Tara, Si gadis ceria yang jatuh cinta kepada ketua osisnya pada pandangan pertama.
Ketua OSIS itu bernama Andre syahreza, laki laki itu memiliki sifat dingin dan datar sehingga membuat Tara kesulitan mendekatinya.
Lantas bagaimana kisah mereka akan terjalin?, ikuti kisah mereka disini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. kim22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tara
"Lo gak papakan." Aku langsung menanykan keadaan Dika begitu turun dari motor besarnya, saat ini kami sudah sampai di depan gerbang rumahku.
"Gue gak papa kok Ra, selow aja." Dika terkekeh geli melihat aku terlihat khawatir, ck benar benar nih anak gak ada takut dan khawatirnya pada diri sendiri, sama aja emang kayak Adit, sama sama tengil dan badung.
"Lo gak mau masuk dulu gitu." Aku menawarkan Dika masuk sebentar, mungkin saja dia mau mau minum atau istirahat sebentar gitu.
"Lain kali aja deh Ra, gue gerah mau langsung mandi nih." Ucap Dika menolak dengan halus sambil membuka beberapa kancing baju bagian atasnya.
"Ya udah lo hati hati, thanks udah kasih gue tumpangan." Aku akhirnya membiarkan Dika pergi setelah mengucapkan terima kasih.
Aku segera masuk ke dalam begitu motor Dika sudah tidak kelihatan lagi, rumah kelihatan begitu sepi,Ayah sama Helena sepertinya sedang pergi entah kemana.
"Heh baru pulang lo." Suara sinis Zahra langsung menyambut kedatanganku begitu sampai di ruang tamu.
Aku menghentikan langkahku yang ingin menuju lantai dua dimana kamarku berada. "Emang kenapa?, masalah buat lo." Aku menjawab perkataan Zahra tak kalah sinis, dia berpikir aku akan takut apa sama dia,modal ngumpet di ketiak emaknya aja sok soan mau adu bacot sama Aku.
"Dasar cewek gatal, jam segini baru pulang di antar sama cowok lagi." Zahra berkacak pinggang sambil menatapku dengan sinis.
Aku terkekeh mendengar perkataan Zahra, Aku melipat tangan di depan dada dan menatap Zahra dengan mata memincing. " Kenapa, lo iri gue bisa gandengan sama cowok tampan,sedangkan lo gak bisa." Aku tersenyum miring setelah menyelesaikan kalimatku.
Hal itu tentu saja membuat Zahra murka, wajahnya sampai memerah saking emoainya mungkin hahaha.
"Apa lo bilang." Tangan Zahra terangkat ingin menampar pipiku, tapi tentu saja aku tidak akan membiarkan tangan kotor itu menyentuh pipi mulusku, dengan segera aku mengelak ke samping, pergerakanku yang tiba tiba membuat Zahra kehilangan kendali dan hampir saja tersungkur jika saja aku tidak berbaik hati menarik rambutnya.
"Akhhhh...rambut gue lepasin sialan." Zahra memekik karena mungkin kepalanya terasa perih akibat tarikan tanganku pada rambutnya.
"Ups..sorry." Ucapku sambil tersenyum lebar, dan tanpa rasa bersalah Aku melepaskan tanganku dari rambut Zahra sehingga diapun terjatuh ke lantai dengan posisi tengkurap.
Brugh...
"AKHH..TARA SIALAN." Zahra kembali memekik begitu tubuhnya membentur lantai dengan keras, Aku yang melihat itu malah tertawa dengan puas dan dengan cepat berlari ke depan tubuh Zahra.
"Hahaha...astaga lo gak Perlu sampai sujud kayak gini dong sama gue, gue tahu gue cantik kayak dewi kayangan, tapi gak perlulah lo sembah kayak gini, hahaha..." Aku tertawa puas sambil kembali berjalan menuju tangga.
"AWAS AJA LO BANGSAT, GUE BAKAL BALAS SEMUA INI." Zahra berteriak memakiku, tapi aku memilih tidak peduli dan tetap berjalan sambil tertawa.
"Hahaha....gue tunggu ya tante." Aku mengedipkan mataku dari lantai dua ke arah Zahra yang saat ini juga sedang menatapku dari bawah dengan penuh emosi.
Aduh rasanya puas banget bisa menjahili anak lampir itu, setidaknya ada hiburan setelah tadi sempat tegang akibat kejadian beberapa waktu lalu di sekolah.
Begitu sampai di kamar, Aku langsung meletakkan tasku di tempatnya, dan segera melepas seragam yang melekat di tubuhku, rasanya begitu lega dan sejuk.
Saat ini,Aku hanya menggunakan tangtop dan celana pendek, niatnya sih pengen langsung mandi, tapi begitu melihat kasur,rasanya tidak afdol kalau belum rebahan dulu hehe.
dan pada akhirnya, Akupun memilih berbaring di atas kasur sambil membuka handponeku, Aku melihat ada pesan masuk dari nomor Dika.
Dengan segera aku membuka pesan itu, dan alangkah terkejutnya aku begitu melihat pesan itu berisi nomor kak Andre,mulutku sampai menganga karena gak espek Dika akan mengirimkan Aku nomor kak Andre, padahal aku tidak pernah memintanya loh.
"Dika kayaknya mendukung banget deh perjuangan gue deketin kak Andre, hihihi." Aku cekikian merasa begitu senang, akupun membalas pesan Dika dengan kalimat. "Thank you Dika, lo emang sahabat gue yang paling peka."
Karena merasa bahagia, Aku akhirnya segera bangkit setelah selesai membalas pesan Dika,dan segera menuju kamar mandi untuk berendam sebentar.
Aku berdendang dengan riang sambil menggosok seluruh badanku di dalam batthub, aku menghabiskan waktu hampir satu jam untuk berendam, setelah puas aku segera membersihkan badanku di bawah guyuran shower menggunkan air dingin.
"Oh Tuhan...ku cinta dia"
"Sayang dia"
"Rindu dia"
"Inginkan dia"
Aku terus bernyanyi sambil mengeringkan rambutku,yahh kalian pahamlah gimana rasanya remaja yang lagi kasmaran mwehehe, mohon di maklumi ya guys.
Setelah berpakaian lengkap, Aku kembali berbaring di atas kasur dan mulai membuka profil kak Andre yang terpampang di aplikasi hijau.
"Wahhh, dia ternyata sangat kren." Aku terpana melihat fotonya yang sedang duduk di atas motor menghadap belakang, rambutnya yang terlihat berantakan tidak membuat kharismanya luntur, justru itu menambah kadar keseksiannya, jangan lupakan wajah yang terlihat datar itu, huwaaa dia benar benar sangat tampan walaupun tidak berekpresi sama sekali.
Dan apa ini, astaga ternyata dia bisa tidak memakai kacamata, dan waoww ketampanannya bertambah jadi 1000 persen tanpa kacamata, ahh sepertinya aku semakin tergila gila deh sama kak Andre.
Pp Andre di wa.
"Ini kalau gue chat, alasan ngechatnya apa ya." Aku menggigit bibirku mencoba memikirkan alasan yang tepat untuk mengirim pesan ke kak Andre.
"Terus kalau semisal dia nanya, gue dapat nomornya dimana,gue kudu jawab apa ya." Aku semakin bingung, gini amat jadi orang introvert, gak tahu gimana caranya memulai obrolan dengan crush.
"Aaa....ini gimana sih...pengen sekontak sama kak Andre huhu...." Aku tantrum di atas kasur karena tidak menemukan alasan yang tepat untuk menghubungi kak Andre.
Tok....tok...tok...
Di sela sela ketantrumanku, tiba tiba pintu kamarku terdengar di ketuk dari luar, Akupun segera menormalkan kembali ekpresiku dan berjalan menuju pintu.
"Eh Ayah.." Aku tersenyum lebar melihat Ayah berdiri di depan kamar sambil menenteng beberapa tota bag.
"Wahh, kamu baru selesai mandi ya, wangi banget anak ayah." Ayah tersenyum sambil mengelus puncak kepalaku dengan sayang.
"Ayo masuk ayah." Aku menarik tangan ayah masuk ke dalam kamarku, Ayah langsung duduk di tepi ranjang sambil meletakkan tota bag yang di bawa.
"Ini ayah belikan sesuatu buat kamu sayang, semoga kamu suka ya."
Mataku berbinar melihat tota bag itu, Akupun dengan segera membukanya, tota bag pertama berisi sebuah gaun selutut yang sangat indah, lalu aku lanjut membuka yang lainnya.
"Terima kasih ayah." Aku segera berhambur memeluk ayah setelah selesai membuka semua tota bag itu, semuanya berisi barang barang mewah, di antaranya ada gaun, tas, hells, piyama dan juga satu buah boneka karakter.
"Sama sama sayang." Ayah membalas pelukanku dengan sangat erat, entah perasaanku saja atau gimana, suara ayah terdengar sedikit parau seperti sedang menahan tangis.
tapi knp munculnya lagi momen begini