Tak punya pilihan lain, selain mengikuti apa yang sahabatnya Fani minta. yaitu menikah dengan Fauzan yang notabennya adalah suami Fani.
Fauzan adalah masa lalunya dan Kemala bersama Fauzan memiliki memori yang bisa di katakan tidak baik-baik saja. tetapi Kemala menerimanya dan dia rela menjadi istri kedua supaya sahabatnya itu bersemangat kembali dan mau menjalani perawatan atas penyakitnya, yaitu kanker payudara.
pernikahan yang cukup pelik dan Kemala kira kalau dirinya dan Fauzan tidak akan sejauh itu. mereka hanya menikah demi permintaan Fani saja, akan tetapi tidak untuk Fauzan dan Fauzan menuntut supaya Kemala mau melakukan tugasnya sebagai istri betulan, termasuk melayaninya di atas ranjang.
cekidokttt mohon dukungannya untuk karya saya yang kesekian, terimakasih😊🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ban 18
“Fan..“Ucap Kemala memanggil nama sang sahabat, Kemala masih mematung di tempatnya dengan kedua pupil membesar dan Fani hanya tersenyum kecil dengan tatapan matanya yang agak sedikit berbeda, sinis. Wanita itu masuk ke dalam rumah Kemala begitu saja, padahal Kemala belum mempersilahkannya masuk.
“Rumah kamu masih sama ya?.“Ujar Fani yang telah duduk di atas sofa, kedua matanya berpendar ke seluruh penjuru ruangan__Kemala merasakan sesuatu yang berbeda dari sang sahabat, aneh. Meski Fani tidak marah dan meledak-ledak, akan tetapi hatinya mengatakan kalau saat ini Fani telah marah dan kecewa padanya__mengingat persahabatan mereka sudah cukup lama, maka dari itu sedikit banyak Kemala cukup mengenal Fani.
Tapi jika memang Fani marah dan kecewa padanya, karena apa? Kemala merasa dirinya tidak melakukan hal apapun kok.
“Lho Mala, kenapa masih di sana? Sini duuk.“Ujar Fani seraya melambaikan tangannya dan menepuk-nepuk ruang di sofa yang masih tersisa di dekat tubuhnya, Kemala pun melangkahkan kakinya lalu duduk di ruang yang masih terisa itu.
“Fan__.“
“Mala..“Potong Fani, lalu wanita itu memindai bagian tubuh atasnya dan membuat Kemala risih sekali, terutama ketika Fani mengintimidasinya dengan tatapannya.
“Apa ini, Mala?.“Tanya Fani sambil menunjuk pada sisi lehernya, tangan Fani ikut meraba di sana dan wanita itu tersentak kaget, ia baru ingat punya bekas percintaan yang di berikan oleh sang suami satu hari yang lalu dan masih ada, bahkan cukup jelas. Astaga.. bahkan Kemala lupa untuk membubuhkan conceller di sana.
Hati Kemala terasa di remas-remas dan jantungnya berdetak dua kali lebih cepat di dalam sama, aliran darahnya terasa tersumbat dan membuat wajahnya pucat pasi__Kemala ketahuan oleh sahabatnya sendiri dan dia sudah merasa menjadi pelakor, padahal yang melakukan adalah suami sendiri lho, dan itu bukanlah sebuah dosa, akan tetapi Kemala ingat tentang perjanjian 'itu' yang ia tulis sendiri, tanda tangannya, tanda tangan Fani dan Fauzan juga tertera di sana. Dan kini semua perjanjian itu seolaj buyar dan Kemala menjadi pihak antagonisnya di sini, walah sebenarnya bukan salah Kemala sepenuhnya. Tetapi Kemala benar-benar merasa bersalah sekali.
“Itu e..um...“
“Bekas itu ya?.“Ujar Fani sambil menggerakan tangannya di atas kepalanya dan sorit matanya terlihat agak sedikit kecewa sekaligus sedih.
“Fani.“Kemala memanggilnya lirih, tangan Kemala menarik tangan Fani dan menggenggamnya di atas pangkuannya, Kemala menatap Fani dalam dan sangat merasa bersalah sekali.
Respon Fani adalah tersenyun seadanya dengan tatapan yang masih sama, terlihat kecewa dan juga sedih. Memang wanita mana yang tidak akan sedih dan kecewa melihat bukti sang sahabat yang tidur dengan suaminya, ah harusnya Kemala lebih tegas dan berani dan harusnya Kemala juga bisa mengontrol dirinya sendiri.
“Aku gak papa Mala, santai saja.“Ujarnya terdengar sambil terkekeuh kecil dan Kemala sangat tahu kalau kekeuhan itu semata-mata untuk menyembunyikan kesakitan hatinya.
“Maaf Fan.“Ucap Kemala penuh sesal sambil tertunduk dan kedua tangannya saling meremas di bawah sana.
“Kenapa harus minta maaf? Toh apa yang kamu lakukan adalah kewajiban kamu.“
“Fani.“Ujarnya dan di saat itu Kemala memilih mengangkat wajahnya lalu menyelami kedua manik sang sahabat.
“Kamu gak harus minta maaf Kemala. Lagian sejak awal pun aku ikhlas jika mas Fauzan sama kamu.“
“Maaf Fani, aku benar-benar gak bisa jaga diri aku, aku gak bisa ngontrol diri aku...“Ucap Kemala penuh dengan rasa bersalah dan di saat itulah Kemala merasakan telunjuk Fani ada di bibirnya, sahabatnya itu pun menggelengkan kepalanya cepat.
“Gak papa Mala, aku ikhlas. Lagian kondisiku juga sudah mulai lemah dan aku tidak bisa melayani suamiku dengan maksimal, meski aku sedikit merasakan sakit, tapi tak apa. Asal suamiku tidak jajan di luar.“Fani menyunggingkan senyum kecilnya dan pelupuk matanya terlihat berair dan sanggup membuat hati Kemala remuk redam di buatnya, menumpuklah rasa kecewa dan ses di hatinya, andai Kemala bisa mengontrol diri dan punya pengendalian diri yang cukup ketat.
“Aku juga udah denger dari mas Fauzan, kamu sedang mengandung, ya?.“
Degggggg
Kemala di buat membatu, seluruh persendiannya terasa kaku dan jantungnya di dalam sana berdetak begitu cepat sekali, nafasnya terasa sesak dan serasa ada yang menghantam dadanya dan membuatnya sakit.
Fani tahu dan kenapa Fauzan harus mengatakannya secara jujur sekarang? Tak tahukah apa yang di lakukan Fauzan bukan hanya menyakiti Fani tetapi juga Kemala
Runtuh sudah citra sahabat baik dan bisa di percaya. Kini tak ubahnya seperti wanita murahan di luaran sana, Kemala sudah menjelma menjadi sosok seperti itu.
“Maafin aku, Fani. Maaf..“Yang Kemala lakukan hanya bisa meminta maaf dan menangis tersedu-sedu di hadapan Fani, Kemala benar-benar sangat merasa bersalab sekali.
*****
Meski Fani sudah mengatakan tidak apa-apa, beda halnya dengan apa yang di rasakan Kemala. Setelah kunjungan Fani ke rumahnya, Kemala menjadi lebih murung, memilih menarik dirinya dan melamun sendirian.
Sungguh Kemala tak bisa begini terus, ia terus saja merasa bersalah dan merasa dirinya menjadi pihak antagonis di dalam rumah tangga sahabatnya.
“DORRRR...“Ucap Sisi smabil menepuk bahu Kemala yang sedang melamun di ruangannya dan membuat wanita itu memekik kaget, Kemala pun menoleh ke arah Sisi dan melotot tajam, seolah-olah memberikan tatapan penuh peringatan kepada sang rekan kerja.
“Maaf mbak, habisnya melamun terus sih.“Tukas Sisi melakukan pembelaan atas apa yang di lakukannya.
Kemala menghela nafasnya panjang, untung dia tidak punya riwayat sakit jantung, coba kalau punya. Maka tentu saja Kemala akan berakhir di rumah sakit karena ulah Sisi. Ckckk!
“Apa sih mbak? Cerita dong. Jangan melamun terus lho, takutnya mbak nanti tahu-tahu meninggoy lho kayak ayam tetangga “Kelakar Sisi sambil menaik turunkan alisnya dan membuat Kemala mendengus kasar.
Mana ada ayam tetangga melamun? Ckkk, jokes yang sangat garing sekali.
“Mbak__.“
“Si, kamu bisa diem enggak?.“Potong Kemala dengan nada suaranya yang terdengar agak meninggi, Sisi yang sudah cukup dekat dengan Kemala pun tentu tak merasa takut, justru ia lebih takut kalau sampai Kemala melamun terus dan ujung-ujungnya nanti kesurupan.
“Maaf mbak, tapi mbak gak boleh melamun. Jangan, nanti kesurupan. Ustadz Maulana sedang enggak ada, adanya koko Edwin dan beliau bukan ustadz, mbak mau nanti di rukiyah pakai baca-bacaan kungfu?.“Kelakarnya lagi dan kelarar dari sisi kali ini mampu membuat Kemala mesem-mesem sedikit, Sisi manrik nafasnya panjang.
“Nah gitu, senyum walau sedikit aja..“
Plakkk
Kemala menggeplak tangan Sisi dan membuat wanita itu pura-pura memekik kesakitan, padahalmah geplakan itu pun tidak sekuat itu.
“Mbak.“
“Sisi udah, kerja sana.“
Sisi mendelik”Mbak juga kerja dong, jangam malah makan gaji buta dengan melamun terus!.“Ujarnya agak sedikit menekankan kata-katanya dan membuat Kemala berdecak kesal.
“Sisi.“
“Mbakkk!!.“
“Iya-iya, mbak gak akan melamun lagi, puas?.“
Sisi tersneyum lebar dengan kepala yang terlihat di angguk-anggukan”Puas banget, mah gitu dong. Masalah mas ganteng jangam di pikirin, mbak. Nanti juga kalau udah beres ngambeknya dia pasti akan bucin lagi.“Ujarnya sok tahu dan Kemala memilih bungkam, Kemala adalah tipikal manusia yang sangat rapat menjaga privasinya.
“Ok deh, aku kerja dulu ya? Mbak harus kerja yang bener lho, nanti aku aduin lho sama koko Edwin.“
“Iya bawel.“Sahut Kemala yang membuat Sisi terkekeuh pelan dan keduanya mulai di sibukan dengan pekerjaan mereka.
*****
Hujan mengguyur ibu kota sudah hampir seminggu lamanya dan jarena hujan yang terus-terusan datang pun menbuat Kemala memilih untuk menggunakan grab kemana-mana, sedang motor kesayangannya berakhir di garasi. Tentu alasannya hanya satu, yautu jabang bayi yang ada di dalam perutnya. Bagaimana pun jabang bayi ini yang nantinya akan menjadi anak Fani dan Kemala tak mau mengecewakan sahabatnya itu, maka Kemala pun berusaha untuk menjaganya sekuat yang ia mampu.
“Fani, maafin aku.“
“Iya Mala, bukan kamu yang salah tapi aku, aku yang menyuruh kamu menikah dengan suamiku.“Tukas Fani terlihat biasa saja, walau sebetulnya Kemala sangat tahu kalau hati sahabatnya hancur mengetahui kalau Kemala dan Fauzan sudah melakukan hubungan suami istri.
“Dan mengenai anak itu.“Tatapan Fani tertuju pada perut Kemala yang masih datar”Akan menjadi anakku dan mas Fauzan, kamu gak keberatan kan, Mala?.“Tanyanya yang seolah menegaskan kalau anak Kemala akan menjadi anaknya, tentu sebagai calon ibu, walau sempat Kemala marah dan tak terima dengan kehamilannya. Namun lama-lama Ksmala juga sudah menyayanginya, bagaimana un Kemala sadar, kalau jabang bayi yang ada di dalam perutnya adalah anugrah dari Tuhan dan Kemala harus menjaganya serta melahirkannya dengan sehat ke dunia ini, tetapi Kemala pun ingat dengan alasan kenapa ia menikah dengan Fauzan, yaitu nenghasilkan keturunan untuk Fauzan dan Fani.
“Tentu, ini anak kamu dan mas Fauzan. Kamu gak usah khawatir, Fani.“Sahut Kemala seraya tersenyum getir, hatinya terasa di remas dan di tikam benda tajam. Sakit sekali, mungkin kesakitan yang Kemala alami sekarang sama seperti kesakitan yang Fani rasakan saat tahu Kemala dan Fauzan melakukan hubungan suami istri pun dengan Kemala yang hamil bukan karena proses bayi tabung.
lanjut Thor 👍👍
lanjut Thor 👍👍👍
lanjut Thor 👍👍👍
good job thor 👍👍👍♥️♥️♥️
lanjut 👍👍👍