NovelToon NovelToon
10th Anniversary

10th Anniversary

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Poligami
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Laviolla

Di balik kelembutan sikap sang suami, ternyata ia menyimpan sejuta duri...

Rengganis tidak pernah menyangka jika di hari ulang tahun pernikahan yang ke sepuluh, ia akan mendapatkan sebuah kado yang sangat spesial. Kado yang menjadi awal petunjuk bahwa ada banyak dusta yang disembunyikan oleh sang suami.

Berawal dari sebuah foto USG yang ia temukan di dalam saku kemeja sang suami, Rengganis berhasil membuka sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan. Satu rahasia bahwa ternyata sang suami diam-diam telah menikah sirri dengan wanita lain.

Lantas, jalan apakah yang akan diambil oleh Rengganis di saat pernikahannya sudah dipenuhi dusta oleh sang suami? Apakah ia akan tetap mempertahankan pernikahannya dengan menerima wanita lain untuk menjadi madunya? Atau apakah ia akan mengakhiri biduk rumah tangganya yang sudah berlayar sepuluh tahun dengan melepaskan sang suami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviolla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anniv 5. Teman Lama

Ganis duduk termenung di meja kasir. Pandangannya menerawang jauh. Di dalam otaknya masih berputar-putar sebuah pertanyaan perihal selembar foto USG yang ia temukan di dalam saku kemeja sang suami. Siapa? Ada hubungan apa?

Pertanyaan itulah yang membuat Ganis seperti kehilangan gairah untuk menjalani hari ini. Hari yang seharusnya bisa membuatnya bersemangat mengingat ada banyak pesanan kue, namun justru membuatnya tak memiliki daya sedikitpun untuk ikut berkontribusi dalam pembuatan kue seperti yang ia rencanakan dari rumah. Hingga ia pun sedari tadi hanya duduk di kursi kasir sembari menghitung belanjaan para pelanggan.

"Permisi Mbak, saya mau mengambil pesanan kue!"

Seorang pria berpakaian casual berdiri di depan meja kasir. Dahinya mengernyit melihat seorang wanita yang tengah duduk terdiam, termenung dengan tatapan menerawang tak merespon sedikitpun.

"Mbak, Mbak, Mbak.."

Pria itu semakin keheranan melihat Ganis yang semakin tidak memberikan respon. Ia sampai bertanya-tanya ada hal apa gerangan sampai membuat wanita ini seperti mati suri.

Rani yang tengah melintas di sekitar meja kasir mencoba untuk mendekat ke arah meja kasir. Ia sekilas tersenyum ke arah si pria sebagai isyarat permintaan maaf.

"Bu... Bu Ganis!" seru Rani sembari ia tepuk lengan tangan Ganis.

"Eh... Apa Ran?" Ganis terkesiap dengan tubuh sedikit terperanjat. Nampaknya wanita itu mulai kembali ke alam sadarnya.

"Itu Bu, ada yang mau mengambil pesanan!"

Ganis mengedarkan pandangannya ke arah depan. Terlihat sosok lelaki berdiri sembari memandangnya dengan tatapan penuh keheranan.

"Eh, maaf ya Mas. Bagaimana? Apa yang bisa saya bantu?" tanya Ganis mencoba untuk membungkus rasa malunya karena mengabaikan customer yang entah sudah berapa lama.

"Saya mau mengambil pesanan kue Mbak."

"Oh, yang di ambil di jam dua ini ya? Kok cepat sekali mengambilnya Mas? Apa tidak kepagian?"

Si pria hanya tergelak pelan mendengar pertanyaan Ganis. Pesanan di ambil jam dua sedangkan saat ini sudah jam dua kurang seperempat, masih dianggap terlalu pagi.

"Jadi menurut Mbak, harus jam berapa saya kemari untuk mengambil?"

"Setengah dua atau mungkin jam dua kurang seperempat Mas."

Pria itu semakin tergelak. "Oh begitu ya Mbak? Apakah ada perbedaan waktu antara saya dengan Anda? Kalau di saya sudah jam dua kurang seperempat sih Mbak, entah kalau milik Mbaknya."

Ganis melihat penunjuk waktu yang ada di ponselnya. Tak hanya itu saja, ia juga melirik ke arah jam yang menempel di sudut ruangan untuk memastikan. Tiba-tiba saja wajah Ganis memerah karena malu.

"Eh, maaf ya Mas. Saya kira ini masih jam dua belas."

Ganis bangkit dari posisinya. Ia berjalan menuju ruang produksi, untuk melihat sampai di mana pesanan kue yang dipesan siang hari ini.

"Ran, bagaimana? Sudah siap semua?" tanya Ganis kepada Rani dengan sedikit rasa cemas. Khawatir jika pesanan kue belum selesai.

Rani hanya bisa nyengir kuda. Entah apa yang terjadi pada pemilik toko kue ini sampai-sampai tidak tahu jika pesanan kue sudah siap dari jam satu tadi.

"Itu semua ada di sana Bu," ucap Rani sembari menunjuk ke arah sebuah meja di mana biasanya pesanan-pesanan yang sudah siap di letakkan di sana.

Ganis menoleh ke arah meja yang ditunjukkan oleh Rani. Senyum penuh kelegaan muncul di bibir. Ia bersyukur karena seluruh karyawan yang bekerja di toko kuenya benar-benar bisa diandalkan.

"Alhamdulillah... Terima kasih banyak Ran, kamu dan tim sudah bekerja dengan sangat baik."

"Sama-sama Bu."

Ganis kembali ke lelaki yang masih berdiri di depan meja kasir. Dengan senyum yang lebar, ia mencoba untuk melayani customer nya ini meskipun hatinya sedang dilanda perasaan yang tidak baik-baik saja.

"Untuk per box nya harga dua puluh lima ribu ya Mas. Dua puluh lima ribu dikali dua ratus box total lima juta rupiah dan kemarin sudah ada DP dua juta lima ratus ribu, jadi kekurangan dua juta lima ratus ribu rupiah."

"Debet bisa Mbak?" tanya lelaki itu sembari mengulurkan kartu debet miliknya.

"Bisa Mas. Tunggu sebentar." Ganis mengambil mesin EDC dan ia masukkan kartu debet milik si lelaki. "Silakan pinnya Mas."

"Sudah Mbak!" ucapnya seraya kembali menyerahkan mesin EDC kepada Rengganis.

"Baik Mas, ini bukti pembayarannya dan ini kartu debetnya."

"Terima kasih Mbak."

"Sama-sama Mas. Biar pesanannya ditaruh karyawan saya di mobil Anda."

"Baik Mbak."

Lelaki itu keluar dan memilih menunggu di beranda toko. Diikuti Ganis yang mengambil sebuah box kemudian ia isi dengan beberapa kue yang tersedia. Ia pun menyusul si lelaki yang berada di beranda.

"Mas, ini dibawa ya," ucap Ganis seraya menyerahkan sebuah box yang berisikan beberapa kue dan jajanan pasar.

"Loh, apa ini Mbak?" tanyanya penasaran dengan apa yang diberikan oleh Ganis.

"Sedikit bonus karena sudah pesan di toko kue kami. Semoga bisa jadi langganan."

"Wah, terima kasih banyak ya Mbak."

"Sama-sama Mas."

"Oh iya Mbak, maaf kalau lancang. Kalau boleh tahu nama Anda siapa ya? Sepertinya wajah Anda tidak asing."

"Saya Rengganis, Mas."

Dahi lelaki itu mengernyit. "Rengganis? Rengganis Sekar Kinanti?"

Kini giliran Rengganis yang mengernyitkan dahi. "Kok Anda bisa tahu? Apakah sebelumnya kita pernah bertemu dan saling mengenal?"

"Rengganis Sekar Kinanti, IPS 2 SMA 79, sekretaris OSIS?"

Rengganis semakin terhenyak. Ia tatap lekat wajah lelaki yang berada di hadapannya ini. Mencoba mengingat-ingat siapa gerangan dirinya.

"Rangga Danabrata Wijaya?"

Lelaki itu tersenyum simpul. "Syukurlah kalau kamu masih ingat."

"MashaAllah... Sibuk apa sekarang Ga?"

Lelaki bernama Rangga itu hanya terkekeh. "Tidak sibuk apa-apa Nis. Pengangguran."

"Ckkckkkk.. Kamu ini terlalu merendah."

Rangga mengedarkan pandangannya ke sekeliling. "Jadi ini toko roti milikmu?"

Ganis menganggukkan kepala. "Betul Ga. Usaha kecil-kecilan untuk aktivitas ibu rumah tangga."

"Hmmmmmmm.. Bagus itu Nis. Yang penting kita berdaya. Sebenarnya melihat toko kue milikmu ini aku punya sedikit ide dan konsep. Tapi sepertinya aku dikejar waktu untuk segera membawa pesanan ini sampai rumah. Jadi inshaAllah lain kali aku kemari lagi untuk membicarakannya denganmu."

"Waah terima kasih banyak jika kamu memiliki masukan untuk toko kue milikku, Ga. Iya, jika kamu punya waktu kamu bisa datang kemari."

"Baik kalau begitu Nis. Aku pamit dulu."

Rangga melangkahkan kaki dan masuk ke dalam mobil setelah semua kue pesanannya sudah masuk ke dalam bagasi. Ia menghidupkan mesin mobil dan perlahan kuda besinya mulai melaju meninggalkan toko kue milik Ganis.

Rangga menatap lekat bayang tubuh Ganis yang masih terpantul di spion mobil. Lelaki itu tersenyum kecil hingga lesung pipit di pipinya muncul.

"Bahkan ketika aku kembali dipertemukan lagi denganmu pun, tidak ada jalan bagiku untuk bisa memilikimu, Nis."

.

.

.

1
Laviolla
selamat membaca semua... jangan lupa untuk like, komen, follow, subscribe dan share ya... mkasih
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
bagus Ar... klo gitu kan enak, biar Krisna cepet ketahuan
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hayooloohhhhh awal-awal minta dikenalin, Lama-lama minta warisan🤣
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
sampai di magelang kamu yang akan terkejut Nis😂😂
cinta semu
ya lihat aja biasa ny pelakor tu licik ny tiada tanding😂😂benar u nis ..manis asam garam sudah u makan hidup bersama Krisna ...jadi g masalah mau harta terbagi bahkan jatah tubuh terbagi ..gass aja ...
Anonim
basi anying
Anonim: asli .. muak lapar malah basi
total 2 replies
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
siap2 hancur akibat ulahmu sendiri Kris
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
Krisna pintar ngibulll... udah pro banget dia kayaknya...
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hahaha terlalu banyak yang dipikirkan sampai nge-blank gitu🤣
Laviolla
selamat membaca semua... jangan lupa untuk like, komen follow subscribe dan share ya.. makasih
Masitoh Masitoh
seruuu
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hayoloohhh ketemu juga tuh foto USG nya.... besok bakal ketahuan tuh🤣
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
tuh kan si tukang bohong udah mulai beraksi... entah kebohongan apa lagi yang bakal ia katakan.. pasti ada yang lain juga kan..
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
kasian sampai ketiduran gitu.. padahal suaminya lagi ehem-ehem sama istri keduanya
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
wah wah kira2 bener gak ya yang disampaikan oleh pak dirman??
Fumiko Sora
tema cerita menarik, tulisan rapi, pilihan kata juga bagus, alur juga teratur, konflik ringan, pokoknya cocok dibaca untuk menemani waktu senggang kalian
Fumiko Sora
nis, panas2in Dinda.. kamu bisa lebih mesra dan manja ke Krisna biar Dinda panas & sebel sendiri😂
Fumiko Sora
kasian jadi ganis, dia se-berjuang itu loh untuk mendapatkan anak. semoga berhasil ya Nis
Fumiko Sora
satu lagi pengetahuan soal promil.. keren thor
Fumiko Sora
promil sendiri nis, gak usah pake acara minta uang ke Krisna.. kamu sanggup kok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!