NovelToon NovelToon
BUNGKAM

BUNGKAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Teen
Popularitas:378
Nilai: 5
Nama Author: nia ayu

jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.
hingga sebuah perjodohan membuat keduanya tinggal serumah.

akankah jungkook bisa mengungkapkan perasaannya?? atau justru dia akan memilih diam?

bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Curhat

Taehyung merebahkan dirinya di atas tempat tidur jungkook lalu memejamkan matanya.

“Bukankah kamu katanya akan ke perusahaan tae?" Tanya jungkook lalu berjalan ke arah walk in closet untuk berganti pakaian.

Taehyung tidak bergeming dan tetap memejamkan matanya rapat.

Jungkook keluar setelah berganti pakaian dan mendapati taehyung yang sudah terlelap dengan dengkuran halusnya.

Karena tidak ingin mengganggu akhirnya jungkook keluar kamar dan menuju pantry.

"Nona muda menginginkan sesuatu?” Tanya salah satu pelayan.

"Aku ingin teh madu, bisakah bibi membuatkannya untukku?” Pinta jungkook sopan.

"Tentu saja nona bibi akan membuatkannya” kata pelayan.

"Kalau begitu nanti antar ke gazebo ya, terima kasih” kata jungkook dan berlalu dari sana.

Jungkook duduk santai di gazebo dengan pandangan lurus kedepan, banyak hal yang dirinya pikirkan saat ini tapi dirinya tidak tahu langkah apa yanag harus dirinya ambil.

“Permisi nona ini teh nya dan ini cemilannya" kata pelayan.

“Eoh baiklah terima kasih bi", ucap jungkook tulus.

Sudah ½ jam jungkook menikmati waktu sendirinya dan tiba-tiba sebuah suara mengalihkan perhatiannya.

“Kamu sudah pulang sayang?" Kata nyonya jeon lalu berjalan mendekat ke arah jungkook.

“Sudah dari tadi ma, mama dari mana tadi kookie pulang mama tidak di mansion", tanya jungkook.

“Mama ada urusan di luar sebentar tadi, lalu dimana taehyung?" Tanya sang mama

“Tidur di kamar kookie, mungkin letih" jawab jungkook.

“Biarkan saja kalau begitu, ngomong-ngomong kamu yakin akan kuliah di belanda?" Tanya nyonya jeon.

“Kookie yakin ma, kookie ingin belajar mandiri”, jelas jungkook.

"Belajar mandiri atau menghindari sesuatu hmm?” Tanya sang mama penuh selidik.

"Maksud mama apa?” Tanya jungkook.

"Kamu lupa kalau aku mama yang melahirkanmu sayang, dan seorang ibu mempunyai insting tentang anaknya meskipun anaknya berusaha menyembunyikannya dari mamanya sendiri" jelas nyonya jeon.

“Kookie tidak menyembunyikan apapun dari mama kok", elak jungkook lagi.

Nyonya jeon menggenggam tangan putri tunggalnya dan mengelus surai jungkook pelan.

"Lalu kenapa kamu tiba-tiba sekali ingin kuliah di luar negeri? Seingat mama kamu paling tidak bisa jauh dari taehyung kenapa justru sekarang kamu ingin jauh darinya”, tanya nyonya jeon.

"Kookie hanya membiasakan diri tanpa sahabat kecil kookie ma, bagaimanapun juga suatu saat pasti taehyung akan punya seseorang yang akan dia cintai bukan, dan kooki e harus membiasakan diri tanpanya kelak”, jelas jungkook lirih sambil menunduk.

Nyonya jeon mengangkat dagu putri semata wayangnya dan menatap mata bulat hitam itu lekat.

"Kamu mencintainya sayang, Kamu mencintai sahabat kecilmu bukankah begitu" sebuah pernyataan bukan pertanyaan keluar dari mulut nyonya jeon.

Mata jungkook membulat sempurna dengan pernyataan sang mama kepada dirinya.

"Ma…mama ngomong apa sih” elak jungkook dengan nada gugup.

"Kamu tidak bisa membohongi mama sayang, sejak taehyung memiliki kekasih kamu menjadi murung dan sering melamun mama tahu ini semua ada kaitannya dengan taehyung, bahkan kamu demam kemarin karena memikirkan taehyung bukan?” Kata sang mama.

Setetes air mata jatuh dari mata bambinya.

“Apakah kookie salah jika kookie mencintai sahabat kookie sendiri ma?” Tanya jungkook dengan air mata yang meluncur tanpa bisa di hentikan.

"Tidak sayang, cinta datang tidak mengenal waktu dan tempat dan cinta juga tidak memandang siapapun karena cinta adalah anugerah”, jelas nyonya jeon.

"Kookie sangat mencintai taehyung ma entah sejak kapan rasa itu tumbuh kookie tidak tau, tapi ternyata cinta kookie tidak terbalaskan bahkan sebelum kookie mengatakannya kepada taehyung”, kata jungkook dengan suara serak.

Mama jeon memeluk putri semata wayangnya erat dan dapat nyonumya jeon rasakan putrinya menangis.

"Kookie sangat mencintainya hingga hampir mau mati rasanya ma, rasanya sangat sakit ma” akhirnya setelah memendam sekian lama tangis jungkook pecah dipelukan wanita yang melahirkannya.

Sore itu Jungkook menumpahkan semua rasa sesak yang dia tahan selama ini kepada sang mama, sedangkan nyonua jeon dengan setia memeluk putri kesayangannya dan mengelus punggung sempit putrinya pelan.

“Semuanya akan baik-baik saja sayang, mama yakin suatu saat kamu akan menemukan kebahagiaanmu sendiri. Putri mama kuat" hibur sang mama dan jungkook pun mengangguk dalam pelukan sang mama.

Setelah beberapa saat dan jungkook sedikit lebih tenang, jungkook melepas pelukannya dan menggenggam tangan mamanya.

“Kookie mohon jangan katakan ini kepada siapapun ma" pinta jungkook.

“Tapi kenapa sayang? Bukankah lebih baik taehyung tahu", kata nyonya jeon.

Jungkook menggelengkan kepalanya.

“Tidak ma biarkan ini menjadi rahasia kookie, kookie akan tetap bungkam selama taehyung masih memiliki orang yang dia cintai".

“Baiklah tersersh kamu saja, sudah sore bangunkan taehyung, bukankah dia belum mandi sore", kata nyonya jeon dan jungkook pun mengangguk dan berdiri meninggalkan sang mama.

Nyonya jeon menatap punggung putrinya dan tersenyum.

“Mama akan melakukan segala cara untuk kebahagiaan kamu sayang, karena kamu kesayangan mama dan papa", monolog nyonya jeon.

*****

Jungkook mememasuki kamarnya dan sedikit terkejut saat mendapati taehyung sudah terbangun dan kini sedang bersandar di headboard sambil memainkan ponselnya.

Mendengar suara pintu terbuka taehyung mengalihkan pandangannya dari ponsel dan menatap orang di depannya.

“Dari mana?" Tanya taehyung sambil menatap jungkook yang berjalan ke arah walk in closet untuk mengambilkan baju ganti untuk taehyung.

“Dari ngobrol sama mama di bawah, buruan mandi nanti dingin loo" kata jungkook lembut.

Taehyung mengangguk dan berlalu ke kamar mandi.

Saat taehyung di kamar mandi tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponselnya dan jungkook sedikit melirik isi pesan tersebut.

Tae, aku merindukanmu apakah kamu tidak akan ke apartemenku hari ini

Irene

Jungkook hanya melihat sekilas tapi entah kenapa dadanya terasa sesak, jungkook mencoba menenangkan dirinya.

Tak beberapa lama taehyung keluar kamar mandi dengan pakaian lengkap.

Jungkook menatap taehyung dengan pandangan yang sulit diartikan sedangkan taehyung yang merasa ditatap perlahan mendekat ke arah jungkook.

"Memikirkan apa hmm?” Tanya taehyung sambil menatap jungkook intens.

"Engga…engga mikirin apapun” elak jungkook lalu berjalan sedikit mundur menjauh.

Tiba-tiba sebuah tangan menahan pinggangnya untuk tidak mengambil jarak sedikitpun.

Jungkook gugup dengan jantung yang berdetak kencang.

Taehyung membawa jungkook semakin mendekat ke arahnya membuat jungkook tambah gugup.

"Tae kamu”, ucapan jungkook terpotong ketika jari taehyung berada di bibirnya.

"Maaf, maaf untuk semuanya kookie” ucap taehyung tepat di depan bibir jungkook.

“Jangan seperti ini tae" kata jungkook lirih.

Taehyung tidak peduli, netranya terfokus pada bibir cherry sahabat kecilnya, bibir yang sangat menggoda untuk di cium.

Sedangkan jungkook yang merasa ini salah mencoba mengingatkan taehyung.

"Tae lepaskan tanganmu, ingat kamu punya ke…” tiba-tiba bibir jungkook dibungkam oleh bibir taehyung.

Taehyung melumat bibir jungkook seakan tidak ada hari esok, dada taehyumg berdebar kencang sangat berbeda waktu dirinya berciuman dengan irene.

Jungkook mencoba berontak tapi taehyung menahan tengkuknya dan sedikit berbisik di sela ciuman mereka.

“Jangan menolaknya kookie, aku mohon" pinta taehyung dengan nafas yang memburu dan kembali mencium bibir manis itu kembali.

Sedangkan jungkook gadis itu seolah terhipnotis oleh perkataan taehyung tanpa sadar justru mengalunkan tangannya ke leher kokoh taehyung dengan tangan taehyung yang menahan pinggang ramping gadis itu.

Ditengah ciuman mereka taehyung merasakan pipinya basah dan saat dirinya membuka mata dapat taehyung lihat jungkook yang menangis sambil memejamkan matanya.

“Jangan menangis", batin taehyung, hati taehyung berdenyut sakit saat melihat gadis manis di depannya menangis.

1
Nadia Apriyanti
semoga tae nyesel se nyesel nyesel nya
Aisyah Nabila
keren
Nadia Apriyanti
semoga tidak ada badaiiiiiiii
Nadia Apriyanti
sakitin trus biar jk pergiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!