NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Abadi

Kebangkitan Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Misteri
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Tahun 2042.
Manusia hidup seperti biasa dengan teknologi modern. Tidak ada yang tahu bahwa energi spiritual di Bumi mulai bangkit kembali setelah menghilang selama ribuan tahun.
Arkana Wijaya, mahasiswa berusia 20 tahun, menjalani hidup biasa hingga menemukan cincin kuno peninggalan kakeknya. Saat darahnya menyentuh cincin itu, jiwa seorang kultivator legendaris dari ribuan tahun lalu terbangun.
Namun, alih-alih mengambil alih tubuh Arkana, jiwa itu justru menghilang setelah mewariskan seluruh ingatan dan teknik kultivasinya.
Arkana menjadi satu-satunya orang yang mengetahui cara kultivasi sejati.
Sementara dunia mulai berubah, organisasi rahasia, keluarga kuno, dan makhluk yang selama ini bersembunyi juga mulai bergerak.
Bumi ternyata hanyalah dunia tingkat terendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Warisan Kamar Inti dan Terobosan Kilat

​Lorong rahasia di balik pilar batu hitam itu menukik tajam ke bawah, membawa Arkana masuk jauh ke dalam jantung fondasi dimensi kantong. Semakin dalam ia melangkah, keheningan di sekitarnya semakin mutlak, sementara hawa murni elemen kayu yang berembus terasa begitu padat hingga hampir menyerupai tetesan embun cair yang membasahi kulit wajahnya.

​Di ujung tangga batu, sebuah ruang meditasi yang tersembunyi terbuka di hadapan Arkana.

​Berbeda dengan altar megah di atas yang dipenuhi ukiran giok tiruan, kamar inti ini tampak sangat sederhana namun memancarkan aura sakral yang luar biasa. Di tengah ruangan, terdapat sebuah kolam air spiritual kecil yang jernih. Di atas permukaan kolam, mengapung sebilah peti mati yang terbuat dari kayu pohon purba berumur ribuan tahun yang tidak bisa membusuk.

​Di samping kolam tersebut, sebuah meja batu kecil berdiri kokoh. Di atas meja itulah tergeletak dua buah benda yang memancarkan pendaran cahaya spiritual lembut: sebuah gulungan kulit perkamen tua dan sebuah botol kecil yang terbuat dari batu giok putih susu.

​Arkana melangkah mendekat dengan langkah konstan. Begitu jarinya menyentuh permukaan meja batu, Cincin Kaisar Abadi di tangannya memancarkan denyut hangat, menetralisir lapisan segel pelindung tipis yang membungkus kedua barang tersebut tanpa memicu alarm jebakan apa pun.

​Ia mengambil gulungan perkamen tua itu terlebih dahulu. Ketika dibuka, barisan aksara kuno yang tertulis di dalamnya langsung beresonansi dengan memori batin Arkana.

​Buku Catatan Alkimia Purba

​Catatan Alkimia Istana Hijau Giok:

Bagi siapapun penerus yang berhasil melintasi formasi luar tanpa keserakahan, catatan ini berisi formula-formula dasar untuk meracik ramuan spiritual (Elixir) dan Pil Kultivasi tingkat rendah hingga menengah menggunakan metode pembakaran Qi murni, bukan dengan api eksternal fana.

​Mata perak Arkana berbinar terang. "Ini bener-bener komoditas yang paling gua butuhin saat ini. Dengan catatan alkimia ini, gua bisa mengolah tanaman obat liar yang dikumpulkan Dani dan Lisa nanti menjadi pil spiritual sejati, tanpa perlu membuang khasiat alaminya secara sia-sia!"

​Arkana menyembunyikan gulungan perkamen itu ke dalam saku dalam jaketnya, lalu beralih mengambil botol giok putih susu. Ketika menyumbat botolnya dibuka sedikit, seberkas aroma wangi yang luar biasa tajam menyembur keluar, membentuk ilusi kabut berbentuk bunga teratai mini di udara.

​Di dalam botol tersebut tergeletak sebutir pil bulat berwarna perak redup dengan tiga garis urat spiritual emas yang melingkar sempurna di permukaannya.

​Pil Pemurni Jiwa Tingkat Tinggi.

​Ini adalah pil legendaris yang diracik khusus untuk membantu praktisi di ranah Spirit Gathering untuk membersihkan sisa-sisa impuritas di dalam pusaran energi mereka, sekaligus memberikan lonjakan daya spiritual yang masif untuk menerobos hambatan ranah tanpa efek samping negatif.

​BZZZZT... "Arka! Gawat, Ka!" Suara Dani kembali memekik keras di anting mekanis mikro Arkana, bercampur dengan suara distorsi statis yang parah. "Aditia Pramono... Jenderal sialan itu gila! Dia mengaktifkan protokol over-drive pada jantung reaktor siber di tubuhnya! Dia meledakkan seluruh Formasi Seribu Akar bersama sisa pasukannya sendiri! Radar gua mendeteksi kalau dia sekarang lagi melesat turun ke lorong rahasia tempat lo berada!"

​Arkana melirik ke arah pintu masuk kamar inti. Ia bisa merasakan getaran frekuensi tinggi dan hawa membunuh yang sangat pekat sedang bergerak turun dengan kecepatan yang mengerikan.

​"Gua tahu, Dan. Pantau terus situasi di permukaan," jawab Arkana tenang.

​Fakta bahwa Aditia Pramono mampu menghancurkan Formasi Seribu Akar membuktikan bahwa kekuatan siber-kultivasi milik jenderal militer tersebut tidak boleh diremehkan. Jika Arkana menghadapinya sekarang dengan basis ranah Tingkat Dua, meskipun ia memiliki Qi Primordial, pertarungan akan berjalan sangat sengit dan berisiko memicu perhatian satelit militer di luar dimensi.

​"Gua harus menerobos ke ranah berikutnya sekarang juga," batin Arkana, sepasang matanya memancarkan kilatan tekad yang dingin.

​Menerobos Hambatan Ranah Tingkat Tiga

​Tanpa ragu sedikit pun, Arkana menuangkan Pil Pemurni Jiwa itu langsung ke dalam mulutnya, lalu segera mengambil posisi duduk bersila di depan kolam spiritual.

​WUUUUSSS!

​Begitu pil tersebut melewati tenggorokannya, pil itu langsung mencair menjadi aliran energi perak keemasan yang luar biasa panas dan masif, mengalir deras menerobos masuk ke dalam jalur-jalur meridian tubuh Arkana. Rasa sakit yang tajam seperti disayat ratusan pisau silet seketika menjalar, namun ekspresi wajah Arkana tetap sedatar batu karang.

​Ia mengoperasikan Kitab Primordial Kaisar Abadi hingga ke batas kecepatan maksimal. Pusaran energi di dalam Dantian-nya berputar dengan sangat liar, menyerap cairan energi pil dan kabut murni dari kolam spiritual di sekitarnya secara gila-gilaan.

​Dua tetes cairan Qi Primordial yang sudah ada di dalam dadanya mulai bergetar hebat. Di bawah tekanan energi pil yang melimpah, tetes cairan ketiga yang berwarna perak keemasan murni perlahan-lahan mulai memadat di pusat pusaran.

​BOOM!

​Sebuah ledakan batin yang sunyi bergema di dalam jiwa Arkana. Seluruh pori-pori tubuhnya menyemburkan seberis uap spiritual murni yang langsung menghancurkan lapisan debu di sekelilingnya. Jalur meridiannya melebar dua kali lipat lebih tebal, dan indra batinnya melesat tajam, mampu merasakan setiap pergerakan molekul udara di dalam ruangan tersebut dengan kejelasan mutlak.

​Ranah Spirit Gathering Tingkat Tiga resmi tercapai!

​Tepat di detik ketika Arkana membuka sepasang matanya yang kini memancarkan pendaran cahaya perak yang sangat mistis dan agung, dinding batu di pintu masuk kamar inti meledak hancur berantakan.

​BUMMM!

​Bongkahan batu besar berterbangan, dan dari balik kabut debu hitam, sesosok pria tegap melangkah masuk dengan sisa-sisa jubah militer yang telah robek dan berlumuran darah.

​Mayor Jenderal Aditia Pramono berdiri di sana dengan napas yang memburu berat. Zirah Exo-Skeleton di tubuhnya telah hancur setengah, menampilkan kabel-kabel siber dan implan logam yang berasap karena panas berlebih. Namun, mata siber kiri birunya berputar dengan intensitas kegilaan yang mengerikan, mengunci pandangannya tepat ke arah Arkana yang sedang duduk dengan tenang di depan kolam.

​"Jadi... kau adalah tikus kecil yang bersembunyi di balik bayangan selama ini, Silver Flash," geram Aditia Pramono, suaranya bergetar oleh kemarahan yang meluap-luap sembari mengangkat sebuah pedang teknologi berat yang dialiri arus listrik bertegangan tinggi. "Kau memanfaatkan pasukanku untuk membuka jalan, mengaktifkan jebakan bajingan itu, dan mencuri warisan di tempat ini! Hari ini, tidak peduli faksi kuno mana yang mendukungmu, aku akan mengekstrak inti energimu langsung dari dadamu!"

​Arkana perlahan berdiri dari posisi bersilanya. Ia tidak lagi mengaktifkan teknik kamuflase napasnya. Di bawah tatapan murka sang Jenderal, tekanan spiritual ranah Tingkat Tiga milik Arkana meledak sepenuhnya tanpa sisa, menciptakan badai tekanan tak kasat mata yang mendadak membuat arus listrik di pedang Aditia Pramono berkedip rusak dan meredup seketika.

1
Jujun Adnin
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!