Merlin yang merupakan seorang genius dari dunia bumi mati tewas karena kelelahan dan juga kebosanan di dunia asalnya, dan terlahir kembali ke Avalond yang mana berada di galaksi Andromeda, di sana dia menyadari kalau Avalond telah mengembangkan tehnik sihir yang mana mereka lakukan untuk bertahan hidup dari serangan 10.000 ras monster. Namun bukanya putusasa ataupun bertekad untuk menjadi penyelamat dunia, Merlin malah lebih tertarik untuk mulai meneliti tehnik sihir yang ada di dunia Avalond.
Ini adalah kisahnya seorang peneliti gila yang jenius, yang akan melakukan apapun untuk penelitiannya, baik itu legal maupun ilegal dan akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya baik itu manusia, monster, Demon ataupun Dewa itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 06 Black Grimoire bagian 4
Jika kau melihat ke dalam kegelapan maka kegelapan juga akan melihat kearah dirimu, itu adalah kata-kata dulunya terkenal di dunia Merlin, pribahasa tersebut menunjukkan kalau kau menunjukkan kekejaman pada seseorang maka orang lain akan menjadi kejam kepada dirimu. Kata-kata itu kemudian muncul di kepala Merlin saat melihat tehnik sihir halaman pertama Grimoire hitam miliknya.
Tehnik sihir level 1 keatas biasanya membutuhkan beberapa macam bahan untuk di aktifkan, karena semua itu adalah katalis khusus yang mampu membuat Mage untuk mengendalikan energi force dengan benar, dan dengan katalis yang sesuai Mage dapat menciptakan keajaiban mereka sendiri.
Salah satu keajaiban tersebut adalah kurungan petir milik Luciel yang merupakan salah satu sihir level 1 miliknya, dia menggunakan abu emas dan juga 12 jarum baja untuk membuat selembar kertas yang dapat mengaktifkan tehnik sihir Thunder Cage miliknya. Namun walaupun Luciel memiliki kekayaan dan juga koneksi kuat karena keluarganya, dia tetap tidak bisa menggunakan tehnik sihir di atas level 1.
“Groaaaar…. Roaaar…”
“Tubuh dari Goblin Rider sangatlah keras, bahkan tehnik sihir api level 2 tidak dapat membakar kulitnya secara sepenuhnya… karena hal itulah Goblin Rider di kategorikan sebagai monster level 3 keatas” pikir Merlin.
Setelah menarik perhatian dari ke 3 Goblin Rider tersebut, Luciel terlihat tetap tenang karena telah menyiapkan sebuah rencana miliknya sendiri. Rencana tersebut melibatkan Anastasya yang telah bersembunyi di hutan samping para Goblin Rider tersebut. Dengan senyuman licik di wajahnya Luciel terlihat bersiap dengan tehnik sihir Thunder Missile miliknya.
“Traaskk.. Traaskk…” melihat hal itu para Goblin Rider langsung bersiap dengan senjata tombak mereka. Melihat para Goblin Rider tersebut telah bersiap, Luciel dengan keras langsung berteriak.
“Sekarang….”
Dengan cepat sebuah tali yang terbuat dari air muncul, tali air itu kemudian mengikat ke 3 Goblin Rider tersebut, di saat yang bersamaan tali air itu mulai membeku “Krraask…” dan membuat ke 3 Goblin Rider itu ikut membeku dan mendapatkan luka dalam pada organ tubuh mereka karena penurunan suhu tubuh yang sangat drastis.
Anastasya kemudian keluar bersama dengan seorang siswi yang merupakan bagian dari kelompoknya, siswi tersebut adalah seorang Mage pemiliki Grimoire element air dan dengan sihir miliknya dia berhasil mengikat tubuh ke 3 Goblin Rider tersebut. Melihat hal itu Luciel langsung dengan cepat mendekati ke 3 Goblin Rider itu, dan sambil melirik ke belakang dia berkata.
“Semuanya ini adalah kesempatan kita, serang mereka dengan semua yang kita punya”
Para siwa/i rekan kelompok Luciel kemudian mulai mengaktifkan tehnik sihir mereka, dan memunculkan puluhan bola Magic Missile. Dengan puluhan serangan dari Magic Missile tersebut “Bomhskk… Bomhskk… Bomhskk…” ke 3 Goblin Rider tersebut menjadi terluka para, dan bahkan salah satu diantara mereka kehilangan lengan mereka.
Luciel sendiri yang mana berjalan mendekati para Goblin Rider tersebut hanya tersenyum dan “Trassk…” mengeluarkan energi elemen petir yang kuat dari dalam tubuhnya, element petir itu kemudian berkumpul menjadi satu di telapak tangan Luciel dan membentuk “Sringgs…” sebuah tombak energi listrik bertegangan tinggi.
“Thunder Magic Level 1… Thunder Spear…”
Menggunakan tombak miliknya dari jarak 3 meter dari para Goblin Rider tersebut “Funggs…
Luciel melemparkan tombak petir miliknya, tombak itu melesat dengan cepat kearah jantung salah satu Goblin Rider tersebut. Dengan senyuman di wajahnya Luciel mengira kalau dirinya dan rekan-rekannya sudah menang melawan ke 3 Goblin Rider tersebut, akan tetapi di balik semak-semak Merlin berkata.
“Naif….”
Lalu secara tiba-tiba “Wushkk…” seekor serigala raksasa muncul dari hutan, dan “Taassk…” monster serigala besar tersebut menangkap tombak petir yang Luciel lemparkan dan “Traassk… Bomsshk…” mati karena sengatan energi listrik yang berasal dari tombak petir tersebut. Di saat yang bersamaan juga “Wushkk… Wushkk… Wushkk…” 5 monster serigala raksasa muncul dan mengelilingi Luciel serta rekan-rekannya.
Melihat kalau rencananya tidak berjalan sesuai dengan apa yang dia pikirkan Luciel langsung panik, dia memegang buku Grimoire miliknya dan berusaha untuk menyerang para monster serigala besar tersebut. Akan tetapi saat itu juga “Traanggs… Taanggs…” salah satu Goblin Rider berhasil melepaskan dirinya dari kekangan jeratan tehnik sihir es milik Anastasya.
Dengan cepat Goblin Rider itu “Dushhk…” memukul wajah Luciel sehingga di terhempas cukup jauh dari rekan-rekannya. Karena pukulan yang mengguncang otaknya itu, membuat Luciel tidak dapat menggerakan tubuhnya untuk sementara waktu, dan di sisi lain para siswa/i dari kelompok Luciel mulai ketakutan dengan para monster serigala besar yang mengelilingi mereka.
Melihat hal itu “Tranggs… Tanggs…” ke 2 Goblin Rider yang lain mengambil kesempatan dan berhasil melepaskan diri mereka, dan dengan kerasnya ke 3 Goblin Rider itu tertawa dengan kencang.
“Gahahaha…. Hahahah… Khahahaha…”
Tawa mereka membawa energi force yang langsung menyerang mental para siswa/i tersebut, dan membuat para siwa/i itu langsung ketakutan dan kehilangan semangat bertarung mereka. Karena tidak dapat menggerakkan tubuh mereka, para Goblin Rider itu kemudian langsung mengeluarkan senjata tombak mereka “Sringgs… Sringgs…” dan dengan santai salah satu Goblin Rider itu mengarahkan tombaknya kearah Anastasya yang juga tidak dapat menggerakkan tubuhnya.
Namun secara tiba-tiba perhatian dari ke 3 Goblin Rider itu teralihkan, mereka melihat kearah atas kepala mereka dan tersadar akan adanya sebuah benda asing di atas kepala mereka. Anastasya yang kebingungan juga melihat kearah benda tersebut, dan dapat merasakan adanya energi force aneh pada benda tersebut.
“Apa itu… mahluk apa itu…” pikir Anastasya.
Benda tersebut berbentuk bola bulat seukuran bola golf berwarna hitam pekat yang memiliki sepasang sayang kelelawar kecil dan ekor sependek 3 cm. Bagaikan ikan yang terpikat oleh umpan seorang pemancing, semuanya tampa sadar melihat kearah benda tersebut, dan dengan senyuman di wajahnya Merlin mulai mengaktifkan tehnik sihir miliknya.
“Dark Magic Level 1… Abyss Gaze…”
Benda bulat tersebut kemudian membuka matanya, dan terlihat lah sebuah mata kuning ke emasan yang mana memancarkan cahaya putih yang cepat bagaikan sebuah kilatan kamera foto. Namun kilatan tersebut membuat tubuh ke 3 Goblin Rider tersebut tidak dapat bergerak, dan lagi mata mereka langsung menghitam seakan-akan mata mereka di tutupi oleh pasir gelap yang berasal dari kegelapan.
Anastasya dan para siswa/i lainnya juga terpengaruh oleh tehnik sihir milik Merlin karena mereka juga ikut melihat bola mata tersebut. Melihat hal itu Merlin hanya tersenyum dan berkata.
“Hahaha… aku tidak menyangka kalau hasilnya akan seperti ini, aku penasaran apa yang mereka lihat di dalam kegelapan yang menyedihkan itu”
Luciel yang mana mulai dapat menggerakkan dirinya melihat Merlin sedang berjalan kearah mereka, dan dengan nada terbata-bata dia berkata.
“Merlin…. apa yang kau lakukan….???”
“Yoo… sudah bangun tuan tidur” balas Merlin.
.
.
.
.
Bersambung…..