NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Penguasa Abadi

Kembalinya Sang Penguasa Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:15.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Feng, seorang Kaisar Abadi yang tak tertandingi di generasinya, yang dikenal sebagai "Penguasa Abadi," tewas dalam sebuah pengkhianatan keji. Murid terdekat dan wanita yang paling dicintainya bersekongkol untuk merebut Kitab Suci Kekacauan Abadi miliknya, sebuah teknik kultivasi tertinggi, tepat saat ia mencoba naik ke Alam Dewa. Meskipun raganya hancur, seutas jiwa ilahinya berhasil lolos dan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda yang baru saja mati di dunia fana yang terpencil.

Tubuh baru ini, yang juga bernama Lin Feng, dianggap sebagai "sampah" dengan meridian yang hancur, dikucilkan oleh klannya sendiri, dan dihina oleh tunangannya. Berbekal ingatan dan pengetahuan dari kehidupan masa lalunya yang gemilang, Lin Feng harus memulai segalanya dari nol. Dia akan menggunakan pemahamannya yang tak tertandingi tentang Dao agung untuk menempa kembali takdirnya, menantang langit, dan menapaki jalan menuju puncak kekuasaan sekali lagi, sambil merencanakan balas dendam yang akan m

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Menantang Seekor Harimau

Pintu darurat yang dibuat Lin Feng dari kusen yang patah hancur menjadi serpihan kayu bahkan sebelum kekuatan penuh serangan itu tiba.

"BANG!"

Seorang pria paruh baya yang tegap dengan wajah penuh amarah melangkah masuk ke halaman. Auranya yang menekan, milik seorang ahli tingkat tujuh Alam Penempaan Tubuh, menyebar seperti gelombang, membuat udara terasa berat dan para murid yang mulai berkumpul di kejauhan untuk menonton merasa sesak napas.

"Itu... itu Manajer Lin Hu!"

"Ayah Lin Wei telah datang secara pribadi!"

"Habislah sudah si sampah itu. Menyinggung Manajer Lin Hu sama saja dengan mencari mati."

Lin Hu melangkah masuk, tatapannya yang dingin dan penuh niat membunuh langsung mengunci sosok di dalam ruangan. Namun, saat melihat kondisi Lin Feng, ekspresinya berubah dari marah menjadi jijik yang luar biasa.

Lin Feng berdiri di sana, ditutupi dari kepala hingga ujung kaki oleh lapisan tebal kotoran hitam yang berbau busuk. Dia tampak seperti baru saja merangkak keluar dari selokan.

"Sampah tetaplah sampah," cibir Lin Hu. "Kau tidak hanya melumpuhkan putraku, tapi kau juga berani membuat dirimu sekotor ini. Kau adalah aib bagi Klan Lin!"

Di belakangnya, dua penjaga klan yang ia bawa juga menatap dengan jijik, tangan mereka sudah berada di gagang pedang, siap untuk menyeret "kotoran" ini keluar.

Lin Feng, bagaimanapun, sama sekali tidak terpengaruh oleh tatapan mereka atau aura kuat Lin Hu. Dia bahkan tidak melirik kotoran di tubuhnya. Matanya yang tenang menatap lurus ke arah Lin Hu. Di kehidupan sebelumnya, bahkan Kaisar Iblis dari Sembilan Neraka pun tidak berani bertindak lancang di hadapannya. Aura Lin Hu ini, di matanya, tidak lebih dari angin sepoi-sepoi.

"Putramu datang ke tempat tinggalku, menghancurkan pintuku, dan mencoba melumpuhkanku," kata Lin Feng dengan suara yang sangat tenang, seolah-olah menyatakan fakta yang tidak relevan. "Aku hanya memberinya pelajaran yang seharusnya kau ajarkan padanya."

Keheningan seketika menyelimuti kerumunan.

Tidak ada yang menyangka bahwa di hadapan Lin Hu yang murka, Lin Feng tidak hanya tidak memohon ampun, tetapi justru membalas dengan kata-kata yang begitu tajam dan provokatif.

Wajah Lin Hu memerah karena marah, lalu berubah menjadi ungu. Pembuluh darah di pelipisnya menonjol. "Kau... KAU BERANI MENGGURUAIKU?!"

"Aku tidak berani," jawab Lin Feng dengan acuh tak acuh. "Aku hanya menyatakan kebenaran."

"KEBENARAN KATAMU?!" Lin Hu tertawa dingin, tawa yang penuh dengan niat membunuh. "Baik! Kebenaran di Klan Lin ditentukan oleh kekuatan! Hari ini, aku akan menggunakan kekuatanku untuk memberitahumu apa itu kebenaran! Aku akan menghancurkan anggota tubuhmu, merusak meridianmu lagi, dan melemparmu ke kandang babi agar kau tahu tempatmu!"

Tanpa basa-basi lagi, Lin Hu mengambil langkah maju. Tanah di bawah kakinya retak. Dia mengangkat tangan kanannya, membentuknya seperti cakar harimau, dan energi spiritual tingkat tujuh yang kuat menyelimutinya.

"Tangan Cakar Harimau!"

Gerakannya cepat dan ganas. Cakar itu melesat ke arah Lin Feng, menciptakan bayangan yang siap merobek dada lawannya. Para penonton menahan napas, beberapa bahkan memalingkan muka, tidak tega melihat pemandangan berdarah yang akan terjadi.

Di mata mereka, menghadapi serangan ini, Lin Feng yang hanya sampah tidak punya pilihan selain mati.

Namun, di mata Lin Feng, serangan Lin Hu ini, meskipun kuat, penuh dengan celah.

Tepat saat cakar itu hampir mencapai lehernya, Lin Feng tidak mundur. Sebaliknya, dia mengambil setengah langkah ke depan—sebuah gerakan yang tampak seperti bunuh diri.

Tapi langkah ini sangatlah tepat. Itu membawanya ke titik buta serangan Lin Hu.

Pada saat yang sama, tubuhnya sedikit berputar. Cakar Harimau yang ganas itu meleset tipis melewati bahunya, hanya merobek udara kosong.

Momentum serangan yang kuat membuat Lin Hu sedikit kehilangan keseimbangan. Dan pada sepersekian detik yang krusial itulah, Lin Feng membalas.

Dia tidak menggunakan teknik yang rumit. Dia hanya mengangkat lututnya dengan cepat dan keras.

"DUG!"

Lututnya menghantam perut bagian bawah Lin Hu dengan presisi yang menakutkan—tepat di titik lemah di mana energi spiritualnya paling tidak terlindungi setelah melancarkan serangan penuh.

Mata Lin Hu membelalak tak percaya. Kekuatan di balik serangan lutut itu tidak terlalu besar, tetapi dampaknya menghantamnya seperti palu godam. Energi spiritual pelindungnya langsung buyar. Rasa sakit yang tajam membuatnya terkesiap. Seluruh kekuatan di tubuhnya lenyap dalam sekejap.

Tubuhnya yang besar dan kuat terlempar ke belakang beberapa langkah, membungkuk kesakitan sambil memegangi perutnya.

"Uhuk... Uhuk..."

Lin Hu batuk, wajahnya pucat pasi. Dia menatap Lin Feng dengan ngeri dan tidak percaya.

Seluruh halaman menjadi sunyi senyap. Mulut para penonton ternganga, mata mereka hampir keluar dari rongganya. Kedua penjaga yang dibawa Lin Hu membeku di tempat, benar-benar tercengang.

Manajer Lin Hu... seorang ahli tingkat tujuh Alam Penempaan Tubuh... dipukul mundur oleh satu serangan dari Lin Feng si sampah?

Tidak ada yang mengerti apa yang baru saja terjadi. Gerakan Lin Feng begitu sederhana dan cepat sehingga tampak seperti Lin Hu yang dengan sengaja menabrakkan dirinya ke lutut Lin Feng.

Hanya Lin Feng yang tahu. Dia tidak menang dengan kekuatan, tetapi dengan pengalaman tempur yang tak terhingga. Dia telah melihat melalui setiap detail serangan Lin Hu dan mengeksploitasi kelemahan fatalnya pada saat yang paling tepat.

"Aku sudah bilang," kata Lin Feng, masih berdiri di posisi yang sama, tubuhnya yang kotor kontras dengan auranya yang tak tergoyahkan. "Kekuatanmu... tidak cukup untuk menentukan kebenaran di hadapanku."

1
Aman Wijaya
mantul lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz jooooz pooolll Lin Feng lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll Lin Feng lanjut terus bantai semua lawan tanpa ampun
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
top top markotop Lin Feng
Aman Wijaya
dalam dua Minggu babat semuanya yang telah memprovokasi diri mu Lin Feng bikin kabut darah semua
Aman Wijaya
mantab Lin Feng beri pelajaran pada menejer tua Lin hu biar tau rasa
Aman Wijaya
markotop top top lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos lanjut
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
semangat Lin Feng
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor semangat semangat
Abil Amar
gassss polll trussss seru dn epic bnget ceritanya Up yg lbih bnyk lg autor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!