NovelToon NovelToon
Life After Marriage With Zidan

Life After Marriage With Zidan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Persahabatan
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Shakira Naomi hanya ingin lulus kuliah tataboga dengan tenang. Namun, mimpinya terusik saat ia dipaksa menikah dengan Zidan Ardiansyah, sahabat masa kecilnya yang paling tengil dan tidak bisa diam.
Bagi Shakira, pernikahan ini adalah bencana. Bagi Zidan, ini adalah kesempatan emas untuk memenangkan hati gadis yang selama ini ia puja secara ugal-ugalan. Di antara sekat guling dan aturan "aku-kamu" yang dipaksakan, mampukah Zidan meruntuhkan tembok dingin Shakira? Atau justru status "sahabat jadi suami" ini malah merusak segalanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PMS

Malam itu, kamar di lantai atas terasa lebih sunyi dari biasanya. Lampu utama sudah dimatikan, menyisakan lampu tidur berwarna kekuningan yang temaram. Di atas ranjang besar itu, sesosok tubuh mungil meringkuk gelisah di balik selimut tebal. Shakira melipat kakinya hingga menyentuh dada, tangannya mencengkeram sprei dengan kuat. Wajahnya yang biasanya segar kini sepucat kertas, keringat dingin sebesar biji jagung mulai muncul di pelipisnya.

Setiap beberapa menit, ia meringis menahan nyeri yang terasa seperti dipelintir di bagian perut bawahnya. Hari pertama datang bulan selalu menjadi mimpi buruk bagi Shakira. Kramnya tidak main-main, sanggup membuatnya lumpuh total hanya untuk sekadar berjalan ke kamar mandi.

Pintu kamar mandi terbuka, menampakkan Zidan yang baru saja selesai membersihkan diri setelah seharian berkutat dengan oli di bengkel. Ia mengenakan kaos oblong santai dan celana pendek, rambutnya yang basah ia gosok dengan handuk kecil.

"Sayang, makan yuk? Laper nih. Tadi kamu masak apa? Baunya enak banget sampe ke tangga," tanya Zidan dengan nada ceria, tanpa melihat ke arah ranjang karena sibuk menyampirkan handuknya.

Hening. Tidak ada jawaban ketus atau omelan "bau oli" yang biasanya menyambutnya.

"Ra? Shakira? Kok diem aja sih? Tadi pas aku mandi kayaknya kamu masih main HP," Zidan menoleh, dan senyumnya langsung luntur seketika saat melihat gundukan di balik selimut itu bergetar hebat.

Zidan mendekat dengan langkah cepat. "Ra? Kamu kenapa?"

Lalu, terdengar suara isakan kecil yang tertahan. Suara tangis Shakira yang lirih membuat jantung Zidan mencelos. Ia segera duduk di tepi ranjang, menyentuh bahu istrinya dengan lembut. "Ra, hei... liat aku. Kenapa nangis?"

Shakira perlahan membuka selimut yang menutupi wajahnya. Matanya sembab dan wajahnya benar-benar pucat pasi. "Sakit... Dan, perut aku sakit banget," rintihnya dengan suara parau.

Zidan langsung panik. Ia memegang kening Shakira, takut istrinya demam. "Ya Allah, pucat banget muka kamu! Sakitnya di mana? Kita ke dokter ya? Atau ke RS sekarang?"

Shakira menggeleng lemah, ia kembali meringkuk memegangi perutnya. "Nggak usah... ini... hari pertama. Biasa kalau lagi dapet."

Zidan terdiam sejenak, otaknya yang biasa berpikir tentang mesin motor kini mencoba memproses informasi tentang siklus bulanan wanita. "Oalah... kamu lagi... dapet ya? Kram perutnya hebat banget sampe kayak begini?"

Shakira hanya mengangguk pelan, air matanya kembali luruh. Rasa nyerinya benar-benar tak tertahankan.

"Bentar, bentar. Kamu tunggu sini. Jangan banyak gerak dulu," instruksi Zidan. Ia menyelimuti Shakira kembali sampai ke bahu. "Aku kompres dulu perut kamu biar mendingan. Jangan nangis terus, nanti makin lemes."

Zidan langsung lari keluar kamar, menuruni tangga dengan terburu-buru sampai hampir terpeleset di anak tangga terakhir. Di dapur, ia langsung menyalakan kompor gas dan meletakkan panci berisi sedikit air.

Mama Zidan yang sedang merapikan meja makan terkejut melihat putranya grasak-grusuk di dapur. "Loh, Zidan? Kamu ngapain malem-malem nyalain kompor?"

"Lagi buat susu buat Shakira, Ma. Sama mau nyiapin sesuatu," jawab Zidan panik sambil mengaduk-aduk lemari kabinet mencari cokelat bubuk. "Perutnya kram hebat, Ma. Kayaknya lagi hari pertama."

"Oalah, Shakira kalau lagi dapet emang suka begitu ya? Kasihan. Perlu Mama bantu?" tanya Mama cemas.

"Nggak usah, Ma. Zidan aja. Zidan tau cara ngadepin mesin panas, harusnya tau cara ngadepin perut kram," ujar Zidan sok yakin, meski tangannya agak gemetar saat menuang susu ke gelas.

Setelah susu cokelat hangat siap, Zidan tidak mengambil botol air hangat seperti orang pada umumnya. Ia justru mengambil sebuah handuk kecil dan menyetrikanya sebentar—cara darurat ala Zidan agar panasnya pas dan merata. Ia membungkus gelas susu hangat itu dengan kain lain agar suhu panasnya terjaga.

Zidan kembali ke kamar dengan nampan kecil. Ia meletakkan gelas susu cokelat di nakas, lalu mendekati Shakira.

"Nih, minum dulu pelan-pelan. Susu cokelat hangat biar kamu rileks," Zidan membantu Shakira duduk bersandar pada tumpukan bantal.

Shakira meminumnya sedikit demi sedikit. Rasa hangat dari susu itu sedikit menenangkan saraf-sarafnya yang tegang. Setelah selesai, Zidan mengambil handuk yang sudah ia "kondisikan" suhunya tadi.

"Sekarang kamu tidur telentang, kakinya lurusin dikit. Biar aku kompres perutnya pake ini," perintah Zidan sambil menunjukkan handuk hangatnya.

Shakira seketika merapatkan selimutnya, wajahnya yang pucat mendadak dihiasi semburat merah. "Nggak mau... malu, Zidan."

Zidan menghela napas, ia menatap istrinya dengan tatapan serius namun penuh kasih. "Udah. Aku suami kamu, nggak usah malu. Aku nggak bakal macem-macem, Ra. Aku cuma mau rasa sakit kamu ilang. Liat tuh, muka kamu udah kayak mayat saking nahan sakit."

Shakira ragu sejenak, namun denyutan di perutnya kembali menyerang dengan lebih dahsyat. Akhirnya, ia menyerah. Ia merebahkan tubuhnya perlahan. Zidan menyibakkan sedikit selimut dan baju tidur Shakira, lalu meletakkan handuk hangat itu tepat di atas perut bawah istrinya.

"Gimana? Kepanasan nggak?" tanya Zidan lembut.

"Pas... enak," gumam Shakira, ia memejamkan mata saat rasa hangat itu mulai menjalar dan meredakan ketegangan otot perutnya.

Zidan tidak membiarkan tangan Shakira memegang handuk itu sendiri. Ia justru duduk di samping Shakira, meletakkan telapak tangannya yang lebar di atas handuk tersebut, memberikan sedikit tekanan lembut agar panasnya lebih meresap.

"Tangan kamu... jangan dilepas," bisik Shakira tanpa membuka mata.

Zidan tersenyum tipis. "Iya, nggak bakal aku lepas. Aku jagain di sini sampe kamu tidur."

"Dan..."

"Hm?"

"Maaf ya... aku jadi ngerepotin kamu. Padahal kamu baru pulang kerja, pasti capek banget."

Zidan terkekeh pelan, ia menggunakan tangan satunya untuk mengusap rambut Shakira yang berantakan. "Nggak ada kata repot buat istri sendiri, Ra. Di bengkel aku biasa ngurusin mesin yang 'rewel' gara-gara kepanasan atau macet. Ngurusin kamu yang lagi 'rewel' begini mah jauh lebih penting."

"Aku nggak rewel!" protes Shakira lemah, tapi ia tidak menjauhkan tangan Zidan.

"Iya, iya, nggak rewel. Cuma manja dikit," goda Zidan. "Udah, merem aja. Nikmatin angetnya. Kalau handuknya udah dingin, bilang ya, biar aku angetin lagi."

Selama hampir satu jam, Zidan tetap setia di posisinya. Ia tidak mengeluh pegal atau mengantuk. Ia terus memperhatikan wajah Shakira yang perlahan mulai kembali berwarna. Napas istrinya pun mulai teratur, tanda rasa sakitnya sudah mulai berkurang dan kantuk mulai menyerang.

"Zidan..." panggil Shakira lagi, suaranya hampir hilang ditelan kantuk.

"Apa lagi, Sayang?"

"Gulingnya... malem ini boleh nggak ada di tengah dulu nggak? Aku... aku pengen deket kamu. Takut tikus yang kemaren balik lagi."

Zidan hampir saja melonjak kegirangan mendengar permintaan itu, tapi ia menahan diri agar tidak mengejutkan Shakira. Ia menyingkirkan guling 'Garis Khatulistiwa' itu ke ujung kasur dengan satu sentuhan kaki.

"Tikusnya nggak bakal berani balik kalau aku meluk kamu begini," ujar Zidan. Ia ikut merebahkan diri di samping Shakira, menarik istrinya ke dalam pelukan yang sangat hati-hati, memastikan tangannya masih berada di atas perut Shakira untuk menjaga kehangatan.

Shakira tidak memprotes. Ia justru menyembunyikan wajahnya di dada Zidan, mencari posisi paling nyaman. "Makasih ya, Mekanik Tengil."

"Sama-sama, Chef Judes. Tidur yang nyenyak ya," bisik Zidan sambil mencium kening Shakira dengan sangat lama.

Malam itu, untuk pertama kalinya, tidak ada jarak di antara mereka. Rasa sakit yang dialami Shakira justru menjadi pintu pembuka bagi Zidan untuk menunjukkan bahwa di balik sifat tengil dan konyolnya, ia adalah pelindung yang paling bisa diandalkan. Tanpa guling pembatas, dalam kehangatan susu cokelat dan kompres handuk, mereka tertidur lelap sebagai pasangan yang mulai mengerti arti saling menjaga.

***

adakah disini yang EXO-L???

Semoga suka ya baca juga ceritaku yang lain😘

1
Nurminah
jarang2 makan favorit di novel pempek Palembang kapal selam pulok asli ini bibik ni wong palembang
tinggal daerah mano nyo Thor
di palembang jugo soalnyo
Nurminah: si ajudan kan sdh baca
total 8 replies
apiii
suka bngt sama dua bucin mas karat ini❤️
Rita Rita
bener bener si mas suami kejar setoran 🤭🤣🤣🤣
apiii
eps yg bikin senyum" sendiri 🤭
Rita Rita
apakah mas karatan dan istri sedang bikin adonan debay 🤔🤭🤣
apiii
aduh mas karatan🤣
Rita Rita
semangat boss,,, terus dapet asupan wkwkwk 🤭🤣🤣
apiii
wkwkwk
apiii
wah bisa bisa besok pagi di bengkel gimna ya
Rita Rita
akhirnya si mas karatan go' unboxing kalo go public udah 🤭🤣 asyik, guling udah kadaluarsa,,,
apiii
Lucu bngt pasangan baut karatan ini wkwk btw bisa kali thor triple up🤭
Nadhira Ramadhani: menyala otakku nanti kalo triple haha
total 1 replies
Rita Rita
si mas suami udah ada visual nya,, kasih visual kuntilanak cantik dong Thor,,,
Nadhira Ramadhani: ada saran?
total 1 replies
apiii
kiw kiww ada yg mulai bucin nih🤣
Rita Rita
cieee yg mau kencan 🤭🤣🤣 mas karatan dengan mbak Kunti cantik,, semoga lancar ya,,
apiii
doain ya aku lolos bab 1 bimbingan skripsi
Rita Rita
sangat contrast pasutri muda dengan panggilan sayang,,, mas karatan dan kuntilanak cantik 🤭🤣😍
Nadhira Ramadhani: POV: genz kalo nikah kak🤣
total 1 replies
apiii
semangat up nya thor aki tunggu tiap hari thor semangattt❤️
apiii
lucu bangt pasangan ini asli❤️
Rita Rita
sabar si mas suami jadi membawa bahagia,,,
Rita Rita
🤣🤣🤣 si mas Zidan udah terinfeksi rabies bucin, makanya senyum sendiri luar kendali 🤭🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!