NovelToon NovelToon
CHOSEN HUMAN

CHOSEN HUMAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Time Travel / Fantasi Isekai
Popularitas:2
Nilai: 5
Nama Author: Ya'purmansyah

Kisah petualangan seorang pemuda yang dipilih semesta untuk pergi bersama para roh pendampingnya ke dunia lain. Disana mereka akan membantu membereskan semua kekacauan yang di sebabkan oleh para pasukan Iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ya'purmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Utusan Kerajaan

Sesampainya mereka di kota, Ipul dan Erlang mengajak Ivie berkeliling Kota sembari menunggu utusan raja sampai ke kota itu. Sedangkan Bangkui dan Ishah pergi mempersiapkan asrama untuk mereka pakai nanti.

Di sana Ivie terlihat sangat senang dan gembira, ia berlari-lari dan melompat-lompat kegirangan karna pertama kalinya ia pergi ke kota besar yang di penuhi oleh para pedagang yang sedang berjualan serta terlihat banyak toko-toko besar yang ada di sana.

Mereka pun mencoba mencicipi beberapa makan yang dijual di sana. Sambil terus berjalan, mereka pun terus berkeliling kota tersebut.

Sebelum senja semua utusan sudah terlihat akan memasuki gerbang kota, mereka langsung pergi menuju ke kediaman bupati yang kabarnya telah lenyap. Untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Setelah sampai di lokasi mereka semua pun terkejut bukan main melihat tempat tersebut telah lapang tanpa ada yang tersisa.

Di dalam hati mereka bertanya, apa yang sebenarnya sudah terjadi di sini. Dan siapa orang yang sanggup membuat tempat ini menjadi seperti itu.

Sebelum mereka mendapat jawab dari yang mereka pikirkan itu, mereka semua pun di kejutkan oleh Erlang yang turun dari udara dengan tubuh elangnya yang berukuran besar. Lalu berubah menjadi manusia setelah ia berpijak di tanah.

Seluruh prajurit kerajaan yang menjaga utusan tersebut bersiaga penuh.

“Semua prajurit, posisi siaga penuh.!” Teriak komandan memerintahkan semua pengawalnya.

Jika Erlang mencoba menyerang maka mereka sudah siap untuk menahan dan menyerang balik.

Namun Erlang tidak bergerak sedikit pun, ia masih tetap berdiri sampai para prajurit menurunkan senjata mereka.

Lalu salah satu utusan kerajaan itu pun mulai memerintahkan semua prajuritnya untuk menurunkan senjata mereka.

“komandan Bord, perintah kan semua prajurit menurunkan senjatanya.!” Pinta salah satu utusan kepada komandan perangnya.

“Baik nyonya Lins.!” Jawab komandan Bord

“Semua prajurit turunkan senjata kalian.!” Terik

komandan Bord memerintahkan kembali.

Seluruh prajurit pun kembali mode barisan pengawalan.

Lalu nyonya Lins pun bertanya pada pria yang ada di hadapan mereka itu.

“Mohon Maaf tuan. Boleh saya tahu siapa tuan dan apa keperluan tuan mendatangi kami.?” Tanya nyonya Lins kepada Erlang dengan sopan.

“Mohon maaf juga sebelumnya nyonya.! perkenalkan nama saya Erlang. Saya utusan dari tuan yang telah melakukan kekacauan ini. Beliau sudah ada di belakang kalian sedari tadi menunggu kalian untuk bertemu.!” Jawab Erlang dan menjelaskan maksudnya mendatangi mereka.

Lalu Erlang pun bercerita tentang semua kejadian yang ada di sana.

Setelah semua utusan kerjaan itu mendengarkan apa yang Erlang ceritakan, ia pun mulai memperkenalkan tuannya kepada semua utusan kerajaan yang ada di sana.

Semua yang mendengarkan cerita darinya pun terkejut dan tidak percaya kalau seorang manusia bisa dengan mudah menghancurkan sebuah gedung yang besar itu dalam waktu sekejap mata.

Lalu Erlang pun meminta untuk membicarakan hal ini lebih lanjut kepada semua utusan yang telah datang ke sana.

Dan semua utusan itu pun sepakat untuk berunding dan mendengarkan langsung semua cerita yang terjadi di kota ini. lalu hasilnya nanti akan dilaporkan kepada sang raja.

Mereka semua pun mulai bergerak pergi menuju tempat yang sudah di siapkan oleh Ishah. Di asrama kosong itulah mereka semua akan mulai melakukan pertemuan penting mereka itu.

Setelah mereka semua masuk dan duduk di tempat yang telah di sediakan, mereka pun mulai mendengarkan cerita yang sebenarnya terjadi dan apa penyebabnya sampai bupati tersebut ikut terseret dalam peristiwa ini.

Lalu setelah mendengarkan cerita yang panjang dari orang yang telah membumi hanguskan kediaman bupati dan menyeretnya ke istana, mereka pun mulai melakukan tanya jawab untuk menentukan hasil dari perundingan mereka tersebut.

Sembari menikmati makanan yang telah di sediakan Ishah dan Bangkui, mereka pun terus melakukan tanya jawab.

Mulai dari cerita anak-anak yang di culik oleh para bandit sampai dengan cerita tentang bupati yang memerintahkan para bandit untuk menyerang sebuah desa.

“Maaf jika boleh tahu, apakah sampai saat ini masih ada sisa bandit-bandit itu.?” Tanya Nyonya Lins sebagai juru bicara utusan kerajaan.

“Masih ada sekitar tujuh orang saja yang berhasil kami amankan, sisanya sudah dibumi hanguskan oleh tuan kami tanpa sisa sedikit pun.” Jawab Erlang sedikit menjelaskan

“Lalu dimana mereka yang masih selamat itu sekarang.?” Tanya nyonya Lins lagi.

“Mereka sudah kami kurung, dan akan kami bawa ke desa. Nanti kalian bisa bertemu mereka di sana.!” Jawab Erlang kembali.

Mendengar semua bandit itu di hancurkan tanpa sisa, para utusan itu pun kelihatan sedikit takut melihat pria yang sedang duduk diam mendengarkan mereka berbincang.

Setelah pertemuan yang panjang itu, mereka semua sepakat untuk memastikan dengan mata kepala mereka sendiri bahwa desa tersebut telah di hancurkan oleh rombongan bandit. Dan mereka pun sepakat akan berangkat besok pagi menuju ke desa tersebut.

Semua utusan kerajaan itu pun memutuskan untuk bermalam di asrama tersebut, lalu esok pagi mereka akan berangkat menuju desa itu.

Lalu setelah itu mereka semua pun makan malam bersama di sana, sambil saling bertukar cerita satu sama lain.

Dan setelah makan mereka pun bersiap untuk beristirahat.

Keesokkan paginya mereka semua pun berangkat pergi menuju desa dengan kecepatan penuh.

Dengan dipandu oleh Erlang dan Ivie, mereka pun sampai di desa tersebut dengan cepat.

Terlihat Ipul dan kepala desa sudah menunggu mereka di depan pintu gerbang desa tersebut.

Sebelum sampai di gerbang desa, para rombongan utusan kerajaan itu pun di buat heran oleh pemandangan tembok pagar yang tinggi dan kokoh yang mengelilingi desa tersebut.

Dalam hati mereka bagaimana bisa para bandit tersebut dapat menerobos masuk ke dalam desa, sedangkan pagarnya setinggi itu.

Setelah mereka sampai di depan pintu gerbang desa, rombongan tersebut pun di pandu masuk oleh kepala desa untuk berkeliling melihat sisa-sisa rumah warga yang hancur akibat serangan bandit tempo hari.

Sembari mendengar cerita dari kepala desa para utusannya itu terus berjalan sambil memandangi satu persatu sisa reruntuhan rumah yang ada di desa tersebut. Dan setelah selesai berkeliling mereka pun di ajak ke kediaman kepala desa untuk berbincang-bincang.

Di sana mereka sudah di sambut Ipul dan Erlang beserta anak-anak yang mereka selamatkan dari markas bandit. Tak lupa juga mereka membawa sisa para bandit yang mereka tawan untuk di jadikan saksi atas kejahatan yang telah dilakukan oleh bupati.

Para utusan tersebut pun mendengarkan kesaksian dari para anak-anak tersebut, dan di lanjutkan dengan kesaksian para bandit yang ada di situ.

Lalu setelah itu sisa dari para bandit tersebut di amankan oleh para prajurit kerajaan untuk dibawa ke kerajaan.

Setelah semua utusan kerajaan tersebut mendengar kesaksian langsung dari mereka yang terlibat, mereka pun di ajak masuk ke kediaman kepala desa untuk membahas apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.

Sambil makan siang mereka pun membahas tentang nasib desa ini ke depannya dan mencatat semua keluhan warga desa untuk nanti di sampaikan langsung kepada sang raja.

Semua Para utusan serta para prajurit terlihat senang dengan semua perlakuan warga yang menyambut mereka dengan ramah dan hangat. Serta hidangan yang sangat lezat yang dibuat oleh sang nenek, membuat mereka tidak ingin berhenti makan.

Setelah selesai makan siang yang sangat menyenangkan itu, semua para utusan kerajaan pun memutuskan untuk segera pulang ke istana.

Mereka ingin segera memberitahukan semua yang mereka dengar ini kepada sang raja. Agar semua kekacauan ini dapat segera diatasi dan di selesaikan oleh pihak kerajaan.

Sebelum mereka pamit untuk pulang, Ipul menawarkan untuk mengantar mereka ke istana dengan cepat menggunakan sihir perpindahan.

Lalu Ipul menjelaskan bagaimana prosesnya, dari awal hingga akhir.

“Bagaimana.? Apa kalian ingin mencobanya.?” Tanya Ipul sembari tersenyum.

Karna menurut mereka itu efisien dan dirasa aman, mereka semua pun setuju dan sepakat pulang menggunakan cara tersebut.

“Baiklah, kami akan mencobanya.!” Jawab Nyonya Lins agak sedikit bimbang.

Setelah Ipul selesai membuat lingkaran sihir di tanah, ia pun meminta semua yang ingin pulang ke istana berkumpul di dalam lingkaran tersebut.

Hanya dengan merapal kan kata

“Berpindah lah.” Ucap Ipul.

Dalam sekejap semua yang ada di dalam lingkaran tersebut menghilang dan berpindah tempat, tepat di depan pintu gerbang istana mereka.

Mereka semua yang di pindah tempatkan itu pun terkejut bukan main, karna hanya dalam sekejap mata mereka sudah berada di depan pintu gerbang istana kerajaan mereka.

Lalu mereka pun segera masuk ke istana untuk bertemu sang raja dan melaporkan apa yang sudah mereka lihat serta yang telah mereka dengar kepada sang raja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!