluar ancaman tidur diluar kamarnya dikeluarin😄😄
bibuk Hannan & Afnan
Apa apa kamu datang kemari? maksudnya gimana mom
Ada apa kamu datang kemari? mungkin ya mom
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: begitulah, kadang jari sm pikiran gak selalu singkron😂
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
ku kira bakalan ditulis secara detail mom mixue nya 😁😁😁 sekalian endorsan gt 😅😅
bibuk Hannan & Afnan
senjata makan tuan
bibuk Hannan & Afnan
ngatain terus terusan jalang ke Alma ternyata yg jalang sebenarnya dirinya sendiri, keren kamu Al double kill
YuWie
Luar biasa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih bintang 5 nya kak 🫰🫶😍
total 1 replies
Suci Dava
Kenapa mantan Danish ngga di bahas moms, si clara kn blm tahu klo seorang Danish orang tajir bukan karyawan biasa.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lupa😂😂😂😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
dah kesana di hari pertama up🤭
〈⎳ FT. Zira: notipnya gak nongol ibuuu
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
tamat kirain masih lanjut aku ini nyuri waktu baca sebelum nanti pagi tempur dengan mesin jahit 🤣🤣 tapi makasih yah moms tinggal yang baru belum sempet baca 🙏🫰
Aditya hp/ bunda Lia: sama-sama 🫰🫰🫰
total 2 replies
Nar Sih
waah asyikk moomz ,msih cerita ank,,mami mia dan papi baim dan pasti cerita msa lalu daniel dan zeya ngk kalah seruu👍🥰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar gsk ngiri mbak😂
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
lelaki mokondo termasuk nya nih si Nova
bibuk Hannan & Afnan
muka tembok ini si Nova gak sadar diri
Patrick Khan
aku suka😍😍
Patrick Khan: ❤️❤️❤️❤️😍
total 2 replies
Patrick Khan
loalah tamat. 😔😔lagek moco.pasti ada cerita baru ni💃💃
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tunggu besok ya
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
gitu aja mom?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: iya, beb. kan udah bahagia danish alma
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!