Novel ini menceritakan tentang seorang gadis yang mencintai seorang teman kelas nya, namun cinta nya hanya bertepuk sebelah tangan, dan novel ini juga menceritakan tentang perubahan sikap kedua orang tua nya yang berubah semenjak kedatangan sepupu nya yang ikut tinggal bersama keluarga nya, ia sangat sakit dan terluka namun ia di sambut dengan hangat oleh lelaki yang selama ini melindungi nya dari kejauhan dan ia pun pergi tinggal bersama laki laki itu, ternyata laki laki itu adalah seorang CEO dan MAFIA, pada akhirnya laki laki yang ia cintai dan orang tua nya menyesal
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 AKHIRNYA FITRI SIUMAN
Bu Clara dan pak cakkra tetap
menunggu dengan sabar, karna itu
tanggung jawab mereka sebagai
tuan rumah.
Termasuk Alena, Alena juga
Masi berada di sana, dan ia bahkan
lupa untuk mengabari kedua org
tua nya.
"Pah mama khawatir, mama
takut anak kita kenapa Napa". Ucap
mama nya Fitri
"Udah mah, doakan saja yang
baik baik untuk kesembuhan anak
kita".
< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman
Lalu papah nya Fitri menatap
ke arah pak cakkra.
"Maaf pak apa boleh saya
bertanya?". Ucap papa nya Fitri
Pak cakkra lalu menatap ke
arah nya.
"Owh boleh pak silahkan."
Jawab pak cakkra
"Apa penyebab anak saya jatuh
ke kolam renang." Tanya pak Yadi
papa nya Fitri
Pak cakkra menatap ke arah
alena yang tadi juga ikut bersama
mereka.
"Nak bisa kamu jelaskan." Ucap
pak cakkra
Alena yang mendengarkan itu
< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman
pun langsung melihat ke arah pak
cakkra.
"Bisa om." Sahut Alena
Alena akhirnya menceritakan
apa yang terjadi, meskipun ia tidak
tau pasti penyebab Fitri terjatuh ke
dalam kolam renang.
"Bagaimana bisa anak saya tiba
tiba terjatuh, pasti ada sebab nya
kan." Bentak pak Yadi kepada alena
Alena dan Bu Clara pun kaget
mendengar bentakan dari pak Yadi.
Pak Yadi ini org yg cukup berada,
namun jika di bandingkan dengan
pak cakkra dan pak raider, pak Yadi
jauh di bawah mereka.
"Apakah begitu cara anda
berbicara kepada anak-anak." Ucap
< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman
pak cakkra tegas
Pak Yadi yg mendengar kan itu
pun agak sedikit kikuk dan malu.
"Maaf pak, saya hanya terbawa
emosi." Jawab pak Yadi
"Sekali lagi anda membentak
Alena, anda tanggung akibatnya."
Ucap pak cakkra tegas
Pak Yadi menundukkan
kepalanya karna takut dengan
ancaman pak cakkra yang
terdengar serius.
"Sebenarnya aku tau niat busuk
yg ingin kau rencanakan Yadi".
Ucap pak cakkra dalam hati, pak
cakkra tau betul sifat dan watak
seorang Yadi karna pak Yadi
bekerja di kantor teman nya.
< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman
"Alen, apa kamu sudah
menghubungi org tua mu." Tanya
Bu Clara
"Astaghfirullah, alen lupa tan."
Ucap alena dan ia mulai panik,
karna ia tahu pasti saat ini ortu nya
sudah khawatir memikirkan
keadaan nya.
"Sekarang kamu hubungi ortu
mu, pasti mereka sudah sangat
khawatir karna hari sudah malam
dan kamu belum juga pulang." Ucap
pak cakkra
"Iya om." Jawab Alena dan ia
segera membuka ponsel nya
Mereka semua yg ada di sana
akhirnya hanya diam, dan
menunggu Fitri siuman.
< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman
Sedangkan di tempat lain
seorang wanita dan pria sedang
menghawatirkan keadaan anak nya
yang belum pulang ke rumah.
"Pah kenapa Nomor mereka
semua tidak ada yang aktif." Ucap
wanita itu khawatir
"Papah tidak tahu mah, papah
akan menyuruh salah satu anak
buah papah untuk menyusul ke
sana, kebetulan rumah nya Tidak
jauh dari rumah cakkra". Ucap pak
raider, ya pria dan wanita tadi
adalah org tua nya Alena
Pak raider pun menghubungi
salah satu anak buah nya, untuk
datang ke rumah pak cakkra.
< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman
"Anak buah papah sudah
menuju ke rumah nya cakkra mah,
mamah yg tenang ya, Alena pasti
baik baik saja di sana." Ucap pak
raider, ia memang terlihat tenang,
namun dia tidak bisa berbohong
jika ia pun merasa khawatir.
Pak raider menenangkan istri
nya, tidak berselang lama ada pesan
masuk di ponsel nya.
"(tuan, non Alena tidak ada di
rumah pak cakkra, mereka ada di
rumah sakit)" yg mengirim kan itu
adalah anak buah suruhan pak
raider tadi.
Pak raider pun fikiran nya
sudah tidak karuan, akhirnya ia
langsung menghubungi anak buah
nya itu.
< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman
"Hallo davit, Alena ada di
rumah sakit mana." Tanya pak
raider the poin
Bu iris yang mendengarkan itu
pun semakin merasa khawatir.
"Alena di rumah sakit." Gumam
Bu iris
"..............." Ucap davit
"Baik lah, terimakasih." Ucap
pak raider dan ia langsung
menyudahi panggilan nya.
"Ayo mah kita ke rumah sakit."
"Ada apa dengan Alena pah,
anak kita baik baik saja kan pah."
Ucap Bu iris semakin khawatir
"Papah juga tidak tau pasti
mah, karna davit bilang pak satpam
< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman
di rumah cakkra tidak menjelaskan
secara rinci, karna satpam itu tidak
melihat kejadian." Ucap pak raider
Mereka akhirnya berjalan cepat
menuju pintu utama tapi baru
beberapa langkah ponsel Bu iris
bergerar tanda ada yang menelfon.
Bu iris langsung melihat ponsel
nya
"Alena pah". Ucap Bu iris dan
langsung mengangkat panggilan
telepon dari Alena
"(Assalamualaikum mah)."
Ucap alena di sebrang telfon
"(Waalaikumsalam, nak kamu
kemana saja, kamu tidak apa apa
kan, mamah sangat khawatir, kamu
ada di rumah sakit mana)." Ucap Bu
< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman
iris Panjang lebar, karna ia benar
benar sangat khawatir
"(Alena tidak apa apa mah,
maaf kalau Alena sudah membuat
mamah dan papa khawatir, tadi
kawan Alena jatuh ke kolam renang
di rumah darren, dan sampai
sekarang belum siuman)." Ucap
alena berusaha menjelaskan karna
ia takut org tua nya semakin
khawatir.
Pak raider dan Bu iris yang
mendengarkan itu pun sedikit lega
karna anak mereka tidak kenapa
napa, namun juga mendoakan
kesembuhan untuk teman anak nya
itu.
"(Jangan bikin mama khawatir
lagi Alen, mamah jadi Tidak bisa
< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman
berfikir yang positif)." Protes Bu iris
"(Maaf mah gak lagi lagi deh)."
Ucap alena
"(Assalamualaikum mbak,
mbak jangan khawatir, Alena baik
baik saja di sini, nanti saya suruh
anak buah saya yang wanita
mengantarkan Alena pulang)." Ucap
Bu clara, Bu Clara meminjam
ponsel Alena agar bisa berbicara
kepada Bu iris
"(Mbak bel juga, kenapa nomor
mbak tidak aktif)." Ucap Bu iris
"(Maaf mbak RIS, saya tidak
membawa ponsel saking panik
nya)." Sahut Bu Clara
"(Ya sudah saya tutup dulu
telfon nya, mbak jangan khawatir
< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman
lagi, Alena baik baik saja di sini)."
Ucap Bu Clara
"(Baiklah mbak bel, jaga anak
saya)." Ucap Bu iris
"(Iya mbak RIS, itu pasti)."
Jawab Bu Clara
"(Assalamualaikum)." Ucap Bu
Clara
"(Waalaikumsalam)." Jawab Bu
iris
Alena yang sedari tadi
mendengar kan mama nya yg
berbicara dengan Tante Clara pun
keheranan, karna ia melihat
keakraban di antara mereka.
"Anak itu sudah membuat
< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman
mamah panik pah." Ucap Bu iris
"Hhh pohon tidak jauh jatuh
dari buah nya." Ucap pak raider
Mbok Jum yang lewat di dekat
mereka pun terbatuk batuk
mendengar kan nya.
Sedangkan Bu iris menahan
tawa nya
"Kalian kenapa, apa ada yg
salah." Tanya pak raider
"Salah banget tuan." Ucap mbok
Jum
"Hhhh kalau ngomong yg benar
dong pah, bikin mamah sakit perut
saja." Ucap Bu iris menahan ketawa
nya
"Loh papa kan Udah benar mah
< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman
ngomong nya." Ucap pak raider
heran
"Yang benar itu, pohon jatuh
Tidak jauh dari akar nya". Ucap
mbok Jum dengan PD nya
Bu Clara uang mendengarkan
kan itu pun sudah tak kuasa
menahan tawa nya.
"Hhhhh haduh haduh, sakit
perut mama nahan tawa, akhirnya
keluar juga tawa mamah hhhhhh".
Ucap Bu iris tertawa terbahak
bahak
Pak raider dan mbok Jum
keheranan, apa ada yang salah'?
Pikir mereka
"Apa saya juga salah ya nya."
Tanya mbok Jum
< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman
"Hh iya mbok." Ucap Bu iris
berusaha untuk menyudahi tawa
nya, meskipun tidak bisa
"Terus yang benar apa dong
mah." Tanya pak raider
Bu iris menatap ke arah pak
raider.
"Udah ah pah besok saja bahas
nya, mamah pusing, mamah mau
istirahat dulu." Ucap Bu iris
"Nya kasi tau dulu, mbok kepo
ni?." Ucap mbok Jum
"Iya mah, papa juga ingin tahu."
Ucap pak raider
Bi iris tidak memperdulikan
nya, ia tetap berjalan tanpa
memperdulikan teriakan
suaminya.
< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman
"Mbok kira kira apa yang salah
ya." Tanya pak raider
"Mbok juga gak tahu tuan."
Jawab mbok Jum
Tidak lama muncul Bu iris di
belakang mereka
"Ehem." Dehem Bu iris
meskipun ia menahan tawa nya
karan kekepoan suami nya dan
mbok Jum ini.
"Astaghfirullah mah." Ucap pak
raider
"Eh eh eh kaget kaget." Ucap
mbok Jum
"Mamah iss, ngagetin aja."
Protes pak raider
"Hehe maaf pah,, mbok nanti
< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman
jika Alena pulang tolong siapin
makanan ya, saya takut Alena
belum sarapan." Ucap Bu iris
"Siap nya." Jawab mbok Jum
"Papah gak mau istirahat nih."
Tanya Bu iris
"Gak mah, papa Masi ada
kerjaan, papa mau ke ruang kerja
dulu." Ucap pak raider dan ia
mencium kening Bu iris
Bu iris tersenyum.
"Iya pah, semoga semuanya
cepat selesai." Ucap Bu iris
"Iya mah semoga saja." Jawab
pak raider
Sedangkan mbok Jum dia
sudah kembali ke kamar nya.
< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman
Di rumah sakit dokter sedang
memeriksa kondisi fitri, dan tak
berselang lama pintu ruangan
rawat Fitri pun akhirnya di buka.
"Dokter bagaimana kondisi
anak saya". Tanya mamah nya Fitri
Bu Ita
"Alhamdulillah Bu kondisi anak
ibu sudah membaik, dan anak ibu
sudah siuman, tapi Masi butuh
banyak istirahat untuk
memulihkan tenaga nya, nanti
suster akan mengantarkan
makanan, dan anak ibuk harus
makan agar kondisi nya cepat lebih
membaik". Ucap dokter itu
"Alhamdulillah." Ucap mereka serempak
"Apa saya boleh masuk dok."
Tanya Bu Ita
"Boleh Bu, hanya 2 org saja yang
boleh masuk, agar anak ibu tidak
terganggu istirahat nya." Jawab
dokter itu lagi
"Kalau begitu saya permisi
dulu." Pamit sang dokter
"Terimakasih dok." Ucap pak
Yadi
Dokter itu hanya tersenyum
dan mengangguk.
"Pak buk saya dan istri saya
masuk dulu untuk melihat keadaan
anak saya Fitri." Ucap pak Yadi
"Iya pak silahkan." Ucap pak
< Bab 10 Akhirnya Fitri siuman
cakkra
"Alen, kamu pulang saja ya nak,
ini sudah malam, itu anak buah
Tante sudah menunggu di depan."
Ucap Bu Clara lembut
"Suruh dia ke sini saja mah,
Alen pasti tidak tahu nanti." Ucap
pak cakkra
"Mamah juga pulang ya,
istirahat, mamah pasti capek, biar
papa yg di sini, papa Masi harus
membayar biaya rumah sakit untuk
fitri." Ucap pak raider lagi
"Papah tidak apa apa sendirian
di sini." Tanya Bu Clara
"Tidak apa apa mah, setelah
selesai membayar Administrasi
papa langsung pulang nanti." Ucap pak raider lagi
"Baik lah pah, mamah pulang
dulu ya, papah nanti pulang nya
hati hati." Ucap Bu Clara sambil
menyalami tangan suaminya begitu
pun dengan alena.
"Assalamualaikum pah." Ucap
Bu calara
"Assalamualaikum om." Ucap
alena
"Waalaikumsalam." Jawab pak
cakkra
"Ayo nak." Ucap Bu Clara pada
Alena dan menggandeng tangan
Alena
Pak cakkra yg melihat itu pun
tersenyum