NovelToon NovelToon
Pergi Dengan 1 Milyar

Pergi Dengan 1 Milyar

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Single Mom / Lari Saat Hamil
Popularitas:305.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Kanaka kecewa berat mengetahuinya jika kekasih sekaligus suster pribadinya, meninggalkannya demi uang 1 milyar tawaran dari Ayahnya. Sejak dia buta karena kecelakaan 2 tahun yang lalu, Zea begitu tulus menjaganya hingga ia jatuh cinta. Namun cinta tulusnya, kalah dengan uang 1 milyar.

8 tahun berlalu, saat Naka sudah bisa melihat setelah menjalani operasi kornea mata, ia bertemu dengan seorang wanita bernama Zara. Janda dengan satu anak laki-laki itu, memiliki suara yang mirip sekali dengan Zea. Fakta akhirnya terkuak, ia tahu jika Zara ternyata adalah Zea. Kebencian pada wanita itu, membuat Naka membalas dendam dengan cara memisahkan Zea dengan putranya. Ia ingin Zea merasakan kehilangan seperti apa yang ia rasakan dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Dengan nafas naik turun, Naka menatap Zea tajam. Dadanya bergemuruh hebat.

Zea memalingkan wajah, tatapan Naka menusuk hingga jantungnya. "Ada alasan aku melakukan semua itu, Naka," berusaha membela diri, meski dalam hati tetap merasa bersalah.

"Alasan apa yang membuat seorang wanita menukar cintanya kalau bukan demi uang dan hidup enak!" menatap nyalang Zea dengan rahang mengeras. "Tapi Tuhan maha adil, dia tak membiarkan kamu bahagia sementara aku menderita sendirian. Dia mengambil suamimu saat anakmu masih bayi. Bukankah itu karma yang sangat adil?" menyeringai tipis.

Zea mengangguk perlahan, "Iya, kau benar. Tuhan sudah memberiku karma. Kita sudah impas, Naka. Sekarang, mari kita lanjutkan hidup masing-masing. Aku do'akan kamu bahagia dengan pendamping hidupmu, dan biarkan aku melanjutkan hidupku bersama anakku." Ia tak ingin lagi bersinggungan dengan keluarga mereka. Arka taruhannya, ia tak mau kalau Naka tahu Arka anaknya, laki-laki itu bisa saja mengambilnya. "Sekali lagi, aku minta maaf. Sekarang, tolong pertemukan aku dengan Arka."

Zea tak mau menantang Naka, baginya melawan laki-laki itu sama dengan menantang maut. Bukankah sudah begitu adanya, orang miskin, jangan melawan orang kaya. Dulu ia kalah telak dengan Tuan Very, dan sekarang, ia tak mau mengulang kekalahan melawan Naka. Ia hanya ingin hidup tenang bersama Arka.

"Gampang," Naka tersenyum penuh arti. Ia berjalan mengitari Zea.

Jantung Zea berdebar kencang, sudut matanya mengikuti setiap langkah Naka, mulai waspada.

"Ze," Naka berbisik di dekat telinga Zea. Hembusan nafasnya, membuat Zea merinding dan langsung memejamkan mata. "Aku bisa mengembalikan Arka padamu, tapi dengan satu syarat."

"Apa?" Zea perlahan membuka matanya.

"Tidur denganku malam ini, layani aku."

"Gila!" Zea mendorong kedua bahu Naka menjauh darinya.

Naka terkekeh melihat reaksi Zea, mengusap bahunya yang baru disentuh wanita itu. "Kenapa marah?" tersenyum mengejek. "Hanya tidur denganku, apa masalahnya? Bukankah kita sudah biasa melakukan itu dulu." Ia kembali mendekati Zea, berbisik di telinganya. "Aku bahkan masih ingat Ze, seberapa merdu suaramu saat men de sah."

Kedua telapak tangan Zea mengepal kuat, dadanya bergemuruh. Sampai sekarang, ia bahkan masih terus menyesal saat ingat seperti apa dia dulu. Dulu, cinta mengalahkan logikanya, mengalahkan prinsip, juga mengalahkan rasa takutnya pada Sang Pencipta.

"Gak usah sok suci, Ze. Ayo!" Naka menarik kasar lengan Zea menuju kamar.

"Lepas, Naka! Lepas!" Zea berontak, berusaha menarik lengannya lepas dari Naka. Ia sudah bertaubat, tidak mau lagi melakukan zina.

Naka tak peduli dengan rontaan Zea, terus saja ia tarik wanita itu hingga masuk ke dalam kamar lalu mendorongnya hingga terjerembab ke kasur.

"Enggak, aku gak mau," dengan tubuh gemetaran, Zea buru-buru bangun, menatap Naka nyalang.

"Kamu ingin bertemu Arka kan? Jadi turuti saja kemauanku," Naka mulai membuka kancing kemejanya satu persatu.

Zea panik, tapi ia tak mau menunjukkan itu di depan Zara. Ia tak boleh terlihat lemah. Hanya ada mereka di apartemen ini. Mau teriak sekencang apapun, rasanya juga percuma. Melawan tenaga Naka, bisa dipastikan ia juga kalah.

"Cepat buka bajumu!" titah Naka sambil menyeringai. "Bukankah dulu kau sudah terbiasa membuka bajumu sendiri," tersenyum mengejek. Ia melepas kancing terakhir di pergelangan tangan, lalu melemparkan kemejanya tepat ke wajah Zea.

Zea menyingkirkan kemeja tersebut, kemeja khas bau parfum Naka yang hingga saat ini masih ia ingat, meletakkan tepat di sebelahnya. Berusaha untuk menenangkan diri sendiri. Dulu, ia sudah terbiasa menghadapi ketantruman Naka, harusnya sekarang ia juga bisa.

Naka menarik ke atas kaos dalamnya hingga terlepas, dan sekali lagi melemparkan ke wajah Zea. "Cepat, atau aku paksa dengan kasar," berjalan mendekati wanita yang terlihat ketakutan itu. Menarik ke atas pergelangan tangan Zea, mendekatkan wajahnya ke wajah wanita itu hingga nyaris tak berjarak. "Kamu ingin bertemu anakmu kan, layani aku malam ini."

"Sekarang aku tahu penyebab kamu menculik Arka," Zea tersenyum miris. "Sebenarnya, kamu hanya ingin tidur denganku, kan? Apa kamu sudah miskin sekarang, tak mampu membayar pelacur?"

Naka yang tak terima dengan hinaan itu, mendorong kasar Zea hingga terlentang di atas ranjang.

"Kamu sudah tak ada uang untuk membayar pelacur, hingga menculik anak kecil untuk bisa meniduri ibunya," Zea kembali mengejek. "Menjijikkan! Caramu sungguh kampungan."

Naka melongo dikatakan seperti itu membuat mulutnya sampai menganga lebar, namun beberapa saat kemudian ia tertawa. "Kalau ada yang gratisan, kenapa musti bayar. Bener gak?" balasnya. "Bukankah kamu biasa tidur dengan laki-laki tanpa dibayar? Astaga, sepertinya aku salah. Bukan gak dibayar, tapi dibayar dengan sangat mahal. 1 milyar," tekannya. "Baiklah kalau begitu," mengambil dompet di saku belakang celana, mengambil semua uang yang ada lalu melempar ke muka Zea. "Apa itu cukup untuk membeli tubuhmu hah?"

Zea menggigit bibir bawah, berusaha menahan tangis. Sakit sekali direndahkan seperti ini.

"Aku tak mau menunggu lama," Naka membuka ikat pinggangnya. "Keputusan ada di tangan kamu. Kalau mau bertemu dengan putramu, layani aku malam ini."

1
Septi
bersama?
atau berlama-lama
Septi
semoga keinginan mu terkabul Zea 🥹
Septi
sejauh apapun pergi tetap bertemu kembali
Humaira
😭😭😭😭😭😭
Bunda Idza
harus maklum dengan sikap suamimu pada pakAnam Ze... berbagai rasa berkecamuk didadanya....
semoga pak Anam benar2 lelaki baik dan tulus, sehingga video yang pernah dia liat, cukup sekali aja...tidak untuk dijadikan bahan ngawang2
SasSya
🤣🤣🤣🤣😂😂😂😂
takutnya otak omes Anam bayangin yg iya2 ya Nakaaa
Sugiharti Rusli
apalagi dari semua anak" nya, yang bisa merawat dirinya kalo sudah sadar yah si Zea dan Naka, anak" perempuannya bahkan hanya menengok kala ada perlunya kan,,,
Sugiharti Rusli
semoga saja Allah masih kasih kesempatan buat tuan Very memperbaiki dirinya bersama menantu dan cucunya yah
Sugiharti Rusli
apalagi dari rahim si Zea lah sekarang tuan Very punya keturunan langsung dari putra laki" satu" nya itu,,,
Sugiharti Rusli
secara latar belakang Zea ga punya harta dan pendidikan yang tinggi, tapi soal ketulusan hati baik ke Naka dan mungkin ke mertuanya dia punya banyak,,,
Sugiharti Rusli
kalo masih ada kesempatan sembuh, bisa jadi malah orang yang tidak pernah sama tuan Very sukai selama ini yah,,,
Rahmawati
tuan very merespon, semoga dia cepat sadar
Daulat Pasaribu
lucu nya drama keluarga naka🤣
Nesya
😂😂😂😂
Felycia R. Fernandez
bawang nya 😭😭😭😭😭😭😭😭😭
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Semoga tn Very segera sadar, kayanya kl sadar dia akan merestui pernikahan Naka dan Zea.
Naka g iklas Zea ditatap Anam🤭
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
msh teringat video y
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
hahhhh
lyani
ayo bangun pak very, cucu laki2 yg dinanti sdh hadir.....nikmati kebahagiaan tapi ingattttt jangan serakah kl kesempatan itu beneran dikasih kak yu
Mak e Tongblung
aku juga lgi menyeka air mataku 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!