NovelToon NovelToon
TANGIS TERAKHIR

TANGIS TERAKHIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Emily

Bagaimana rasanya bila sedang berduka karena kehilangan laki-laki yang sangat kita cintai secara tiba-tiba, datang wanita asing dan anak kecil yang yang tidak kita kenal sama sekali mengaku sebagai istri dan anak suami kita yang telah meninggal dunia.

Dunia seakan runtuh saat itu juga.

Hancur. Pedih. Perih...

Rasa itulah yang kini bersemayam di palung hati Mikhaela Andisti. Kepergian Dion Sadewa, memberikan luka begitu dalam bagi Mikha. Ternyata laki-laki yang selalu menunjukkan rasa cinta padanya itu telah mengkhianatinya.

Bagaimana kelanjutan kisah ini ikuti terus ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di setiap bab🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PASANGAN HARMONIS

Sinar matahari menembus melalui jendela kaca sebuah kamar tidur berukuran luas di perumahan mewah yang berada di ibukota.

Pagi itu suasana sibuk terlihat di kamar itu. Saat hari masih gelap Mikhaela pemilik rumah telah bangun dari tidurnya, beranjak dari peraduan meninggalkan Dion sang suami yang masih tertidur pulas.

Mikha turun kebawah, menuju pantry meminta dimana dua orang asisten rumah mereka sedang membuat sarapan kesukaan ia dan suaminya.

"Selamat pagi bu", sapa Nurma pelayan yang telah menjadi kepercayaan Mikha dalam mengurus rumah. Wanita itu juga yang bertanggung jawab pada tiga orang pelayan lain yang memiliki tugas masing-masing.

"Pagi, Nur hidangan yang sudah siap langsung saja di tata di atas meja. Bapak akan sarapan pagi ini karena akan keluar kota. Buat teh hangat saja untuk suamiku", ujar Mikha melihat apa saja yang di buat Nurma. Ada nasi goreng, roti gandum yang di oles dengan selai strawberry dan sereal. Tak ketinggalan potongan buah segar.

"Baik bu", jawab Ana pembantu yang masih baru bekerja di rumah itu. Langsung menata makanan ke atas meja yang ada di ruang makan.

Mikhaela kembali ke kamar, senyum terlukis di wajahnya ternyata suaminya sudah bangun dan sekarang pasti sedang mandi.

Beberapa jam ke depan suaminya akan dinas luar untuk beberapa hari. Tepatnya ke Kalimantan. Dion yang bekerja sebagai pengusaha pertambangan dengan jabatan mentereng seperti sekarang, sebagai istri tentu Mikha harus mengerti kesibukan suaminya.

Hampir lima tahun mereka mengarungi bahtera rumah tangga, hingga sekarang belum juga ada tanda-tanda Mikhaela hamil.

Berbagai usaha sudah Mikha dan Dion jalani. Termasuk berobat ke luar negeri pun sudah mereka lakukan. Namun keinginan memiliki momongan belum juga datang. Keduanya sudah mengikhlaskan.

Meskipun begitu kehidupan rumah tangga mereka tetap harmonis dengan cinta yang membuncah. Bahkan tidak mengurangi intensitas bercinta keduanya. Apalagi Dion kerap berpergian membuat kadar cinta semakin meningkat ketika kembali ke rumah.

Ceklik..

Dion tersenyum melihat Mikha menyusun pakaiannya ke dalam koper berukuran sedang yang diletakkan di atas meja di walk in closet kamar mereka.

Hal yang selalu Mikha lakukan, setiap suaminya akan bepergian, menyiapkan semua kebutuhan Dion.

Tanpa aba-aba, Dion memeluk tubuh seksi istrinya, mengecup lembut leher putih jenjang itu.

Tindakan Dion mengagetkan Mikha. “Mas...kamu membasahi aku. Ayo pakai baju mu nanti terlambat”, protesnya dengan kedua netra membulat sempurna.

“Kamu menggodaku sayang..”. Dion tidak menuruti ucapan istrinya, laki-laki tampan berusia 35 tahun itu kian mengeratkan pelukannya bahkan kini membalik tubuh Mikha menghadapnya. Membingkai wajah cantik istrinya.

"Aku sangat mencintaimu sayang", bisiknya mesra di telinga Mikhaela.

Selanjutnya menyatukan bibirnya pada bibir ranum Mikha yang terbuka. Keduanya berciuman mesra. Bahkan tetesan air masih turun dari ujung rambut Dion.

Mikha memutus ciuman mesra suaminya sebelum bergerak semakin jauh. Wanita itu mengusap dada bidang suaminya. "Sayang, kata mu harus pergi jam delapan. Sekarang sudah pukul tujuh. Kita sarapan dulu sebelum kamu pergi".

"Iya. Andai saja perjalanan bisnis ini tidak penting, aku lebih memilih tidak pergi dan menghabiskan waktu bersama mu Mikha. Tapi aku harus berada di sana melihat langsung lokasi pengeboran tambang batu bara yang baru", ujar Dion menatap lekat wajah istrinya. "Bagaimana kalau kamu ikut aku saja, hem? Selesai pekerjaan ku, aku akan mengajak mu jalan-jalan", ucap Dion mulai memakai pakaiannya yang telah di siapkan Mikhaela.

"Huhh... Aku ragu kamu akan menepatinya sayang. Aku tidak mau kejadian seperti di Surabaya waktu itu, kamu meeting hingga malam, sementara aku hanya menghabiskan waktu di kamar hotel saja. Lagi pula minggu ini Wati telah mengajukan cuti menikah. Aku harus mengawasi laundry", jawab Mikhaela dari dalam kamar tengah merapikan tempat tidur.

"Begitu ya?". Dion telah bergabung dengan Mikha di kamar menyemprotkan parfum favoritnya beraroma musk di depan meja hias.

Mikhaela tersenyum melihat suaminya sudah tampan dan segar. Menelisik tampilan Dion. Mikha merapikan pakaian Dion.

"Sayang kamu sudah siap, ayo kita turun sarapan. Aku sudah meminta Nurma membuat makanan kesukaan mu", ujar Mikha menarik tangan suaminya.

Namun Dion menahannya. Laki-laki itu menghimpit tubuh Mikhaela ke meja hias. "Setelah pulang nanti, kita buat rencana holiday. Tugas mu mencari tempat tujuan romantis untuk kita berdua. Anggap kita honeymoon".

Seperti biasa Dion menatap mesra wanita yang sangat di cintainya itu. Keduanya berdiri tanpa jarak. "Aku janji kali ini kita benar-benar holiday. Anggap sebagai honeymoon kita lagi sayang. Bagaimana kalau ke Korea?", ujarnya sambil menyematkan anak-anak rambut Mikha kebelakang telinga.

Mikhaela menjijit mencium rahang suaminya yang memiliki tubuh tinggi itu. Laki-laki yang selalu memberikan cinta untuknya walau belum ada tanda-tanda janin tumbuh di rahim Mikhaela di pernikahan yang sebentar lagi akan berusia lima tahun.

Senyum bahagia terlukis di bibir Mikha. “Aku mencintai mu sayang".

"Tunggu akhir tahun saja. Jadi kita pergi bisa santai tidak terburu-buru karena pekerjaan mu. Sambil menikmati pergantian tahun baru yang tinggal beberapa bulan lagi. Bagaimana menurutmu?", ujar Mikhaela menatap suaminya.

"Ide yang bagus. Aku mengikuti mu sayang", jawab Dion memeluk erat pinggang Mikhaela.

Bagi Mikhaela sikap Dion sangat perhatian padanya. Mikha selalu di nomor satukan. Sikap lembut seperti itu membantu Mikha untuk tidak saling menyalahkan dirinya karena belum hamil juga.

 Bagi Mikha apapun tanggapan orang-orang tentang mereka, yang paling penting adalah sikap Dion yang tidak berubah sedikitpun untuk nya. Cinta dan sayang yang tetap terjaga sejauh ini.

Walau sebenarnya pihak keluarga Dion sudah tampak jelas menuding Mikha lah yang bermasalah mengapa hingga kini belum hamil, namun tidak berlaku bagi Dion. Perhatian Dion tidak berubah sedikitpun untuk Mikhaela.

Menurut dokter kandungan pun keduanya baik-baik saja, takdir yang belum berpihak pada keduanya menjadi orang tua.

*

Sebelum masuk mobil Dion mencium kening Mikha. "Kalau mau ke ruko sebaiknya dengan Nando saja. Pulang jangan terlalu malam".

"Iya sayang, jangan kuatir pada aku. Di sana kan ramai karyawan kita. Kamu juga jaga diri. Setelah pesawat mu mendarat segera hubungi aku", ujar Mikhaela sambil mencium tangan suaminya.

"Iya", jawab Dion kemudian masuk ke mobil duduk di kursi belakang. Melambaikan tangan pada Mikha yang juga membalasnya.

"Selama aku pergi, kamu antar ibu kemana pun Nando. Jangan biarkan istri ku menyetir mobil sendirian apalagi malam hari. Aku tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan", perintah Dion pada sopir pribadinya.

Nando menganggukkan kepala. "Iya pak", jawabnya dengan hormat.

...***...

To be continue

1
Amelia
Akhirnya kebuka semua, klrg Sadewa itu emang gak ada yg baik. Tio sama aja kek Nania. Syukurlah ada Dante yg ngelindungi Mikha
Amelia
Jgn unboxing dl ya sampe mrk halal, biar enak bcnya. Nania visualnya sadis amat😱😂
Ariany Sudjana
mampus kamu Tio, kamu dan keluarga kamu itu hanya butiran debu Dimata Dante 😂😂
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 😍😍 terimakasih 😘
Delyana.P
Mampos kau Tio. Lawan tuh dante yg punya segalanya, harta dan kekuasaannya lebih kaya dari keluarga mu. Seneng aku bacanya kl satset kayak gini. Semangat thor. Selamat lebaran ya👍
Delyana.P
Wow sekelas Dante di bilang gak jelas. Ngakak. Ternyata satu klrg bener bener gila semua 😡
Delyana.P
Lah kok malah ngomong dlm ati sih Dan, ya utarakan aj gitu loh. 😂👍
Delyana.P
Buruan ke pelaminan. Dante org luar kebanyakan romantis sih. Mikha di ratukan bgt👍
Fitria Syafei
wow mereka 😍 KK cantik kereen 😘😘
Dinda Wei
Aw aww so sweet bgt mereka🥰
Thor jgn ada drama tiba-tiba dion msh hidup y. Asli dah biasa bgt kayak gitu 😂 btw visualnya selalu pas👍 Nania tuh sesuai dg karakter yg di gambarkan. Sadis😂
Vanni Sr
pensarn bgt part dmn dion hadirrr
Dinda Wei
Ahh so sweetnya. Semoga Dante tulus ya. Jangan pula semua tokohnya jahat thor. Bingung jd gimana alurnya kalau jahat semua 😂
Dinda Wei
Tuhkan Tio. Mereka nggak akan berhenti mengusik mikha sampai mendapatkan harta.
Dinda Wei
Untung ada Dante yg gercep. Pasti Tio atau gak Nania pelakunya.
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍😍 terimakasih 😘
Delyana.P
Benar ternyata Tio yg kasih bunga, mungkin mau lakuin rencana deketin Mikha tuh, tapi maaf ya tio Mikha udah ada yg lindungin. Siap2 kamu masuk jeruji besi
Delyana.P
Kalau nggak dari Tio ya dari Nania. Siapa lagi yg suka bikin rusuh kalau bukan mrk keluarga stres. Atau bs jadi Warda 🤔
Delyana.P
Kalau nggak dari Tio ya dari Nania. Siapa lagi yg suka bikin rusuh kalau bukan mrk keluarga stres. Atau bs jadi Warda
Amelia
Keluarga Sadewa gila semua. Nggak ada yg waras. Keluarga problematik. Mungkin Dion yg normal makanya ia di tunjuk ayahnya lanjutin perusahaan. Jgn2 dion juga di habisin sama tio😱
Ariany Sudjana
nah ketahuan kan, orang yang kirim bunga itu Tio? dan semua punya maksud terselubung, jangan lengah yah Mikhaela, kamu harus cerdas dalam menghadapi keluarga toxic seperti ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!