NovelToon NovelToon
Jalan Dewa Kehampaan

Jalan Dewa Kehampaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Timur, kekuatan mutlak adalah hukum tertinggi, dan mereka yang tidak bisa berkultivasi hanyalah debu yang pantas diinjak-injak. Lin Tian, Tuan Muda dari Klan Lin, harus menanggung kehinaan selama bertahun-tahun karena cacat bawaan pada meridiannya. Takdirnya mencapai titik terkelam ketika ia dikhianati, disergap oleh pembunuh bayaran suruhan sepupunya, dan dilemparkan ke dasar Jurang Hukuman yang mematikan.
​Namun, jurang itu bukanlah akhir, melainkan awal yang baru.
​Di ambang kematian, darah dan tekad Lin Tian yang pantang menyerah membangkitkan sebuah artefak kosmis yang bersemayam dalam dirinya—Mutiara Kehampaan. Tubuh fananya dihancurkan dan ditempa ulang, meridiannya disucikan, dan ia mewarisi Teknik Kultivasi Kehampaan Sembilan Langit, sebuah kekuatan tabu yang ditakuti oleh alam semesta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Hukum Menelan Kehampaan

​Hutan Bambu Hitam terletak beberapa puluh mil di sebelah barat Kota Daun Gugur. Tempat ini terkenal dengan kabut miasma yang beracun pada malam hari dan keberadaan Binatang Buas Iblis tingkat rendah. Bagi penduduk biasa, hutan ini adalah zona kematian. Namun bagi Lin Tian saat ini, tempat ini adalah surga kultivasi yang sempurna.

​Setelah berlari menembus kegelapan selama hampir satu jam, Lin Tian menemukan sebuah gua alam yang tersembunyi di balik tirai air terjun kecil. Tempat itu lembab dan ditumbuhi lumut bercahaya, namun cukup aman dari intaian hewan buas maupun manusia.

​Ia duduk bersila di atas sebuah batu datar yang dingin, menutup matanya, dan memusatkan kesadarannya ke dalam ruang pikirannya.

​Di sana, bayangan raksasa Mutiara Kehampaan berputar lambat, memancarkan cahaya ungu keemasan yang menenangkan.

​"Senior," panggil Lin Tian dalam batinnya. "Waktuku hanya satu bulan sebelum Turnamen Bela Diri klan dimulai. Meski kekuatanku setara dengan tahap Pondasi Bumi, aku tidak memiliki teknik bela diri apa pun selain dasar-dasar klan yang sudah usang. Tolong ajari aku bagaimana menggunakan Teknik Kultivasi Kehampaan Sembilan Langit."

​Suara kuno itu bergema memecah keheningan pikiran Lin Tian.

​"Teknik Kehampaan Sembilan Langit bukanlah sekadar metode memutar Qi seperti yang dilakukan oleh semut-semut fana di dunia ini. Ini adalah hukum perampasan."

​"Perampasan?" kening Lin Tian berkerut.

​"Benar. Surga tidak adil, maka kita merampas dari surga. Bumi pelit akan sumber daya, maka kita menelannya paksa. Tahap pertama dari teknik ini disebut Tubuh Penelan Kehampaan."

​Sebuah aliran informasi yang sangat besar tiba-tiba membanjiri otak Lin Tian. Aksara-aksara kuno berwarna emas mengalir di depan matanya, membentuk diagram aliran Qi yang sangat rumit.

​"Kultivator biasa menyerap energi spiritual dari udara dengan lambat, menyaring kotorannya melalui meridian, lalu menyimpannya di Dantian. Proses itu membuang-buang waktu," lanjut suara kuno itu dengan nada meremehkan. "Dengan Tubuh Penelan Kehampaan, Dantian milikmu akan bertindak layaknya lubang hitam. Kau bisa menyerap inti energi dari Binatang Iblis, tanaman spiritual, atau batu roh secara langsung. Mutiara Kehampaan akan memusnahkan segala racun dan kotoran, mengubahnya menjadi Qi paling murni untukmu."

​Napas Lin Tian memburu. Di Benua Timur, menyerap Inti Binatang Iblis secara langsung adalah tindakan bunuh diri. Energi buas di dalamnya bisa meledakkan meridian manusia. Jika apa yang dikatakan entitas itu benar, maka kecepatan kultivasinya akan melampaui logika dunia ini!

​"Selain itu, sebagai teknik pertarungan awal, aku mewariskan Tiga Langkah Hantu Kehampaan dan Tinju Penghancur Bintang tingkat dasar. Pelajari itu, dan kau tidak akan tertandingi di antara mereka yang berada di bawah tahap Inti Emas."

​"Terima kasih, Senior!"

​Lin Tian segera membuka matanya. Tanpa membuang waktu, ia memutar Qi di dalam tubuhnya mengikuti jalur meridian yang ditunjukkan oleh diagram tersebut. Seketika, pusaran kecil terbentuk di perut bagian bawahnya (Dantian). Energi spiritual di dalam gua itu tersedot masuk ke dalam tubuhnya dengan kecepatan gila-gilaan, membentuk pusaran angin kecil di sekitarnya.

​Perburuan Berdarah

​Tiga hari kemudian.

​Di kedalaman Hutan Bambu Hitam, raungan buas memecah keheningan. Seekor Macan Tutul Mata Darah—Binatang Iblis Tingkat 1 Puncak, yang kekuatannya setara dengan manusia di tahap Pengembara Qi tingkat kesembilan—menerjang maju dengan cakar beracun yang siap merobek mangsanya.

​Mangsa itu adalah Lin Tian.

​Alih-alih menghindar, Lin Tian menyeringai. Matanya memancarkan kilatan ungu yang dingin.

​"Tepat waktu untuk menguji teknik baruku!"

​Tiga Langkah Hantu Kehampaan!

​Sosok Lin Tian tiba-tiba memudar, meninggalkan bayangan palsu di tempatnya berdiri. Cakar macan tutul itu hanya merobek udara kosong. Di saat yang bersamaan, Lin Tian sudah muncul tepat di titik buta sang monster, yaitu di sisi kanan lehernya.

​Energi Qi yang liar meledak di kepalan tangan kanannya, memancarkan cahaya keemasan yang redup namun padat.

​Tinju Penghancur Bintang!

​Bugh! KRAK!

​Pukulan itu mendarat telak di tengkorak Macan Tutul Mata Darah. Kekuatan hantaman setara ribuan kati meledak seketika, meremukkan tengkorak binatang buas itu ke dalam. Monster besar itu terlempar sejauh lima meter, menghantam pohon bambu tebal hingga patah dua, dan mati seketika tanpa sempat mengeluarkan suara erangan terakhir.

​Lin Tian mengibaskan darah dari tangannya sambil berjalan mendekat. Menggunakan belati berburu berkarat yang ia bawa dari rumah, ia membelah dada binatang itu dan mengeluarkan sebuah kristal bundar seukuran ibu jari yang berwarna merah pekat—Inti Binatang Iblis.

​Ia duduk bersila tepat di samping bangkai itu. Tanpa ragu, Lin Tian menggenggam inti tersebut dan memutar Tubuh Penelan Kehampaan.

​Wung!

​Daya hisap yang luar biasa muncul dari telapak tangannya. Inti berwarna merah pekat itu perlahan meredup saat energi buas di dalamnya ditarik paksa masuk ke dalam meridian Lin Tian. Alih-alih meledak karena energi liar, pusaran di Dantian Lin Tian menggiling energi tersebut, memurnikannya seketika menjadi Qi yang lembut namun sangat padat.

​Dalam waktu kurang dari setengah jam, kristal di tangannya berubah menjadi debu abu-abu. Lin Tian membuka matanya, merasakan Qi di tubuhnya semakin meluap-luap.

​"Luar biasa," gumam Lin Tian takjub. "Satu Inti Binatang Iblis Tingkat 1 ini biasanya butuh waktu sebulan untuk disuling menjadi pil oleh alkemis, lalu butuh satu minggu lagi untuk diserap kultivator biasa. Aku hanya butuh setengah jam!"

​Senyum dingin terbentuk di wajahnya saat ia memandang lebih dalam ke arah hutan yang gelap.

​"Mulai hari ini, Hutan Bambu Hitam ini adalah ladang panenku."

​Menjelang Badai

​Waktu mengalir bagaikan butiran pasir di sela jari. Di dalam Hutan Bambu Hitam, jeritan Binatang Iblis menjadi nyanyian harian. Selama dua puluh delapan hari berikutnya, Lin Tian menjelma menjadi hantu pencabut nyawa bagi makhluk-makhluk di hutan itu.

​Dari babi hutan bertaring besi hingga ular phyton bersisik batu, tidak ada satu pun yang lolos dari perburuannya.

​Ia mendorong fisiknya hingga ke batas mutlak. Tubuhnya yang tadinya sedikit kurus kini dihiasi otot-otot ramping yang padat seperti baja. Tatapan matanya setajam pedang yang diasah dengan darah. Di bawah penyerapan ratusan Inti Binatang Iblis menggunakan Tubuh Penelan Kehampaan, pusaran Qi di Dantiannya kini telah memadat menjadi bentuk cairan kental—tanda mutlak bahwa ia sedang menginjak ambang batas menuju tahap Pondasi Bumi.

​Sring!

​Di hari kedua puluh sembilan, Lin Tian berdiri di bawah air terjun, membiarkan air sedingin es menghantam tubuhnya yang bertelanjang dada. Ia membuka mata, dan aura Qi yang kuat meledak dari tubuhnya, menghentikan aliran air terjun itu selama beberapa detik.

​Ia mengepalkan tangannya, merasakan kekuatan yang jauh melampaui imajinasi masa lalunya.

​"Sudah waktunya," gumamnya pelan. Suaranya datar, namun mengandung niat membunuh yang tertahan.

​Lin Tian mengambil kemeja hitam sederhana yang ia beli menggunakan koin emas pembunuh tempo hari dari sebuah desa kecil di pinggiran hutan. Ia mengenakannya, menyembunyikan otot-ototnya yang terbentuk sempurna, dan menyisir rambut hitamnya ke belakang.

​Hari ini adalah hari pertama bulan purnama di musim gugur.

​Hari di mana seluruh klan, tetua, dan tamu kehormatan dari penjuru Kota Daun Gugur akan berkumpul di alun-alun kediaman utama Klan Lin.

​Hari Turnamen Bela Diri.

​Lin Tian menoleh ke arah timur, tempat matahari perlahan terbit membelah kabut pagi.

​"Lin Feng, Tetua Pertama... nikmatilah sisa teh pagi kalian. Karena siang ini, panggung kebanggaan kalian akan berubah menjadi altar pembalasanku."

​Dengan satu tolakan langkah menggunakan Tiga Langkah Hantu Kehampaan, sosok Lin Tian berubah menjadi bayangan buram, melesat keluar dari hutan menuju Kota Daun Gugur.

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz
hadad fernandez khan
lanjut tor👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!