NovelToon NovelToon
Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Billy Author

Raymond yang dulunya penduduk bumi, mendapati dirinya bereinkarnasi menjadi Rock Lee di anime Naruto. Dalam kepanikannya menerima kenyataan, tiba-tiba dia membalikkan cheat yang dulu dia buat saat main game mobil sewaktu di bumi. Regenerasi tak terbatas dan kebal terhadap ilusi genjutsu. Uchiha Madara: Sialan apakah dia masih manusia. Penulis : hallo semua, saya ingin bersenang-senang membuat novel fanfic ini, selamat membaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Billy Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Puncak Kegilaan dan Sinyal Penarikan Mundur

Malam semakin larut, namun atmosfer di area pertempuran justru semakin membara oleh energi negatif yang dipancarkan dari tubuh Gaara. Pasir yang bangkit kali ini tidak lagi berwarna kelabu bersih, melainkan bercampur dengan urat-urat chakra ungu kehitaman yang memancarkan bau belerang yang sangat menyengat. Perlahan namun pasti, bagian lengan kanan Gaara mulai membesar, terbungkus oleh lapisan pasir tebal yang membentuk replika cakar raksasa milik monster buas dengan pola garis-garis gaib di permukaannya.

"I-itu... apa itu?!" Tenten berteriak dari atas pohon, tubuhnya secara refleks mundur selangkah karena insting bertahannya merasakan bahaya yang teramat sangat dari bentuk baru lengan Gaara. "Itu bukan lagi teknik ninja biasa! Bentuk apa itu?!"

Neji mengamati perubahan itu dengan Byakugan-nya, dan ekspresi wajahnya berubah menjadi sangat serius. "Chakra-nya... chakra di dalam tubuh orang itu telah diambil alih oleh entitas lain yang sangat besar. Energi itu memiliki bentuk yang sangat padat dan penuh dengan niat membunuh yang murni. Lee! Jangan maju lagi! Orang itu sudah bukan lagi manusia!"

Lee tetap berdiri di posisinya, tidak bergerak satu inci pun meskipun angin kencang akibat pusaran chakra baru Gaara mulai menerbangkan ujung jubah hijaunya. Di dalam kepalanya, sistem cheat-nya kembali memberikan notifikasi mekanis dengan warna merah berkedip.

[Peringatan: Target mendemonstrasikan kebangkitan sebagian dari entitas energi eksternal (Ichibi no Shukaku).]

[Kepadatan chakra target meningkat 500%. Tingkat bahaya fisik: Tinggi.]

[Saran Sistem: Aktifkan Gerbang Kedua (Kyumon) untuk menjaga keunggulan mobilitas, atau lakukan serangan balik titik tumpu sebelum transformasi mencapai 30%.]

Kebangkitan sebagian Shukaku ya? batin Reymond, seringai tipisnya tidak bisa disembunyikan. Skenario ini terjadi lebih cepat daripada di cerita aslinya. Tampaknya pukulanku tadi benar-benar menghancurkan mentalitas rapuh miliknya.

"Rock Lee...!!!" Gaara meraung, suaranya kini tidak lagi terdengar seperti suara anak remaja, melainkan berlapis dengan suara gema monster purba yang berat dan parau. Dia mengayunkan lengan cakar pasir raksasanya ke depan, membelah udara dengan kecepatan yang luar biasa. "Suna no Kaina! (Lengan Pasir)"

Cakar raksasa itu meluncur deras, menghancurkan apa saja yang dilewatinya. Tiga pohon mati di sekitar jalur serangan langsung hancur menjadi serpihan kayu kecil dalam sekali sapuan.

Lee tidak memilih untuk menghindar kali ini. Dia ingin menguji sampai di mana kekuatan mentah dari Gerbang Pertama miliknya mampu menahan benturan langsung dari energi Bijuu. Dia menarik tangan kanannya ke belakang, membiarkan aura hijau di sekeliling tubuhnya berkumpul di pusat kepalan tangannya, menciptakan kilatan cahaya yang menyilaukan.

"Gerbang Pertama... Output Maksimum!" Lee mendesis, wajah kotaknya dipenuhi oleh determinasi murni.

BOOMMMMM!!!!!!!!

Kepalan tangan Lee berbenturan langsung dengan ujung cakar pasir raksasa milik Gaara di tengah udara. Benturan dua kekuatan ekstrem itu menciptakan ledakan energi yang sangat masif, memancarkan gelombang kejut yang meratakan seluruh permukaan tanah berlumpur dalam radius dua puluh meter menjadi sebuah kawah melingkar yang bersih dari vegetasi. Suara ledakannya begitu keras hingga terdengar hingga ke menara pusat yang berjarak beberapa kilometer dari sana.

Tenten harus memegang batang pohon dengan kedua tangannya agar tidak terlempar oleh angin badai yang dihasilkan dari benturan tersebut. "Lee...!!!"

Di tengah kawah, Lee masih menahan posisi pukulannya. Lengan cakar pasir Gaara tampak retak besar di bagian titik benturan, namun energi ungu dari Shukaku terus menyuntikkan pasir baru untuk menahan tekanan tinju Lee. Pertarungan kekuatan murni ini berjalan seimbang selama beberapa detik yang menegangkan.

Sret... Lee merasakan sandal ninjanya sedikit bergeser di atas tanah akibat tekanan balik dari energi monster tersebut.

Menarik. Kekuatan mentah dari satu gerbang batin ternyata memiliki batas jika harus berhadapan langsung dengan chakra Bijuu yang padat, analisis Reymond di dalam hatinya. Dia bersiap untuk memicu Gerbang Kedua, Kyumon, untuk mengakhiri kebuntuan ini.

Namun, sebelum Lee sempat mengaktifkan gerbang selanjutnya, sebuah intervensi terjadi dari arah luar arena. Temari dan Kankuro mendadak melompat turun dari pohon, mendarat di posisi beberapa meter di belakang Gaara dengan wajah yang dipenuhi oleh ketakutan dan keputusasaan yang amat sangat.

"Gaara! Cukup! Berhenti!" Temari berteriak dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya. Dia tahu jika transformasi ini diteruskan, Gaara akan kehilangan kesadarannya sepenuhnya dan memicu intervensi dari para Jounin pengawas Konoha, yang berarti tim mereka akan langsung didiskualifikasi atau bahkan dieksekusi di tempat. "Kita sudah mendapatkan gulungan yang kita butuhkan! Jika kamu meneruskan ini, kita tidak akan bisa menyelesaikan ujian ayah!"

Kata 'ayah' tampaknya memicu sebuah stimulasi psikologis yang sangat kuat di dalam kepala Gaara. Urat-urat merah di matanya bergetar hebat, dan ingatan akan tatapan dingin dari Kazekage Keempat mendadak melintas di dalam benaknya, bertabrakan dengan kegilaan Shukaku.

"Ugh... Aaahhh!" Gaara berteriak kesakitan, memegang kepalanya dengan tangan kirinya yang masih normal. Aliran chakra ungu yang membungkus lengan kanannya mendadak menjadi tidak stabil, berfluktuasi liar sebelum akhirnya mulai rontok dan berjatuhan kembali menjadi pasir biasa ke atas tanah.

Melihat tekanan dari lawan berkurang drastis, Lee menarik kembali pukulannya dengan gerakan yang sangat halus. Aura hijau yang menyelimuti tubuhnya menyusut masuk kembali ke dalam pori-pori kulitnya dalam hitungan satu detik. Napasnya kembali stabil, dan dia berdiri tegak dengan kondisi fisik yang seratus persen segar bugar tanpa ada tanda-tanti cedera otot sedikit pun, berkat sistem regenerasi tak terbatasnya yang telah menyelesaikan semua perbaikan mikro di balik layar sepanjang pertarungan tadi.

Gaara berlutut di atas tanah, napasnya tersengal-sengal dengan keringat dingin yang membasahi seluruh tubuhnya. Lengan cakar pasirnya telah sepenuhnya lenyap, kembali menjadi butiran pasir biasa yang tidak berbahaya. Dia menatap Lee dengan pandangan yang campur aduk—ada kemarahan, ada rasa tidak terima, namun di atas semua itu, ada sebuah rasa penasaran yang mendalam tentang eksistensi pemuda bernama Rock Lee ini.

"Kankuro... bawa dia pergi," Temari memerintah dengan suara berbisik yang kaku, langsung membuka kipasnya untuk membentuk barisan pertahanan darurat jika Tim Guy memilih untuk melakukan serangan susulan.

Kankuro dengan cepat membopong tubuh Gaara yang lemas ke atas pundaknya. "A-ayo pergi dari tempat gila ini!"

Dengan gerakan yang sangat cepat, ketiga ninja dari Sunagakure itu melompat mundur memasuki kegelapan hutan, menghilang di balik kabut tebal malam hari tanpa meninggalkan jejak lebih lanjut selain hamparan pasir yang berantakan di atas tanah.

Lee tidak mencoba untuk mengejar mereka. Dia hanya berdiri diam sambil memperhatikan arah kepergian tim Sunagakure tersebut. Dia tahu bahwa ini bukanlah akhir, melainkan hanyalah sebuah babak pembuka dari konfrontasi yang jauh lebih besar yang akan terjadi di babak utama nanti.

Neji dan Tenten melompat turun dari pohon, mendarat di samping Lee dengan ekspresi wajah yang masih dipenuhi oleh sisa-sisa keterkejutan dari apa yang baru saja mereka saksikan.

"Lee... kamu beneran nggak apa-apa?" Tenten bertanya, tangannya perlahan menyentuh pundak Lee untuk memastikan bahwa rekan setimnya itu tidak akan mendadak pingsan karena kelelahan. "Maksudku... itu tadi benar-benar gila."

"Aku baik-baik saja, Tenten," Lee menoleh sambil tersenyum lebar, kembali memamerkan barisan giginya yang putih dengan kilatan komikal khasnya. "Semangat masa mudaku justru merasa sangat segar setelah pemanasan yang luar biasa tadi!"

Neji hanya diam, menatap tanah kawah yang hancur di bawah kaki mereka dengan tatapan yang sangat kompleks. Dia tahu bahwa mulai hari ini, pandangannya tentang Rock Lee tidak akan pernah bisa sama lagi. Dan di dalam kegelapan Hutan Kematian, takdir yang selalu dia agungkan seolah baru saja retak oleh kepalan tangan seorang manusia biasa.

1
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
The Music
lanjut lagi 🔥🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍
Andi Akhasay: Mampir kak ke ceritaku.
total 1 replies
Aisyah Suyuti
goof👍
waktunya comeback
menarik
Hadi Hadi
good 👍
The Music
semangat thor👍🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍👍
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
is good 👍👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
good 👍👍
Hadi Hadi
lanjut 💪
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
mantap 💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
good 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!