"Kamu adalah budakku Radini Prastiwi Sukarna dan kamu tidak akan bisa lepas dari cengkramanku!"
"Aku adalah abdi setiamu wahai iblis..."
Radini Prastiwi Sumarna, seorang perempuan keturunan bangsawan yang menjadi pewaris sebuah tradisi keluarga, bukan tradisi sembarangan karena keluarga itu merupakan keturunan perempuan pemuja iblis dan Radini terpilih sebagai penerus keluarga untuk melanjutkan jejak leluhurnya.
Apakah dia akan tetap memegang teguh ritual keluarganya sebagai pemuja iblis atau justru dia akan bertaubat setelah dia bertemu Dirga Bintang Darmawan yang menjadi targetnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lamaran untuk Dirga
Radiah benar benar datang ke rumah Bintang untuk melamar Dirga, seserahan juga sudah langsung di bawa dengan tujuan supaya lamaran itu akan langsung mereka terima karena merasa tidak enak pada Radiah dan juga Radini.
"Kami ke sini untuk menyampaikan lamaran kami pada Dirga, saya sebagai perwakilan ayah saya yang sudah meninggal berharap pak Bintang mau menerima lamaran kami ini" ungkap Roman, kakak tertua Radini yang berusia empat puluh tahun.
"Radini katanya sudah bertemu kemarin lusa dengan Dirga, dia menyukai anakmu dan ingin mempersunting Dirga, aku harap kamu tahu Bintang, hubungan ini akan sangat berpengaruh untuk masa depan keluarga kita nanti, entah itu saat kamu menolak ataupun menerima lamaran ini, semuanya tidak akan ada yang sama lagi" ungkap Radiah
Bintang menatap Radiah dia bisa merasakan ada intimidasi dalam setiap kata kata Radiah, jika di terima maka mereka akan menganggap Bintang sebagai keluarga dan akan di hormati. Tapi jika menolak maka sudah pasti keluarga Bintang akan di anggap sebagai musuh keluarga Sukarna.
"Bagaimana?" tanya Roman
"Saya memang orang tua dari Dirga, tapi yang memutuskan untuk menerima atau menolak lamaran ini adalah Dirga sendiri karena dia yang akan menjalani hidupnya nanti, saya tidak mau menekan anak saya" jawab Bintang menyerahkan sepenuhnya keputusan pada Dirga.
"Dirga, coba kamu jawab nak, kamu terima atau tidak lamaran Radini?" tanya Silvia
"Buat keputusan yang bagus untuk dirimu dan keluargamu Dirga" ucap Radiah sementara Radini hanya diam sambil menunduk karena dia sedang memperhatikan Sahara yang santai makan di belakang Bintang sambil menatap semua orang asing di sana dengan tatapan tajam.
Sahara bahkan tidak peduli kalau dirinya di lihat oleh keluarga Sukarna karena dia tidak mau Bintang di anggap sebagai warga lemah seperti yang lain, yang akan tunduk pada Radiah dan keluarga Sukarna
"Baunya sama dengan api yang Sahara makan tadi malam, api itu dari si Rudin ini, dia yang kirim teluh untuk Kania dan Silvia" ucap Sahara membuat ruangan itu terasa panas dan sesak karena orang orang di sana mulai melirik satu sama lain dan mengepalkan tangan mereka.
Dimas yang di panggil karena ada tamu sekarang malah ingin pergi karena amarahnya sudah mulai memuncak, dia ingin mengusir orang orang itu dari sana setelah tahu kalau ternyata orang yang membuat Sahara terluka dan Kania semalam gelisah adalah Radini sendiri.
Sementara Radini hanya diam dengan tenang karena dia yakin Bintang tidak akan mengambil keputusan yang salah setelah dia tahu siapa pengirim teluh yang begitu banyak dan dahsyat semalam.
"Saya menolak" ungkap Dirga tegas.
"Maksudnya?" tanya Radiah melotot.
"Saya sudah di pilihkan calon istri oleh Abah yai di Ciremai, dan saya hanya akan menikah dengan perempuan yang di pilih Abah yai" jawab Dirga membuat Sahara tertawa di ruangan yang begitu sunyi setelah jawaban Dirga itu.
"Hihihihihi.... Sahara akan minta Gandra syukuran tujuh hari tujuh malam di kerajaan miliknya, ini adalah hari membahagiakan setelah Sahara di bangkitkan Dimas dulu" ungkap Sahara terbang ke sana kemari.
"Sial! bagaimana mungkin Kunti itu masih hidup setelah menelan banyak banas Pati yang aku tujukan untuk keluarga Darmawan" batin Radini yang sekarang mendongak menatap Dirga yang juga menatapnya tajam.
"Kamu tahu akibat dari penolakan kamu ini kan? seluruh warga desa akan menganggap kamu sudah menghina keturunan bangsawan Sukarna, kamu tidak takut dengan apa yang akan keluargamu hadapi?" tanya Roman
"Kami tidak takut, sejak pertama datang juga kami sudah mendapatkan banyak penolakan hingga puluhan tahun kami di sini masih ada beberapa orang yang menolak kami, dan itu sama sekali tidak masalah untuk kami" ungkap Dimas menatap tajam Roman.
"Bintang!" ucap Radiah
"Kalian sudah mendengar keputusan Dirga kan, maaf kalau keputusan itu menyakiti hati kalian tapi saya tidak bisa memaksa Dirga untuk menerima sesuatu yang tidak dia inginkan" jawab Bintang tegas semakin membuat Radiah dan Radini marah.
"Kalian akan menyesali keputusan kalian ini!" ucap Radiah
"Kami justru akan bersyukur nyai" ucap Dimas
"Ayo kita pergi Bu, mereka tidak tahu kalau mereka sudah menolak kedamaian hidup mereka, mereka akan celaka" ucap Roman
"Mas Dirga, kamu tidak mau memikirkan terlebih dahulu?" tanya Radini
"Tidak" jawab Dirga tanpa berpikir lama.
"Kamu akan menyesali keputusan kamu mas, aku, hanya aku perempuan terbaik di kampung dan desa ini, tidak ada yang lebih baik dariku" ucap Radini
"Cukup Radini! kita bukan pengemis!" ucap Radiah
"Baik ibu" jawab Radini menunduk hormat.
Bintang berdiri untuk mengantarkan kepergian Radini sekeluarga, orang orang yang membawa seserahan juga terlihat terkejut karena ternyata lamaran itu di tolak dan itu artinya itu adalah penolakan pertama sekaligus penghinaan bagi keluarga Sukarna yang terkenal tidak pernah di tolak siapapun.
"Terima kasih atas kedatangannya, dan maaf kalau ada sikap kami yang menyinggung nyai" ucap Bintang.
"Tidak perlu minta maaf cah Bagus, mereka yang harusnya minta maaf" bisik Sahara menatap sinis Radini
Sahara bahkan menaikkan jari tengahnya ke arah Radini dan Radiah tapi mengedipkan matanya ke arah Roman yang terlihat tersenyum dan langsung menunduk mendatarkan wajahnya ketika Radiah menatapnya.
"Ayo kita pergi dari sini, aku tidak akan Sudi menginjakkan kakiku lagi di tempat ini!" kesal Radiah
Cuih.
Radini meludahi tanah halaman depan rumah Bintang, dan itu di lihat Dirga yang langsung mengambil tanah yang terdapat ludah Radini di dalamnya setelah Radini pergi jauh. Dirga lalu berlari keluar halaman rumah Bintang dan melemparkan tanah itu ke tengah jalan supaya efek ilmu Radini tidak sampai ke dalam rumah Bintang.
"Hus.. hus.. sanaaaa!" ejek Sahara
"Sahara kenapa kamu bicara terus? mereka tidak bisa melihat kamu" ucap Bintang
"Mereka bisa melihat Sahara cah Bagus, mereka bisa, mereka hanya berpura pura, cah Bagus tidak lihat tadi si Rudin melotot pas lihat Sahara masih ada, dia itu sengaja kirim banas Pati supaya Sahara lenyap tapi Sahara masih ada karena Sahara ini adalah ratu kerjaan Gandradana" jawab Sahara
"Sahara benar pa, Radini yang sudah menyerang Sahara dan membuat pagar rumah ini hancur, sudah membuat mama semalam hampir terjatuh dari tangga, itu karena dia" ungkap Dirga
"Jadi... papa selama ini salah, papa pikir yang jahat itu hanya Radiah ibunya" ucap Bintang
"Bukan hanya papa yang salah sangka, Dimas juga, mobil Radini sengaja di kirim ke bengkel Dimas tadi pagi dan papa tahu apa yang terjadi?" tanya Dimas dan Bintang menggelengkan kepalanya.
"Dia mengirimkan Iblis yang dia sembah untuk menyerang Dimas dan teman teman Dimas pa, untung Kenanga menyelamatkan kami, dan dia bisa melihat sosok itu" jawab Dimas membuat semuanya terkejut.
"Bagaimana sosoknya Dimas?" tanya Sahara penasaran.