NovelToon NovelToon
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Idola sekolah / Bad Boy
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

Novel ini menceritakan tentang seorang gadis yang mencintai seorang teman kelas nya, namun cinta nya hanya bertepuk sebelah tangan, dan novel ini juga menceritakan tentang perubahan sikap kedua orang tua nya yang berubah semenjak kedatangan sepupu nya yang ikut tinggal bersama keluarga nya, ia sangat sakit dan terluka namun ia di sambut dengan hangat oleh lelaki yang selama ini melindungi nya dari kejauhan dan ia pun pergi tinggal bersama laki laki itu, ternyata laki laki itu adalah seorang CEO dan MAFIA, pada akhirnya laki laki yang ia cintai dan orang tua nya menyesal

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 AKHIRNYA FITRI SIUMAN

Bu Clara dan pak cakkra tetap

menunggu dengan sabar, karna itu

tanggung jawab mereka sebagai

tuan rumah.

Termasuk Alena, Alena juga

Masi berada di sana, dan ia bahkan

lupa untuk mengabari kedua org

tua nya.

"Pah mama khawatir, mama

takut anak kita kenapa Napa". Ucap

mama nya Fitri

"Udah mah, doakan saja yang

baik baik untuk kesembuhan anak

kita".

< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman

Lalu papah nya Fitri menatap

ke arah pak cakkra.

"Maaf pak apa boleh saya

bertanya?". Ucap papa nya Fitri

Pak cakkra lalu menatap ke

arah nya.

"Owh boleh pak silahkan."

Jawab pak cakkra

"Apa penyebab anak saya jatuh

ke kolam renang." Tanya pak Yadi

papa nya Fitri

Pak cakkra menatap ke arah

alena yang tadi juga ikut bersama

mereka.

"Nak bisa kamu jelaskan." Ucap

pak cakkra

Alena yang mendengarkan itu

< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman

pun langsung melihat ke arah pak

cakkra.

"Bisa om." Sahut Alena

Alena akhirnya menceritakan

apa yang terjadi, meskipun ia tidak

tau pasti penyebab Fitri terjatuh ke

dalam kolam renang.

"Bagaimana bisa anak saya tiba

tiba terjatuh, pasti ada sebab nya

kan." Bentak pak Yadi kepada alena

Alena dan Bu Clara pun kaget

mendengar bentakan dari pak Yadi.

Pak Yadi ini org yg cukup berada,

namun jika di bandingkan dengan

pak cakkra dan pak raider, pak Yadi

jauh di bawah mereka.

"Apakah begitu cara anda

berbicara kepada anak-anak." Ucap

< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman

pak cakkra tegas

Pak Yadi yg mendengar kan itu

pun agak sedikit kikuk dan malu.

"Maaf pak, saya hanya terbawa

emosi." Jawab pak Yadi

"Sekali lagi anda membentak

Alena, anda tanggung akibatnya."

Ucap pak cakkra tegas

Pak Yadi menundukkan

kepalanya karna takut dengan

ancaman pak cakkra yang

terdengar serius.

"Sebenarnya aku tau niat busuk

yg ingin kau rencanakan Yadi".

Ucap pak cakkra dalam hati, pak

cakkra tau betul sifat dan watak

seorang Yadi karna pak Yadi

bekerja di kantor teman nya.

< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman

"Alen, apa kamu sudah

menghubungi org tua mu." Tanya

Bu Clara

"Astaghfirullah, alen lupa tan."

Ucap alena dan ia mulai panik,

karna ia tahu pasti saat ini ortu nya

sudah khawatir memikirkan

keadaan nya.

"Sekarang kamu hubungi ortu

mu, pasti mereka sudah sangat

khawatir karna hari sudah malam

dan kamu belum juga pulang." Ucap

pak cakkra

"Iya om." Jawab Alena dan ia

segera membuka ponsel nya

Mereka semua yg ada di sana

akhirnya hanya diam, dan

menunggu Fitri siuman.

< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman

 

Sedangkan di tempat lain

seorang wanita dan pria sedang

menghawatirkan keadaan anak nya

yang belum pulang ke rumah.

"Pah kenapa Nomor mereka

semua tidak ada yang aktif." Ucap

wanita itu khawatir

"Papah tidak tahu mah, papah

akan menyuruh salah satu anak

buah papah untuk menyusul ke

sana, kebetulan rumah nya Tidak

jauh dari rumah cakkra". Ucap pak

raider, ya pria dan wanita tadi

adalah org tua nya Alena

Pak raider pun menghubungi

salah satu anak buah nya, untuk

datang ke rumah pak cakkra.

< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman

"Anak buah papah sudah

menuju ke rumah nya cakkra mah,

mamah yg tenang ya, Alena pasti

baik baik saja di sana." Ucap pak

raider, ia memang terlihat tenang,

namun dia tidak bisa berbohong

jika ia pun merasa khawatir.

Pak raider menenangkan istri

nya, tidak berselang lama ada pesan

masuk di ponsel nya.

"(tuan, non Alena tidak ada di

rumah pak cakkra, mereka ada di

rumah sakit)" yg mengirim kan itu

adalah anak buah suruhan pak

raider tadi.

Pak raider pun fikiran nya

sudah tidak karuan, akhirnya ia

langsung menghubungi anak buah

nya itu.

< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman

"Hallo davit, Alena ada di

rumah sakit mana." Tanya pak

raider the poin

Bu iris yang mendengarkan itu

pun semakin merasa khawatir.

"Alena di rumah sakit." Gumam

Bu iris

"..............." Ucap davit

"Baik lah, terimakasih." Ucap

pak raider dan ia langsung

menyudahi panggilan nya.

"Ayo mah kita ke rumah sakit."

"Ada apa dengan Alena pah,

anak kita baik baik saja kan pah."

Ucap Bu iris semakin khawatir

"Papah juga tidak tau pasti

mah, karna davit bilang pak satpam

< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman

di rumah cakkra tidak menjelaskan

secara rinci, karna satpam itu tidak

melihat kejadian." Ucap pak raider

Mereka akhirnya berjalan cepat

menuju pintu utama tapi baru

beberapa langkah ponsel Bu iris

bergerar tanda ada yang menelfon.

Bu iris langsung melihat ponsel

nya

"Alena pah". Ucap Bu iris dan

langsung mengangkat panggilan

telepon dari Alena

"(Assalamualaikum mah)."

Ucap alena di sebrang telfon

"(Waalaikumsalam, nak kamu

kemana saja, kamu tidak apa apa

kan, mamah sangat khawatir, kamu

ada di rumah sakit mana)." Ucap Bu

< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman

iris Panjang lebar, karna ia benar

benar sangat khawatir

"(Alena tidak apa apa mah,

maaf kalau Alena sudah membuat

mamah dan papa khawatir, tadi

kawan Alena jatuh ke kolam renang

di rumah darren, dan sampai

sekarang belum siuman)." Ucap

alena berusaha menjelaskan karna

ia takut org tua nya semakin

khawatir.

Pak raider dan Bu iris yang

mendengarkan itu pun sedikit lega

karna anak mereka tidak kenapa

napa, namun juga mendoakan

kesembuhan untuk teman anak nya

itu.

"(Jangan bikin mama khawatir

lagi Alen, mamah jadi Tidak bisa

< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman

berfikir yang positif)." Protes Bu iris

"(Maaf mah gak lagi lagi deh)."

Ucap alena

"(Assalamualaikum mbak,

mbak jangan khawatir, Alena baik

baik saja di sini, nanti saya suruh

anak buah saya yang wanita

mengantarkan Alena pulang)." Ucap

Bu clara, Bu Clara meminjam

ponsel Alena agar bisa berbicara

kepada Bu iris

"(Mbak bel juga, kenapa nomor

mbak tidak aktif)." Ucap Bu iris

"(Maaf mbak RIS, saya tidak

membawa ponsel saking panik

nya)." Sahut Bu Clara

"(Ya sudah saya tutup dulu

telfon nya, mbak jangan khawatir

< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman

lagi, Alena baik baik saja di sini)."

Ucap Bu Clara

"(Baiklah mbak bel, jaga anak

saya)." Ucap Bu iris

"(Iya mbak RIS, itu pasti)."

Jawab Bu Clara

"(Assalamualaikum)." Ucap Bu

Clara

"(Waalaikumsalam)." Jawab Bu

iris

Alena yang sedari tadi

mendengar kan mama nya yg

berbicara dengan Tante Clara pun

keheranan, karna ia melihat

keakraban di antara mereka.

 

"Anak itu sudah membuat

< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman

mamah panik pah." Ucap Bu iris

"Hhh pohon tidak jauh jatuh

dari buah nya." Ucap pak raider

Mbok Jum yang lewat di dekat

mereka pun terbatuk batuk

mendengar kan nya.

Sedangkan Bu iris menahan

tawa nya

"Kalian kenapa, apa ada yg

salah." Tanya pak raider

"Salah banget tuan." Ucap mbok

Jum

"Hhhh kalau ngomong yg benar

dong pah, bikin mamah sakit perut

saja." Ucap Bu iris menahan ketawa

nya

"Loh papa kan Udah benar mah

< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman

ngomong nya." Ucap pak raider

heran

"Yang benar itu, pohon jatuh

Tidak jauh dari akar nya". Ucap

mbok Jum dengan PD nya

Bu Clara uang mendengarkan

kan itu pun sudah tak kuasa

menahan tawa nya.

"Hhhhh haduh haduh, sakit

perut mama nahan tawa, akhirnya

keluar juga tawa mamah hhhhhh".

Ucap Bu iris tertawa terbahak

bahak

Pak raider dan mbok Jum

keheranan, apa ada yang salah'?

Pikir mereka

"Apa saya juga salah ya nya."

Tanya mbok Jum

< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman

"Hh iya mbok." Ucap Bu iris

berusaha untuk menyudahi tawa

nya, meskipun tidak bisa

"Terus yang benar apa dong

mah." Tanya pak raider

Bu iris menatap ke arah pak

raider.

"Udah ah pah besok saja bahas

nya, mamah pusing, mamah mau

istirahat dulu." Ucap Bu iris

"Nya kasi tau dulu, mbok kepo

ni?." Ucap mbok Jum

"Iya mah, papa juga ingin tahu."

Ucap pak raider

Bi iris tidak memperdulikan

nya, ia tetap berjalan tanpa

memperdulikan teriakan

suaminya.

< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman

"Mbok kira kira apa yang salah

ya." Tanya pak raider

"Mbok juga gak tahu tuan."

Jawab mbok Jum

Tidak lama muncul Bu iris di

belakang mereka

"Ehem." Dehem Bu iris

meskipun ia menahan tawa nya

karan kekepoan suami nya dan

mbok Jum ini.

"Astaghfirullah mah." Ucap pak

raider

"Eh eh eh kaget kaget." Ucap

mbok Jum

"Mamah iss, ngagetin aja."

Protes pak raider

"Hehe maaf pah,, mbok nanti

< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman

jika Alena pulang tolong siapin

makanan ya, saya takut Alena

belum sarapan." Ucap Bu iris

"Siap nya." Jawab mbok Jum

"Papah gak mau istirahat nih."

Tanya Bu iris

"Gak mah, papa Masi ada

kerjaan, papa mau ke ruang kerja

dulu." Ucap pak raider dan ia

mencium kening Bu iris

Bu iris tersenyum.

"Iya pah, semoga semuanya

cepat selesai." Ucap Bu iris

"Iya mah semoga saja." Jawab

pak raider

Sedangkan mbok Jum dia

sudah kembali ke kamar nya.

< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman

 

Di rumah sakit dokter sedang

memeriksa kondisi fitri, dan tak

berselang lama pintu ruangan

rawat Fitri pun akhirnya di buka.

"Dokter bagaimana kondisi

anak saya". Tanya mamah nya Fitri

Bu Ita

"Alhamdulillah Bu kondisi anak

ibu sudah membaik, dan anak ibu

sudah siuman, tapi Masi butuh

banyak istirahat untuk

memulihkan tenaga nya, nanti

suster akan mengantarkan

makanan, dan anak ibuk harus

makan agar kondisi nya cepat lebih

membaik". Ucap dokter itu

"Alhamdulillah." Ucap mereka serempak

"Apa saya boleh masuk dok."

Tanya Bu Ita

"Boleh Bu, hanya 2 org saja yang

boleh masuk, agar anak ibu tidak

terganggu istirahat nya." Jawab

dokter itu lagi

"Kalau begitu saya permisi

dulu." Pamit sang dokter

"Terimakasih dok." Ucap pak

Yadi

Dokter itu hanya tersenyum

dan mengangguk.

"Pak buk saya dan istri saya

masuk dulu untuk melihat keadaan

anak saya Fitri." Ucap pak Yadi

"Iya pak silahkan." Ucap pak

< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman

cakkra

"Alen, kamu pulang saja ya nak,

ini sudah malam, itu anak buah

Tante sudah menunggu di depan."

Ucap Bu Clara lembut

"Suruh dia ke sini saja mah,

Alen pasti tidak tahu nanti." Ucap

pak cakkra

"Mamah juga pulang ya,

istirahat, mamah pasti capek, biar

papa yg di sini, papa Masi harus

membayar biaya rumah sakit untuk

fitri." Ucap pak raider lagi

"Papah tidak apa apa sendirian

di sini." Tanya Bu Clara

"Tidak apa apa mah, setelah

selesai membayar Administrasi

papa langsung pulang nanti." Ucap pak raider lagi

"Baik lah pah, mamah pulang

dulu ya, papah nanti pulang nya

hati hati." Ucap Bu Clara sambil

menyalami tangan suaminya begitu

pun dengan alena.

"Assalamualaikum pah." Ucap

Bu calara

"Assalamualaikum om." Ucap

alena

"Waalaikumsalam." Jawab pak

cakkra

"Ayo nak." Ucap Bu Clara pada

Alena dan menggandeng tangan

Alena

Pak cakkra yg melihat itu pun

tersenyum

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!