NovelToon NovelToon
The Porch Light

The Porch Light

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Pernikahan mewah Rowan Vale-Knight dan Cathez hampa tanpa kehadiran buah hati.

Terobsesi pada kebebasan, Cathez terus menolak hamil hingga melontarkan tantangan gila: mengizinkan Rowan mencari wanita lain untuk melahirkan keturunannya.

Dikuasai rasa dikhianati, Rowan menerima tantangan tersebut.

Di malam yang sama, takdir mempertemukannya dengan Rossi Widmer—gadis terbuang yang nekat melompati mobil Rowan demi melarikan diri dari jebakan penjualan diri oleh ayahnya sendiri.

Terdesak ancaman bahaya dan pengaruh obat perangsang, penyatuan tak terduga terjadi di antara mereka.

Rowan yang terkesan oleh kemurnian Rossi memboyong gadis itu dalam pernikahan sah demi mendapatkan anak, tanpa menyadari rahasia besar bahwa Rossi sebenarnya adalah adik kandung Istrinya yang diasingkan sejak kecil.

Di antara keputusasaan, perlindungan tulus, dan intrik masa lalu yang membayangi, akankah benih cinta sejati tumbuh di tengah hubungan transaksi mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#12

Langkah kaki Rowan yang tegas membentur lantai marmer koridor Sayap Barat perlahan-lahan melambat. Ketika ia menginjak anak tangga teratas yang melengkung indah menuju area atrium utama mansion, pemandangan di bawahnya membuat dada pria itu berdesir hangat sekaligus sarat akan rasa bersalah.

Di ruang keluarga utama yang megah, tepat di bawah pendar lampu kristal gantung yang mewangi, berdiri tiga sosok yang paling berarti dalam hidupnya.

Daddy Kaelor berdiri tegap dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana bahan mewahnya. Di sampingnya, Mommy Suzzy berdiri dengan raut wajah yang diliputi kecemasan mendalam.

Dan tak jauh dari mereka, menyandarkan punggungnya pada pilar marmer, berdiri Dorian—saudara kembar Rowan yang memiliki perawakan dan garis wajah yang nyaris serupa dengannya, menatap ke arah tangga dengan pandangan penuh selidik.

Keluarga besar Vale-Knight adalah keluarga yang dipenuhi kehangatan dan kelimpahan kasih sayang.

Suzzy, sang ibu, telah menyaksikan bagaimana empat putra tertuanya—hidup membina rumah tangga yang harmonis, bahagia, dan dilimpahi riuh renyah tawa anak-anak. Namun, hanya satu putra yang selalu membuat tidur nyenyaknya terganggu, putra bungsu yang lahir beberapa menit setelah Dorian: Rowan.

Hampir setiap minggu, dinding-dinding kokoh Sayap Barat menjadi saksi bisu pertengkaran dingin antara Rowan dan Cathez.

Pertengkaran yang tidak pernah menemukan titik terang, selalu berakhir dengan Rowan yang mengalah dalam diam atau pergi meninggalkan mansion di tengah malam dengan wajah hancur bertabur keputusasaan.

Suzzy sering kali memarahi Rowan habis-habisan karena hal ini. Sebagai seorang ibu yang sangat menyayangi menantunya, Suzzy selalu menasihati Rowan agar tidak menekan Cathez.

“Jangan selalu membahas sesuatu yang dibenci oleh istrimu, Rowan!” begitu kalimat yang berulang kali diucapkan Suzzy dengan nada melunak namun tegas. “Jika kau merindukan suara anak-anak, keponakan-keponakanmu yang banyak itu—putra dan putri kakak-kakakmu—adalah anak-anakmu juga! Mereka mencintaimu!”

Suzzy tidak pernah tahu luka mendalam di balik pernikahan putranya. Yang Suzzy tahu, putranya adalah seorang pria gigih yang terlalu memaksakan kehendak pada istrinya yang masih dibayangi duka masa lalu.

Namun malam ini, saat Rowan melangkah turun dari anak tangga satu per satu, ada sesuatu yang berbeda.

Rowan tidak lagi membawa bahu yang terkulai lunglai atau mata yang memerah redup menahan luka. Pria itu berdiri tegap. Wajah tampannya bersih, tenang, dan matanya memancarkan ketegasan asing—seolah-olah beban ribuan ton yang selama empat tahun ini menjepit dadanya telah terangkat menguap ke udara.

Suzzy melangkah maju beberapa tindak, menatap putra bungsunya dengan mengernyitkan kening.

"Kau... kau akan pergi lagi, Rowan?" tanya sang mommy, suaranya sarat akan helaan napas cemas yang biasa.

Rowan menghentikan langkahnya di anak tangga terakhir. Ia menatap wajah ibunya yang penuh garis kekhawatiran, lalu mengulas senyum tipis yang teramat lembut—sebuah senyum tulus yang sudah lama tidak disaksikan oleh keluarganya.

"Iya, Mom," sahut Rowan pelan, suaranya terdengar jernih tanpa beban. "Aku memiliki beberapa urusan yang harus kuselesaikan di luar."

Kaelor Vale-Knight, sang kepala keluarga yang berwibawa, mengambil satu langkah ke depan. Matanya yang tajam menatap lurus ke dalam manik mata putra bungsunya. Nada suaranya berwibawa, penuh dengan ketegasan seorang ayah yang telah kenyang makan asam garam kehidupan.

"Perusahaanmu untuk sebulan ke depan... Daddy yang akan mengambil alih," ucap Kaelor dingin namun tegas. "Fokuslah perbaiki rumah tanggamu, Son. Dan jangan pernah kabur seperti seorang pengecut di tengah masalah. Daddy tidak pernah mengajarkan kepada anak-anak Daddy untuk menjadi pria yang kekanak-kanakan."

Kata-kata tegas dari ayahnya menghantam tepat di ceruk hati Rowan. Pria yang biasanya menyembunyikan rapat-rapat perasaannya itu mendadak merasakan kehangatan yang menyeruak hebat di matanya.

Rasa lelah, rasa terisolasi selama empat tahun, serta keharusan untuk terus berakting seolah-olah semuanya baik-baik saja mendadak jebol di hadapan kedua orang tuanya.

Satu bulir air mata yang bening perlahan meluncur turun meniti pipi tegas Rowan, memantulkan pendar lampu ruangan.

Dorian yang bersandar di pilar mendadak menegakkan tubuhnya, terkejut melihat saudara kembarnya yang terkenal dingin dan berhati baja itu meneteskan air mata di hadapan mereka. Suzzy pun membelalakkan matanya, menutupi mulutnya dengan sebelah tangan.

Rowan mengusap air mata tunggal itu dengan punggung jarinya, lalu mengulas tawa pendek yang terdengar getir namun lega.

"Masalahku... terlalu berat, Dad," bisik Rowan, suaranya sedikit bergetar namun tetap terdengar tegap. "Aku bukan menghindar dari masalah atau menjadi pengecut. Hanya saja... untuk menemukan solusinya, aku memang harus keluar sebentar. Aku butuh menghirup udara segar di luar."

Melihat keputusasaan yang langka dari putra bungsunya, naluri keibuannya menangis. Suzzy melangkah cepat, meraih jemari Rowan dan mengelusnya penuh kasih sayang.

"Kalau begitu... bagaimana kalau kau tinggal di mansionmu sendiri saja untuk sementara?" tawar sang mommy untuk kesekian kalinya, mencoba memberi jalan tengah. "Mungkin Cathez ingin tinggal sendiri di sini agar dia bisa lebih leluasa, dan kau bisa menenangkan pikiranmu di propertimu sendiri tanpa harus terganggu."

Sebelum Rowan sempat menjawab, Dorian yang sejak tadi diam melangkah mendekati mereka. Saudara kembar Rowan itu menyilangkan kedua tangannya di dada, melayangkan pandangan penuh arti pada ibunya.

"Mommy seperti tidak tahu saja," celutuk Dorian dengan nada santai namun tajam. "Adik ipar bahkan hampir tidak pernah ada di mansion ini, kan? Dia selalu sibuk berlibur ke luar negeri bersama teman-temannya atau mengurus bisnis fashion-nya."

Rowan membetulkan perkataan saudara kembarnya dengan anggukan pelan, memberikan pembelaan yang rasional agar ibunya tidak semakin menyalahkan dirinya sendiri.

"Lagi pula, Cathez sendiri yang memilih untuk tinggal bersama, Mom," terang Rowan lembut pada Suzzy. "Alasannya, jika dia meninggalkanku untuk perjalanan bisnis atau liburannya, dia tidak ingin aku kesepian di mansion pribadi. Dia ingin ada Mommy yang akan mengurusku dan memperhatikan jam pulang kerjaku."

Suzzy menghela napas panjang, hatinya bimbang. Di satu sisi ia menyayangi Cathez sebagai menantunya, namun di sisi lain, melihat putra bungsunya sendiri tersiksa seperti ini merobek rasa kemanusiaannya sebagai seorang ibu.

"Lalu malam ini kau mau menginap di mana?" tanya Suzzy lirih, membelai lengan tegap Rowan. "Jangan tidur di hotel. Itu tidak baik untuk kesehatan dan nama baikmu."

"Aku akan tinggal di mansion Kak Killian saja untuk sementara waktu, Mom," jawab Rowan menenangkan. Killian adalah kakak sulung mereka, saudara kembar pertama dari keluarga Vale-Knight.

"Aku butuh suasana yang sedikit berbeda."

Rowan menggenggam kedua tangan ibunya, mengangkatnya perlahan lalu mencium punggung tangan Suzzy dengan penuh rasa hormat dan kasih sayang.

"Dan aku mohon... Mommy jangan khawatirkan aku lagi," bisik Rowan, menatap lurus ke dalam mata ibunya dengan pendar keyakinan yang baru. "Aku berjanji, kali ini aku akan menyelesaikan semuanya dengan baik. Aku akan mendapatkan kebahagiaanku sendiri."

Suzzy menatap mata Rowan lama, mencari tanda-tanda kebohongan di sana. Namun yang ia temukan hanyalah ketenangan seorang pria yang telah menemukan arah jalannya kembali. Suzzy akhirnya mengangguk pelan, membawa tubuh tinggi putranya ke dalam pelukan hangat seorang ibu.

"Pergilah," bisik Suzzy di dada Rowan. "Jaga dirimu baik-baik, Nak."

Rowan memeluk ibunya erat-erat, menyerap seluruh kasih sayang yang mengalir dari pelukan itu. Setelah melepaskan pelukannya, Rowan mengangguk kecil pada Daddy Kaelor yang menatapnya dengan pandangan penuh rasa bangga yang terselubung, serta menepuk bahu Dorian secara sekilas.

Dengan langkah yang kini jauh lebih ringan dan mantap, Rowan berbalik melangkah keluar menembus pintu utama mansion keluarga Vale-Knight. Di luar, hujan telah sepenuhnya reda, meninggalkan aroma tanah segar dan langit malam yang mulai dibersihkan oleh angin.

Rowan masuk ke dalam mobilnya, menyalakan mesin, lalu melajukan kendaraannya membelah kegelapan malam Bel Air.

Pikiran dan tujuannya malam ini tidak lagi tertuju pada masa lalu yang kelam, melainkan pada sebuah penthouse di pusat kota—tempat di mana seorang gadis bernama Rossi Widmer sedang menunggunya, memegang kunci menuju masa depan dan kebebasan yang selama ini ia impikan.

1
Mia Camelia
hahaa rasaiin ketauan ,rowan ngumpetin anak gadis🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkww🤣
total 1 replies
alunanfiksimalam
Wanita jahat
nayla tsaqif
Uhh,, marathon bacanya thor,, tp nyampe jg bab 20🤭
Rosdianah 🌷: Waaah luar biasa kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Rossi 😍😍😍
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
bikin semua kejahatan catzhes terbongkar
Rosdianah 🌷: siap kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Huwaa😭 knp q ketinggalan notifnya,, tau2 udah bab 20 ajahh,,! Semangat 30 menit pasti selesai baca💪
Rosdianah 🌷: Huhuhu semangat kak reader 🥰🫶
total 1 replies
Mia Camelia
so sweet banget sih mereka brdua🥰🥳
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Mia Camelia
aduh ngenes banget ngliat rowan nanggis ky bgitu🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahaha🤣
total 1 replies
Mia Camelia
cathez gak tau diri banget cowo sekelas rowan di sia sia kan😔
Rosdianah 🌷: huhuhu
total 1 replies
Mia Camelia
rowan jahat banget sih cuma mau ngambil anak nya doang🤣🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: perlu digampar anak Daddy satu itu🤣
total 1 replies
Mia Camelia
rosi polos banget yaa, cocok nih sama rowan🥰🥰🥰
Mia Camelia
semua nya mudah klo rowan udh niat 😂🤣
Mia Camelia
hehe rowan kebelet banget pingin anak🤣🤣
Rosdianah 🌷: bisa bayangin lah ka🤣🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
ehmm pertemuan yg tak terduga😂
Rosdianah 🌷: hihihi🤭
total 1 replies
Mia Camelia
horeee 🥳 akhir nya kisah rowan publish juga🥰😄😂😂
aku pasti baca thor mpe abis🥰🥰🥰
Rosdianah 🌷: Huhuhu terharu, Ma'aciww kak, Semoga suka sama ceritanya.
Happy Reading 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!