NovelToon NovelToon
Gadis Tulalit Jadi Pengantin Pengganti MR. AROGAN

Gadis Tulalit Jadi Pengantin Pengganti MR. AROGAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Pengganti / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat / Pengasuh
Popularitas:30.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

Demi mengejar cinta masa kecilnya, Raynara rela meninggalkan statusnya sebagai putri mafia Meksiko. Ia menyamar menjadi babysitter sederhana di Jakarta dan bersekolah di tempat yang sama dengan sang pujaan hati.

Namun, dunianya seolah hancur mengetahui Deva telah dijodohkan dengan sahabatnya sendiri.

Sebuah insiden di hari pernikahan memaksa Rayna maju sebagai pengantin pengganti. Mimpi yang jadi nyata? Tidak. Bagi Deva, Rayna hanyalah gadis ambisius yang haus harta.

"​Tugas kamu itu urus Chira, bukan urus hidupku. Jangan mentang-mentang kita satu sekolah dan sekarang kamu pakai cincin ini, kamu bisa atur aku. Di sekolah kita asing, di rumah kamu cuma pengganti yang mencuri posisi orang lain."

Di antara dinginnya sikap Deva dan tuntutan perjodohan di Meksiko, sanggupkah Rayna bertahan? Ataukah ia akan kembali menjadi ratu mafia yang tak punya hati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghilang

"Rayna..." suara Asha terdengar serak di kegelapan.

Rayna mendongak dengan mata sembab. "Kak Asha? Kenapa Kakak ada di sini?" Ia menyeka air mata dengan kasar, berusaha duduk tegak meski tubuhnya masih gemetar.

Asha memberikan sapu tangan ke telapak tangan Rayna. "Pakai ini. Jangan hancurkan dirimu hanya karena makian Deva. Dia sedang kalap."

Rayna menunduk lesu. "Dia benar-benar ingin aku pergi, Kak. Dia ingin aku kembali ke Meksiko. Padahal aku pulang karena ingin hubungan kami seperti dulu lagi."

Asha terdiam. Sejujurnya, ada ego dalam hatinya yang ingin Rayna menyerah agar gadis itu bisa berpaling padanya. Namun, melihat kehancuran Rayna, nurani Asha menang.

"Dengar, Ray," Asha memegang bahu Rayna, memaksanya melakukan kontak mata. "Deva itu bodoh. Dia merasa dikhianati karena dulu kau pergi, jadi sekarang dia menggunakan kemarahan sebagai tameng. Tapi percayalah, dia tidak benar-benar membencimu."

Asha menjeda kalimatnya, terasa pahit untuk mengakui ini. "Kalau dia benci, dia tidak akan menyimpan foto masa kecil kalian di laci mejanya sampai sekarang. Dia hanya pengecut yang tidak tahu cara menyambutmu kembali."

Rayna tertegun. "Dia... masih menyimpan foto kami?"

"Iya. Jadi, jangan menyerah sekarang. Kalau kau pergi, sosok 'Mr. A' yang mengirim email misterius itu yang menang," lanjut Asha tegas.

Rayna menarik napas panjang. "Kenapa Kak Asha baik sekali padaku? Padahal keluargamu sedang berduka karena Isabella."

Asha tersenyum getir. Jarinya hampir membelai pipi Rayna, namun ia menariknya kembali. Ia sadar statusnya hanya kakak ipar. "Karena aku tidak tahan melihatmu hancur. Dan aku ingin kau tahu bahwa ada seseorang di rumah ini yang menginginkanmu, Rayna."

Asha berdiri dan mengulurkan tangan. "Ayo masuk. Biarkan Deva membusuk dengan egonya di rumah pohon malam ini. Dia butuh waktu untuk sadar betapa brengseknya dia."

Rayna menyambut tangan Asha. Saat ia berdiri, ia merasa sedikit lebih kuat, meski luka di hatinya masih menganga. Ia tidak tahu bahwa di balik tatapan lembut Asha, ada badai yang jauh lebih besar. Keinginan untuk memiliki Rayna yang harus ia kubur dalam-dalam demi status 'saudara'.

Sinar matahari jam sepuluh pagi menyengat kulit Deva yang masih meringkuk di lantai kayu rumah pohon. Matanya yang merah dan kantung mata yang menghitam adalah saksi bisu betapa kacaunya pikiran pria itu semalam. Begitu melirik jam tangan, Deva tersentak.

"Sial! Jam sepuluh?!" gerutunya sebal.

Ia buru-buru bangkit, melompat turun dari tangga rumah pohon dengan tergesa-gesa hingga kakinya sempat terkilir dan ia jatuh tersungkur di rumput. Namun, rasa malunya pada diri sendiri jauh lebih besar daripada rasa sakit di kakinya. Ia berlari kencang menuju mansion. Awalnya ia ingin langsung ke kamarnya untuk mandi, tapi langkahnya tertahan di depan pintu kamar Byan.

Ada dorongan aneh yang membuatnya memutar kenop pintu kakaknya itu. Kebetulan, Byan juga tidak masuk sekolah. Wajah Byan pucat karena kurang enak badan, tapi jemarinya sibuk menari di atas keyboard laptop, masih terobsesi membongkar misteri email itu.

Tanpa permisi, Deva langsung merebahkan tubuhnya di kasur empuk Byan, menutupi wajahnya dengan bantal.

Byan menghela napas, ia menutup laptopnya dan duduk di tepi ranjang, menatap adiknya dengan tatapan yang sulit diartikan. "Tidur di rumah pohon lagi? Kau benar-benar ingin jadi Tarzan, Dev?"

Deva hanya bergumam tidak jelas dari balik bantal.

"Bangun dulu. Aku serius ingin bicara soal email itu," ucap Byan tegas.

Deva menyingkirkan bantal. "Email? Email apa? Jangan bicara teka-teki, By, kepalaku mau pecah."

Byan menarik napas panjang lalu mengambil ponselnya, membuka beberapa screenshot percakapan yang dikirimkan Rayna kepadanya.

"Lihat ini," Byan menyodorkan ponselnya tepat di depan mata Deva.

Deva terdiam, matanya menyipit saat membaca baris demi baris kalimat di layar ponsel Byan. Rahangnya mengeras, bukan karena amarah yang meledak, tapi karena rasa jijik yang merayap di tengkuknya.

"Ini... apa-apaan?" desis Deva serak.

Di layar itu, tidak ada makian. Tidak ada pengusiran. Yang ada justru untaian kalimat puitis, janji-janji manis, dan panggilan sayang yang sangat intim.

“Sayang, aku sangat merindukanmu. Cepatlah pulang, aku sudah menyiapkan kejutan untukmu nanti…”

“Jangan dengarkan kata orang lain, hanya aku yang mencintaimu sedalam ini, Rayna-ku…”

Deva melempar ponsel itu ke atas kasur seolah benda itu baru saja menyetrumnya. Ia bangkit berdiri, wajahnya memerah padam.

"Siapa yang berani menyamar sebagai aku dan mengirimkan chat ini pada Rayna?!" bentak Deva, suaranya meninggi hingga memenuhi kamar Byan. Jelas-jelas ia tak pernah sekali pun bertukar pesan dengan Rayna.

Byan menatap adiknya dengan tenang, meski matanya memancarkan keprihatinan. "Itulah masalahnya, Dev. Seseorang bernama Mr. A ini berpura-pura menjadi dirimu selama Rayna di Meksiko. Dia membangun 'hubungan fiktif' dengan Rayna lewat email. Rayna pulang ke sini dengan senyum lebar karena dia pikir... dia pulang ke pelukan kekasihnya. Dia pikir, kamulah yang mengirimkan kata-kata manis itu."

Deva tertegun, kakinya terasa lemas hingga ia terduduk kembali di tepi ranjang. 

"Jadi... saat aku memaki-makinya semalam... saat aku bilang aku membencinya..." suara Deva mengecil, bergetar. "Dia sedang mengira kalau pria yang mengirimkan pesan-pesan cinta ini adalah aku?"

"Tepat," jawab Byan tegas. "Bayangkan hancurnya perasaan dia, Dev. Di email dia merasa dicintai olehmu, tapi di dunia nyata, pria yang dia kira mengirim email itu justru membencinya."

Deva meremas rambutnya frustrasi. Sial. Pantas saja Rayna selalu menatapnya dengan pandangan bingung dan polos, seolah bertanya-tanya kemana perginya Deva yang lembut di email itu.

“Kenapa kau baru kasih tahu aku, By!” ujar Deva kesal campur gelisah, mulai memikirkan perasaan Rayna yang pasti sangat terluka karena perkataannya semalam.

“Aku sudah mencoba bicara denganmu kemarin, tapi kau saja yang keras kepala tak mau diajak bicara, jangan salahkan aku.”

"Mr. A..." Deva pun menggertakkan giginya. "Mr. A..." matanya berkilat tajam. "Siapa bajingan ini sebenarnya?"

Byan menggeleng pelan, lalu kembali fokus ke layar laptopnya. Sebuah surel baru saja masuk dari Meksiko, isinya mengejutkannya.

Ia refleks menoleh untuk memberitahu Deva, namun adiknya itu sudah menghilang dari sana. Deva rupanya telah melesat menuruni tangga menuju dapur. Di sana, ia hanya mendapati Ibunya yang sedang berbincang dengan Bik Ida. Tanpa membuang waktu, Deva menyambar kunci motornya. 

1
Heni Mulyani
lanjut
Lisa Halik
makasih thor...rajin2 ya
tia
semangat thor ,, dn sukses karya nya.
Annabelle
mmm...deva romantis banget ..
tia
lanjut thor ,,belom lengkap kalo gk ada cedal
Mom Ilaa: di bab barunya nanti kak😆
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
lucu🤣
Lisa Halik
mmmmm
AltaeAT
lanjut thor
Heni Mulyani
lanjut
Riana
🤭
Lisa Halik
sudah bagi gift thir...lagi2 updatenya...makin seru/penasaran sebab kalendra bakal turun ke jarkarta indonesia
Mom Ilaa: siap-siap Dev disidang ayah mertua 🤭, trima kasih dukungannya ♥️
total 1 replies
ovi eliani
bagus rayna kasih pelqjarqn tuh Deva
Virenneluplup
nih bocah, kirain napa tadi
Heni Mulyani
lanjut
Jj^
terimakasih Thor 🤗
semangat update trs ya sampai tamat💪🤗
Nurjannah Rajja
Kurkas rusak mana dingin, panas malah....😁
Nurjannah Rajja
Salah duga😁
Adinda
lanjut thor sampai 5bab lagi😄
Lisa Halik
sudah beri gift thor...lagi thor di lanjut updatenya......biar deva galau&betul2 nyesal atas perbuatannya
Lisa Halik
makasih updatenya thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!