Tujuh tahun pernikahan, tak pernah terbayangkan dirinya akan menjumpai hal yang paling menyakitkan dalam perjalanan hidupnya.
Arimbi, ia menemukan jejak wanita lain dalam biduk rumah tangganya. Bahkan wanita tersebut telah memiliki anak yang usianya sudah lebih dari setahun.
"Kita masih merintis usaha, jadi kita jangan punya anak dulu ya."
Ucapan sang suami terngiang begitu jelas di telinganya. Arimbi yang naif menyetujui. Namun itu jadi bumerang bagi dirinya karena oleh keluarga suami Arimbi di cap mandul.
Dan yang lebih mengejutkannya lagi, nama perusahaan yang didirikan suaminya ternyata ada unsur dari nama wanita itu.
Apakah Arimbi akan terpuruk? Atau dia akan bangkit dan membalas rasa sakit hatinya dan menemukan cinta lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sholihah Hanya Kedok 07
"Apa selingkuh, istri, lalu apa tadi anak? Apa ini Arimbi!!
"Tunggu-tunggu Rimbi, Bapak beneran bingung ini. Maksudmu Amar selingkuh sampai menikah bahkan mereka sampai punya anak begitu?"
Kedua orang tua Arimbi terkejut bukan main mendengar perkataan putri mereka. Bagaimana tidak, Arimbi yang sudah menikah selama tujuh tahun tiba-tiba mengatakan bahwa suaminya selingkuh bahkan sampai punya anak yang usianya lebih dari satu tahun.
Hal itu sangat membuat mereka bingung dan tentunya seolah tidak percaya. Amar yang mereka tahu adalah pria yang baik dan sangat menghormati mereka sebagai mertua. Meski ibunya Amar kadang menunjukkan rasa tidak suka kepada Arimbi karena Arimbi belum juga diberi momongan, Amar pun menjadi garda terdepan untuk membela Arimbi.
Arga dan Aliya sempat sakit hati saat mendengar putri mereka dituduh mandul. Aliya bahkan langsung membawa Arimbi ke rumah sakit untuk memeriksa organ reproduksi sang anak, dimana semuanya sehat tanpa ada yang bermasalah.
Bahkan terakhir kemarin, setelah Arimbi berulang tahun yang ke 30, semua bagian tubuh Arimbi sangat sehat. Dan Amar, selalu membela Arimbi akan hal itu dengan berkata, "Memang belum rejeki. Nanti kalau udah waktunya pasti akan hamil juga."
Tapi sekarang ketika mendengar semua ucapan Arimbi tentang Amar, Arga dan Aliya jelas sangat terkejut dan seolah tak percaya.
Arimbi tahu akan ada hal seperti itu. Maka dari itu, dia memberikan semua bukti yang ditemukannya. Ya, Arimbi telah menyimpan semua bukti foto dan chat Amar dan sang pelakor.
Secara perlahan, secar satu demi satu baik Arga maupun Aliya membaca dan melihatnya. Wajah mereka jelas sekali menunjukkan keterkejutan.
"Biadab! Dasar pria bajingan!!" umpat Arga. Pria yang Arimbi tahu tak pernah mengumpat selama hidupnya itu kini terlihat sangat marah. Kemarahan yang luar biasa dengan dilihat dari ekspresi wajahnya.
"Dasar sialan Amar! Beraninya dia giniin kamu. Minta diobrak abrik kayaknya nih orang. Tapi tunggu Rimbi, wanita ini kok kayaknya nggak asing ya,"ucap Aliya. Ia sampai memicingkan kedua matanya ketika melihat wanita yang jadi pelakor dalam rumah tangga putrinya.
"Ya emang Bu, Farrah Ratnawati. Dia seorang influencer yang memiliki banyak pengikut di media sosial. Dan dia juga seoang owner jilbab syari."
Mata Aliya dan Arga seketika lansung membelalak. Keduanya juga segera membuka media sosial dan mencari nama orang tersebut.
Sebuah hal yang kontrak, dimana di media sosial wanita tersebut terlihat sangat alim. Ia mengenakan pakaian yang longgar dan juga jilbab yang besar. Tak hanya itu, setiap tulisan yang diunggah selalu menunjukkan bahwa dirinya adalah orang yang sangat paham agama.
Wanita itu juga rutin dalam menghadiri kajian ilmu agama. Tak hanya satu atau dua kali, tetapi sangat sering. Bahkan ia pun juga memiliki lingkaran pertemanan yang terlihat sholihah.
"Apa ini orang yang sama? Nauzubillah, ada ya wanita yang kayak gini. Di depan nampak adem dan sholihah tapi di belakang nggak jauh beda sama seorang pelacurr," ucap Aliya sengit. Dalam hatinya dia sungguh sangat mengutuk perbuatan wanita yang bernama Farrah tersebut. Tak hanya kepada Farrah tapi juga kepada Amar. Karena perselingkuhan tidak akan terjadi jika tidak ada kesinambungan dari dua pihak.
Amar menggoda, namun jika Farrah tidak meladeni maka perbuatan laknat itu tak akan pernah terjadi. Sebaliknya pun sama, Farrah menggoda tapi jika Amar tidak merespon maka semua itu tak akan terjadi.
Mau apapun alasannya, tentu yang namanya perselingkuhan tidak dibenarkan dalam sebuah hubungan. Pernikahan dilakukan dengan sakral. Janji kepada Tuhan diucapkan, seharusnya mereka bisa menjaga. Namun ternyata nafsu dunia tak bisa diatasi sehingga janji kepada sang pemberi hidup pun bisa diingkari dengan mudah.
Atas nama cinta, perselingkuhan biasa terjadi. Cinta yang keji, cinta yang busuk dan cinta yang hanya penuh nafsu dan birahi itulah dasar dari semua kasus perselingkuhan yang ada.
"Jadi, kapan kamu mau menggugat cerai Amar?" tanya Arga tegas. Arga tak ingin putrinya berlama-lama masih menyandang status istri dari pria pengkhianat. Hati Arga sangat sakit. Meski tidak ia tampakkan, tapi percayalah saat ini hati Arga hancur berkeping-keping melihat anak semata wayang yang dirawatnya dengan cinta kasih menangis karena dikhianati.
"Aku nggak akan ngajuin dulu, Pak. Biar dia yang ngelakuin lebih dulu. Aku ingin tahu, apa yang akan dijadikan alasan buat ngegugat aku. Tapi yang jelas, aku nggak akan tinggal diam kalau sampai mengada-ada alasan untuk bisa cerai dari aku,"jawab Arimbi dengan sorot mata yang begitu tajam.
Arimbi memang berkata demikian, dia sudah siap dengan segala hal. Termasuk bukti yang dimilikinya. Bahkan Arimbi juga sudah mencetak semua bukti chat dan foto kedalam lembaran kertas.
Semua itu akan dia tunjukkan jika Amar berbuat macam-macam ketika nanti di pengadilan agama.
"Ya sudah kamu istirahat. Kamu pasti capek banget. Apapun yang kamu lakukan kedepannya, Bapak dan Ibu akan selalu mendukung kamu, Arimbi,"ucap Aliya sambil mengusap lembut kepada Arimbi.
"Terimakasih Pak, Bu. Terimakasih banyak. Dan maaf karena udah buat Bapak dan Ibu kecewa dengan rumah tanggaku,"jawab Arimbi dengan lesu.
Aliya dan Arga menggelengkan kepalanya. Malah mereka berdua yang merasa bersalah. Seolah tidak tepat memilih pasangan putrinya. Meski Amar adalah pilihan Arimbi sendiri, tapi sebagai orang tua seharusnya memiliki firasat dan feeling jika pria itu tidak baik.
"Nasi udah jadi bubur sayang. Kita nggak bisa memutar waktu untuk kembali ke titik awal. Yang kami harapkan adalah kamu bahagia, Nak. Dan jika rumah tanggamu membuat kamu tidak bahagia, maka lepaskanlah. Terlebih pria itu telah mengkhianatimu, itu adalah sebuah kesalahan yang bagi Bapak pun sulit untuk dimaafkan. Selamat kembali pulang putri kami, kami selalu bahagia dengan kehadiran mu."
Arimbi langsung memeluk Arga. Ia kembali meluapkan tangisnya. Entah sudah seperti apa wajahnya sekarang. Tapi yang jelas, pasti tidak karuan karena dirinya sendiri merasa bahwa matanya begitu tebal dan sulit untuk dibuka.
Arimbi menuju ke kamar, dia lalu merebahkan tubuhnya. Namun tak lama kemudian Arimbi beranjak dan berjalan menuju ke kamar mandi. Arimbi menyalakan shower dan membiarkan tubuhnya berada di bahwa guyuran air dingin itu.
"Jika memang harus seperti ini, maka aku akan menerimanya. Cukup hari ini aku menangis habis-habisan, karena besok aku harus berdiri dengan tegap dengan kepala yang menatap ke depan."
TBC
mbak mbi yg sabar ....mak lakor tu anggap j angin kentut ...bau..jd lebih baik menjauh..
datang tp di maki diam saja buat apa, ya maki balik lah. sekalian viral nya kl mbales jng setengh setengh.
mampus si amar nyesel ternyata bukan ibu peri yg didapat mak Lampir 🤭🤭🤭
kasian JD korban dari orang tua tapi hati hati Arimbi mnt km mlh disalahkan m orang picik
ngapain kamu datang
asal kamu tau bentar lagi juga amar jadi gembel🤣🤣