Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kuliah
" Kebetulan mereka semua itu baru masuk semester baru, dan memang programnya mengatakan kalau mereka harus magang dan juga melanjutkan studi di kampus jadi pulang magang mereka akan kembali ke kampus untuk melanjutkan pembelajaran."
" Berarti mereka semua akan melanjutkan pembelajaran selepas pulang magang, mereka melanjutkan pembelajarannya di kampus pukul berapa ya Bu?" tanya kepala sekolah itu ingin memastikan.
" Kalian semua membuat kesepakatan jam mata kuliah dengan masing-masing dosen jam berapa?" tanya dosen itu karena mahasiswanya bukan dari prodi yang sama.
" Anak bahasa Indonesia masuknya 14.30 Bu."
" Anak bahasa Inggris masuknya 14.25 Bu."
" Anak Biologi masuknya 14.35 Bu."
" Seperti yang udah ibu dengarkan, mereka memiliki jam masuk mata kuliah yang berbeda-beda."
" Sudah saya dengarkan, kita di sekolah ini pulangnya pukul 13.45. Setidaknya saya harap kalian bisa pulang itu jam 02.00 siang ya atau pukul 14.00, itupun saya kasih pulang jam segitu karena kalian akan melanjutkan perkuliahan kembali. apakah kalian sepakat?" tanya kepala sekolah tersebut.
" Kami sepakat Bu." jawab mereka serentak.
" Baiklah karena sudah mencapai kesepakatan, maka saya mohon undur diri kepada kepala sekolah. Karena saya juga masih ada kerjaan di kampus ya bapak dan juga Ibu, sekali lagi saya ucapkan terima kasih karena mau menerima para mahasiswa kami di sekolah ini."
" Kami juga bersyukur karena pihak kampus mau menyerahkan mahasiswanya ke sekolah kami untuk magang, itu tandanya biar kampus juga mempercayai sekolah kami bisa membimbing para mahasiswa di kampus ibu dengan baik."
Mereka pun melanjutkan perbincangan tersebut, hingga akhirnya dosen itu pun segera keluar dari ruangan kepala sekolah. Biasanya itu segera masuk ke dalam mobilnya karena dia juga harus melanjutkan pembelajaran di kampus, dan kini hanya tinggal para mahasiswa itu saja yang berada di sekolah.
Kepala sekolah menyerahkan karena mahasiswa itu kepada wakil kepala sekolah, dan kemudian meminta wakil kepala sekolah untuk menyusun siapa saja guru yang jamnya akan diambil oleh guru magang tersebut. Atau bisa dikatakan siapa saja guru yang akan menjadi guru pamong untuk mahasiswa itu, karena yang lebih mengetahui kinerja guru adalah wakil kepala sekolah.
" Tolong segera buatkan siapa saja para guru yang akan menjadi pamong atau pembimbing para mahasiswa ini, dan kemudian surat tugas akan saya turunkan untuk para guru tersebut." ucap kepala sekolah itu kepada wakilnya.
" Baik Bu." jawabnya dan kepala sekolah itu segera membawa para mahasiswa magang keluar dari ruangan kepala sekolah dan kini mereka berada di ruangan wakil kepala sekolah.
Kepala sekolah itu segera melihat data guru-guru yang ada di mejanya, dan kemudian ia menuliskan nama para guru dan juga mahasiswa yang akan menjadi mahasiswa bimbingannya. Karena mahasiswa itu hanya berdiri saja dan menatap ke arah wakil kepala sekolah, tentunya mereka juga berharap akan mendapatkan guru pembimbing yang bisa membantu mereka. Yang paling mereka takutkan hanyalah satu, yaitu mereka akan mendapatkan guru pembimbing yang galak.
Jantung mereka berdebar dengan sangat kencang, tentunya harapan mereka adalah yang terbaik. Dan mereka berharap dijauhkan dari guru galak, karena menutup mereka hal itu akan membuat mereka sangat pusing. Sebab guru galak pasti akan suka marah-marah dan membuat kepala mereka sakit, yang mana mereka akan direpotkan dengan urusan kampus dan juga urusan magang dua kali lipat.
Wakil kepala sekolah dalam selesai menyusun siapa saja guru dan juga mahasiswa, dan kemudian wakil kepala sekolah segera membawa karena mahasiswa itu ke kantor guru. Berhubung para siswa sudah pulang, yang ada di kantor saat ini hanya tinggal para guru-guru saja. Tentunya mereka sebelumnya sudah diberitahu kalau ada enam mahasiswa yang datang ke sekolah mereka, dan tentunya akan dibagikan kepada para guru untuk menjadi pamong.
" Ayo kalian berenang ikut saya ke kantor guru, di sana saya akan memberitahukan siapa guru panggung kalian masing-masing." ucapnya dan mereka pun melangkahkan kakinya ke arah kantor buruk, tentunya jantung mereka berdebar dengan sangat kencang dan mereka merasa tidak enak dengan tatapan para guru yang melirik ke arah mereka.
" Mereka pastinya mahasiswa yang akan dibagikan kepada kita untuk menjadi mahasiswa bimbingan, melihat wajahnya saja sudah pusing dan tidak tahu mana mereka." ucapan seorang guru yang melihat ke arah mahasiswa kembar itu.
" Baiklah para bapak dan ibu guru yang sekalian yang bisa jadi kantor ini, hari ini saya akan membagikan siapa guru kamu bagi para mahasiswa magang yang ada di samping saya. Untuk surat resminya akan sampai kepada bapak ibu besok pagi, karena surat resminya masih diketik." ucapnya dan mereka semua pun memperhatikan.
" Dari jurusan apa saja mereka bertiga Pak?" katanya seorang guru yang sepertinya adalah guru olahraga.
" Mereka bertiga dari prodi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan juga biologi." jelasnya dan semua guru di sana pun menatap ke arah guru dengan kelompok studi yang telah disebutkan.
" Kalau apakah saya akan mendapatkan mahasiswa bimbingan, kebetulan saya mengajari kelas 9?" tanya seorang guru biologi yang mendapatkan jam mengajar di kelas 9.
" Mereka semua hanya akan masuk di kelas 7 dan juga kelas 8 saja, untuk kelas 9 lebih fokus kepada guru pembelajarannya masing-masing." jelasnya yang semuanya pun mengangguk. " baiklah saya akan membacakan para guru pembimbing, atau guru kamu dari mahasiswa yang ada di samping saya. 1. Grace Hanif akan menjadi mahasiswa bimbingan dari ibu Ika. 2. Gina Hanif akan menjadi mahasiswa bimbingan dari bapak Haris. 3. indah Hilman akan menjadi mahasiswa bimbingan dari ibu Jasmine. 4. intan Hilman akan menjadi mahasiswa bimbingan dari bapak Kevin. 5. Ira Husni akan menjadi mahasiswa bimbingan dari bapak Krisna. 6. Irma Husni akan menjadi mahasiswa bimbingan dari ibu Julia." ucapnya dan guru-guru itu mengangguk yang namanya disebutkan.
" Berarti mulai besok mereka sudah bisa ikut dengan kami untuk masuk ke kelas ya pak?" tanya bapak Kevin.
" Untuk satu minggu kedepan mereka berenang belum bisa masuk ke kelas bapak Kevin, mereka akan melakukan observasi lingkungan sekolah terlebih dahulu. Dan akan masuk ke kelas mulai minggu depan bersama dengan bapak dan Ibu." jelasnya.
" Baiklah kalau mereka memang akan mengikuti kelas pada pertemuan minggu depan, tetapi mereka masih tetap memiliki waktu untuk pengenalan lingkungan per sekolahan dengan matang berarti. Jadi yang masih bisa masuk ke ruangan kelas hanyalah mahasiswa kampus sebelah, ada mereka yang saat ini sedang berada di meja piket."
" Biar sekali bapak, dan untuk menjaga agar tidak terjadi keributan. Maka mereka berenang akan kita tempatkan di perpustakaan, agar mereka juga bisa membantu penjaga perpustakaan." jelasnya.
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)