NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Yang Terluka

Istri Pengganti Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Dua jam sebelum akad, Devon tiba-tiba dijebak masuk penjara. Demi harga diri keluarga, Liam terpaksa turun tangan menjadi pengantin pengganti untuk menikahi Mira Hazelya.

​Namun, malam pertama yang seharusnya indah justru berubah menjadi neraka. Liam murka saat mendapati fakta bahwa istri barunya ternyata sudah tidak lagi perawan!

​"Kau memanfaatkanku?! Kau menjebakku untuk menjadi penanggung jawab dosa orang lain?!" bentak Liam penuh amarah, siap melayangkan talak.

​Tepat sebelum Liam melangkah pergi, sebuah rahasia besar terbongkar. Noda di tubuh Mira bukan karena ia wanita murahan, melainkan bukti pengorbanan berdarah demi menyelamatkan keluarga Liam dari kehancuran.

​Saat rasa benci dalam semalam berubah menjadi rasa bersalah yang mencekik dada, sanggupkah Liam menyembuhkan luka di hati Mira? Sementara di kampus, mereka harus bersandiwara seolah tidak saling kenal!

Kita Simak Yuk Kisah Selanjutnya Di Novel => Istri Pengganti Yang Terluka.
By - Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Gemercik air dari kamar mandi akhirnya mereda, meninggalkan keheningan yang jauh lebih pekat dan menekan di dalam kamar penthouse mewah itu.

Ketika pintu kaca bergeser terbuka, Liam Oliver melangkah keluar dengan penampilan yang jauh lebih santai namun tidak kehilangan sedikit pun pesona intimidatifnya. Ia kini hanya mengenakan celana tidur hitam panjang dan kaus oblong hitam polos yang melekat pas di tubuh atletisnya, mencetak jelas bidang dadanya yang tegap dan bahunya yang kokoh.

Rambut hitamnya yang basah jatuh berantakan di dahi, memberikan kesan kasual yang sangat maskulin, tipe visual pria acuh tak acuh yang sanggup membuat jantung wanita berdesir hebat hanya dengan sekali tatap.

Namun, sepasang mata elang Liam langsung mengunci satu titik di atas ranjang king-size berkelambu sutra itu.

Mira Hazelya masih duduk di sana, di tepi kasur yang bertabur kelopak mawar merah. Ia telah melepaskan tiara dan jilbab panjangnya, menyisakan rambut hitam legamnya yang terurai panjang hingga ke pinggang, tampak kontras dengan gaun pengantin putihnya yang masih melekat rapi.

Anehnya, kain cadar putih tipis itu masih terikat erat di wajahnya, seolah benda itu adalah benteng pertahanan terakhir yang ia miliki di dunia ini.

Melihat kain pelindung wajah itu masih terpasang, ego Liam sebagai seorang pria dan suami sah, walau dalam keterpaksaan mendadak terusik. Rasa kesal, lelah, dan rasa ingin tahu yang sejak tadi bergejolak di dadanya kini melebur menjadi satu dorongan impulsif yang kuat.

"Sampai kapan dia mau bermain sandiwara polos ini di depanku ?" batin Liam sinis.

Liam melangkah mendekat dengan langkah kaki yang lambat namun penuh tekanan, layaknya seekor predator yang sedang mengunci mangsanya.

Setiap ketukan langkahnya di atas lantai karpet tebal terasa seperti lonceng peringatan bagi Mira. Menyadari kehadiran Liam yang kian mendekat, tubuh Mira seketika menegang. Jemarinya yang saling meremas di atas pangkuan bergetar hebat.

Liam menghentikan langkahnya tepat di tepi ranjang, berdiri menjulang di hadapan Mira hingga bayangan tubuh tegapnya menenggelamkan sosok ramping wanita itu.

Aroma maskulin bercampur kesegaran mint dari tubuh Liam langsung menguasai udara di sekitar mereka, mengusir keharuman mawar yang semula mendominasi.

"Kita sudah sah di mata hukum dan agama, Mira," suara bariton Liam memecah keheningan, terdengar begitu rendah, berat, dan dingin di dalam kamar yang sunyi. "Dan aku bukan pria yang suka membuang waktu untuk teka-teki konyol. Buka cadarmu. Aku ingin melihat wajah wanita yang sudah berani mengikatku dalam pernikahan lelucon ini."

Mira tidak bergerak. Ia justru semakin menundukkan kepalanya, mengunci pandangannya pada jemarinya sendiri. Isak tangis pelan yang tertahan membuat bahunya naik turun dengan ritme yang kacau. Kebungkaman itu, sekali lagi, memicu percikan amarah di dalam dada Liam.

"Aku bilang, buka, Mira Hazelya," perintah Liam, kali ini dengan nada suara yang lebih dalam dan penuh penekanan yang mengintimidasi.

Karena tidak ada respons, Liam kehilangan kesabarannya. Dengan gerakan yang cepat dan penuh dominasi khas seorang pria yang terbiasa dituruti, Liam membungkukkan tubuhnya. Tangan kanannya yang kekar bergerak maju, menyentuh simpul tali cadar di belakang kepala Mira, lalu menariknya dengan satu gerakan tegas.

Kain sifon putih itu terlepas, jatuh meluncur di atas hamparan kelopak mawar merah.

Detik itu juga, napas Liam seakan tertahan di tenggorokan. Untuk pertama kalinya, wajah utuh Mira Hazelya terekspos di bawah pendaran cahaya temaram lampu kamar.

Wanita itu luar biasa cantik, bahkan kata cantik saja terasa kurang untuk menggambarkan keindahan visualnya. Kulit wajahnya seputih porselen, dengan hidung mancung yang kecil, dan bibir merah muda alami yang kini bergetar menahan tangis.

Namun, yang membuat jantung Liam berdegup kencang dengan cara yang aneh adalah sepasang matanya. Mata bulat yang indah itu kini basah kuyup oleh air mata yang mengalir deras, memancarkan kerapuhan yang begitu pekat sekaligus rasa ketakutan yang teramat dalam, seolah-olah Liam adalah sosok monster yang siap menghancurkannya.

Melihat kecantikan yang begitu murni dan rapuh itu, emosi Liam yang semula menggebu-gebu mendadak tersendat.

Dorongan primitif sebagai seorang pria dewasa perlahan merayap di benaknya. Liam menatap bibir Mira yang bergetar, lalu beralih pada leher jenjangnya yang terekspos karena kerah gaun pengantin yang sedikit melonggar.

"Jika aku memang harus mengorbankan masa mudaku demi pernikahan ini, maka setidaknya aku berhak menuntut hakku malam ini," pikir Liam, egonya sebagai pria egois mulai mengambil alih kendali akal sehatnya.

Liam memajukan tubuhnya, mencondongkan wajah tampannya hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa senti.

Jantung Mira berdegup begitu kencang hingga suaranya terdengar di telinga Liam. Dengan tatapan mata yang menggelap dipenuhi hasrat.

Namun, tepat saat Liam baru saja menyentuh Mira, reaksi yang diberikan wanita itu sungguh di luar dugaan.

Mira tidak hanya sekadar menghindar. Wanita itu tersentak hebat, menjerit tertahan dengan suara yang luar biasa ketakutan, dan langsung melempar tubuhnya ke belakang hingga menabrak kepala ranjang.

Ia meringkuk, memeluk lututnya erat-erat, dan menyembunyikan wajahnya di antara kedua lengannya. Tubuhnya bergetar hebat, persis seperti seorang korban yang sedang mengalami trauma psikologis yang mendalam akibat sebuah siksaan.

Liam terpaku di tempatnya. Tangannya yang menggantung di udara perlahan diturunkan. Kerutan di dahinya semakin dalam, menatap reaksi histeris Mira dengan rasa heran yang bercampur aduk.

Namun, bukan hanya reaksi trauma itu yang menghentikan langkah Liam. Ketika Mira bergerak mundur dengan panik tadi, gaun pengantin putihnya yang melebar sedikit tersingkap, mengekspos bagian belakang gaun serta area seprai tempatnya terduduk sejak beberapa jam lalu.

Di sana, di atas seprai putih bersih yang tertutup beberapa kelopak mawar, tidak ada tanda-tanda kesucian yang biasanya diharapkan seorang pria di malam pertama pernikahan mereka.

Lebih dari itu, tatapan mata Liam yang jeli menangkap beberapa detail fisik pada area leher dan pundak Mira yang bergeser, bekas luka samar yang tampak seperti tanda paksaan, sebuah realitas fisik yang tak terbantahkan bahwa wanita di hadapannya ini sudah pernah disentuh oleh pria lain sebelum dirinya.

Gelembung kesucian dan kesempurnaan yang selama ini melekat pada nama Mira Hazelya di kampus dan di depan Papanya, seketika pecah berkeping-keping di mata Liam.

Darah di kepala Liam mendadak mendidih seketika. Rasa hangat dan hasrat yang sempat muncul beberapa detik lalu langsung menguap, digantikan oleh gelombang amarah, kekecewaan, dan rasa jijik yang luar biasa yang membakar dadanya.

Ego Liam sebagai seorang pria dari keluarga terpandang Oliver merasa dihantam palu godam tepat di wajahnya.

"Jadi... ini rahasiamu?" suara Liam berubah drastis, tidak lagi rendah penuh hasrat, melainkan sangat dingin, tajam, dan bergetar hebat karena murka yang memuncak.

Mira tetap menyembunyikan wajahnya, hanya suara isak tangisnya yang kian histeris yang memenuhi ruangan.

Liam berdiri tegak, menatap wanita di atas ranjang itu dengan tatapan mata yang dipenuhi rasa benci dan dikhianati. "Buka wajahmu dan tatap aku, Mira Hazelya!" bentak Liam, suaranya menggelegar memecah kesunyian kamar, membuat tubuh Mira semakin bergetar ketakutan.

Liam melangkah maju, merenggut pergelangan tangan Mira dengan kasar agar wanita itu berhenti menyembunyikan wajahnya. "Kau... kau wanita bebas yang licik! Kau dan keluargamu sengaja memanfaatkan kekacauan keluarga kami, kan?!" tuduh Liam dengan napas yang memburu.

"Kau tahu kakakku Devon masuk penjara, dan kau tahu Papa sangat mendambakan menantu yang suci dari keluarga baik-baik. Jadi kau menawarkan dirimu sebagai pengantin agar ada pria bodoh dari keluarga Oliver yang mau menjadi kambing hitam dan bertanggung jawab atas noda yang sudah kau buat dengan pria lain, iya?!"

Liam melepaskan tangan Mira dengan sentakan kasar, seolah-olah menyentuh kulit wanita itu adalah sebuah kesalahan besar. Ia mundur beberapa langkah, menatap sekeliling kamar pengantin yang mewah itu dengan tawa sinis yang terdengar sangat menyakitkan.

"Sialan! Aku mengorbankan masa mudaku, mengorbankan masa kuliahku, dan mengorbankan kebebasanku hanya untuk menikahi wanita bekas orang lain!" teriak Liam frustrasi, melayangkan pukulan keras ke arah tiang ranjang kayu hingga menimbulkan bunyi berdentum yang keras.

Mira tidak mengeluarkan sepatah kata pun untuk membela diri. Di balik lengan yang menutupi wajahnya, air matanya mengalir tanpa henti, membasahi seprai sutra di bawahnya.

Kebungkaman Mira di mata Liam yang sedang diselimuti amarah adalah sebuah konfirmasi mutlak bahwa semua tuduhan kejinya adalah kebenaran. Liam mengira Mira adalah wanita licik yang pandai bersandiwara dengan cadarnya demi mengincar harta keluarga Oliver.

"Jangan harap aku akan sudi menyentuhmu lagi, Mira. Menjauhlah dariku," ujar Liam dengan suara yang amat dingin dan penuh kebencian. Ia berbalik, berjalan cepat menuju sofa kulit di ujung kamar, dan merenggut selimut tebalnya dengan kasar.

Malam pertama yang seharusnya dipenuhi keindahan kini berubah menjadi awal dari sebuah neraka perkawinan yang dipenuhi rasa benci dan dendam yang membara di dada Liam Oliver.

...----------------...

To Be Continue ....

1
Eva Karmita
cemburu tanda cinta ...❤️
marah tandanya sayang 🤗
Arkan kamu sudah lupa dengan perjanjian itu 🤸🏼‍♀️😅
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
makanya jangan so nolak kamu Arkan jadi pusing sendiri kan 😤🤣🤣🤣
Eva Karmita
seriyus mau nanya apa nama pu nya di ganti ...??
padahal bagus Liam
Eva Karmita
kenapa namanya di ganti otor yg tadinya Liam kenapa berubah jadi Arkana. 🤔🤔🤔
Riana Utami
puasssss
makanya jangan sok berkuasa 🫤🫤
Lovita BM
kq jd Arkan Oliver namanya, bukanya Liam Oliver ????
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Lovita BM
luar biasa
Lovita BM
👍👍👍👍👍💪
Eva Karmita
kita lihat apakah liam mampu merebut hati Mira
Eva Karmita
ya Allah kasihan Mira jadi korban penculikan dan pemerkosaan 🥺
Eva Karmita
percuma menjelaskan Mira lebih baik kamu diam ... biarkan waktu yang berbicara
Eva Karmita
Liam edan main talak" aja ...awas aja nanti kamu menyesal 🥺
Dibalik Senja
Lebih baik diem mira biarkan liam dngn asumsinya krn wlupun kau membela diri dia tdk akan percaya ...talak sdh diucapkan dan mira pasti akan pergi liam tnpa dimintapun
Dibalik Senja
Tdak apa2 dicerai sdh bkn jdohnya jngn dtangisi lebih baik begitu dr pd setiap hari disiksa dan direndahkan....CEO gemblung mainya kekerasan tnpa tau permasalahan merasa pnya dinasti diluar angkasa sungguh awak gemess
N Wage
apa maksud dr paragraf "Di sana,di atas seprai putih bersih yang tertutup beberapa kelopak mawar,tidak ada tanda2 kesucian yang biasanya dst..."

emangnya seperti apa?
N Wage
bukan altar KK...meja akad😊
Lovita BM
👍👍👍💪💪
Enny Suhartini
hadir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!